Tetap Semangat Ketika Musibah Menimpa


Gagal dan gagal lagi. Itulah kamus yang biasa bagi pejuang. Kegagalan adalah keniscayaan, kerugian adalah kepastian. Orang cerdas yang selalu belajar dari kegagalan, orang cerdik yang berusaha merubah kerugian menjadi keuntungan.

Lihatlah para hartawan, mereka perlu bersusah payah untuk mencapai tujuan. Padahal tujuan kekayaan duniawi, bagaimana dengan perjuangan mencapai ridho ilahi.

Rasulullah harus berdarah-darah untuk menegakkan islam di arab. Ahmad bin Hanbal dipenjara dan dihukum cambuk, tetapi setelah itu menjadi imam madzhab yang besar. Ibnu Taimiyah di penjara, tetapi Majmu Fatawa dan karya-karya besar lainnya dibaca para ulama. Ibnu Jauzy pernah diasingkan dari Baghdad, tetapi kemudian dia menguasai qiro’ah sab’ah. Malik bin Ar Raib menderita penyakit mematikan, tetapi kemudian dia melahirkan syair-syair indah yang menggugah. Sayyid Qutb, Buya Hamka…dipenjara tetapi karya monumental pun lahir disana.

Setiap keadaan sulit selalu disana ada kemudahan. Lihatlah sisi terang dibalik itu. Jangan merasa terhimpit, karena keadaan tidak selalu selamanya begitu dan akan berubah. Dan sebaik-baik menanti kemudahan adalah dengan sabar dan sholat. Setiap kesedihan, pasti ada kebaikan, secercah harapan, jalan keluar, pahala dan penghapus dosa. (Bang Navre)

3 thoughts on “Tetap Semangat Ketika Musibah Menimpa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s