seputar halaqah


Bagaimana agar halaqah dapat berjalan secara dinamis dan meningkat produktivitasnya serta tidak terjebak dalam kejemuan? Sebab suasana jemu dapat berdampak pada antusiasnya peserta dan murabbi untuk mengikuti halaqah. Inilah beberapa kiat yang dapat diterapkan sesuai kondisi dan situsi halaqah agar dapat mewujudkan halaqah yang muntijah (sukes).

I . Urgensi Halaqoh

Halaqah adalah sebagai wadah pengkaderan. Urgensi halaqah adalah:

1. Melaksanakan perintah Allah SWT untuk belajar seumur hidup.
2. Mengikuti sunnah Rasul dalam membina para sahabat dengan metode halaqoh.
3. Sarana efektif untuk mengembangkan kepribadian Islam.
4. Melatih amal jama?i dalam mempertahankan eksistensi jama?ah Islamiyah.
5. Jalan untuk membentuk ummat (takwinul ummah) yang Islami. 

II. Halaqah Muntijah (sukses)

Musthafa Masyhur, pernah berkata: “eksistensi halaqah (tarbiyah islamiyah) tak boleh berakhir, walau daulah islamiyah telah berhasil ditegakkan..”

Bebagai Tipe Halaqoh :

1. Halaqoh sukses (muntijah)
Yaitu halaqoh yang dinamisasinya dan produktifitasnya tinggi.

2. Halaqoh paguyuban
Yaitu halaqoh yang dinamisasinya tinggi tapi produktifitasnya rendah.
Contohnya, Halaqoh yang kebanyakan isinya berupa games, rujak party, jalan-jalan, dll.

3. Halaqoh jenuh
Yaitu halaqoh yang produktifitasnya tinggi tapi dinamisasinya rendah.
Contohnya, Halaqoh yang sering ada penugasan namun jarang ada variasi dalam halaqohnya.

4. Halaqoh sedang
Yaitu halaqoh yang dinamisasi dan prodkutifitasnya sedang.

5. Halaqoh tipe rendah
Yaitu halaqoh yang dinamisasi dan produktifitasnya rendah.

Dinamisasi adalah jalannya halaqoh berlangsung dengan menggairahkan dan tidak menjemukan. Produktifitas adalah tujuan halaqoh tercapai.

Murobbi memiliki peran yang sangat penting supaya halaqoh menjadi muntijah. Hal ini karena murobbi yang memimpin halaqoh, sekaligus yang memotivasi, mengarahkan, membimbing, dan mengendalikan halaqoh.
Sistem Halaqah adalah input (paham manhaj, murabbi handal, mutarabbi potensial), proses yang dinamis, output yang produktif, dan akhirnya outcome mampu beramal jama?i dan pribadi yang islami.

Sebab Kurang Seriusnya Murobbi melakukan dinamisasi dan produktivitas halaqah:

1. Terjebak dengan rutinitas.
2. Sibuk dengan da?wah ?ammah yang lebih tenar dan ramai.
3. Sibuk dengan urusan dunia.
4. Terpesona dengan jumlah.
5. Merasa bahwa halaqohnya tidak ada masalah.
6. Kurangnya motivasi dan pengingatan dari ikhwah di sekelilingnya.
7. Terlena dengan cara yang digunakan pada masa lalu (conventional method). 
III. Halaqah Dinamis

Manfaat Halaqoh yang Dinamis:

1. Kehadiran peserta yang rutin. (QS. Al Kahfi : 28)
2. Semangat yang tinggi. (QS. Al Anfal : 65)
3. Tanggung jawab yang besar.
4. Mempercepat pencapaian tujuan. (QS. Faathir : 32)
5. Meningkatkan kreativitas. (QS. Al Ankabut : 69)
6. Menghindari kemaksiatan. (QS. Al Hadiid : 16)
7. Memperkecil konflik atau masalah. (QS. Al Hujuurat : 10)
8. Mempererat ukhuwah. (QS. Al Anfal : 63) 
Sebab2 Sebab Munculnya Kejenuhan dalam Halaqah:

1. Suasana yang monoton.
2. Tiada keteladanan.
3. Kurangnya upaya untuk saling mengingatkan.
4. Konflik yang berkepanjangan dan tidak segera diselesaikan.
5. Kurangnya keikhlasan.
6. Perbuatan maksiat.
7. Kurangnya pemahaman.

Tahapan Kejenuhan:

1. Monoton.
2. Tidak memberi nilai tambah pada dirinya (eliminasi makna)
3. Menghindar dari kehadiran.
4. Tidak nyaman.
5. Apatis atau tidak peduli. 
Dampak Kejenuhan:

A. Bagi Peserta: (7K)

1. Kehadiran yang tidak rutin.
2. Kedisplinan yang menurun.
3. Keterlibatan yang minim.
4. Ketidakpuasan yang meningkat.
5. Kemaksiatan yang muncul.
6. Konflik / masalah yang bertambah.
7. Keterlambatan pencapaian tujuan.

