Mengapa Anak Menjadi Cengeng?


anak menangisMengapa anak menjadi cengeng? Tangisan adalah salah satu bentuk cara anak untuk berkomunikasi dan mengungkapkan keinginannya. Bagi batita atau anak usia dibawah tiga tahun dimana kemampuan verbalnya belum cukup mampu digunakan untuk berkomunikasi, sepertinya tangisan tidak bisa dihindarkan. Namun, meski begitu, secara perlahan tangisan atau kecengengan ini harus dihilangkan.

Sebenarnya tidak setiap kali anak menangis bisa disebut cengeng. Pada kondisi tertentu tangisan itu adalah wajar, dan sama sekali tidak bisa disebut sebagai cengeng. Misal anak sedang sakit, kelelahan, ketakutan, bertemu dengan orang baru, atau sedang diringgal orang yang secara emosional dekat dengannya, semisal orang tua atau orang yang mengasuhnya.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan anak gampang menangis; (Ike R. Sugiyano, Psi.)

  1. Emosi ibu tak stabil saat hamil.
    Kalau mau dirunut ke belakang, salah satu penyebab anak gampang menangis adalah kondisi psikologis ibu kurang mendukung saat hamil, seperti sedang banyak masalah, sehingga emosinya tidak stabil. Kondisi ini bisa “menular” pada janin dan bila tidak terselesaikan, bukan tidak mungkin terus terbawa hingga batita.
  2. Anak cenderung lebih sensitif.
    Selain itu, ada anak-anak yang memang lebih sensitif. Perasaannya halus, sehingga apa saja gampang memancing tangisannya. Ada orang bersuara keras, ia menangis, karena merasa dirinya sedang dimarahi.
  3. Orangtua tidak konsisten.
    Kalau diperhatikan, ada juga anak yang selalu menangis saat melakukan kesalahan sehingga orangtua merasa kasihan atau mengurungkan niat untuk menegur atau menghukumnya. Meski masih batita, anak sudah bisa melihat celah, menggunakan tangisnya sebagai upaya terhindar dari hukuman atau teguran.
  4. Pola asuh.
    Pola asuh orangtua juga ikut berperan. Anak yang serba dilarang akan tumbuh menjadi pribadi penakut atau pencemas. Ia selalu tidak yakin dengan apa yang dilakukannya. Akibatnya ia mudah menangis bila menghadapi situasi yang membuatnya takut atau khawatir.
  5. Anak dimanja.
    Anak yang serba boleh atau dimanja berlebihan juga berpotensi menjadi anak cengeng. Ia akan menggunakan tangisan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Apalagi kalau anak ini sudah bisa “menandai” orangtua akan memberikan apa saja kalau ia menangis di muka umum. Menangis menjadi pilihan caranya manakala menginginkan sesuatu.
    Jika anak memiliki kecenderungan gampang menangis seperti ini, Anda masih bisa memperbaiki perilakunya. Orangtua perlu tekun memberikan penjelasan dan menstimulasi anak untuk mengungkapkan apa yang diinginkannya. Komunikasi yang baik perlu dibangun agar anak belajar mengungkapkan kebutuhannya, bukan dengan menangis tanpa sebab.
    Selain itu, jangan memberi label “cengeng” pada anak yang gampang menangis seperti ini. Pelabelan “cengeng” ini jika terjadi terus menerus, membuat anak yakin bahwa dirinya memang cengeng. Jadi sah saja baginya untuk terus menangis meski tak ada penyebab berarti.

Sumber: Kompas

Advertisements

2 thoughts on “Mengapa Anak Menjadi Cengeng?

  1. arminbell said: Sharing yang bermanfaat banget, kebetulan anak saya masih kecil… bulan depan setaun. Makasih untuk berbagi “^_^/Salam

    sama2..alhamdulillah bila bermanfaat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s