Cara Menggapai Perkawinan Yang Berbahagia


Suami yang shalih dan istri yang shalihah dalam pandangan Islam sangatlah mulia. Bahkan diberi penghormatan yang sangat tinggi. Suami shalih adalah yang berpegang teguh pada syariat Islam dalam segala urusan kehidupan. Senantiasa menunaikan kewajiban terhadap Allah SWT, keluarga serta kepada semua orang yang menjadi tanggung jawabnya dengan penuh semangat, penuh perhatian dan penuh kelapangan dada.

Didalam keluarga, suami sangatlah berperan dalam usaha membahagiakan istri dan anak-anaknya. Karena perjuangannya yang berat itulah sang suami tidak akan lepas dari bantuan sang istri yang selalu menemani dan memotivasi dalam keadaan susah maupun senang.

Untuk menggapai cita-cita dalam menggapai kebahagiaan, pasangan suami istri harus selalu seiring dan sejalan dalam berpikir. Pasangan suami istri juga harus bisa menyikapi semua permasalahan yang dihadapi dalam mengarungi kehidupan berumah tangga. Diantara dari sekian banyaknya cara untuk menggapai perkawinan yang bahagia berikut adalah contoh hasil dari berbagai pendapat ataupun pengalaman orang yang sudah berkeluarga :

1. Ingatlah bahwa berpisah sebentar akan mempererat ikatan perkawinan, namun berpisah selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan akan melemahkan dan menggerogoti hubungan bersama.

2. Suami haruslah mengerti dan memperhatikan sifat almiah wanita yang selalu ingin berhias (make-up), sehingga sang suami secara tepat bisa sejalan dengan sang istri, tanpa kesusahan dan kesulitan.

3. Jangan biarkan perselisihan berlarut-larut sampai keesokan harinya.

4. Hindari mengungkit-ungkit hubungan masa lalu, seperti: kawan dekat, ikatan pertunangan dan perkawinan.

5. Jauhilah sifat tidak realitas, dan jalani hidup apa adanya, serta jangan berhayal mengharapkan suatu keajaiban akan datang.

6. Ungkapkan cinta serta kemesraan kepada istri atau suami dimanapun mampu untuk melakukannya.

7. Jangan jerumuskan diri ke dalam kekhawatiran serta kegelisahan, hendaknya harus selalu optimis dengan wajah yang berseri.

8. Hati-hatilah dengan perbedaan pendapat serta kritikan yang pedas tentang setiap permasalahan baik yang besar maupun yang kecil.

9. Cobalah untuk selalu membatasi persilisihan dalam lingkaran yang kecil dan jangan membiarkan perselisihan tersebut menjadi lebih besar. Kendalikanlah perselisihan tersebut sebelum menjadi tak terkendali.

10. Cemburu, curiga, serta keragu-raguan adalah musuh. Selalu hadapilah kenyataan dan jauhilah kecurigaan serta hal-hal yang tidak nyata.

11. Tanamkan rasa percaya diri pada pemikiran pasangan dan carilah. Buatlah agar suami atau istri merasa nyaman dan tanpa beban.

12. Tidak cukup jika menikahi orang yang cocok, sebaliknya cocokkanlah suami atau istri sebaik mungkin.

13. Kebersihan adalah bagian penting dari iman dan merupakan tanda cinta.

14. Selaraskan langkah, berikan peluang melakukan hal yang berharga, sehingga bisa mencintai kemampuan yang dimiliki oleh kedua pasangan.

15. Rawatlah diantara kedua pasangan seperti marawat diri sendiri dan cintailah sebagaimana mencintai diri sendiri.

16. Gunakan prinsip menerima dan memberi, dan janganlah mementingkan diri sendiri, jangan mengambil sesuatu yang lebih dari pada yang diberikan, atau bahkan mengambil semuanya.

17. Seorang pria menginginkan istri ideal, dan bisa mengerjakan semua hal dengan penuh nilai kebajikan, serta memberikan cinta tanpa syarat apapun. Seorang wanita menginginkan seorang suami yang mempunyai kepribadian kuat, dan mampu memenuhi semua yang dibutuhkan, dan ingin meyakinkan bahwa sang istri adalah wanita terakhir dalam hidup sang suami.

18. Jangan sibuk untuk menyalahkan pasangan setiap terjadi pertengkaran, sebaliknya ambilah separuh dari tanggung jawab tersebut dan jangan mencoba menduga-duga sesuatu yang tidak terlihat.

19. Jalani hidup dan jangan berpikir tentang kekhawatiran tentang hari esok yaitu suatu hari yang belum datang dan berbuatlah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

20. Adalah tugas kedua pasangan untuk mengerti tentang kesucian sebuah perkawinan. Perkawinan institusi yang agung, jadi tundalah sesaat dan pikirkan secara mendalam sebelum mengambil suatu keputusan, karena sesal kemudian tak ada gunanya.

