Ketika Aku Mencinta


Seperti juga yang ada padaku, aku tahu kalian tak sempurna.
Untuk menjadi yang aku cinta, tak harus kalian menjadi sempurna.

Jujurlah…
Cerdaslah melihat kesalahan…
Dan sederhanalah dalam menyesalinya…

Lalu, kemarilah…
Bersama melangkah dengan langkah manusia biasa…

Kesadaran bahwa kita tak sempurna membuat kita mudah menerima nasehat.

Aku suka kalian berbuat salah kemudian memperbaiki diri…
Kalian bersama manusia biasa…

Keinginan untuk menjadi yang terbaik,
Keinginan untuk memiliki segudang besar prestasi,
Dan keinginan untuk melahirkan karya karya monumental…
Tak harus menyebabkan aku sulit melihat kesalahan kesalahan kalian.
Itu juga tak harus membuat kalian sulit melihat cela kalian…

Can,
Aku laki laki biasa…
Kamu bersama lelaki biasa…
Laki laki biasa tak sulit menemukan cela dirinya..
Laki laki biasa tak terlalu butuh perempuan hebat sempurna…

Nduk,
Mata ini mata pencinta…
Tapi tak sulit melihat kesalahan kalian..
Kalian perempuan dari lelaki biasa…
Kalian tak butuh pujian sanjungan yang melangitkan…

Aku lelaki biasa
Kalian bersama laki laki biasa.
Jujurlah…
Cerdaslah melihat kesalahan…
Dan sederhanalah dalam menyesalinya…

Allahumma laa sahlan ‘illa ma ja’altahu sahlan…
Allahumma yassirlana umurona…
Amiin.,.,.

(Ustadz Eko Novianto N)

2 thoughts on “Ketika Aku Mencinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s