Tekad yang Membaja


Mungkin kita pernah melihat tayangan TVOne pada acara Mata Kamera, seorang mahasiswi bernama Ming Ming Sari Nuryanti (Mahasiswi Universitas Pamulang) menjadi pemulung untuk membiayai kuliah dan melanjutkan hidupnya. Bahkan diberbagai blog juga dibahas kisah ini.

Saya hanya menyoroti tentang semangat dalam belajar dan bersabar dalam meniti jalan kehidupannya membuat Muna (panggilannya) dapat dikatakan memiliki suatu yang lebih diantara kawan sebayanya. Meskipun terkadang hanya makan sekali dalam sehari tidak membuatnya kehilangan energi dalam menuntut ilmu. Juga tekad yang besar dalam mencari rizqi yang halal dalam memenuhi kebutuhannya.

Dalam Kitab Laa Tahzan, dikisahkan seorang mahasisa yang berasal dari salah satu negeri Islam belajar di Barat, tepatnya di London. Di tempat itu, ia tinggal bersama keluarga Inggris yang kafir untuk belajar bahasa. Ia seorang yang taat kepada agamanya, selalu bangun menjelang fajar untuk pergi ke tempat air dan berwudhu. Air disana sangatlah dingin, lalu dia pergi ke tempat sholat lalu sujud, ruku’, bertasbih dan bertahmid kepada Rabbnya.

Dalam keluarga itu terdapat nenek tua yang selalu memperhatikan apa yang dilakukan oleh mahasiswa ini. Setelah beberapa hari, nenek itu bertanya,”Apa yang engkau lakukan?” Mahasiswa itu menjawab, “Agamaku memerintahkanku untuk melakukan ini.” Si nenek bertanya lagi,”mengapa tidak kau tunda waktunya untuk beberapa saat agar Anda bisa menikmati tidurmu?” Mahasiswa itu menjawab,”Tapi Rabbku tidak akan menerima jika akau menangguhkan waktu shalat dari waktu yang telah ditentukan.”

Atau kisah-kisah Bilal yang teguh memegang ketahuidan, sewaktu dipanggang di terik matahari, dan banyak lagi kisah sahabat dan ulama dalam teguh memegang agamanya walau digantung, sekeluarga direbus, dicincang seperti Habib bin Zaid sewaktu di bunuh Musailamah al Kadzdzab.

Sekarang, kita tidak mengalami gangguan seperti kisah para sahabat atau ulama tersebut. Bukan berarti kita menghilangkan kekuatan tekad. Kekuatan yang berasal dari bersihnya tauhid kita, terbentuk dari iman kepada Allah SWT.

Mari kita bertekad untuk menjaga keimanan kita, dan istiqomah dalam amal sholeh kita. Amin

2 thoughts on “Tekad yang Membaja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s