Ketika Liqo’at Terasa Jenuh


Dalam sebuah forum diskusi di dunia maya, seorang member meminta nasehat. Si fulan merasa jenuh untuk liqo’at….apa yang dinasihatkan dan sebaiknya dilakukan??? Selain itu ada juga yang merasakan liqo’ ternyata sudah tidak menarik lagi…terlalu sering ngompol…(emang pesertanya umur berapa koq ngompol)….….bukan ngompol yang itu…ngompol alias ngomong politik.

(Eits…bagi yang belum tahu liqo’ disini ..Pengajian Liqo pada dasarnya sama dengan pengajian lainnya, bedanya adalah di liqo ada acara share, bicara keakraban. Juga muatan materi dan misi yang dibawa dari pengajian tersebut. Muatan liqo bisa dikatakan syumul (menyeluruh), bukan hanya kajian2 tentang syariah, akidah, akhlak, tapi juga muamalah, politik bahkan ekonomi jadi agenda juga. Materi dibuat terstruktur berjenjang. Halaqah yang banyak diselenggarakan itu memang tidak bertujuan mencetak ahli syariah, tetapi lebih kepada membentuk wawasan dan kepribadian yang Islami. Untuk bisa menelurkan ahli syariah, yang dibutuhkan adalah kuliah di fakultas syariah. Dan untuk melahirkan aktifis yang memiliki wawaan fikrah Islam serta memiliki kepribadian yang islami, sarana halaqah umumnya lumayan bermanfaat. Namun semua itu tidak lain hanyalah wasilah (sarana) yang bisa dimanfaatkan dalam rangka dakwah kepada Allah dan melahirkan generasi yang islami.

Dalam liqo aktifitas murid (ibadah, akhlak) itu menjadi pantauan dari ustadz. Murid tidak dilepas begitu saja. Sepekan sekali amalan2 yg dikerjakan murid jadi bahan renungan dan evaluasi bersama bagi para peserta liqo yg lainnya. Dengan demikian ikatan batin antar para peserta dalam satu liqo lebih dekat, demikian juga antara murrobi dan mutarabi. Ukhuwah sangat terasa. Inilah yang membedakan dengan pengajian. Pengajian biasa tidak ada acara share atau curhat.)

Kembali ke diskusi awal…bagaimana solusinya…mungkin saudara-saudara disini yang kafaah ilmunya lebih tinggi bisa memberi solusi….

Berikut ini beberapa tausiyah dari para murabbi kami, semoga bisa menambah semangat ruh ….untuk tetap dalam barisan dakwah…

————————————————————————-———————————————————Jawaban ustad Fathur (eks Punggawa Izzatul Islam)


Ketika liqo sudah tidak begitu menarik…

pertama, buat jawaban atas pertanyaan : Apa yg saya cari/harapkan dari aktivitas liqa ?

kedua, cari penyebabnya yg menjadikan liqa sudah menjadi ga begitu menarik lagi.. kalo penyebabnya faktor personal/individu yg tergabung dalam kelompok tsb, maka segera bicarakan bersama. Kalo masalahnya waktu, cari solusi yg tepat. dlsb.

ketiga, sudahkah kita memberikan/menunaikan ‘kewajiban’ kita dalam aktivitas liqa, sehingga kita pun bisa mendapatkan ‘hak’ kita…
karena, kewajiban kita merupakan hak bagi ikhwah kita yg lain…


————————————————————————-———————————————————Jawaban Ustadz Eko Novianto (Pengarang Sudahkah Kita Tarbiyah)

Hadir…
Maaf, gak liat ada trit ini.

Bosan liqo? Cari penyebabnya. Lo krn rutinitas, buat acara selingan. Lo soalnya gak cock dgn kawan, dgn murabbi dan dgn tema yg dipilih, bicarakan dgn baik. Jangan membuat masalah mengorbit di sekitar shohibul masalah dan shohibul masalah malah gak nyadar dipermasalhkan.

Lo ada majlis yg memenuhi kebutuhan ilmu, hadiri saja. Dgn segenap kerendahan diri. Dgn segenap kesadaran diri. Smg membawa manfaat.

Lo krn mulainya terlalu malam. Anda bisa bicarakan dgn kawan2. Anda bisa usul.

Rasanya sederhana saja. temukan masalahnya dan diskusikan jalan keluarnya.

Berkomunitas adalah kebutuhan- bagi saya-, maka jika saya jenuh, saya mencari solusinya bukan saya berhenti berkomunitas.

Soal materi politik yg terlalu besar porsinya, anda juga bisa sampaikan masalah ini. Dgn segenap kesadaran diri, bahwa diluar anda ada personal yg butuh porsi besar politik.

Kalo anda bosan dgn murabbi, sampaikan saja. Belum tentu murabbi anda tidak ditimpa kejenuhan yg sama. Mengapa tidak? Mutarbbi bisa bosan dan saya tidak boleh mengingkari kejenuhan murabbi to?

