Mengasah Jiwa Kepemimpinan si Kecil


Setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi seorang pemimpin, tinggal bagaimana mengasahnya sejak dini.

“Kenapa ya, si Sasya cuma jadi jago kandang. Kalau di rumah, wah gayanya seperti bos. Tapi kalau di antara teman-temannya, jadi malu-malu kucing dan jadi pengekor begitu? Apa kita ikutkan Pramuka saja supaya jiwa kepemimpinannya muncul?” ucap Vira pada sang suami tentang ulah putri bungsu mereka yang duduk di kelas 2 SD.

Memang ada anak yang memiliki keberanian untuk berinisiatif atau mengemukakan pendapatnya dibanding yang lain, dan ini menunjukkan benih-benih kepemimpinan yang dimiliki anak tersebut. Namun pada dasarnya setiap anak dapat mengasah beberapa kemampuan dasar kepemimpinan sejak dini dengan cara yang sederhana, tidak dengan mempelajari teori-teori kepemimpinan yang tentu saja masih terlalu rumit bagi anak seusia Sasya.

Selain tentunya memberi teladan kepemimpinan lewat contoh, orangtua juga dapat mengasah beberapa kemampuan dasar, antara lain;

Kepercayaan diri. Kepercayaan diri anak biasanya muncul akibat kemampuan si kecil mengenali berbagai potensi positif yang ada pada dirinya. Karenanya cobalah untuk menjadi ‘cermin’ bagi si kecil untuk dapat mengenali berbagai potensi yang dimilikinya. Misalnya dengan mengajak si kecil mengevaluasi usahanya untuk menang, mengenali perasaan-perasaannya ketika berhasil melakukan suatu hal yang sulit, dan sebagainya.

Berani berinisiatif dan mengemukakan pendapat. Dasar dari perilaku ini adalah rasa percaya diri, namun si kecil juga dapat mengasahnya dengan memberi kepercayaan padanya untuk menentukan pilihan secara bertahap. Misalnya dimulai dengan cara-cara sederhana, seperti memilih pakaian yang akan dipakainya hari itu. Cara lain adalah dengan kerap mengajaknya berdiskusi dan menghargai pendapat yang diutarakan dan sebagainya.

Tanggungjawab. Kemampuan ini dapat dilatih dengan memberi tanggungjawab pada si kecil secara bertahap, misalnya atas binatang peliharaannya, atas benda-benda yang dimilikinya atau kebersihan kamarnya.

Tidak mudah menyerah. Hindarkan untuk terlalu memanjakan dan melindungi si kecil, karena secara bertahap mereka pun harus merasakan tekanan dari berbagai persoalan hidup. Beri dorongan pada si kecil untuk tidak mudah menyerah terhadap suatu persoalan yang mereka hadapi. Sekali-sekali biarkan si kecil melakukan kesalahan, dan ajak ia mendiskusikan serta mengevaluasi kesalahan tersebut serta menjadikan kesalahan tersebut sebagai batu pijakan untuk maju.

Berpikir kreatif. Ajak anak untuk secara kreatif memikirkan cara-cara yang tidak biasa dalam berbagai hal. Karena kemampuan berpikir kreatif dapat membantu si kecil dalam melakukan pemecahan masalah.

Asah kemampuan si kecil untuk bersosialisasi, misalnya dengan mengikutsertakan si kecil dalam suatu organisasi seperti Pramuka. Umumnya jiwa kepemimpinan anak baru dapat dilihat jika ia berada dalam sebuah kelompok, misalnya anak dapat belajar mengoordinir atau memengaruhi teman-temannya dalam melakukan sesuatu. Cara ini juga mengasah kemampuannya berkomunikasi yang sangat berarti ketika berkesempatan menjadi seorang pemimpin kelak.

Mengajarkan pendidikan agama sejak dini. Dengan bekal pemahaman agama yang kuat, si kecil diharapkan akan tumbuh menjadi seorang pemimpin yang memiliki integritas atau memiliki kesungguhan dan amanah dalam melakukan tugas-tugasnya kelak. (esthi nimita)

Bahan:
Children are People Too – Dr. Louise Porter
Berbagai sumber
diambil dari grup ini
(Artikel ini merupakan kerjasama dengan www dot alifmagz dot com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s