Agar Kita Tidak Lalai


Pada suatu ketika Abu Rib’i Handzalah bin Robi’ Al-Usayyidiy, salah seorang sekretaris Rasulullah SAW, bertemu dengan Abu Bakar ra., kemudian Abu Bakar ra bertanya :

“Bagaimanakah keadaanmu, hai Handzalah?”

Saya menjawab : “Handzalah kini telah munafik.”

Abu Bakar mengaku : “SUBHAANALLAH, Apa yang kamu katakan?”

Saya menjelaskan : “Kalau kami di hadapan Rasulullah SAW kemudian beliau menceritakan tentang surga dan neraka, maka seakan-akan kami melihat dengan mata kepala, tetapi bila kami pergi dari beliau dan bergaul dengan isteri dan anak-anak serta mengurusi berbagai urusan maka kami sering lupa.”

Abu Bakar berkata : “Demi Allah, kami juga begitu.” Kemudian saya dan Abu Bakar pergi menghadap

Rasulullah SAW lalu saya berkata : “Wahai Rasululah, Handzalah telah munafik.” Rasulullah SAW bertanya : “Mengapakah demikian?”

Saya berkata : “Wahai Rasulullah, apabila kami berada di hadapanmu kemudian engkau menceritakan tentang neraka dan surga, maka seolah-olah kami melihat dengan mata kepala, namun bila kami keluar dan bergaul bersama isteri dan anakanak serta mengurusi berbagai macam persoalan, maka kami sering lupa.”

Rasulullah SAW bersabda : “Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, seandainya kamu tetap sebagaimana keadaanmu di hadapanku dan mengingat-ingatnya niscaya para maiaikat akan menjabat tanganmu di tempat tidurmu dan di jalan. Tetapi, hai Handzalah sesaat dan sesaat.” Beliau mengulanginya sampai tiga kali.” (HR. Muslim)

=============================================

Dari hadits diatas diketahui adalah manusia mempunyai potensi untuk lalai. Makanya rasulullah saw mengingatkan agar boleh kita mengurusi dunia, tetapi janganlah sampai kita lalai, sesaat saja boleh kita sibuk dengan urusan dunia, tetapi jangan lupa dalam beraktivitas dunia jangan sampai tuntunan agama kita tinggalkan. Dalam bekerja, yakinlah bahwa itu merupakan aktivitas ibadah kita sehingga kita menghindari menipu dan tidak jujur dalam bekerja, dalam tidur niatkan untuk ibadah agar besok bisa lebih sehat dalam sholat malam dan bekerja, dalam makan selalu niatkan bahwa untuk menambah tenaga kita dalam beribadah. Selalu aktivitas ibadah. Dan itulah ciri muslim yang berusaha mengaitkan aktivitas/kegiatan dan kejadian dunia dengan masalah akhirat. Karena apabila kita semata-mata hanya mencari keuntungan dunia maka hanya mendapat keuntungan dunia termasuk sedang di akhirat merugi.

مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan merka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh sesuatu di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan di dunia dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud : 15-16)

Kita harus sadar, bahwa segala aktivitas kita saat ini adalah merupakan tabungan kita di akhirat kelak.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (QS. al-Hasyr : 18)

Orang-orang asyik bermaksiat hanya akan sadar saat sekarat. Betapa banyak penceramah menyampaikan! Betapa banyak ustadz berbicara! Betapa banyak kyai dan guru ngaji sudah menyerukan. Namun, sebagian baru akan ingat ketika nyawanya sudah meregang di dada, bahkan sampai meninggalpun tidak pernah sadar. Betapa lalainya manusia.
Bagaimana agar kita selalu sadar bahwa semua akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat:

1. Taubat

Taubat adalah kembali tunduk kepada Allah dari bermaksiat kepada-Nya kepada ketaatan kepada-Nya disertai perasaan menyesal yang mendalam. Atau lebih mudahnya meminta ampun kepada Allah dari kesalahan dan memperbaikinya dengan ketaatan.
Tentang dorongan dan anjuran untuk bertobat, Al Qur’an berbicara:

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al Baqarah: 222).

Maka derajat apa yang lebih tinggi dari pada mendapatkan kasih sayang Rabb semesta alam.
Syarat-syarat taubat meliputi: beragama Islam, berniat ikhlas, mengakui dosa, menyesali dosa, meninggalkan perbuatan dosa, bertekad untuk tidak mengulanginya, mengembalikan hak orang yang dizalimi misal bila mengambil barang milik orang lain maka dikembalikan, bila menyakiti maka meminta maaf, bertaubat sebelum nyawa berada di tenggorokan atau matahari terbit dari arah barat.