21. Meskipun cinta merupakan hal penting dalam perkawinan, jangan semata-mata hanya mengandalkan cinta sebagai dasar perkawinan.

22. Jadilah contoh dan biarkan perilaku baik yang bercerita dan menyampaikan kepribadian diri sendiri.

23. Jangan beri kesempatan kepada para kerabat , maupun tetangga untuk ikut campur dalam urusan rumah tangga. Cobalah sedapat mungkin menyelesaikan masalah sendiri.

24. jangan menyibukkan diri untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan yang dirasakan oleh suami kepada istri atau sebaliknya. Ada banyak kebiasaan yang hanya bisa berubah seiring berjalannya waktu, serta jangan membesar-besarkan masalah-masalah kecil dan menjadikannya permasalahan yang besar.

25. Mengerti dan menerima tanggung-jawab sebuah perkawinan serta konsekuensinya dengan sepenuh hati serta keikhlasan yang mendalam.

26. Berhati-hatilah untuk menghindari perselisihan di antara kedua belah pihak dan pastikan tidak menghina dan mempermalukan.

27. Bekerjasamalah dengan suami atau istri dan libatkanlah dalam tugas-tugas bersama, hal ini akan menguatkan ikatan dan menciptakan kenangan indah di kemudian hari.

28. Berikanlah kebebasan kepada sang istri atau suami untuk mengekspresikan diri sendiri. Jadilah seorang pengagum atas kehendak kuat yang dimiliki oleh pasangan, janganlah merendahkan kemampuan yang dimiliki oleh istri atau suami.

29. Hak-hak yang bekaitan dengan keuangan haruslah dihormati. Hal tersebut sama sekali tidak boleh dianggap enteng, karena masalah ini biasanya adalah salah satu penyebab terbesar terjadinya perselisihan dalam keluarga.

30. Jangan libatakan istri dalam kesedihan yang suami alami atau sebaliknya, cobalah sebaik mungkin untuk mengatasinya sendiri. Namun pastikan bahwa tidak akan melupakannya pada saat-saat yang berbahagia.

31. Hendaklah para istri selalu waspada terhadap teman-teman wanita yang bermaksud ikut campur dalam urusan-urusan pribadi, walaupun teman wanita tersebut berniat memberikanmu nasehat.

32. Buatlah suami merasa ideal, yang selalu didambakan, dan bangga, serta mengagumi kepribadian yang suami miliki.

33. Selalu ingatlah tentang kelebihan-kelebihan yang dimiliki, ketika terjadi perselisihan yang muncul secara tiba-tiba terjadi di antara kedua pasangan, jangan biarkan kekurangan dan kelemahan yang dimiliki oleh salah satu pasangan bersarang di hati.

34. Coba tanyakan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut ini, sehingga memiliki kepribadian yang luhur dan mulia dan dengan sukses dapat mengatasi perselisihan. Yaitu: apa hal yang menarik yang dimiliki diantara suami atau istri? Saat-saat indah apakah yang pernah berdua lalui bersama? Kegiatan apa saja yang pernah anda berdua nikmati bersama? Apa yang pernah ditunjukan kepada istri atau suami dalam hal kepedulian satu sama lain? Apa yang telah berdua lakukan untuk menunjukan cinta dan kasih sayang, serta rasa hormat terhadap satu sama lain? Apakah tujuan-tujuan yang diinginkan untuk masa depan?.

35. Selama terjadi perselisihan hendaklah para istri tidak menunjukan sikap serta tingkah laku yang menyakiti dan memalukan kepada suami, jika tidak, mungkin kapan waktunya sang istri akan kehilangan suami.

36. Mendapatkan cinta satu sama lain dengan saling bertukar hadiah. Jadikanlah saling bertukar hadiah sebagai lambang kehidupan perkawinan dan lakukan itu pada saat-saat yang berbahagia.

37. Istri yang cerdas ialah istri yang mampu memilih saat yang tepat untuk meminta kepada sang suami atas setiap kebutuhan sang istri, serta anak-anak, juga saat mengemukakan pendapat tentang prilaku suami. Kadang-kadang waktu yang dipilih mungkin tidak tepat, maka berpikirlah dua kali!.

38. ‘Martabat’, keban
ggaan’, itu adalah kata-kata syetan yang disusupkan kedalam hati, selama terjadi perselisihan dengan pasangan untuk menjauhkan dari tanggung jawab yang seharusnya dipikul, dan membuat perselisihan terus berlanjut, jadi kenapa harus membiarkan dikendalikan oleh syetan?.

39. Jangan saling menghindar, bermusyawarah untuk mencapai kesepakatan adalah sangat penting dalam kehidupan perkawinan. Masing-masing harus merasa bahwa diantara kedua pasangan memiliki kontribusi yang terbaik dalam kehidupan perkawinan yang dijalani.

