Terima Apa Adanya…Jangan Mengeluh


Kadang saya kagum dengan nenek saya. Betapa tidak sejak masih muda ditinggal suaminya meninggal karena kecelakaan. Pada waktu itu anak-anak nenek saya berjumlah enam dan masih kecil-kecil.

Akhirnya langkah strategis diambil, ibu saya akhirnya hanya menamatkan sekolah dasar dan diminta untuk menjaga adik-adiknya, sedangkan nenek saya pergi merantau ke suatu kota di Jawa Barat tepatnya di Pelabuhan Ratu, tempat shootingnya Suzanna si Nyai Roro Kidul.

Hari demi hari waktu demi waktu, dengan dibimbing oleh ibu saya, lalu adik ibu saya membimbing adiknya lagi begitu seterusnya, dewasalah semua anak-anak nenek saya. Ada kisah yang sangat mengesankan, anak-anak yang laki-laki mandiri semua mulai dari masak, mencuci, belanja, ke sawah padahal mereka sekolah semua, tanpa terpengaruh hal-hal negatif seperti sekarang, entah mungkin karena tinggal di desa dan belum banyak TV yang bagai racun remaja.

Saya dan adik saya, kalau mendengar nenek pulang dari merantau jual jamu gendong di Jawa Barat, pasti senang sekali, alamat mendapat baju baru dan celana baru. Kalau berangkat merantau tidak lupa nenek saya menyangoni uang. Itulah mengapa sampai sekarang saya sangat dekat dengan nenek saya selain karena cucu pertama, saya sering dikeloni kalau pulang dari merantau.

Pertolongan Allah selalu menghinggapi kepada hambaNya yang bertakwa, ketika om-om saya sudah besar karena umurnya tidak terlalu jauh, mereka kuliah bersamaan. Ada yang di UMY, UNS dua orang, Poltek UNDIP satu orang. Bayangkan hanya penjual jamu keliling bisa menyekolahkan empat orang anak, saya aja baru mensekolahkan 2 anak TK aja dah pusing. Tawakalnya kalah sama nenek saya yang sama sekali tidak mengenyam pendidikan formal. Subhanallah, Allohu Akbar.

Sekarang nenek saya sudah tua, badannya ringkih sering sakit dan dilarang lagi pergi merantau anaknya. Itupun dulunya sudah dilarang berkali kali, tapi tetap merantu karena tidak mau jadi beban anak-anaknya. Tapi sekarang karena kondisi fisik tidak memungkinkan beliau tidak pergi merantau lagi.

Dan alhamdulillah anak-anaknya berhasil dan mapan secara ekonomi, anak yang pertama jadi pengusaha lumayan berhasil, ada yang di Italia, ada yang di Aljazair, ada yang di Bank dll. Harapan saya bukan hanya mapan secara dunia tapi juga akhirat. Amin.

“Berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur” (Al A’rof 144)

Terima Apa Adanya…Jangan Mengeluh…Karena semua ada hikmahnya.

Advertisements

One thought on “Terima Apa Adanya…Jangan Mengeluh

  1. saya setuju dengan tulisan bapak, namun memang karena jaman yang sudah jauh berbeda.., sehingga sekarang untuk bisa berpikir and pola hidup sederhana terasa lebih susah menurut saya. Terbawa lingkungan, arus informasi yg deras dan berbagai pengaruh lainnya yang sangat mudah merubah pemikiran kita, yang berdampak dengan kehidupan kita.. (^_^) ini hanya pendapat.. mungkin ada masukan yg laen??…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s