Bersamalah Allah maka Kau Selamat


Hari ini, DPD kami mengadakan halal bi halal. Selain halal bi halal, kami juga mengumpulkan dana buat gempa Sumbar. Alhamdulillah, pembicara dalam ceramah halal bi halal di DPD kami salah satu kader terbaik dari DPW PKS Surabaya, Ustadz Ahmad Arqom, Spd. Beliau juga sebagai trainer motivator di Trustco Surabaya. Beliau dulunya adalah seorang tukang becak, tukang parkir, guru hingga menjadi master trainer. Yang tertarik dengan profil beliau silahkan buka http://trustcosurabaya.com/trainer.

Beliau membuka ceramahnya dengan kisah orang yang terselamatkan nyawanya melalui sedekah yang tertera dalam kitab Al Jaza min Jinsi Al Amal. Orang tersebut adalah Ibnu Jadan.

Pada suatu musim semi, Ibnu Jadan melihat unta miliknya tumbuh besar dan susunya siap diperah, diapun berujar, Demi Allah, saya akan sedekahkan unta betina ini beserta anaknya kepada tetanggaku sebab Allah SWT berfirman:

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada
kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai
(QS. Ali Imron : 92).

Sungguh barang yang paling kucintai adalah unta betina ini. Lalu iapun membawa unta betina tersebut beserta anaknya kepada tetangganya sambil berkata, Ambillah sebagai hadiah dariku untukmu. Tetangganyapun tampak sangat bahagia menerima sesuatu yang sangat berharga tersebut.

Musim semi selesai, tibalah musim kemarau yang kering dan panas. Ibnu Jadan dan ketiga anaknya berjalan untuk mencari ad-duhul (lubang dalam tanah yang menyambung dengan sumber air yang memiliki mulut diatas tanah). Walaupun sulit, akhirnya mereka menemukannya, lalu Ibnu Jadan masuk ke dalam lubang untuk mengambil air sedangkan ketiga anaknya menantinya di atas. Setelah Ibnu Jadan masuk, ternyata ia terjebak di dalam dan tidak dapat keluar. Anak-anaknya yang menunggu sehari, dua hari hingga hampir seminggupun putus asa dan mengira ayah mereka sudah meninggal.

Mereka akhirnya pulang ke rumah dan membagi bagikan harta peninggalan ayah mereka. Saat itu, teringat oleh mereka unta betina yang diberikan ayahnya kepada tetangganya yang fakir. Merekapun menuju rumah tetangganya dan mengatakan pada tetangganya, Kembalikan unta betina milik kami, maka itu lebih baik bagimu. Sebagai gantinya ambillah unta jantan ini. Jika tidak, kami akan mengambilnya secara paksa dan kamu tak mendapat apapun dari kami.

Si fakir berkata, Sudahkah kalian mengadukan hal ini pada ayah kalian?. Mereka balik
bertanya, Haruskah aku melapor kepadanya sementara ia sudah meninggal?. Si fakir
berkata, Dia telah meninggal, bagaimana dia wafat? Dan mengapa aku tidak mengetahui
beritanya?. Mereka menjawab, Dia masuk ke suatu lubang di padang pasir dan hingga saat ini belum keluar. Si fakir berkata, Ajaklah aku pergi ke lubang itu bersamamu lalu ambillah unta tersebut. Lakukanlah sepuas hatimu dan aku tidak menginginkan unta jantan itu.

Berangkatlah mereka ke ad-duhul yang seminggu lalu dimasuki Ibnu Jadan yang tulus. Si fakir setelah melihat lubang dalam dan gelap tersebut lalu mengambil seutas tali dan menyalakan lilin.
Setelah mengikatkan tali tersebut, diapun turun merayap hingga merasakan sesuatu yang beku di dekatnya. Dia menyentuh tanah dan salah satu tangannya menyentuh sesosok laki-laki yang ternyata masih dapat bernapas. Si fakirpun menarik sosok tersebut dan menutup matanya agar tidak silau dengan cahaya matahari, kemudian mengeluarkannya dan menggendongnya ke rumah. Detak jantung tanda kehidupan sosok yang tidak lain adalah Ibnu Jadanpun muncul, tanpa diketahui anak-anaknya. Tetangganya yang menolongnya sambil keheranan bertanya, Demi Allah, beritahukan kepadaku tentang dirimu, seminggu lamanya kamu berada di bawah tanah tapi kamu masih hidup?

Ibnu Jadan menjawab, Akan kuceritakan kepadamu sebuah keajaiban. Ketika aku turun ke dalam lubang, terlihat di hadapanku beraneka macam jalan lalu aku berkata dalam hati: aku akan beristirahat di tempat air yang kudapatkan. Akupun minum namun rasa lapar tak dapat dihindari dan air yang diminumpun tak bisa menghilangkan rasa lapar. Setelah tiga hari rasa lapar semakin tak bisa ditahan dan ketika aku berbaring sambil pasrah dan berserah diri kepada Allah, tiba-tiba aku merasakan tetesan susu mengalir ke dalam mulutku lalu akupun meluruskan tubuhku untuk duduk. Tiba-tiba datang sebuah bejana dalam kegelapan yang tak dapat jelas kulihat, yang kemudian mendekati mulutku. Akupun meminum darinya hingga kenyang, setelah itu ia pergi dan mendatangiku sebanyak tiga kali dalam sehari. Namun beberapa hari setelah kejadian itu, bejana itu menghilang tanpa aku tahu sebabnya…

Tetangganya berkata, Jika kamu mengetahui sebab hilangnya bejana tersebut, tentu kamu akan kaget. Anak-anakmu mengira kamu telah wafat, lalu mereka datang kepadaku dan mengambil kembali unta betina yang Allah kirimkan kepadamu untuk memberi susunya. Sesungguhnya seorang muslim dilindungi Allah karena sedekah yang diberikannya. Firman Allah,

Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberinya jalan keluar dan memberinya rizki dari sesuatu yang tidak disangka-sangka (QS Ath-Thalaq : 2 3)

Pesan dari cerita ini adalah:

1. Jangan takut miskin karena sedekah, karena sedekah akan menjadi wasilah pertolongan Allah

2. Jangan memutus pahala sedekah dengan menyebut-nyebut, mengambil, atau menyakiti hati yang menerima sedekah.

3 Orang yang terbaik adalah orang yang berguna bagi orang lain

3 thoughts on “Bersamalah Allah maka Kau Selamat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s