40. Janganlah kabur dari rumah ketika terjadi perselisihan, kabur bukanlah cara untuk menyelesaikan suatu perselisihan. Sangatlah bijaksana diam sejenak dan selanjutnya bersama-sama menyelesaikan permasalahan tersebut.

41. Jangan ganggu suami dengan pertanyaan-pertanyaan beruntun yang tidak ada kaitannya dengan sang istri, ataupun menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang merupakan rahasia suami, yang tidak ingin anda diketahui. Jika ini dilakukan, jangan terkejut jika sang suami pergi ke tempat lain untuk mencari hiburan.

42. Jangan biarkan suami kesepian, jadi dekat-dekatlah dengan suami dan berbaik-baiklah di manapun bisa lakukan.

43. Jika seorang wanita yang memiliki pekerjaan, selalu ingatalah, tugas utama adalah urusan rumah tangga. Cobalah untuk menemukan jalan terbaik untuk menyelesaikan hal-hal tersebut.

44. Jangan tunjukan amarah di depan mertua ketika sang mertua sedang berkunjung ke rumah. Sebaliknya, tunjukannlah contoh yang baik ketika menyambut, beri sambutan yang hangat, serta menjamin apa yang akan dilakukan bisa menggambarkan dengan baik tentang kehidupan rumah tangga sendiri.

45. Muliakanlah dan berilah rasa hormat kepada ibu mertua dan panggilah dengan panggilan yang disukai. Jangan coba-coba membuat perselisihan dengan mertua, dan sebutkan tentang kebaikan-kebaikan yang dimiliki sang suami.

46. Tetangga oh tetangga. Ini adalah nasehat dari Rasulullah Saw, maka berusalah dengan tetangga selalu dalam kebaikan, mengingatkan dan membantu dalam mendekatakn diri kepada Allah SWT, selalu berperan serta dalam suka maupun duka. Itulah keluhuran yang dimiliki islam yang meminta manusia untuk melakukannya.

47. Perbedaan pendapat adalah sama dengan perbedaan yang ada di dalam hati. Jadi, setujulah dengan pendapat sang suami, walaupun tidak yakin dengan pendapat tersebut. Ingatlah bahwa tidak ada kepatuhan dalam hal berbuat maksiat terhadap Allah SWT. Patuhilah suami dalam kemuliaan dan nasehat-nasehat yang baik.

48. Anda bisa mendapatkan suasana damai yang diinginkan oleh suami di rumah, dengan bermain bersama anak-anak serta merangsang pemikiran, seperti permainan menyusun balok dan lain sebaliknya.

49. Anak-anak adalah anugrah yang maha indah dan tak ternilai harganya. Jangan biarkan anak-anak larut dalam kesedihan karena kelemahan yang orang tua miliki, serta pendekatan yang dilakukan menyakiti perasaan.

50. Pelajari tahap-tahap perkembangan anak dan temukan jalan terbaik sesuai dengan kemampuan dan umur anak.

51. Berikan dukungan dan semangat yang tinggi kepada suami yang berkaitan dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan selalu ingatlah akan kehidupan setelah kematian, baik pada diri sendiri maupun suami.

52. Hidup berfoya-foya dalam perkawinan akan melemahkan hubungan anda dengan Allah SWT dan membuatnya hilang sama sekali. Allah SWT tidak suka kepada orang yang hidup dengan berfoya-foya. Namun, bijaksana mengatur keuangan, dan janganlah merasa membutuhkan yang lain jika sebenarnya tidak membutuhkan.

53. Kebahagiaan suatu perkawinan sesungguhnya bukan berarti tidak adanya perselisihan. Bahkan sebaliknya, ini berarti sang suami atau istri memiliki cara yang bijaksana dalam menyelesaikan masalah tersebut secara bersama-sama, tidak memberikan peluang kepada orang lain untuk turut campur ke dalam hubungan rumah tangga.

54. Berhati-hatilah terhadap perselisihan ketika anak-anak berada di rumah, atau mengencangkan suara di depan anak-anak, karena anak-anak akan mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tua. Perselisihan tersebut akan terprogram di benak anak-anak, yang akan berpengaruh terhadap kehidupan selanjutnya.

55. Jangan berikan ruang kepada orang lain yang ingin turut campur dalam kehidupan rumah tangga, dan jangan izinkan siapapun untuk mencampuri urusan rumah tangga. Hindari berbagai rahasia dengan teman-teman tentang kehidupan keluarga.

Diantara yang telah diuraikan di atas, pada dasarnya tidak dapat dibatasi hanya dengan pelayanan yang bersifat material dan biologis saja. Tetapi hanya sebagai sarana untuk mencapai kebutuhan yang lebih mulia dan tinggi, yakni kebutuhan rohani, cinta, kasih sayang, dan barakah dari Allah.

http://www.facebook.com/note.php?note_id=397848800016

Advertisements

2 thoughts on “Cara Menggapai Perkawinan Yang Berbahagia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s