Nikmat Ukhuwah


Suatu saat ketika saya akan mutasi ke suatu daerah yang baru, saya tinggal menghubungi ikhwah di daerah tersebut. Bahwa saya butuh kontrakan dengan kisaran harga sekian dan sekian. Dalam waktu tidak berapa lama, kontrakan yang saya butuhkan sudah disiapkan dengan beberapa pilihan. Saya heran, koq bisa cepat sekali mendapatkan kontrakan, sedangkan dulu saya butuh hampir setengah tahun untuk mendapatkan sebuah kontrakan. Ternyata dia mengerahkan beberapa ikhwah untuk mencarikan tempat tinggal bagi saya…saya jadi terharu.

Saat ini, saya terkena gelombang mutasi. Alhamdulillah, saya tidak perlu bingung mencari kos-kos-an…karena disaat saya butuh…ternyata pertolongan Allah dekat. Seorang ikhwah menawarkan saya sebuah kos. Bahkan bersedia mengantarkan saya dari KPP Sekarang ke KPP Tujuan…Jazakallah Akhi..

Banyak sekali saya dapatkan nikmatnya persaudaraan ini, diatas hanya sebagaian kecil dari nikmatnya ukhuwah. Saya termasuk paling terharu apabila bertemu ikhwah (apalagi lama tidak jumpa) lalu saling berpelukan….rasanya koq lain.

Ukhuwah berarti bersatunya hati-hati yang ruhnya terikat dengan ikatan akidah. Tak heran apabila persaudaraan merupakan salah satu bentuk keimanan yang terikat oleh akidah yang amat kuat. Sedang perpecahannya adalah gambaran kekufuran, yang menempatkan keimanan dan kasih sayang dalam tempat yang hina. Oleh karena itu, manusia yang benar fikrahnya adalah manusia yang melihat saudaranya lebih utama dibanding dirinya sendiri (itsar). Jika perkara ini terjadi, ukhuwah akan terasa sangat indah, nikmat, dan manis.

Memang, …para sahabat sangat mengutamakan sahabat yang lain ..seperti kisah ustadz Fathur tentang Salman al Farisi…saya jadi sedih…apakah saya sudah mengutamakan ikhwah yang lain dibanding diri ini. Kayaknya jauh panggang dari api hehehe..silaturahim aja pas liqo…Astaghfirullah…(ustadz fathur help me…bagaimana agar bisa mencapai itsar ini..)

Atau seperti Abdurrahman bin ‘Auf dengan Sa’ad bin Ar-Rabi’. Sa’ad ketika berkata kepada Abdurrahman, “Sesungguhnya aku adalah orang yang paling banyak hartanya di kalangan Anshar. Ambillah separuh hartaku. Aku juga mempunyai dua istri. Maka lihatlah mana yang engkau pilih, agar aku bisa menceraikannya. Jika masa iddahnya sudah habis, maka nikahilah ia.”

Begitulah. jamaah dakwah yang telah bermetamorfosis menjadi negara di atas tanah Madinah itu menjadi solid dan kuat. Kekuatan utamanya bertumpu pada keimanan. Lalu kekuatan ukhuwah. Ukhuwah yang senantiasa terjaga inilah yang menjamin berlangsungnya fase konsolidasi negara. Bersama-sama, mereka siap mempertahankan Madinah dari segala ancaman yang datang. Ukhuwah yang selalu terpelihara inilah yang menjamin kokohnya eksistensi Madinah. Bersama-sama, mereka siap melindungi dakwah dengan apapun yang mereka miliki.

Ukhuwah yang tulus, yang mendekati itsar atau bahkan mencapainya, akan menjadi faktor penyebab keteguhan serta kekokohan jamaah dakwah dalam menghadapi segala medan amal dan mihwar apapun. Sebaliknya, saat ukhuwah itu mulai pudar, bahkan salaamatush shadri pun tidak, akan membuat jamaah segera hancur, betapapun hebat slogannya dan betapapun tinggi cita-citanya.


Tingkatan ukhuwah yang paling rendah adalah Salaamatus shadr; selamatnya hati dari berbagai prasangka buruk dan perasaan tidak enak terhadap sesama ikhwah. Ini adalah batas minimal ukhuwah, jika diterjang, maka ukhuwah itu terkoyak dan timbullah pertentangan dan perpecahan. “Kedua hal ini” kata Syaikh Muhammad Abdul Halim Hamid, “dapat mengantarkan jamaah pada kekalahan dan kehancuran.”

Saat ada beberapa kader yang mulai berkantor di parlemen, dan membaik ekonominya… ketika al akh tidak bisa mendatangi kegiatan liqo dll, Astaghfirullah…..

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. (QS. Al-Hujurat : 12)

Sebagai penutup, marilah kita renungkan nasehat Hasan Al-Banna ini:

Hendaklah kalian saling mencintai dengan sesama. Hendaklah kalian sangat peduli pada ikatan kalian, karena itulah rahasia kekuatan dan keberhasilanmu. Dan tetaplah tegar sehingga Allah memberikan keputusan dengan hak antara kalian dan kaummu. Dia adalah sebaik-baik Pemberi keputusan. (Risalah Bainal Amsi wal Yaum).
================================================== ==============================

Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu. Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.

by Ervan Navre

One thought on “Nikmat Ukhuwah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s