Suraumu kini ya nabi


Setiap saya sholat shubuh, di masjid, saya merasa sedih kenapa teman-teman jama’ah hanyalah para camat (calon mati alias sudah sepuh). Kemana para pemuda, apakah orang bertakwa hanya untuk orang tua. Apakah bila masih muda tidak perlu pergi kemasjid ? Apakah bila masih muda yakin akan hidup sampai tua sehingga tidak perlu pergi ke masjid ? Sungguh benar engkau ya Rasulullah saw, engkau resah akan masjidmu yang tinggi menjulang, kokoh menantang tetapi kosong tak bertuan. 

Ayolah, jadilah seperti rasulullah yang mengajak bilal rehat dengan sholat. 
Letakkan pekerjaan anda, sisingsingkan selimut anda, berehatlah di masjid 
Bertafakur menekur dengan nafas teratur 
Mengagungkan asma ilahi yang misuwur 
Jadilah pemuda yang hatinya bertaut dengan masjid. 
Pemyemarak ramai ibadah 
Menganyam nilai ukhuwah, sesama jama’ah 
Sedihlah bila anda melihat masjid tanpa aktivitas, kosong ruhaniyah. 

Ramaikan masjid sekitar kita 
Gentarkanlah musuh dengan rapatnya jama’ah 
Kokohkan ukhuwah dengan tegaknya sholat lima 
Bagaimana kita akan memenuhi seruan jihad, sedangkan seruan adzan pun kita tinggalkan 
Bayangkan bila rasulullah masih hidup 
Pasti beliau sedih melihat umatnya 
Mungkin kita akan ditinggalkannya 
Mungkin kita akan didiamkan laksana 3 sahabat tertinggal di perang 
Mungkin rumah kita akan dibakar oleh rasulullah 
bila tahu kita tidak pergi memenuhi panggilan sholat 

OOh suraumu kini ya nabi… 
sepi tanpa ruh.. 
hanya bata yang rapuh.. 
simbol rumah Allah… 
tanpa tamu.. 
tidak semarak.. 
senyap..

2 thoughts on “Suraumu kini ya nabi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s