Antara Arsenal, MU, dan Chelsea


Ada yang menarik dari persaingan tiga klub ini. Meski saya dilahirkan sebagai Milanisti, tetapi tidak menolak bila Liga Inggris tayang. Sudah biasa, sebagai penggemar bola, dia punya tim gacoan di tiap liga. Nah, di Inggris kebetulan jagoan saya MU.

Mengamati persaingan ketiga tim tersebut musim sekarang, kayaknya tidak ada habisnya. Mereka bergantian memimpin puncak klasemen. Tim Arsenal yang penuh dengan peluru-peluru muda, tidak mempunyai pemain dengan nama besar tetapi mampu bermain secara kolektif dan sempat memimpin perolehan poin. Dikala para pemain cedera, selalu ada pemain yang siap menggatikan posisinya. Walaupun bukan posisi aslinya, tetap saja mampu bermain apik dan ciamik. Bahkan kalau boleh menyebut merekalah tim dengan penampilan paling atraktif. Semangat mereka selalu menggebu, meskipun acapkali tiap tahun mereka gagal dalam memenangi titel juara.

Tim kedua adalah Mancherter United. Tim ini selalu langganan juara. Tetapi tetap saja mereka selalu bernafsu memenangi setiap duel, hingga akhirnya mengantarkan mereka ke puncak juara. Kemampuan untuk selalu fokus dalam pertandingan, dan strategi jitu sang pelatih adalah kuncinya. Sehingga hilangnya sang mega bintang ke Real Madrid tidak banyak berpengaruh dalam permainannya.

Tim ketiga adalah Chelsea. Dengan dana berlimpah, gaji pemain yang mahal-mahal, dan para pemain nomor satu sepertinya akan mudah tim ini memenangi semua titel juara. Tapi semenjak kasus selingkuh sang kapten Terry mencuat ke media, tim ini seakan tidak fokus dalam mencapai target mereka. Bahkan akhir-akhir ini kedodoran juga menghadapi tim medioker. Kepercayaan akan kapten mereka mulai berkurang, dan ini juga kurangnya ketegasan dari pengurus atau pelatih.

Saya tidak akan meramal mana yang akan jadi juara saya, sebab saya bukan Ki Joko Bodo, atau Mama Lauren. Tetapi mengambil sudut kebaikan yang bisa diambil dari ketiga tim tersebut.

Suatu organisasi manapun, walaupun semua anggotanya sudah mempunyai dana yang melimpah, gaji yang tinggi, status yang mentereng tidak akan bisa mencapai visi dan misinya apabila tidak ada kerjasama yang baik, kepercayaan pada anggota organisasi untuk menunjukkan kemampuannya, kepemimpinan yang tegas, semangat pantang menyerah, dan nilai postif lainnya yang terus ditumbuhkan.

Janganlah habiskan waktu kita akan kasus yang menimpa rekan kita, anggaplah itu adalah sebagai ujian modernisasi. Tatap kedepan, biar waktu membuktikan. Semoga kita mencapai apa yang kita cita-citakan bersama. Hidup DJP.

11 thoughts on “Antara Arsenal, MU, dan Chelsea

  1. mujitrisno said: Meski saya dilahirkan sebagai Milanisti,

    weee…. dari sejak lahir dah jadi milanisti gitu pak??atw emang dilahirkan di tengah keluarga pecinta milan?

  2. dhy88 said: weee…. dari sejak lahir dah jadi milanisti gitu pak??atw emang dilahirkan di tengah keluarga pecinta milan?

    ditakdirkan fansnya milan …hehehehe..kecuali om berlusconi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s