Kita Adalah Musa dan Harun


Setiap kita memahami bahwa kenaikan mustawa (level) keberhasilan dalam bidang kehidupan manapun akan senantiasa didahului oleh peningkatan kualitas ujian, kualitas penyaringan. Semakin tinggi level keberhasilan yang hendak kita capai, semakin berat ujian yang bakal dilalui.
Ikhwatifillah, secara waqi’iyah dakwah saat ini (era mu’asasi/pemilu legislative atau pilkada) kita harapkan akan menjadi pintu gerbang bagi lancarnya kerja-kerja besar dalam rangka mewujudkan tegaknya nilai-nilai Islam di bumi nusantara. Karenanya, hal itu merupakan ujian kenaikan tingkat bagi kita. Kenaikan tingkat dipandang Allah Swt, sekaligus di depan umat yg ingin melihat kebenaran tekad kita, sementara disisi lain – SDM, fasilitas, dan waktu yg tersedia demikian terbatas. Moment iini adalah peluang – sekaligus ancaman (ujian).

Ikhwah fillah,
Sebelum era baru ini dikaruniakan oleh Allah kpd kita, kita telah bekerja bertahun-tahun di jalan dakwah ini utk meraih kemuliaan cita-cita kolektif yaitu khairu ummah.
Kita bekerja ditengah segala keterbatasan – SDM & fasilitas manusiawi. Namun tak sejengkal pun langkah kita menapak mundur. Keyakinan Rabbaniyah kita tdk dibenarkan surut langkah. Kita tetap maju, sebagaimana Musa A.s maju ketika Allah memerintahkannya – Idzhab ilaa Fir’auna innahu tagha. Musa a.s. tetap maju meskipun dirinya memiliki keterbatasan yg sangat asasi – cacat lisan – dlm berdakwah dihadapan Fir’aun. Mungkin bagi sebagian kita, keterbatasan seperti itu sudah cukup utk mengatakan ”ana punya udzur syar’i”, kemudian mundur dari tugas…karena gak pedhe.

Saudaraku, ingatlah semua keterbatasan yg kita punyai itu, Allah lah yg menciptakan. Maka Allah jua yg sanggup mengubah keterbatasan itu menjadi kekuatan, sebgaimana Allah telah mengubah keterbatasan Musa a.s. menjadi kekuatan yg akhirnya menenggelamkan Fir’aun.
Kita sadar, ketakutan akan ketidakmampuan menghadapi resiko yg sudah terpampang di depan kita berdasarkan perhitungan manusiawi adalah kewajaran. Kewajaran yg harus ditaklukkan, bukan kewajaran yg menaklukkan. Musa dan harun a.s. juga pernah merasa takut, ketika mereka berdua diperintahkan Allah Swt.

” Idzhabu ilaa Fir’auna innahu tagha”.
Pergilah (berdakwah) kpd Fir’aun, sesungguhnya ia telah melampui batas.

Allah menjawab rasa takut mereka sekaligus memberi garansi

”…laa takhafa innaniy ma’akuma asma’u wa ara”.
Jangan kalian berdua takut, sesungguhnya Aku bersama kalian berdua, dan senantiasa mendengar dan melihat.

Ikhwatifillah…
Kita dan diantara kita, kenapa tidak berlaku sebagaimana Musa dan Harun. Hubungan diantara kita adalah hubungan Musa dan Harun. Musa meminta kpd Allah-

”Waj’alliy waziiran min ahliy. Haruuna akhiy. Usydud bihi azriy. Wa asyrikhu fii amry”.
Jadikan untukku pendamping dari keluargaku, yaitu Harun saudaraku. Kuatkanlah aku dengannya dan syarikatkan kami dalam urusan (dakwah) ini.

Saudaraku, kita bersyarikat di jama’ah ini utk dakwah – utk dakwah ilallah saja. Beban dakwah yg berat jelas tdk mngkin dipikul oleh orang per orang. Syarikat kita – syarikat persaudaraan, syarikat ukhuwah. Kita bersaudara dalam dakwah agar bisa saling menyabarkan ketika target-target yg sudah kita rencanakan tdk tercapai. Kita bekerja sama agar bisa saling merasakan manisnya bahu membahu dalam memikul beratnya qadhaya dibawah naungan cinta Ilahi. Kita bersaudara dalam dakwah agar bersama bertasbih dan berdzikir saat Allah berikan keberhasilan, agar kita senantiasa bisa menyadari bahwa kemenangan dalam dakwah adalah buah ketaatan, ketundukan secara kolektif kpd arahan-arahan Allah Swt.

Kay nusabbihuka katsiira. Wa nadzkuraka katsiira.
Supaya kami banyak bertasbih kpd Engkau. Dan banyak mengingat Engkau.

Wallahu a’lam bisshawab.

Taujih Ust. Abu Muthi di Forum Sholahudin

5 thoughts on “Kita Adalah Musa dan Harun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s