Menjadi Ibu Teladan


Oleh : Ida Nur Laila

Kapankah saatnya kita menjadi ibu ? Secara biologis, kita menjadi ibu tatkala telah memiliki anak. Mau tidak mau, kita akan disebut sebagai ibu oleh anak kita. Namun apakah kita telah benar-benar “menjadi ibu” dalam pengertian yang lebih hakiki ? Menjadi ibu yang bisa mencurahkan cinta, kasih dan sayang kepada anak-anak, yang bisa memberikan contoh keteladanan kepada anak-anak, yang bisa membimbing dan mengarahkan anak-anak menuju surga ?

Tidak cukup berbekal keinginan dan naluri semata-mata untuk bisa menjadi ibu teladan. Diperlukan sejumlah usaha spiritual, intelektual, moral dan manajerial, agar kita layak menjadi ibu teladan.

Spiritualitas Ibu Teladan
Ibu Teladan selalu memenuhi kegiatan keseharian dengan ruhaniyah yang tinggi. Kondisi spiritualitas (ruhaniyah) ini akan menjadi landasan dalam membentuk dan mendidik anak-anak.

1. Melingkupi suasana rumah tangga dengan spiritual
Ini yang disebut sebagai spiritual parenting, yaitu selalu berusaha melingkupi rumah dengan suasana spiritual. Di antaranya adalah dengan pelaksanaan ibadah, perilaku ibu yang positif, penampilan, kata-kata, dan sikap ibu yang religius. Bahkan pilihan kisah, lagu, juga hiburan dalam keluarga yang mendekatkan kepada arahan Tuhan serta jauh dari unsur kemaksiatan. Itu semua akan membuat semua anggota keluarga terwarnai dengan suasana ruhaniyah.

2. Mencetak generasi dengan sentuhan spiritual
Hal ini antara lain dilakukan dengan memenuhi etika dan tuntunan agama dalam kegiatan keseharian. Agama telah memberikan bimbingan detail semenjak etika hubungan seksual suami isteri, tuntunan selama kehamilan, hingga tuntunan menyambut kelahiran anak. Setelah anak lahir, agama memberikan tuntunan dalam menunaikan hak anak, memberikan makanan yang halal, pakaian dan tempat tinggal yang halal, mendoakan anak, memberikan pendidikan yang berkualitas, dan lain sebagainya.

Intelektualitas Ibu Teladan
Ibu Teladan adalah ibu yang cerdas, pintar, smart, banyak memiliki ilmu pengetahuan baik ilmu agama, pengetahuan umum maupun ketrampilan.

1. Senantiasa belajar meningkatkan kualitas dan kuanititas ilmu pengetahuan
Para ibu harus banyak menimba ilmu pengetahuan dengan berbagai macam cara belajar. Sangat banyak ilmu yang diperlukan untuk menjadi ibu taladan. Hal ini penting dilakukan para ibu, bukan hanya untuk konsumsi dirinya sendiri, akan tetapi hal ini akan menjadi contoh bagi anak-anak di dalam rumah, bahwa ibu tidak pernah berhenti belajar. Di sisi yang lain sekaligus memberikan suasana belajar dalam kehidupan rumah tangga.

2. Mengerti cakupan keilmuan yang diperlukan
Sangat banyak ilmu yang perlu diketahui untuk menjadi ibu teladan. Di antara ilmu yang harus dikuasai oleh para ibu adalah ilmu agama yang meliputi aqidah, ibadah, syari’ah, akhlaq; ilmu pengetahuan umum misalnya matematika, bahasa, pengetahuan alam, ilmu sosial, ekonomi, kesehatan, sastra, budaya, sejarah dan lain sebagainya; ilmu keahlian seperti ilmu mendidik anak, ilmu manajemen, komunikasi dan lain sebagainya.

Moralitas Ibu Teladan
Ibu Teladan selalu menampilkan akhlak mulia dalam kehidupan kesehariannya. Para ibu selalu menjaga perkataan, perbuatan, penampilan, pakaian dan perilaku keseharian agar bisa menjadi contoh teladan dalam kebaikan.

1. Menghiasi diri dengan keindahan akhlak
Karena ibu selalu menjadi teladan dan rujukan bagi anak-anak, maka akhlak harus maujud dalam kehidupan kesehariannya. Sekali ibu memberikan contoh perilaku menyimpang, maka akan diingat oleh anak dan menjadi referensi bagi kehidupan mereka. Para ibu harus berupaya dengan bersungguh-sungguh untuk selalu menetapi akhlak mulia.

2. Menjauhkan diri dari berbagai macam sifat tercela
Para ibu tidak boleh membiasakan diri melakukan perbuatan yang tercela, seperti berdusta, berkata kotor dan jorok, berpenampilan yang tidak menunjukkan kemuliaan dirinya, mudah marah, mudah mengeluh, dan lain sebagainya. Banyak ibu yang belum bisa memberikan contoh keteladanan kebaikan bagi anak-anaknya, karena mereka tidak berusaha menjauhkan diri dari sifat dan perbuatan yang tercela.

