Ustadz, saya iri dengan Antum..


Dalam setiap pertemuan liqa, ada salah satu agenda yang selalu membuat saya minder, malu, merasa bersalah ketika liqa sampai di agenda itu. Yaitu ketika memasuki agenda evaluasi halaqoh yang anggota liqa miliki baik jumlah binaan atupun perkembangan lainnya. Karena sampai dengan sekarang pun saya masih tidak mampu untuk membina sebuah halaqoh. Setiap kali di tanya, kadang saya jawab ada dua binaan Ustadz, anak dan istri. Saya jawabnya sambil tersenyum.. meskipun sejujurnya dalam hati saya merasa bersalah.

Lain lagi ketika yang dievaluasi adalah Al Akh yang duduk disamping saya. Beliau menyampaikan bahwa insyaAlloh binaannya yang masih istiqomah di halaqoh total ada 20 binaan. Subhanalloh..

Sedikit cerita diatas bisa mewakili gambaran dari kelompok kami. Dan mungkin menggambarkan dakwah yang ada di daerah kami tentunya. Kalau boleh cerita sedikit, Al Akh yang binaannya banyak tadi ternyata hafalan, bacaan alqur’annya, amanah dakwahnya paling banyak kalau dibandingkan anggota kelompok kami. Amanah di DPC,DPD, IKADI, di beberapa Yayasan, dan yang tak kalah penting amanah untuk menghidupi keluarga beliau. Sampai sulit sekali untuk mencari waktu luang Al Akh yang satu ini. Tetapi meskipun begitu, dalam setiap agenda-agenda yang telah kita sepakati Beliau selalu disiplin dan selalu datang tepat waktu.

“Akhi, saya sering berfikir kenapa kok hampir setiap agenda-agenda jamaah kita selalu molor dan itu bukan hanya terjadi di satu tempat. Yang saya ketahui, hampir di semua daerah mengalami hal ini, masalah datang tepat waktu dan memenuhi janji ini kadang ikhwah banyak yang menyepelekan. Dilain kesempatan beliau menyampaikan Ukhuwah diantara sesama ikhwah perlu ditingkatkan, mestinya kita budayakan saling berkunjung apalagi ketika ada saudara kita yang sedang sakit. Sepertinya kita mesti perlu banyak mengkaji dan mendalami lagi materi-materi tarbiyah yang pernah kita peroleh dulu.” Sebagian nasehat yang sering beliau sampaikan kepada saya ketika kami sedang berdua saja saat menunggu ikhwah yang lain datang diacara liqa. Karena beliau ini hamper selalu datang pertama saat liqa.


Bahkan untuk hal-hal “kecil” beliau begitu perhatian dan teliti dalam menjalankan amanahnya. Dalam sehari bisa saja beliau sms sampai ratusan sms “hanya” untuk mengingatkan binaan ataupun ikhwah-ikhwah yang lain untuk mendatangi kajian yang kita laksanakan. Rinci sekali ketika memimpin rapat yayasan. Perhatiannya tentang kepribadian yang mesti dimiliki ikhwah luar biasa. Sampe pernah menyampaikan “sebetulnya kebanyakan kita ini belum pantas dianggap sebagai kader kalau ukurannya adalah muwashofat yang ada di buku-buku tarbiyah kita”. Benar sekali kalau kata-kata itu ditujukan ke saya Ustadz.

”Antum itu mestinya memiliki waktu yang lebih banyak Akh, kalo dipakai untuk hafalan” kata beliau suatu saat. Waduh, saya kena lagi. Memang benar kata beliau, karena sebenarnya waktu saya lebih luang dan penghasilan saya lebih banyak dari beliau. Seharusnya ilmu dan mujahadah beliau dinilai dengan penghasilan yang lebih dari saya. Karena sebenarnya ternyata diantara kami berdua sama-sama punya keluarga dan wajib untuk diberi nafkah. Sedangkan saya yang miskin ilmu dan kontribusi sudah beli rumah meskipun lewat KPR, tetapi beliau tinggalnya saja masih mengontrak dan hidup beliau cukup sederhana.

Ustadz, saya malu sama antum. Semoga kelak Antum menerima balasan yang lebih baik dari sekedar materi dan keluarga antum selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Dan saya juga berharap suatu saat jamaah kita lebih perhatian lagi memikirkan kesejahteraan bagi Ustadz-Ustadz kita yang memiliki penghidupan seperti saya ceritakan tadi.


Taujih Ustadz AlifKecil di Forum Sholahuddin

19 thoughts on “Ustadz, saya iri dengan Antum..

  1. Luar biasa, indahnya hidup dalam lingkaran dakwahpadat dengan jadwal yang bermanfaat….semoga tmn antum itu ikhlas dalam menjalankan aktivitasnya,,, dan hanya ALlah saja yang akan menjaga dan membalasnya…Thx for sharingnya, akh..

  2. akuai said: Astaghfirullah.. Jazakallah khairan pak.. Speechless saia. Ini permasalahan yg sudah menjamur sepertinya u_u

    waiyyakum….mungkin kita salah satunya…

  3. shoutuqalbi said: Luar biasa, indahnya hidup dalam lingkaran dakwahpadat dengan jadwal yang bermanfaat….semoga tmn antum itu ikhlas dalam menjalankan aktivitasnya,,, dan hanya ALlah saja yang akan menjaga dan membalasnya…Thx for sharingnya, akh..

    amin…aminsemoga kita menjadi bermanfaat dalam dakwah ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s