Jangan Buka Aibmu


Kira-kira siapa sih orang yang nggak punya aib. Saat ini, tak ada manusia yang serba sempurna dalam segala hal, selalu saja ada kekurangan. Boleh jadi ada yang bagus dalam rupa, tapi ada yang kekurangan dalam gaya bicara. Bagus dalam menguasai ilmu, tapi tidak mampu menguasai emosi kalau ada saingan. Kuat di satu sisi, tetapi rentan di sudut yang lain.

Tapi mungkin nggak orang membuka aibnya. Hmmm tentu aja, bisa saja entah sengaja atau tidak sengaja. Berikut ini yang bisa membuka aib kita:

1. Dia membuka kisah-kisahnya dengan bangga padahal itulah aibnya.
Saya punya seorang teman, tidak ganteng sih.. Tapi dia dengan bangganya menceritakan berbagai kisah cinta monyet dan kisah cinta kebablasannya dengan berbagai wanita.
Atau kisah sahabat saya yang lain yang dengan bangganya menceritakan mudahnya mencari pasangan. Seakan ingin sebagai pengakuan kelebihannya.

Padahal bahwasanya Nabi saw bersabda,”Setiap umatku mendapat pemaafan kecuali orang yang menceritakan (aibnya sendiri). Sesungguhnya diantara perbuatan menceritakan aib sendiri adalah seorang yang melakukan suatu perbuatan (dosa) di malam hari dan sudah ditutupi oleh Allah swt kemudian di pagi harinya dia sendiri membuka apa yang ditutupi Allah itu.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Hadits ini membuat saya tersentuh, menyadari betapa kasih sayang Allah demikian dalam! Kita melakukan berbagai yang menurut agama adalah pelanggaran/maksiat, dengan kasih sayangNya, Allah menutup aib kita tapi kita ceritakan ke orang lain bahkan kita ceritakan ke semua orang melalui blog, koran atau media lainnya

2. Membuka aib seorang mukmin
Membuka aib seorang mukmin berarti memperlihatkan aib sendiri. Seorang mukmin dengan mukmin lainnya adalah bersaudara. Sebuah persaudaraan yang jauh lebih sakral ketimbang satu ayah dan satu ibu. Karena Allah sendiri yang menyatakan kekuatan persaudaraan itu:

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara….” (Al-Hujurat: 10)

Kawan…semua orang punya aib, hatta saya sendiri, alhamdulillah Allah masih menghijab aib saya dari sebagian orang. Mari kita tutup aib kita, kita perbaiki diri kita dengan menuju ridhoNya, dan kita bercermin dengan aib kita. Tataplah kekurangan diri sebelum menilai kekurangan orang lain, ego manusia selalu mengatakan kalau “sayalah yang selalu baik dan yang lainnya buruk.

Bila kita melihat aib orang lain, tatap aib saudara mukmin lain dengan pandangan baik sangka. Mungkin ia terpaksa, mungkin itulah pilihan terburuk dari salah satu pilihan yang terburuk. Mungkin langkah dia jauh lebih baik dari langkah kita, jika berada pada situasi dan kondisi yang sama. Jangan membongkar aibnya, karena kita tahu kita adalah saudara.

5 thoughts on “Jangan Buka Aibmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s