B. Bagi Murobbi

1. Malas melakukan persiapan.
2. Penyampaian yang kurang berisi.
3. Lupa pada tujuan. 
Ciri-Ciri halaqoh yang Dinamis:

1. Suasana yang dinamis dan inovatif.
2. Komentar-komentar kerinduan pada pertemuan berikutnya.
3. Ingin berlama-lama.
4. Kehadiran yang rutin. 
IV. Halaqah Produktif

Tujuan usroh (halaqah) adalah menyiapkan orang-orang pilihan untuk memikul tanggung jawab yang amat besar? (Dr. Ali Abdul Halim Mahmud)

Pencapaian produktivitas harus diiringi pencapaian dinamisasi. Keduanya sama penting bagi kelompok dan individu. Sebagaimana tercantum dalam QS. Ali Imran : 102 (produktivitas) dan QS. Ali Imran: 103 (dinamisasi).

Produktivitas adalah banyaknya hasil (tujuan) yang ingin dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang. Produktivitas dapat dilihat dari dua sisi: kuantitas dan kualitas.
Tujuan (sasaran) halaqah adalah:

1. Tercapainya Muwashofat/kenaikan jenjang
2. Tercapainya pembentukan murabbi
3. Tercapainya pengembangan potensi

Dr. Abdullah Qadiri berkata, “Sesungguhnya seorang ikhwan yang benar tidak bisa tidak kecuali dia harus menjadi murabbi”

Kaidah fiqih mengatakan: “Jika untuk mewujudkan sesuatu yang wajib dibutuhkan sesuatu, maka sesuatu itu menjadi wajib”. Dan takwinul ummah adalah wajib, karena itu cara mewujudkannya juga wajib. (QS. Ali Imran : 79).
Manfaat Halaqah yang produktif:

1. Akselerasi peningkatan kualitas jamaah atau ummat.
2. Umat akan memiliki para pelopor yang tangguh untuk membawa umat keluar dari keterpurukannya.
3. Masa depan Islam akan cerah karena umat telah memiliki kader-kader yang produktif dan ?haus? akan kemajuan menuju ridho Allah SWT.
Sebab-sebab tidak produktivitasnya halaqah:

INTERNAL

1. Tidak memahami tujuan
2. Terlena dengan proses
3. Kurangnya semangat bersaing (QS. Al Baqarah: 148)
4. Percaya dengan ?takdir? yang salah.

EKSTERNAL

1. Kurangnya motivasi
2. Kurangnya penjelasan tujuan

Tahap-tahap Tidak Produktifnya Halaqah

1. Tidak jelasnya tujuan
2. Terjebak dengan tujuan ?palsu?
3. Disorientasi
4. Stagnan 

Peran Murabbi dalam meningkatkan produktivitas halaqah:

1. Sebagai motivator
2. Sebagai koordinator
3. Sebagai evaluator 
V. Keseimbangan Dinamisasi dan Produktivitas Halaqah

Bahaya Hanya Berorientasi pada Dinamisasi:

1. Lambat mencapai tujuan
2. Mengabaikan prioritas
3. Keberhasilan semu
4. Fanatisme/figuritas 
Bahaya Hanya Berorientasi Pada Produktivitas:

1. Kejenuhan yang Kronis
2. Hilangnya antusiasme
3. Kehadiran yang tidak rutin
4. Keringnya iman dan lemahnya kontrol diri
5. Tumpulnya kreativitas
6. Lemahnya ikatan ukhuwah
7. Kalah bersaing
8. Prestasi yang tidak maksimal 

VI. Rumus Meningkatkan Dinamisasi Halaqah

1. Rumus Dinamisasi Halaqah:

D = n(Pb) ( I + K + T )
Keterangan:

D = Dinamisasi
n(Pb) = Jumlah variasi perubahan
I = Keikhlasan
K = Keteladanan
T = Semangat mencapai Tujuan 

2. Rumus Produktivitas Halaqah (dalam segitiga)

– Evaluasi
– Kemenangan kecil
– Tujuan

Formula Terjadinya Kejenuhan dalam Halaqah/Usroh:

J = n(Pt)/n(Pb) – ( I + K + T )
Keterangan:
J = Kejenuhan
n(Pt) = Jumlah Pertemuan
n(Pb) = Jumlah Variasi Perubahan
I = Keikhlasan
K = Keteladanan
T = Semangat mencapai Tujuan 

Variasi perubahan tersebut dapat terjadi dalam :
1. Sistem belajar
2. Metode penyampaian
3. Media/alat belajar
4. Materi/madah
5. Agenda Acara
6. Waktu pertemuan
7. Tempat pertemuan
8. Komposisi peserta

Kiat meningkatkan nilai n(Pb) adalah dengan kreativitas dalam sistem belajar, metode penyampaian, agenda acara, alat belajar, dll. Agar kreativitas menjadi kultur baru, maka Murabbi perlu melakukan :

1. Memberi motivasi terus menerus kepada peserta untuk meningkatkan kreativitas.
2. Melakukan kegiatan dalam halaqah yang dapat menambah keakraban dan keterbukaan.
3. Membuat suasana halaqah yang santai dan menyenangkan, tapi serius agar peserta b
erani menyampaikan ide-idenya.
4. Menghargai prakarsa dan kritik peserta serta tidak melulu melakukan kecaman atau celaan terhadap pendapat-pendapat mereka. 

4 thoughts on “seputar halaqah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s