Pertolongan Allah


Percayakah anda bila ada cerita yang mengatakan bahwa seorang wanita yang lemah karena kekurangan makan, sehabis melahirkan serta sendirian mampu menggoyang sebuah pohon besar nan kokoh, dan berhasil merontokkan buahnya hanya dengan beberapa kali goyangan ? Logika kita pasti akan mengatakan “TIDAK”. Tapi tunggu, kalau sang pembuat cerita adalah Allah sudah pasti kita harus percaya.

Demikianlah keajaiban yang diberikan Allah kepada Maryam. Tatkala beliau mengasingkan diri dari kaumnya karena kehamilannya. Dalam kondisi kesendirian yang belum pernah dirasakan sebelumnya Maryam melahirkan seorang bayi yang kelak menjadi orang besar (Isa Al Masih).

Dan kesakitan begitu menderanya saat melahirkan sampai beliau terpaksa bersandar pada pangkal pohon kurma. Belum cukup penderitaan yang beliau alami pasca melahirkan, kekurangan air dan makanan adalah cobaan berikutnya. Hampir-hampir Maryam putus asa dengan kondisinya. Namun Allah tidak menyia-nyiakan pengorbanan hambanya. Allah berfirman :

Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, (Maryam:23-24)

Walaupun hendak memberikan pertolongan kepada Maryam, Allah masih menghendaki agar beliau melakukan upaya sederhana yang tidak mungkin membuahkan hasil dari sisi logika. Padahal Allah mampu membuat kurma itu langsung ada dihadapan Maryam tanpa usaha apapun.

Upaya sederhana itu adalah menggoyang pangkal pohon kurma.

Seorang Mike Tyson, Evander Holyfield dan Vitali Klitscho yang pernah menjadi petinju dunia terbaikpun bahkan tidak mampu merontokkan buah korma dengan mumukul pohon tersebut, apalagi hanya menggoyang pangkalnya. Apatah lagi dilakukan oleh seorang wanita yang lemah. Tapi kehendak Allah berkata lain, buah kurma tersebut rontok oleh goyangan Maryam yang kemudian mencukupi kebutuhan pangan dan gizi seorang wanita setelah melahirkan.

Saudaraku, demikianlah ketika seorang yang hendak menegakkan Dinul Islam. Ada banyak hal yang membelenggu kita dalam bergerak ke arah itu. Hegemoni barat, kekuatan ekonomi mereka, dominasi politik dan persenjataan serta cara-cara mereka yang machiavelli (menghalalkan segala cara). Belum lagi cara-cara licik yang mereka susupkan dalam tubuh ummat Islam agar tidak pernah bersatu.

Pribadi-pribadi pemersatu ummat Islam selalu menjadi incaran utama mereka. Abdullah Azzam di medan jihad Afghanistan, Zia ul Haq di Pakistan, Hasan Al Banna di Mesir, Syaikh Ahmad Yasin dan DR. Abdul Aziz Rantisi di Palestina adalah beberapa bukti kekejaman mereka. Juga upaya pembunuhan yang gagal terhadap Khalid Misy’al di suriah. Padahal persatuan adalah salah satu syarat utama dalam kemenangan.

Ikhwah sekalian, tidak seharusnya hal-hal tersebut menyurutkan langkah kita karena ada Allah bersama kita. Allah telah merencanakan sesuatu terhadap kemenangan kita, sekaligus rencana kekalahan mereka diluar kemampuan berpikir kita. Bergeraklah mengikuti kehendak Allah dan Rasulullah walaupun dengan langkah kecilmu, walaupun hanya menggoyang pangkal pohon kurma. Karena dibalik langkah kita, upaya kita yang kecil dan lemah, akan mengundang rencana besar Allah yang akan mengalahkan mereka, merontohkan buah pohon kurma untuk kita dan kalau perlu merubuhkan pohon tersebut.

Sejarah telah membuktikan, dari rahim gerakan da’wah yang modal awalnya hanya Whiteboard dan spidol dari sisi materi tapi mempunyai semangat Islam yang membara. Jilbab yg dahulu dihina dan dinistakan serta menjadi penyebab seorang siswi dikeluarkan dari sekolah, telah tersosialisasi dengan baik di masyarakat bahkan masuk instansi-instansi pemerintahan serta level ibu menteri. Ribuan PGIT dan TKIT serta ratusan SDIT begitu digandrungi masyarakat, sampai menolak murid. Lebih dari seribu anggota dewan dll.

Tidak mustahil dengan langkah2 kecil berikutnya yang dilakukan oleh ribuan atau jutaan orang apalagi ratusan juta orang, bantuan Allah akan turun berupa kemenangan-kemenangan yang gilang gemilang. Kemenangan-kemenangan tersebut mungkin saja membuat kita terheran-heran nantinya. Kok bisa ya ? begitulah kata yang nanti kita ulang-ulang dan diucapkan oleh banyak orang.

Tapi ingat, Allah tidak akan membantu kita ketika kita tidak melakukan apapun dalam proses perubahan tersebut. Tidak merubah diri kita, tidak merubah keluarga kita dan diam seribu bahasa atas kejahilan masyarakat kita. Kalaulah terjadi perubahan, tapi kita tidak berperan apapun dalam proses perubahan tersebut, apa gunanya ? Apatah lagi kalau kita adalah bagian dari penghambat proses kemenangan Islam dan penyatuan ummat Islam ?.

Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-Anfal : 17)

Wallahu a’lam.

Ustadz Fathur Izis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s