Kata-kata dan nasihat kepada anak-anak tidak akan banyak manfaatnya. Yang lebih memberikan penaruh kuat pada kepribadian anak adalah contoh keteladanan nyata, dengan akhlak mulia dan menjauhi perbuatan tersela.

Ketrampilan Menjadi Ibu
Ibu Teladan harus memiliki sejumlah ketrampilan untuk mengelola urusan rumah tangga dan mendidik anak-anaknya. Sebagai ibu sangat banyak yang harus dilakukan, apalagi apabila ibu juga bekerja di luar rumah mencari tambahan penghasilan untuk keluarga. Harus memiliki sejumlah ketrampilan agar semua urusannya bisa berjalan dengan sukses.

1. Ketrampilan Mendidik Anak
Para ibu harus mampu melakukan proses pendidikan bagi anak-anak mereka. Untuk bisa mendidik, tidak cukup hanya dengan ilmu akan tetapi perlu ketrampilan. Perlu menguasai ketrampilan praktis, seperti memandikan dan menggendong anak dengan benar, menyusui anak dengan benar, mengatasi tangisan anak, mengetahui gejala sakit pada anak-anak. Hingga ketrampilan membersamai anak dalam semua perjalanan usia, dari bayi hingga mereka dewasa dengan kondisi yang berbeda-beda.

2. Ketrampilan Interaksi dan Komunikasi
Salah satu faktor utama dalam kebaikan keluarga adalah pada interaksi dan komunikasi di antara semua anggotanya. Oleh karena itu para ibu harus memiliki ketrampilan interaksi dan komunikasi agar tercipta suasana yang harmonis dalam rumah tangga. Para ibu harus pandai berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak-anak, agar semua anak merasa nyaman berada di rumah.

3. Ketrampilan Sosial
Kehidupan rumah tangga tak akan bisa berjalan sendiri. Kita berada dalam komunitas masyarakat yang saling membutuhkan satu dengan lainnya. Untuk itu para ibu harus memiliki ketrampilan untuk berinteraksi sosial secara efektif dengan tetangga dan lingkungan sekitar. Para ibu tidak boleh hanya mengurung diri di kamar tanpa mengenal dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dengan ketrampilan sosial ini, para ibu akan bisa memberikan warna kebaikan bagi tetangga dan masyarakatnya.

Manajemen Kerumahtanggaan
Ibu Teladan harus menguasai manajemen kerumahtanggaan. Para ibu adalah pengelola urusan rumah tangga, bersama suami sebagai pemimpin rumah tangga. Di antara manajemen kerumahtanggan yang diperlukan adalah:

1. Membuat perencanaan kehidupan rumah tangga
Rumah tangga harus memiliki perencanaan untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Di antara perencanaan yang diperlukan adalah pembuatan anggaran belanja, serta perencanaan pengembangan profesi maupun potensi masing-masing anggota keluarga. Para ibu perlu memiliki rencana yang matang untuk kebaikan perjalanan rumah tangga. Diantara contoh perencanaan adalah, kemana anak-anak akan disekolahkan, spesialisasi keilmuan apa yang semestinya dikuasai setiap anak, dan lain sebagainya.

2. Melakukan evaluasi berkala dalam rumah tangga
Perencanaan tidak akan bisa berjalan dengan baik apabila tidak ada evaluasi. Untuk itu dip
erlukan evaluasi berkala terhadap berbagai hal yang ada dalam rumah tangga, semenjak penunaian kewajiban masing-masing pihak, realisasi rencana keluarga, pendidikan anak, kualitas ibadah, dan lain sebagainya. Para ibu harus pandai melakukan evaluasi atas berbagai kondisi yang ada di dalam rumah tangganya, terutama yang menyangkut kondisi anak-anak.

3. Membuat jadual kegiatan keseharian
Di antara hal yang membantu efektivitas waktu adalah jadual kegiatan keseharian. Para ibu perlu memiliki jadual kegiatan, sehingga tidak akan hanyut dalam irama rutinitas kehidupan sehari-hari. Sejak dari bangun tidur sampai berangkat tidur lagi harus jelas agenda kegiatan yang akan dilakukannya. Ada waktu untuk pendekatan kepada Allah, waktu untuk peningkatan potensi diri, waktu untuk suami, anak-anak, juga masyarakat.

4. Disiplin dengan jadual yang telah ditetapkan
Jadual tidak banyak memberi manfaat apabila tidak ada kedisiplinan di dalam penuaiannya. Untuk itu para ibu harus disiplin dengan jadual yang sudah dibuat agar tidak ada waktu yang terbuang percuma.

5. Menghindari pemubadziran waktu
Di antara penyakit waktu adalah pemubadziran. Di antara penyakit waktu para ibu adalah berlebihan dalam mengobrol dengan teman, berlama-lama melakukan kegiatan yang tidak terlalu bermanfaat, istirahat yang berlebihan, terlalu banyak menonton TV dan lain sebagainya. Para ibu harus pandai mengelola waktunya yang sangat terbatas agar semua bisa berjalan dengan lancar tanpa ada yang terlantarkan.

http://wonderful-family.web.id/?p=275#more-275

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s