Sikap Terhadap Musibah


“Dari Aisyah ra., dia berkata: bahwa Rasulullah telah bersabda: “Sesungguhnya orang-orang shalih akan diperberat (musibah) atas mereka. Dan tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah, seperti tertusuk duri atau lebih ringan dari itu, kecuali akan dihapus dosa-dosanya dan akan ditingkatkan derajatnya”. (H.R. Ahmad, Ibnu Hibban, al-Hakim dan Baihaqi)



Tiada orang yang tidak mengalami kesulitan dan kesukaran….Tapi..
Kesulitan hanya tunduk pada orang yang berjuang,

Kesukaran hanya takluk pada orang yang sabar,
Kekuatan mengiringi orang yang tawakal….


Naik turun dalam kehidupan adalah hal yang biasa. Selau saja ada dinamika terhada kehidupan ini. Kadang mendapat kebaikan dan nikmat dan terkadang mendapat kesusahan dan ujian.Dan sudah keniscayaan bahwa setiap manusia akan diuji baik dengan kebaikan atau dengan keburukan. Sebagai muslim bagaimana sikap kita dalam menghadapi setiap musibah yang menimpa kita?

1. Keimanan di Hati

Kita wajib beriman bahwa musibah apa pun seperti gempa bumi, banjir, wabah penyakit, tanah longsor dan sebagainya adalah sudah ditetapkan Allah SWT dalam Lauhul Mahfuzh. Kita pun wajib menerima ketentuan Allah ini dengan lapang dada (ridho). Allah SWT berfirman:

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS al-Hadid [57] : 22)

Selain itu tertanam keyakinan bahwa seberat apapun ujian yang berupa musibah alam raya ini, kita yakin Allah pasti sudah proprosional dalam mengujinya dan tidak akan melebihi dari kesanggupan dalam menjalaninya bagi orang yang tertimpa.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS Al-Baqarah (2): 286).

2. Diucapkan dengan Lisan

Sudah sifat manusia untuk berkeluh kesah jika menghadapi kesulitan. Bahkan manusia mudah sekali merasa berputus asa dan kehilangan akal maupun kesabaran. Kita pun wajib menerima taqdir Allah ini dengan rela, bukan dengan menggerutu atau malah menghujat Allah SWT.

Dalam Al Qur’an, Allah SWT memberi gambaran tentang orang kufur terhadap musibah dan nikmat sebagai berikut:

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.

Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”. QS Al Fajr 15-16.

Nah, bagaimana Islam mengajarkan umatnya apabila ditimpa musibah.mengucapkan kalimat istirja’ (Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun ). Allah SWT berfirman :

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” . (QS al-Baqarah [2] : 155-156)

3. Diimplementasikan dengan Amal
Tidak cukup hanya dengan diucapkan dengan lisan. Tetapi perlu juga diimplementasikan dengan amal, yaitu:

· Bersabar Yaitu dengan bersabar. Sabar, menurut Imam Suyuthi dalam Tafsir al-Jalalain, adalah menahan diri terhadap apa-apa yang Anda benci (al-habsu li an-nafsi ‘alaa maa takrahu). Sikap inilah yang wajib kita miliki saat kita menghadapi musibah.Nabi SAW bersabda ,”Sungguh menakjubkan keadaan orang mukmin, karena semua keadaannya baik baginya, dan itu tidak terjadi pada siapa pun kecuali pada orang mukmin. Jika dia mendapat kelapangan dia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika dia ditimpa kesulitan dia bersabar, maka itu pun baik baginya.” (HR. Muslim).

· Berusaha mencari hikmah dibalik musibah. Seorang muslim yang mengetahui hikmah (rahasia) di balik musibah, akan memiliki ketangguhan mental yang sempurna. Berbeda dengan orang yang hanya memahami musibah secara dangkal hanya melihat lahiriahnya saja. Mentalnya akan sangat lemah dan ringkih, mudah tergoncang oleh sedikit saja cobaan duniawi. Selain itu hikmah adalah sebagai bahan instropeksi bagi dirinya. Contoh-contoh hikmah dalam musibah:

Hikmah musibah antara lain sebagai berikut :

“Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah tertusuk duri atau lebih dari itu, kecuali dengannya Allah akan menghapus sebagian dosanya.” (HR Bukhari dan Muslim)


“Orang-orang yang mati syahid itu ada lima golongan; (1) orang yang terkena wabah penyakit tha’un, (2) orang yang terkena penyakit perut (disentri, kolera, dsb), (3) orang yang tenggelam, (4) orang yang tertimpa tembok/bangunan, dan (5) orang yang mati syahid dalam perang di jalan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

“Akan diampuni bagi orang yang mati syahid setiap-tiap dosanya, kecuali utang.” (HR Muslim).

