Kaya Tapi Tidak Nggaya


Mau tau kekayaan para sahabat….jangan kaget…selama ini kita selalu di cekoki umat Islam harus miskin…maka seperti sekarang…Islam bener-bener miskin, kalaupun kaya untuk beli klub sepakbola.

Para sahabat Rasulullah SAW menguasai kekayaan bukan untuk tujuan duniawi tapi dengan motivasi terbaik mereka, mengabdi kepada Allah. Dengan menguasai kekayaan, maka mereka dapat memberikan kontribusi bagi Islam yg sangat besar. Dan tentu saja, rizqi yang mereka terima, hanya yang halal saja. Ciri mereka ada pada keteguhan dan kerja keras dalam berproduksi, namun sangat hemat dalam konsumsi. Inilah zuhud yang benar. Bukan dengan ber-miskin ria lalu melegitimasi kemalasannya dengan baju zuhud.

Daftar Kekayaan Para Sahabat

Kekayaan Umar bin Khattab ra
• Mewariskan 70.000 properti (ladang pertanian) seharga @ 160juta (total Rp 11,2 Triliun)
• Cash flow per bulan dari properti = 70.000 x 40 jt = 2,8 Triliun/ tahun atau 233 Miliar/bulan.

• Simpanan = piutang dalam bentuk cash

Kekayaan Utsman bin ‘Affan ra

• Simpanan uang = 151 ribu dinar plus seribu dirham
• Mewariskan properti sepanjang wilayah Aris dan Khaibar
• Beberapa sumur senilai 200 ribu dinar (Rp 240 M)

Kekayaan Zubair bin Awwam ra
• 50 ribu dinar
• 1000 ekor kuda perang
• 1000 orang budak

Kekayaan Amr bin Al-Ash ra
• 300 ribu dinar

Kekayaan Abdurrahman bin Auf ra
• Melebihi seluruh kekayaan sahabat!!
• Dalam satu kali duduk, pada masa Rasulullah SAW, Abdurrahman bin Auf berinfaq sebesar 64 Milyar (40 ribu dinar)

Bukan hanya sahabat utama yang kaya, namun juga rakyatnya hidup berkecukupan

Pada masa Umar bin Khattab ra (10 tahun bertugas),
• Mu’adz bin Jabal menuturkan di Yaman sampai kesulitan menemukan seorang miskin pun yang layak diberi zakat (Al-Amwal, hal 596)
• Mampu menggaji guru di Madinah masing-masing 15 dinar atau +/- 18 juta/bulan (Ash-Shinnawi, 2006)

Pada masa Umar bin Abdul Azis ra (3 tahun bertugas)
• Yahya bin Sa’id (petugas zakat) berkata, “Ketika hendak membagikan zakat, saya tidak menjumpai seorang miskin pun. Umar bin Abdul Azis telah menjadikan setiap individu rakyat pada waktu itu berkecukupan”. (Ibnu Abdil Hakam, siroh Umar bin Abdul Azis, hal 59)
• Surat Gubernur Bashrah, “Semua rakyat hidup sejahtera sampai saya sendiri khawatir mereka akan menjadi takabbur dan sombong.” (Al-Amwal, hal 256)

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk aktif berproduksi, tapi sedikit konsumsi (zuhud)

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu.” (QS At Taubah : 105)

Dalam sebuah atsar, Umar ra juga menganjurkan untuk berproduksi, beliau berkata: “Aku wajibkan kepada kalian tiga bepergian, yaitu: Haji dan umroh, jihad dan usaha untuk mencari rizqi”

Namun demikian, banyak sekali anjuran untuk tidak bermewah-mewahan dan hidup sederhana dalam hal konsumsi. Bahkan betapa Umar ra menganggap dirinya bermewahan jika makan lebih dari dua lauk dalam satu hidangan… 

Semua itu memberikan sebuah gambaran kehidupan konsumsi yang sangat kontras dengan produksinya. 

Sumber : Fiqh Ekonomi Umar

Advertisements

2 thoughts on “Kaya Tapi Tidak Nggaya

  1. kita rindukan jaman keemasan Islam itu kembali. Islam menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Di Indonesia kentara sekali kehidupan konsumtif yang notabene dilakukan oleh para muslimin juga. Jfs.

  2. drprita said: kita rindukan jaman keemasan Islam itu kembali. Islam menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Di Indonesia kentara sekali kehidupan konsumtif yang notabene dilakukan oleh para muslimin juga. Jfs.

    insyaAllah jaman keemasan itu datang, tinggal kita bersiap menyambutnya apakah diam dan berpangku tangan…terus berkerja dalam jalanNya ukhti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s