Konspirasi di Balik Bobby Trap/Bom Buku


Baru kemarin saya tanggal 11 Maret 2011, saya menulis tentang sepak terjang Ulil di kompasiana. Eh tidak dinyana tanggal 15 Maret 2011 dikirimi bom buku. Apakah saya bersyukur, owh tidak saya sedih walaupun saya “benci” dengan pemikirian dedengkot JIL ini.

Bom buku atau kalau di dunia bom mengebom disebut bobby trap. Bobby trap adalah perangkap yang dirancang untuk membunuh atau melukai orang secara serius. Karena bentuknya perangkap, maka dibutuhkan umpan yang dirancang untuk memancing korban agar mau mendekat. Lalu umpan yang digunakan dalam kasus bom untuk Ulil adalah buku. Memang itu itu hanya low explosive, tapi tak urung beberapa analisa langsung berhamburan dari beberapa pengamat.

Tapi yang paling kentara adalah langsung beberapa media terutama Metro TV selalu mengaitkan dengan jaringan islam keras/fundamentalis. Apalagi bom tersebut dibungkus dengan buku bernada ancaman yang berkaitan dengan dosa-dosa terhadap Islam.

Bagi penganut islam mainstream tentu tidak rela dengan tuduhan bahwa umat islam adalah bergaris keras. Tetapi saya tidak mau larut dalam perdebatan ini karena bagaimanapun fitnah itu sudah ditebar.

Yang perlu dikritisi adalah paket pembungkus dari bom tersebut. Yaitu sebuah buku itu berjudul ‘Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin’ setebal 412 halaman. Paket itu dilengkapi selembar surat untuk Ulil berisi permintaan memberikan kata pengantar buku dan interview. Pengirimnya adalah Drs Sulaiman Azhar, Lc, nomor telepon 08132220579, beralamat di Jalan Bahagia Gg Pancer No 29 Ciomas, Bogor. Mari kita teliti secara mendalam, bagaimana sebuah pengantar yang jelas-jelas sekali menyudutkan kaum muslimin sendiri, apalagi pengirimnya bergelar License (Lc). Sebuah gelar akademis yang biasa disandang di bidang keagamaan. Saya yakin ini adalah skenario yang dibuat agar telunjuk langsung mengarah ke kaum muslimin. Kenapa harus ada pengantar yang mengesankan ke”islam”an. lagi pula kalau dikaitkan gerakan Islam garis keras kenapa Japto ketua Pemuda Pancasila yang juga ketua partai patriot dan kalakhar BNN Komisaris Jenderal Gories Mere juga dikirim.

Analisa kedua

Sesuai perkataan Ulil di beberapa media bahwa Ulil mengatakan, teror seperti ini tak pernah diterima saat dia aktif dalam JIL. Dia menduga teror ini ada sejak dia aktif berpolitik di Partai Demokrat. “Ini teror pertama kali, dan mengapa baru sekarang. Saya menganggap tak ada kaitannya dengan dulu (di JIL), tapi kegiatan sekarang lebih banyak di politik,” ujar Ulil. Dulu waktu di JIL belum pernah,” dia melanjutkan. Ulil pun menduga, teror muncul sejak dia mulai bersuara dalam isu-isu sensitif. “Misalnya reshuffle,” jelas Ulil.

Saya kira ini kebodohan seorang Ulil. Kalau nada ancaman tentang berkaitan dengan kegiatan politik Ulil dan berkaitan dengan isu politik seperti reshuffle maka partai politik yang di isukan reshuffle lah yang seharunya mentertawakan “perilaku” Ulil yang kelihatan sok tahunya tentang isu tersebut. Jelas-jelas banyak orang tahu bahwa isu yang dilempar salah. Itu sudah vonis publik kenapa pula harus divonis BOM. Lagi pula kalau dikaitkan politik maka tak pelak tudingan ke PKS, karena saat ini PKS penuh dengan para ustadz yang bergelar Lc. Tapi yang kita ketahui selama ini PKS selalu menjalankan politik santun dan islami tidak mungkin kader-kadernya melakukan hal tersebut

Analisa ketiga adalah pengalihan isu. Saat ini Pak BeYe sedang diguncang berbagai isu. Belum jelas kemana arah pembangunan dan kesejahteraan rakyatnya, sekarang digoda dengan isu Wikileaks. Saya kira terlalu sepele kalau mengaitkan bom dengan Wikileaks. Seperti kata Bang Dahlan Iskan tentang Berita yang Tidak Perlu Klarifikasi. Walaupun konteksnya berbeda tapi semua negara sudah mafhum kalau memang selama ini wikileaks selalu menyebar ke”sinis”an ke berbagai negara dan tak satupun negara yang meresponnya secara besar. Hanya dianggap angin lalu. Saya pikir pembisik Pak BeYe juga melakukan hal yang sama. Apalagi rakyat Indonesia sedang dilanda penyakit mudah lupa akut. Dengan berlalunya waktu pasti juga lupa

Analisa keempat adalah skenario intelijen. Kata pengamat intelijen, Suripto: Analisanya condong pada skenario intelijen. Karena yang bisa melakukan ini cukup profesional. Teroris tidak perlu melakukan psy war. Teroris lebih memilih mengeksekusi langsung targetnya dengan bom yang mematikan. Sedang bom yang digunakan kepada Ulil adalah bobby trap. Dia berpendapat, tindakan tersebut merupakan perbuatan liar yang sulit terkontrol. Intelijen masih banyak yang menggunakan paradigma represif untuk mengontrol pihak tertentu.

Paket bom buku tersebut sama-sama mencantumkan alamat di Bogor. Menurut Suripto, hal itu untuk memberikan kesan kalau hal itu adalah kerjaan teroris. Sebab beberapa waktu yang lalu, pernah ada penangkapan teroris di Bogor yang merupakan jaringan Noordin M Top. Tindakan ini bisa dinilai dilakukan untuk memojokkan pihak-pihak seperti Abu Bakar Ba’asyir yang menjadi ‘ikon’ teroris.

Hal ini juga bagian dari skenario untuk menyusu dana dari “luar” dengan mengesankan teroris Islam di Indonesia, masih ada maklum aparat kelihata heroik bila ada teroris saja. Atau mungkin skenario intelijenyang bertujuan lain. Wallohu a’lam. Nah bagaimana dengan pandangan anda?

diolah dr berbagai sumber
seperti http://pkspiyungan.blogspot.com/, detik, okezone, tulisan abang jonru via email

7 thoughts on “Konspirasi di Balik Bobby Trap/Bom Buku

  1. saya sudah agak curiga sejak berita ini blooming up… jangan lupa media pemberitaan di indonesia pun bisa jadi salah satu sarana atau pihak yang terlibat dalam konspirasi… berita sekarang sudah seperti pembentukan opini, tidak fokus pada objektivitasnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s