Taubat adalah kewajiban seluruh kaum beriman, bukan kewajiban orang yang baru saja berbuat dosa. Karena Allah berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kalian semua wahai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung.” (QS. An Nuur: 31)

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah akan mengampuni setiap dosa walaupun itu dosa kekufuran, kesyirikan, dan dosa besar (seperti zina, membunuh dan minum minuman keras). Sebagaimana Ibnu Katsir mengatakan, ”Berbagai hadits menunjukkan bahwa Allah mengampuni setiap dosa (termasuk pula kesyirikan) jika seseorang bertaubat. Janganlah seseorang berputus asa dari rahmat Allah walaupun begitu banyak dosa yang ia lakukan karena pintu taubat dan rahmat Allah begitu luas. Begitu juga ketika melakukan berulang kali maka seorang ulama An Nawawi mengatakan, ”Seandainya seseorang berulang kali melakukan dosa hingga 100 kali, 1000 kali atau lebih, lalu ia bertaubat setiap kali berbuat dosa, maka pasti Allah akan menerima taubatnya setiap kali ia bertaubat, dosa-dosanya pun akan gugur. Seandainya ia bertaubat dengan sekali taubat saja setelah ia melakukan semua dosa tadi, taubatnya pun sah.”

Bagaimana cara bertaubat:
1. Beristighfar sebanyak2nya. Rasulullah adalah orang yang terhindar dari dosa, tetapi beliau beristighfar minimal sehari 70 kali, dalam riwayat lain 100 kali. Bagaimana dengan kita? Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: Saya mendengar dari Rasulullah SAW, bersabda: “Demi Allah, sesungguhnya saya membaca istighfar dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali setiap hari.
” (HR. Bukhari)
2. Sholat taubat. Yaitu bangunlah tengah malam lakukanlah sholat dan setelah itu berdoa untuk meminta ampun kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Boleh dengan menangis dan menyesali serta berjanji tidak mengulangi lagi

Tanda Taubat yang diterima / benar ialah ;Sesudah bertaubat ia lebih baik dari sebelumnya.Senantiasa takut disertai perasaan tidak aman terhadap balasan Allah SWT.Hatinya merasa “ kapok “ dan tersayat karena pnyesalan dan rasa takut.
Ada sebagaian orang berpikiran bertaubat ketika nanti tua, sekarang mumpung masih muda bersenang-senang dahulu. Padahal kita tidak tahu sampai kapan usia kita. Kita harus bersegera bertaubat, orang-orang yang menunda taubat ibarat seseorang yang ingin mencabut pohon yang mengganggu, namun karena merasa sulit mencabutnya ia menundanya hingga esok atau lusa, atau minggu depan, atau … tanpa ia sadari bahwa semakin hari akar pohon itu makin menghunjam di tanah, sedangkan ia semakin tua dan lemah. Mungkin ia terlewat tidak bertaubat hingga akan meninggal dan nyawa sudah di kerongkongan, atau bahkan ketika matahari terbit dari barat…maka sia-sialah taubatnya.

2. Mengingat Kematian

Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain? Orang yang kematian menjadi kepastiannya,tanah menjadi tempat pembaringannya,ulat menjadi temannya,Munkar dan Nakir menjadi “tamu”nya,kuburan menjadi tempat tinggalnya,perut bumi menjadi tempat menetapnya,kiamat menjadi janji-Nya,Surga atau Neraka menjadi tempat kembalinya,sepatutnya tidak punya fikiran lain selain tentang kematian dan tidak mengingat kecuali kepadanya yaitu kematian.

Seperti yang tercantum dalam ayat

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Ankabut:57)

Tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Maka Rasulullah saw bersabda mengajarkan kita:
“Perbanyaklah ingat pemutus seluruh kenikmatan, yaitu kematian”

Dengan mengingat kematian, kita selalu sadar bahwa kita selalu harus mencari bekal untuk kematian. Tetap bekerja, tetapi tidak lupa beribadah.

Abu Darda ra berkata :”Apabila anda mengingat orang-orang shaleh mati maka anggaplah dirimu termasuk salah satu dari mereka”.