Jadi, mutarabbi kecewa kepada murabbi atau murabbi jenuh menangani mutarabbi adalah hal yg harus ditimbang dgn kadar yg sama.

Jenuh krn ada halaqoh yg lebih menarik. Tak mengapa. tapi rasanya setiap komunitas akan menuntut haknya. Kalo kita mudah meninggalkan sebuah komunitas, saya khawatir ini akan jadi preseden dan jadi kebiasaan. Berlatih utk teguh dan memperbaiki komunitas adl pilihan yg layak dipertimbangkan.

Rasanya sederhana saja. temukan masalahnya dan diskusikan jalan keluarnya. Berkomunitas adalah kebutuhan- bagi saya-, maka jika saya jenuh, saya mencari solusinya bukan saya berhenti berkomunitas.


————————————————————————-———————————————————Jawaban saya sendiri

wah…wah ketinggalan kereta….sharing saja….saya pernah tidak liqo beberapa bulan karena pindah…rasanya sepi …ruhiyah ini turun sekali…padahal baca di internet tidak kurang2….memang berkumpul dng orang sholeh (sedang mencari kesholehan) nikmat….

di tarbiyah bukan hanya penyampaian materi…klo cuma ilmu…kayaknya skrg gampang dicari…insyaAllah…tetapi disana ada mutaba’ah……evaluasi, silaturahim, riyadhoh bareng, kebersaamaan, ….saling mengingatkan…..rihlah bareng, nikmatnya…bersama orang orang yang punya komitmen memperjuangkan islam….

memang kita tidak bisa mengharapkan semua orang ikut liqo’ tapi semoga harokah lain tidak sinis memandang yang liqo….dng mengatakan tidak ada ilmunya….wow wow….lah di tempat saya malah mutarobbinya yang ngisi…bahasa arab, tahsin dll…murobbinya hanya memandu acaranya…plus taujih sebentar…..

itulah tarbiyah….ada komunikasi dua arah…tidak seperti hanya penyampaian ilmu selesai pulang…terserah melakukan atau tidak……

Mau ilmu yang lebih….ada daurah, tatsqif…….
…………….

dalam menjaga indibath…kedisiplinan…badan lagi lemes…awak greges…weteng mules…pas ada jadwal liqo…datang saja….insyaAllah ketika melihat ketulusan sahabat sahabat kita…ada kenikmatan disana…

Politik…semakin pol semakin asyik….bagi saya itu selingan indah tapi nikmat…hehehe….porsinya paling berapa persen dari liqo…wong acara liqo…biasanya politik ada di diskusi…..saya pikir wajar kita bahas politik berarti kita prihatin akan kondisi negara…..coba bagaimana merubah UU kesehatan yang melarang paramedis mengkhitan wanita……apakah hanya dng ta’lim……tidak realistis dong…klo kita tidak masuk kedalamnya dan ikut merubahnya….itulah amal jama’i…klo yang penting ilmu saja…kayaknya kita ini egois…hanya kita yang sholeh…tapi tidak ingin masyarakat mendapat rahmat dari dakwah ini…
………………………………

sharing saja…wong saya juga bukan pakar perliqo’an

———–
—————-
——————————————————————————–

keep hamasah…my bradher….


Advertisements

8 thoughts on “Ketika Liqo’at Terasa Jenuh

  1. Saya pernah mengutarakan hal tsb pada MR. Sy mau berenti bu.. ^^ eh kata beliau begini : tak semua orang mendapatkan kesempatan berjamaah. Silahkan kalau antum ingin mengkufuri nikmat 😀 wkwkwk..

  2. astynich said: Saya pernah mengutarakan hal tsb pada MR. Sy mau berenti bu.. ^^ eh kata beliau begini : tak semua orang mendapatkan kesempatan berjamaah. Silahkan kalau antum ingin mengkufuri nikmat 😀 wkwkwk..

    biasanya liqo ibu ibu malah semarak…ada acara masak bareng, bisnis bareng…hehehe

  3. Bagaimana kalo masalahnya adalah kurangnya kedekatan hati? Saya mudah akrab dg orang -haha hihi bareng- tapi sulit dekat secara hati. Di paksa? Sudah saya coba, tapi…

  4. utewae said: Bagaimana kalo masalahnya adalah kurangnya kedekatan hati? Saya mudah akrab dg orang -haha hihi bareng- tapi sulit dekat secara hati. Di paksa? Sudah saya coba, tapi…

    siapa bisa njawab hayoo….sering silaturahim dan acara hang out bareng aja ..dan jangan lupa doa rabithahnya didawamkan…ada tambahan??

  5. qaulandiarra said: kalo masalah saya, bukan bosennya tapi justru temen2 liqo saya yang kadang dateng kadang enggak…TFS

    saling dikuatkan dong…saling sms…..mengingatkan pentingnya liqo…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s