Afwan..ana sedang sibuk.


Dalam salah satu pertemuan rutin kami beberapa pekan yang lalu,
kami membahas salah satu amanah yang di tujukan kepada kami berupa rancangan pelaksanaan hasil workshop yang diadakan beberapa bulan sebelumnya.

Ada salah satu permasalahan besar yang merupakan PR bagi kader dakwah, wallahualam apakah ini hanya terjadi di daerah kami atau terjadi juga di wilayah yang lain..

Yaitu..Melemahnya semangat kader dakwah untuk membina.

Ada sebuah alasan klasik yang kerap disampaikan seorang kader ketika akan di berikan amanah..”afwan, ana belum sanggup, karena ana sedang sibuk..” atau..”ana blm bisa mencari waktu luang untuk membina, msh terlalu banyak yang harus di selesaikan..”….
entah itu seorang kader pekerja, kader mahasiswa taupun kader rumahan..

Sebetulnya, alasan kesibukan tidak bisa begitu saja diterima.
Karena hanya terkait dengan permasalahan bagaimana kita mampu mengatur waktu.

Cobalah buat penelitian untuk mengukur seberapa sibuk seorang ikhwah sejak pagi hingga malam hari, misal dia kerja jam 8 pagi maka dari subuh samapai jam 8 masih ada waktu untuk melakukan sesuatu.
Kemudian waktu pulang kerja jam berapa.? Jam 5 maka setelah jam 5 itu dia masih punya banyak waktu.
belum lagi kalo hari sabtu dan ahad libur.
Ternyata masih banyak waktu yang tersisa jika kita mau mengoptimalkannya.
Dengan begitu alasan untuk tidak mau terlibat dengan dakwah dan tidak mau membina itu tidak bisa di terima.

Jika dikaitkan dengan kemampuan, sebenarnya kemampuan itu rata rata.
Intinya tergantung pada pembekalan diri saja.
Kemampuan itu tergantung dari rangsangan rangsangan yang di berikan. Karena bisa jadi ada ikhwah yang tidak pernah membaca sehingga tidak ada kemampuan..
kita sdh banyak di lengkapi dengan buku buku, majalah . bahkan materi2 tarbiyah pun sudah sangat mudah kita dapatkan, entah itu di buku, internet dsb..

Lantas ada apa ya..?

Ada banyak faktor yang sangat mempengaruhi hal ini.
Dan ini mungkin perlu menjadi evaluasi bagi kita semua baik sebagai Murabbi maupun sebagai muttarobbi, yang kesemua kita adalah seorang da’i.


Pertama, masalah perbekalan .

Terutama bekal keimanan, Al Amanu Amiq (keimanan yang dalam)
Keimanan yang benar benar di tanamkan sedalam dalamnya.
Ada banyak muwashoffat yang menunjang itu.
Itulah mengapa kita mendapatkan kewajiban untuk membaca Al Qur’an 1 Juz perhari, mengamalkan dzikir Al Matsurat pagi dan petang.

Ustadzah Yoyoh Yusroh dalam sebuah kesempatan taujih di hadapan ummahat di sini pernah menyentil kami dengan pertanyaan : “Siapa yang ada di ruangan ini yang terbiasa membaca Al Matsurat Kubro..? ..dan Amazing…hanya ada 4 orang ummahat yang nunjuk, diatara seluruh akhwat dan ummahat yang hadir di ruangan itu…

Saat itu beliau mengatakan bahwa ikhwah2 kita di mesir sana membaca Al Matsurat Sughro itu HANYA ketika mereka sedang sedang terlalu sibuk atau terlalu lemah (Futur)..
sedangkan kebanyakan kita di sini masih mengamalkan Al Matsurat Sughro, itu pun dengan Diskon besar2an. Yang seharusnya di baca 3 kali, di diskon jadi 1 kali..

Kedua, Masalah hubungan kita dengan Allah,

Untuk mengemban amanah dakwah ini kita harus betul2 memperhatikan hubungan kita dengan Allah.
sebab kalau hubungan itu tidak kuat, maka fisik kita pun akan ikut melemah.