Umar bin Abdul Aziz berkata :”Tidakkah kalian melihat bahwa kalian setiap hari menyiapkan orang yang pergi dan pulang kepada Allah SWT,kalian meletakkannya di dalam tanah dan berbantalkan tanah dengan meninggalkan para kekasih dari orang lain”.

Cara Mengingat Kematian:Memperbanyak mengingat teman-teman yang telah mendahuluinya,lalu mengingat kematian mereka dan pembaringan mereka di bawah tanah,mengingat berbagi gambaran mereka ketika masih memegang berbagai jabatan kemudian merenungkan bagaimana sekarang,tanah kuburan itu telah membawa berbagai gambaran menarik tersebut, bagaimana bagian-bagian mereka telah hancur dikuburan mereka, bagaimana istri-istri mereka telah menjadi janda, anak-anak mereka telah menjadi yatim,harta mereka tersia-siakan,masjid dan majlis mereka tidak lagi menantikan mereka dan jejak-jejak kehidupan merekapun telah terhapuskan.

3. Ingat Penundaan Siksa

Kita kadang berpikir bahwa orang banyak dosa, banyak menipu, dan maksiat yang lain tetapi hidupnya tetap enak. Bagaimana jadinya bila orang berbuat kesalahan/maksiat langsung diadzab oleh Allah, pasti orang tidak ada yang berani berbuat kesalahan. Tapi Allah maha sayang, Dia menunda siksa dikarenakan memberi kesempatan kepada kita agar kembali dari kelalaian dengan harapan sadar dan bangkit dari kubang kemaksiatan. Tetapi kalau kesempatan itu tidak digunakan maka Allah bisa mengunci hati kita, dan ketika diberi peringatan/nasehat tidak bisa mendapatkan hidayah setelah itu tunggulah adzab Allah pada kita. Bencana menimpa keluarga kita dan mungkin negeri kita. Mungkin bencana di dunia atau bencana di akhirat. Maka, selagi kita kesempatan kita gunakan untuk meminta ampun kepada Allah dan memperbaiki sikap-sikap kita selama ini.

4. Ingat Dosa-dosa

Tidak ada orang yang tidak mempunyai kesalahan kecuali nabi Muhammad SAW. Kyai, ustadz, pak lurah, bahkan kita semua mempunyai kesalahan. Kalau orang mengira kita orang yang selalu baik, tentu itu karena rahmat Allah yang menutupi aib kita. Karena manusia pasti berdosa.

Karena dosa adalah penghalang antara kita dan Sang Kekasih (Allah swt), maka lari dari hal yang membuat kita jauh dari-Nya adalah kemestian.
Karena dosa pasti membawa kehancuran dunia akhirat cepat atau lambat, maka mereka yang berakal sehat pasti segera menjauh darinya.

Kadang kita meremehkan dosa kecil, padahal dosa kecil kalo terus menerus juga menjadi besar pula. Sikap Muslim terhadap dosa adalah sebagaimana diungkapkan oleh Abdullah ibnu Mas’ud,

“Seorang mu’min melihat dosanya seolah-olah ia berada pada kaki gunung yang akan runtuh menimpanya, sedangkan orang durhaka (al-fajr) melihat dosanya sebagimana lalat hinggap pada hidungnya, kemudian ia menghalaunya.”

Dosa besar yang hanya dilakukan sekali lebih bisa diharapkan pengampunannya dari pada dosa kecil yang dilakukan terus menerus. Jika seorang hamba meremehkannya.
Setiap kali seorang hamba menganggap besar sebuah dosa niscaya akan kecil di sisi Allah, dan setiap kali ia menganggap remeh sebuah dosa niscaya akan menjadi besar di sisiNya.
Bilal bin Sa’ad rahimahullah berkata : “Jangan kamu memandang kecilnya dosa, tapi lihatlah keagungan Zat yang kamu durhakai itu.”

Jika seseorang melakukan dosa tanpa diketahui orang lain lalu ia menceritakannya dengan bangga kepada orang lain.

Rasulullah saw bersabda : “Setiap ummatku selamat kecuali orang-orang yang terang-terangan berlaku dosa. Dan diantara perbuatan terang-terangan melakukan dosa ialah jika seseorang berdosa di malam hari sementara Allah telah menutupi aibnya, namun di pagi hari ia merobek tirai penutup itu sambil berkata : “Hai Fulan, semalam aku melakukan ini dan itu.” (Bukhari-Muslim).

