Relawan, “Rihlahwan”, dan Publikasi


Dulu ada sebuah anekdot lucu dari seorang sahabat ketika menjadi relawan tsunami aceh (2004), yaitu istilah “relawan” dan “rihlahwan” (rihlah adalah bahasa arab, artinya rekreasi). Istilah pertama disematkan untuk orang2 yang benar2 beramal nyata membantu saudara2nya yang tertimpa musibah, sedang “rihlahwan” adalah segerombolan orang yang amal sosialnya tidak lebih banyak dari kegiatan foto2nya.

Ketika melihat sebuah kapal cukup besar karam di tengah jalanan kota karena terbawa arus, sang relawan dengan sigap mendekati kapal tersebut untuk mencari kemungkinan adanya korban selamat/meninggal di sekitarnya. Berbeda dengan sang “rihlahwan” yang ketika melihat kapal tersebut langsung dengan sigap membuka tas yang dibawanya, mengeluarkan camera digital, dan meminta tolong rekannya untuk mengabadikan momen unik berfoto di balik latar kapal di tengah kota. Memang, kegiatan rihlah tidak mantap jika tidak foto-foto.

Di balik fenomena sang “rihlahwan”, saya yakin di setiap medan amal, jumlah “relawan” akan jauh lebih banyak dari jumlah “rihlahwan”, walaupun terkadang hanya sang “rihlahwan” yang tampak. Semoga Allah Ar Rahman membalas segala amal kebaikan mereka.

Terkait masalah publikasi, ada hal yang menarik juga ketika dahulu saya melihat berita bencana situ gintung di televisi. Saat itu ada salah satu “stasiun TV” yang mengkritik habis2an sebuah partai politik yang memang terbiasa mengirim relawan di wilayah bencana, “kalo ingin membantu tidak perlu membawa2 nama parpol!”. Seketika saya tertawa, karena ternyata jumlah spanduk/baliho/dkk milik sang “stasiun TV” ternyata tak kalah banyaknya dengan jumlah relawannya. Ternyata menurut sang “stasiun TV” yang boleh pasang spanduk/baliho/dkk hanya TV nya saja, atau yayasan, atau LSM, atau perusahaan, sedang partai politik tidak boleh, “ada maksud tersembunyi” katanya.

Kalo menurut saya, masalah publikasi tidak ada kaitannya dengan masalah “ikhlash”. Ikhlash adalah masalah niat di hati yang hanya orangnya dan Ar Rahman yang tahu, sedangkan publikasi adalah masalah pertanggungjawaban atas dana yang diamanahkan donatur kepada suatu lembaga, entah itu yayasan, stasiun tv, partai politik, bahkan individu sekalipun. Bahkan, publikasi malah bisa berdampak positif untuk mengajak orang lain untuk ikut berpartisipasi memberikan empatinya bagi korban bencana.

Jadi teringat sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Mas’ud (Uqbah bin Amr Al Anshari Al Badri) ra. berikut: “Ketika turun ayat tentang sedekah, kami memanggul harta yang kami sedekahkan di atas punggung kami. Ada seseorang yang datang dengan membawa harta sebanyak-banyaknya untuk disedekahkan, kemudian orang-orang munafik mengatakan bahwa orang itu riya’. Ada pula yang bersedekah satu gantang kurma, lalu orang-orang munafik mengatakan, ‘Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan kalau hanya satu gantang kurma.’ Kemudian turunlah ayat, ‘(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.‘ (QS. At-Taubah: 79)” (Muttafaq ‘Alaih – dikutip dari Riyadhus Shalihin, bab Mujahadah, hadits ke-16)

Intinya, siapapun kita, dan dengan kemasan apapun kita, ayo kita ber’amal untuk membantu dan bermanfaat bagi orang lain (nafi’un li ghairihi). Semoga dengan itu Ar Rahman memasukkan kita dalam surga-Nya kelak.

Dari Abu Hurairah, ra. Rasulullah saw. bersabda, “Aku melihat sesorang yang bersenang-senang di dalam surga karena ia pernah memotong dahan yang berada di tengah jalan yang mengganggu kaum muslimin yang lewat.” (HR. Muslim – dikutip dari Riyadhus Shalihin, bab Penjelasan Tentang Banyaknya Jalan Menuju Kebaikan)

========

dikopas dari notes pesbuk seorang kawan: http://www.facebook.com/notes/dwi-ha…i/459889287379

2 thoughts on “Relawan, “Rihlahwan”, dan Publikasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s