PENJARA BUAT TIGA MENTERI


Seorang ustadz pernah bercerita. Begini ceritanya:
Ada seorang raja memerintahkan kepada tiga menteri utamanya untuk mencari buah-buahan. Dengan syarat mereka harus mencari sendiri tanpa menyuruh lagi bawahan mereka. Maka mendengar titah raja, tiga menteri utama itu segera pergi mencari buah-buahan tersebut.

Menteri pertama dengan senang dan gembira mencari buah-buahan yang terbaik, segar-segar, merah-merah, dan manis-manis untuk dipersembahkan kepada rajanya yang ia cintai betul. Sedangkan menteri kedua dengan setengah bersungut mencari buah-buahan itu. Ia pikir tugas mencari buah itu bukanlah tugas buat dirinya yang memiliki jabatan terhormat di seantero negeri itu. Maka menteri itu mendapatkan buah dengan asal-asalan. Yang kuning ataupun merah, yang segar ataupun sudah setengah busuk, yang matang ataupun belum, yang manis ataupun asam bahkan pahit ia kumpulkan jadi satu.

Sedangkan menteri ketiga sebelum mencari saja sudah marah-marah. Ia pikir pekerjaan ini bukanlah pekerjaan yang masuk akal. Bukan level dirinya. Seorang menteri harus berjalan panas-panas dan keluar masuk pasar sendiri hanya untuk mencari buah-buahan. Mengganggu kenikmatannya saja yang selama ini ia dapatkan dari jabatannya itu. Maka dengan penuh kejengkelan bukannya buah-buahan yang akan ia serahkan kepada rajanya itu tapi rumput-rumputan yang ia masukkan ke dalam keranjang.

Singkat cerita ketiganya menghadap raja. Sang raja memperhatikan persembahan ketiga menteri utamanya itu. Tanpa basa-basi sang raja memerintahkan kepada pengawalnya untuk memenjarakan ketiga menteri utama itu dalam penjara yang terpisah selama satu bulan tanpa diberi makanan kecuali dengan apa yang ada dalam keranjang mereka masing-masing.

Walhasil, selama satu bulan menteri pertama itu makan dengan menikmati buah-buahan manis dan matang yang ia peroleh. Sedangkan menteri kedua setengah sengsara memakan buah-buahan yang terkadang manis dan terkadang pahit. Lebih sengsara lagi menteri ketiga selama satu bulan makannya rumput doang. Mbeeekk….

Cerita ini mengajarkan kepada kita untuk menaati perintah—yang enak ataupun buruk—dari Allah sebagai Raja Alam Semesta dengan mencari bekal yang sebaik-baiknya sebagai persiapan untuk akhirat kita. Amal kebaikan yang kita lakukan dan kumpulkan di dunia adalah ibarat buah-buahan yang akan kita nikmati di akhirat. Tentu kita tidak ingin mencontoh perbuatan menteri kedua yang setengah-setengah dalam beramal atau seperti menteri ketiga itu yang telah banyak diberikan kenikmatan di dunia namun menjadi kufur nikmat.

Saya mengangguk-angguk.
Jazaakallah atas nasehat besarnya.
***

Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
17:45 10 Januari 2010
http://dirantingcemara.wordpress.com

Advertisements

10 thoughts on “PENJARA BUAT TIGA MENTERI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s