Teringat kembali sebuah pengalaman seorang murabbi yang membiasakan sholat malam dan memohon kepada Allah di malam harinya ketika dia akan dakwah kepada binaan di siang harinya.

Ketiga, masalah Motivasi.

tercapainya muwashofat dai bisa di tunjang dengan adanya figur2 yang berpengaruh.
Perlu juga di galakkan program ziaroh/mengunjungi para syuyukh,
terutama pada syuyukh yang memiliki banyak pengalaman dakwah.

Kalau ada kader yang merasakan futur, maka dianjurkan untuk melakukan kunjungan,
Mungkin hanya sekedar bercerita, meminta nasehat dan berbagi pengalaman,
tapi insyaallah pengaruhnya akan sangat luar biasa dalam memperkuat kembali ma’nawi..

Keempat, Peran Murabbi.

Idealnya seorang Murabbi harus mengetahui kondisi para mutarbbinya.
Kalau mutarobbinya 5 orang maka dia harus mengetahui keadaan 5 orang itu.
Hal ini pun juga akan membantu para murobbi dalam memberikan taujih yang pas bagi mereka.
Bagaimana seorang imam syahid Hasal al Banna yang kesibukannya jauh melebihi kita di sini mampu mengenal para jundi2 dakwahnya,
bahkan sebuah buku ttg beliau pernah menceritakan bahwa Hasan al Banna biasa menanyakan khabar keluarga dan anak2 para jundi2 nya berikut menanyakan kahabar tentang binatang2 peliharaan mereka.
Dan beliau pun bahkan mengenal nama2 anggotanya satu persatu.

Kelima, Masalah kedisiplinan,
terutama disiplin waktu.
Sematang apapun perencanaan, jika tidak di iringi dengan kedisiplinan terhadap waktu maka hal tersebut akan sia sia.
Semua kita hendaklah memperhatikan masalah ini.

Pernah membaca cerita seorang ikhwah yang kapok datang terlambat dalam halaqohnya, karena sesuai komitmen yang sdh di sepakati bahwa ketika ada yang terlambat datang maka iqobnya tidak di perkenankan mengikuti acara pada hari itu kecuali menunggu di sebuah kamar (ruangan) untuk melakukan muhasabah diri…

Keenam, Masalah Keistiqomahan.

Apa yang sudah di dapatkan, maka laksanakan lah.., Lakukan amal walau sedikit.
Beramallah, jangan menunggu gelar Lc dulu baru mau berdakwah..

Itu hanya beberapa saja dari banyak faktor2 lain yang mungkin muncul sebagai “permasalahan” yang dialami oleh kader dakwah.
Realitanya, di hadapan kita akan ada banyak lagi tantangan yang muncul.
Bagi para kader dakwah yang sudah istiqomah..
Tetaplah bertahan dan Bersiap siagalah..

Sesungguhnya Kita sudah di berikan kemudahan oleh Allah dengan keadaan seperti ini.
Sehingga mau dakwah 1×24 jam pun tidak akan ada yang mengganggu.
Bandingkan dengan ikhwah kita di mesir, palestina. Semua aktivitas di pantau oleh petugas keamanan.

Mungkin kita perlu membaca dan mempelajari pengalaman2 dakwah ikhwah di negara negara lain,
bagaimana susahnya mereka hidup dalam tekanan, keluhan2 mereka kehilangan murabbi.
Mereka banyak kehilangan syuyukh akibat di penjarakan, mengakibatkan proses dakwah terputus, merekapun kehilangan bekal tarbiyah.
Dan itu bisa menumbuhkan semangat kita.

Dan kita dalam keadaan bebas seperti ini, kita harus memanfaatkan waktu sebaik baiknya.
jangan sampai kemudahan ini membuat kita cenderung untuk santai dan lengah.

Allahualambishowab..

__________________
Taujih Ummu Azzah

9 thoughts on “Afwan..ana sedang sibuk.

  1. birrua said: maaf, saya hanya menyampaikan, semoga berkenan menyimak videonya..

    berkenan koq saya sering ngunduh video di eramuslim..ustadz ihsan tanjung juga…dan seingat saya, video tsb saya pernah ngunduhnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s