Mutasi dan Peran Dakwah


Banyak keluhan bagi sebagian kader termasuk saya hehehe
Ketika mengalami mutasi pekerjaan, peran dakwah menjadi berkurang bahkan tidak ada. Ini saya alami sendiri ketika dahulu mutasi pekerjaan ke daerah baru, hanya jadi pengangguran selama setahun dan merasa tidak ada kontribusi bagi dakwah.

Nah bagaimana cara cepat menyesuaikan diri lingkungan baru dan membangkitkan semangat inisiatif (Tasyji’u ruhil mubadarah). Berikut ini tip-tip dari ikhwan dari sebuah forum diskusi.

Dari al akh SB

Seingat saya dakwah itu bisa melalui amal jamai, atau dakwah fardhiyah

Saat-saat di tempat baru adalah saat kita ‘menguji’ diri, terlibat dalam aktifitas-aktifitas amal di lingkungan kantor atau komplek kita atau menggali lahan yg baru.

Jika awal-awal di tempat baru, kunjungilah tempat-tempat penting dalam kota untuk lebih mengenal wilayah itu.

Saat awal-awal di Balikpapan, saya telpon seorang ketua ranting pemilik toko

“Akh, saya minta diantarkan keliling wilayah Sepinggan semuanya, sampai pelosok-pelosoknyanya. Jangan lupa kalau lewat rumah ikhwah ajak saya singgah disana, kenalkan saya dengan mereka kalau belum kenal.”

Demikian juga saat di Batu, biasanya saya minta tolong ikhwah setempat ini untuk memastikan kita tahu wilayah kita kita tahu rumah ikhwah-ikhwah kita.

Ikhwah manapun akan senang kedatangan tamu baru saudara mereka yg akan bergabung dengan mereka apalagi datangnya dari (ibu) kota. Apalagi bawa oleh-oleh.

Pastikan antum datang ke pengurus kaderisasi. Perkenalkan diri antum. Pak saya orang baru ingin segera bergabung tolong kalau ada acara/taklimat saya dikabari ya.

Saya sendiri sebelum nyampai tempat biasanya sudah telpon dan menyampaikan. I’m coming, bro


Ini dari al Akh Tov

Ada ikhwah, mutasi dari Bekasi ke sini. Dia merasa kurang disambut dengan dengan hangat. Padahal surat mutasi liqo’ sudah masuk. Dia pun sudah aktif liqo’. Aktifitasnya hanya halaqoh saja. Bahkan ketika bersalaman dengan ikhwah, tidak ada senyuman yang terkulum. Hanya jabatan tangan dingin. Setelah itu seperti tidak kenal. Bahkan ketika saya minta untuk datang pada syuro umum cabang, teman-teman yang lain bilang, “lho, memang kepentingannya apa?”. Saya jawab, “untuk sementara dia jadi pendengar, biar ma’rifatul maidan dakwah di sini”.

Suatu hari dia curhat ke saya. Curhat kurang hangatnya ikhwah di sini. Saya katakan, “begitulah karakter ikhwah di sini. Nampak seperti cuek bebek. Tapi bukan berarti ada permasalahan yang mengganjal.” Kita harus memahami karakter di daerah baru, bukan kita yang minta untuk dipahami oleh mereka.

Akhirnya, dengan potensi yang dimiliki ikhwah tersebut, dia mencari-cari peluang dakwah. Waktu di Bekasi dia punya grup nasyid. Di sini dia masuk ke beberapa SMA dan menjadi pelatih nasyid di sana.

Meleburkan diri kita dengan karakter ikhwah daerah membantu kita krasan di daerah itu. Dulu saya bersyukur satu kelompok dengan ikhwah penduduk asli setempat, dengan suku yang berbeda dengan saya. Ada juga MR saya ketika datang di tempat barunya, dia mendatangai SMA, mencari siswa yang hanif, dan diajak ngaji. Beliau juga berinisiatif membentuk halaqoh eksekutif. Kepala cabang Bank Muamalat setempat ditelpon, silaturrahim dan diajak diskusi. Demikian juga beberapa pejabat eselon 4 diperlakukan sama. Kepala cabang Takaful, dan beberapa eksekutif lalu dikumpulkan menjadi satu halaqoh. Hanya satu kata untuk beliau: Luarrrr biasaaa..! Dia beraksi di daerah yang bukan kampungnya, dan dia pun bukan penduduk setempat…..



Mohon maaf bila tidak terstruktur tulisannya, setidaknya kita bisa mengambil beberapa kesimpulan:

1. Pro aktif menghubungi struktur setempat
2. Jangan memisahkan diri dari kalangan ikhwah. sering-sering silaturahim
3. Nah, kalo urusan “penempatan” itu memang butuh proses, harus jelas “sanad tarbiyyah”nya, makanya surat pengantar dari strutrur asal sangat dibutuhkan, juga mengenai “kecocokan” halaqoh baru yang akan ditempatinya.Tetapi yang namanya terlibat dalam dakwah itu kan tidak harus menunggu “penempatan”.

Mungkin ada yang ingin menambahi atau berbagi pengalaman…silahkan…

6 thoughts on “Mutasi dan Peran Dakwah

  1. biasanya mutasi itu emang tuntutannya harus bener2 proaktif…karena terkadang agak lama dan susah kalo cuma nunggu…maka tak sedikit yang terlepas ketika mutasi…

  2. don4arok said: biasanya mutasi itu emang tuntutannya harus bener2 proaktif…karena terkadang agak lama dan susah kalo cuma nunggu…maka tak sedikit yang terlepas ketika mutasi…

    iya…di kantor saya ada 2 orang yang sudah terlepas…

  3. subhanallah, salut dgn tmn2 yg mutasi (dr 2 crt diatas)saran sj u/tmn2 yg mutasi; klo sdh didaerah/ditempat yg baru, ga usah malu2 menawarkan potensi yg dimiliki utk membantu saudaranya didaerah. Insya Allah sgt membantu&bermanfaat sekali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s