Pantaslah Engkau Dimuliakan


Semenjak kuliah, saya selalu bercita-cita menikah dengan seorang wanita yang tidak bekerja di luar rumah alias sebagai ibu rumah tangga. Mungkin bagi sebagian orang hal itu aneh, tetapi itulah pilihan saya dan mungkin sebagian pria lain. Bukan saya memandang wanita yang bekerja adalah buruk bagi laki-laki, tidak sebab ibu saya adalah seorang pekerja yang juga bertanggung jawab kepada rumah tangga, ini hanya masalah pilihan, dan alhamdulillah, Allah mengabulkan cita-cita dan harapan saya.

Bagi saya, istri bekerja di rumah bukan suatu kehinaan, bahkan kemuliaan, karena itulah fitrah wanita1, sebagai pendamping taat suami dalam amal shalih dan menghindarkan dari kemaksiatan2, pendidik anak3, penjaga harta dan kehormatan keluarga4.

Bagi wanita yang menjadi ibu rumah tangga bergembiralah. Sebab Rasulullah saw sewaktu menikahkan Fathimah ra, putrinya yang disayanginya, dengan Ali ra, beliau berkata kepada Ali ra,

“Kamu bertanggung jawab terhadap urusan-urusan di luar rumah, sedangkan kamu, Fathimah, bertanggung jawab terhadap urusan-urusan di dalam rumah.”


Dalam hadits lain yang diriwayatkan Imam Bukhari, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Kaum lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya di rumah, dia bertanggung jawab atas keluarganya. Wanita pun pemimpin yang mengurusi rumah suami dan anak-anaknya. Dia pun bertanggung jawab atas diri mereka. Budak seorang pria pun jadi pemimpin mengurusi harta tuannya, dia pun bertanggung jawab atas kepengurusannya. Kalian semua adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.”

Lihatlah, Nabi kita memuliakan putrinya dan wanita lain untuk mempunyai tanggung jawab di rumah tangga, menjadi pemimpin.

Seorang ibu juga menjadi agent of change, agen perubahan terhadap peradapan dunia. Dia berkorban waktunya untuk mendidik generasi penerusnya yang nantinya akan mewarnai dunia ini. Apakah nantinya benih yang dia tanam dan rawat menjadi tumbuhan yang sehat dan kuat, ataukah menjadi tumbuhan yang mudah layu dan banyak penyakit.

Mendidik anak adalah investasi dunia dan akhirat, di dunia mereka adalah cahaya mata, sedangkan di akhirat sebagai wasilah syafa’at, amal jariah sebagai pengalir do’a. Mendidik dengan kasih sayang, menjauhkan dari pergaulan menghancurkan, mengajarinya akhlaq yang rupawan, membekalinya dengan ilmu Al Qur’an dan As Sunah.

Sebuah syair Arab yang sangat terkenal yang berbunyi:

”Al-Ummu madrasatun idza a’dadtaha ‘adadta sya’ban tayyibul ‘araq”

“seorang ibu adalah sebuah sekolah. Jika engkau persiapkan dia dengan baik maka sungguh engkau telah mempersiapkan sebuah generasi yang unggul”.

Gaji Ibu Rumah Tangga tak Terbayar

Saya pernah membaca atau tepatnya renungan di sebuah majalah wanita, tentang pengorbanan seorang istri yang mengurus rumah tangganya, hampir tiap jam, tiap waktu, bahkan tiap detik. Mulai dari menyusui dan merawat anak siang malam, disaat suami tidur lelap, si istri tetap tidur setengah hati, demi si buah hati. Pagi dia mengurusi keperluan rumah tangga mulai memasak, mencuci, psikolog bagi suami dan anaknya hingga menjelang tidur malam. Bayangkan bila kita harus menggajinya, berapa uang yang kita habiskan. Ternyata bukan gaji, tetapi kemuliaan dunia dan akhirat yang hanya pantas diberikan.

Pantaslah bila Rasulullah SAW ketika ada seorang yang datang kepadanya seraya bertanya:

”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak saya pergauli dengan baik?” Rasulullah menjawab: Ibumu! Orang itu bertanya lagi: “Lalu siapa?” Ibumu! Jawab beliau. Lalu siapa lagi? Tanya orang itu, Beliaupun menjawab: Ibumu!, Selanjutnya bertanya:”Lalu siapa?” Beliau menjawab: Ayahmu” (Mutaffaqun Alaih). Bang Navre


Maroji’:

1. Al Qur’an Al Karim
2. Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses, DR Husein Syahatah
3. Beberapa sumber lain.


Catatan Kaki

1. Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa kalian, hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. Al-Ahzab: 33)
2. Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (An Nisa:34)
3. Wanita pun pemimpin yang mengurusi rumah suami dan anak-anaknya.(HR. Bukhari)
4. Apabila sang suami
sedang pergi maka ia (istri) bertanggung jawab untuk menjaga dirinya sendiri dan harta suaminya. (HR Ahmad dan AN Nasa’i)


====================================================================

‘”tulisan ini dalam rangka berpartisipasi dalam program what do you say about…..? dari IUA-islam yang sejuk”.


Advertisements

12 thoughts on “Pantaslah Engkau Dimuliakan

  1. mujitrisno said: tentang pengorbanan seorang istri yang mengurus rumah tangganya, hampir tiap jam, tiap waktu, bahkan tiap detik. Mulai dari menyusui dan merawat anak siang malam, disaat suami tidur lelap, si istri tetap tidur setengah hati, demi si buah hati. Pagi dia mengurusi keperluan rumah tangga mulai memasak, mencuci, psikolog bagi suami dan anaknya hingga menjelang tidur malam. Bayangkan bila kita harus menggajinya,

    Namun mengapa ya masih ada yang tega menganiaya istri-istri mereka?

  2. emang pantas banget pak dan begitulah seharusnya :)sayangnya Ibu rumah tangga masih sering dipandang sebelah mata… :(btw, blognya bagus euy…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s