Menjemput Jodoh dari Angkot


Kisah berikut ini adalah kisah yang diceritakan salah satu teman di forum diskusi…semoga mendapat ibrah dari kisah ini.

Di penghujung senja akhir pekan, seorg gadis berjilbab rapi menyetop angkot. Ia baru saja tiba di kotabesar ini. Perjalanan tujuh jam membuat raganya sedikit lelah. Dinaikinya angkot dgn penuh was-was, ia ingat wejangan ibunya utk slalu waspada berada dlm angkot.
“Banyak orang jahat, jgn mperlihatkan ponsel, dompet dijaga yg bener. Jangan gampang percaya sm org yg baru dikenal”
Petuah ibunda berputar-berputar dalam ingatannya. Sejurus kemudian, angkot berhenti & menaikkan penumpang lain. Seorang ibu dgn tiga anaknya yg masi kecil-kecil. Si gadis melempar senyum simpulnya ke si ibu. Dan rupanya kesempatan ini dimanfaatkan si ibu utk memulai percakapan dgn si gadis berjilbab coklat.
“Saya baru saja dari RS, anak saya sakit” serunya menjelaskan keadaan dirinya kepada sang gadis.
Si gadis masih diam, mencerna keadaan yang sedang dihadapinya. Ia takut ini adalah strategi awal dari sebuah upaya hipnotis, penipuan & sejenisnya. Dalam keadaan yg masih waspada, si gadis tetap santun menyimak cerita si ibu.
“Rumah saya jauh, dan saya masih harus naik satu angkot lagi untuk bisa sampai tujuan. Boleh saya minta duit utk sekedar membayar ongkos angkot?”lanjut si ibu mengiba.
Si gadis serba salah. Disatu sisi ia kasihan ke si ibu, disisi yang lain ia takut ini merupakan salah satu “modus operandi” agar si ibu tahu dmana letak dompetnya, agar kemudian mudah menjalankan aksinya. “Bismillah” bibirnya bergumam.
“Baik ibu, nanti ibu turun saja, biar saya yg bayarkan ongkosnya ke pak supir. Mengingat ibu lebih dulu turun daripada saya.
“Aha.. Cara yg bijak utk tetap menjaga syak wasangka” hatinya riuh, menemukan cara efektif utk tetap menolong si ibu tanpa memperlihatkan dompetnya.
“Saya turun di depan sana” ujar si ibu sembari menunjuk lokasi pemberentiannya.
“Pak supir.. Ongkos ibu ini plus anak2nya saya yg bayar ya” teriak si gadis ke pak supir..
“Minggir di depan ya pak” teriak si ibu dan ia-nya bersiap2 utk turun.
Entah bisikan malaikat mana, beriringan dgn turunnya si ibu, dengan mudahnya tangan si gadis merogoh isi dompetnya dan menyerahkan ke si ibu selembar 50 ribuan. Jumlah yang lumayan utk ukuran lima tahun silam.. Dan ia menyerahkannya secara sadar, tanpa tekanan, tanpa dihipnotis!
“Ini sedekah!” kata batinnya seketika. Dan cerita ini, masih disimpannya rapi, tak ada yang tau. Ibundanya pun tak diberitahukan perihal amalan yg satu ini. Hingga kemudian Allah membalasnya cepat.. secepat roda angkot yg menggilas jalanan yg basah oleh hujan kala itu.
Ponsel si gadis berdering, tanda ada sms masuk. Bunyi sms itu..
“Bismillah.. Saya minta ukhtiy utk Istikharah, menetapkan hati utk menjawab “ya” atau “tidak” atas permohonan ta’aruf seorang ikhwan bernama *** (sencored)!
Dan.. Alhamdulillah proses itu berjalan lancar. Si gadis telah menemukan belahan jiwanya.. Mereka menikah ;> Allahu Akbar! To all jomblo : bersedekah lah.. ;>
By. SaLsaBila

6 thoughts on “Menjemput Jodoh dari Angkot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s