“Anak-anak kaum muslimin [yang meninggal] akan masuk ke dalam surga.” (HR Ahmad)

Dan masih banyak dalil-dalil lain tentang banyaknya hikmah dibalik musibah.

· Tetap berikhtiar. Maksud ikhtiar, ialah tetap melakukan berbagai usaha untuk memperbaiki keadaan menjadi yang lebih baik dan berusaha menghindarkan diri
dari berbagai bahaya yang muncul akibat musibah. Selain juga berikhtiar agar musibah tidak menimpa kita lagi.

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS ar-Ra’du [13] : 11)

· Memperbanyak Do’a, dan Dzikir. Banyak sekali keutamaan do’a dan dzikir. Sehingga dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir bagi orang yang tertimpa musibah. Rasululah SAW mengajarkan doa bagi orang yang tertimpa musibah : “Allahumma jurnii fii mushiibatii wa akhluf lii khairan minhaa (Ya Allah, berilah pahala dalam musibahku ini, dan berilah ganti bagiku yang lebih baik daripadanya.) (HR Muslim).Dzikir akan dapat menenteramkan hati orang yang sedang gelisah atau stress. Allah SWT berfirman :“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS ar-Ra’du [13] : 28)

· Bertaubat. Tiada seorang hamba pun yang ditimpa musibah, melainkan itu akibat dari dosa yang diperbuatnya. Tidakkah, kita mengambil ibroh dari kaum-kaum yang dibinasakan oleh Allah karena maksiat. Bagaimana kaum Nabi Sholih menjadi mayat yang bergelimpangan di tempat tinggalnya karena gempa. Begitupula kaum Syu’aib yang mendustakan nabinya.


“Maka mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka” (Al Ankabut 37)

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar.” (QS asy-Syuura [42] : 30)

Sabda Nabi SAW “Setiap anak Adam memiliki kesalahan (dosa). Dan sebaik-baik orang yang bersalah, adalah orang yang bertaubat.” (HR at-Tirmidzi).

· Istiqomah dalam Dienul Islam. Terkadang musibah bisa menurunkan keimanan seseorang apabila tidak benar dalam mensikapinya. Sehingga godaan-godaan syetan jin dan manusia bisa membuat orang kalap atau lupa diri. Bisa bunuh diri, murtad dan lain sebagainya. Di sinilah seorang muslim dituntut untuk bersikap istiqamah, yaitu konsisten di atas satu jalan dengan mengamalkan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan larangan-larangan. Allah SWT mewajibkan kita istiqamah :


“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (QS Huud [11] : 112)

Karena itu wajiblah bagi kita untuk terus istiqamah mempertahankan keislaman kita. Jangan mudah tergiur oleh bujuk rayu setan berbentuk manusia itu. Jangan mati kecuali tetap memegang teguh agama Islam. Allah SWT berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS Ali ‘Imraan [3] : 102)


“Seekor kerang mutiara akan menjadi kerang yang tak memiliki nilai apa pun bila tak ada mutiara di dalam cangkangnya. Tahukah bagaimana caranya seekor kerang dapat menghasilkan sebutir mutiara yang indah? Di dalam cangkangnya yang keras dipaksakan masuk sebuah benda asing untuk mengganggunya. Bagi sang kerang, benda asing itu menyebabkan iritasi dan rasa sakit. Begitu pula musibah yang menimpa manusia, semakin berat musibah yang menimpanya kelak akan menghasilkan mutiara yang semakin besar dan indah pula. Kesabaran itu pahit untuk dikecap tapi kelak akan membuahkan keindahan yang tak ternilai.”
Advertisements

2 thoughts on “Sikap Terhadap Musibah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s