Jika yang melakukannya seorang alim yang menjadi panutan. Karena apa yang ia lakukan dicontoh oleh orang lain. Ketika ia melakukan dosa, maka ia juga mendapatkan dosa orang yang mencontohnya. Rasulullah bersabda : “…dan barang siapa memberi contoh keburukan dalam Islam maka baginya dosa perbuatan itu dan juga dosa orang yang mencontohnya setelah itu tanpa dikurangi sedikitpun dosa itu dari pelakunya.” (Muslim).

Dengan mengingat dosa, insyaAllah kita tidak terjerumus di lubang yang sama, selalu takut pada siksa Allah, dan selanjutnya banyak meminta ampun pada Allah.

Sebagai penutup saya bawakan kisah yang sudah masyhur. Dari Abu Sa`id Sa`ad bin Malik bin Sinan Al- Khudriy ra. Nabi SAW bersabda :

“Sebelum kalian, ada seorang laki-laki membunuh 99 orang. Kemudian ia bertanya kepada penduduk sekitar tentang seorang yang alim, maka ia ditunjukkan kepada seorang rahib ( pendeta Bani Israil). Setelah mendatanginya, ia menceritakan bahwa ia telah membunuh 99 orang, kemudian ia bertanya : “ Apakah ia bisa bertaubat?”. Ternyata pendeta itu menjawab : “Tidak” Maka pendeta itupun dibunuh sehingga genaplah jumlahnya seratus.
Kemudian ia bertanya lagi tentang seorang yang paling alim di atas bumi ini. Ia ditunjukkan kepada seorang laki-laki alim. Setelah menghadap ia bercerita bahwa dirinya telah membunuh seratus jiwa, dan bertanya : “ Bisakah saya
bertaubat?” Orang alim itu menjawab: “Ya, siapakah yang akan menghalangi orang bertaubat? Pergilah kamu ke kota ini (menunjukkan ciri-ciri kota yang dimaksud) sebab di sana terdapat orang-orang yang menyembah Allah Ta`ala. Beribadahlah kepada Allah bersama mereka dan jangan kembali ke kotamu. Karena kotamu kota yang jelek!”

Lelaki itupun berangkat, ketika menempuh separuh perjalanan maut menghampirinya. Kemudian timbullah perselisihan antara malaikat Rahmat dengan malaikat Azab, siapakah yang lebih berhak membawa rohnya. Malaikat Rahmat beralasan bahwa : “Orang ini datang dalam keadaan bertaubat, lagi pula menghadapkan hatinya kepada Allah.” Sedangkan malaikat Azab (bertugas menyiksa hamba Allah yang berdosa) beralasan: “Orang ini tidak pernah melakukan amal baik.”
Kemudian Allah SWT. mengutus malaikat yang menyerupai manusia mendatangi keduanya untuk menyelesaikan masalah itu dan berkata: “ Ukurlah jarak kota tempat ia meninggal antara kota asal dan kota tujuan, Manakah lebih dekat, maka itulah bagiannya.” Para malaiakat itu lalu mengukur, ternyata mereka mendapati si pembunuh meninggal dekat kota tujuan, maka malaikat Rahmatlah yang berhak membawa roh orang tersebut.” ( H.R Bukhari dan Muslim ).
Pada riwayat lain disebutkan : “Ia lebih dekat sejengkal untuk menuju daerah tujuan, maka ia dimasukkan dalam kelompok mereka.”

Semoga kisah ini menjadi tauladan kita agar tidak lalai dan selalu sadar karena bagaimanapun kita tidak tahu usia kita dan kemana tempat kembali kita diakhirat nanti.

===============================================
Akhi Mujitrisno untuk bahan taujih istriku tercinta

4 thoughts on “Agar Kita Tidak Lalai

  1. waa,,,beneran nih masyaallah,,isiy syarat ilmu insyaallah,,,hampir smuay bklan tak copast,,hehe,,,bgus2 isi,,q tertrik ma bsmua bdangy,,u parenting motivasi kisah n kesehtan,,,mnat utma,,mm,,ilmu baru eiuyy,,jzkllah,,amat sngat bermanfaat,,

  2. fera130288 said: waa,,,beneran nih masyaallah,,isiy syarat ilmu insyaallah,,,hampir smuay bklan tak copast,,hehe,,,bgus2 isi,,q tertrik ma bsmua bdangy,,u parenting motivasi kisah n kesehtan,,,mnat utma,,mm,,ilmu baru eiuyy,,jzkllah,,amat sngat bermanfaat,,

    semoga bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s