Perlukah Belajar Teknologi Digital di Usia Dini ?


Tak perlu diperdebatkan lagi, ini adalah era teknologi, era digital. Tak ada lagi bagian dari kehidupan ini yang tak tersentuh digitalisasi. Rasanya akan begitu terbelakangnya kita jika tak segera mengajarkan dan menerapkan teknologi teknologi kepada anak sejak dini. Kita akan begitu cemas jika sang anak menjadi gaptek, karena betapa banyaknya aktivitas pembelajaran yang membutuhkan teknologi dan digitalisasi, mulai dari distance learning, e-book, digital library, e-learning, google search dan sebagainya. Tapi, perlukah teknologi digital diajarkan sejak dini ?

Teknologi identik dengan alat bantu dan kemudahan. Lihatlah betapa sebilah kalkulator telah membuat urusan hitung-menghitung menjadi begitu sederhana dan cepat. Lihatlah betapa google search membuat kita mampu mendapatkan informasi sangat banyak dalam waktu singkat. Lihatlah betapa game online jauh lebih asyik dan tak menguras tenaga dibandingkan main enggrang.

Tapi, lihat pulalah, ulah kalkulator telah membuat seorang siswa SMA tak mampu menjawab 18 X 5 dengan cepat secara manual. Ulah laptop, anak-anak kita bisa mati kutu dan mati gaya hanya karena listrik mati. Gara-gara Facebook, siswa-siswa kita tetap online dan update status saat guru sedang mengajarkan Fisika. Dan ketika saya meminta para karyawan untuk berkreasi pada sebuah sesi digital assessment center, maka langkah pertama mereka adalah : Search !!!

Teknologi usia dini telah membuat anak-anak kita tercerabut dari akar dan pondasi. Canggih, tapi tak mampu menciptakan kecanggihan, karena tak pernah tahu darimana kecanggihan itu terjadi dan bagaimana kecanggihan itu tercipta. Shortcut, tapi tak pernah paham bagaimana jalan pintas itu diringkas dari sebuah jalan panjang yang sistematis. Seorang siswa SMA secara manual menjawab 5C + 9D sebagai 14 CD, karena tak pernah tahu asal-muasal lahirnya hitungan tersebut. Ranchodas dalam Three Idiots telah menertawakan itu semua.

Mungkin kita banyak lupa, bahwa usia dini adalah usia di mana anak belajar tentang prinsip, tentang hakekat, tentang asal-usul, secara pre-operasional lewat bermain. Biarkan mereka menjadi manusia manual, agar mereka paham sejarah digital. Biarkan mereka belajar jalan panjang, agar kelak tahu jalan pendek. Ijinkan mereka menyelesaikan masalah tanpa alat bantu, agar mereka tak tergantung dengan bantuan, bahwa diri mereka adalah alat bantu terbaik. Ikhlaskan mereka hidup dengan kesulitan, agar kelak mereka tidak cengeng dan mampu menciptakan kemudahan.

Atau, kita akan kembali mengulang kesalahan generasi ? Hari ini telah hadir begitu banyak teknolog dangkal bergelar doktor, karena mereka belajar teknologi tapi tak belajar sains sebagai induk teknologi. Hari ini banyak siswa tahu jalan pintas mengerjakan soal-soal ujian, hasil didikan bimbel, tapi tak tahu logika sistematis untuk menjawab soal-soal tersebut. Hari ini banyak mahasiswa yang menghafal puluhan rumus statistika inferensial, tanpa pernah tahu bahwa asal-muasal dari puluhan rumus itu sebenarnya hanyalah turunan dari 2 rumus dasar : z-score dan Pearson Product Moment.

Kemarin, saya menjadi pembicara dalam sebuah seminar “Guru Eksis tanpa Narsis”, di Bandung. Di sana, para guru mengeluh tentang tingkat ketergantungan dan kecanduan tinggi para siswa terhadap teknologi digital. Tentunya bukan kesalahan teknologi, karena teknologi sangat kita butuhkan. Namun, ketika teknologi canggih diperkenalkan kepada anak yang belum mampu mengendalikan teknologi, maka mereka akan dikendalikan teknologi. Alat bantu dan kemudahan yang diberikan pada waktu yang tidak tepat hanya akan menghasilkan kemanjaan, kemalasan, kecanduan dan ketergantungan. Wallahu ‘alam bish-shawab.

postingan Adriano Rusfi di forum Millenial Learning Center

Advertisements

3 thoughts on “Perlukah Belajar Teknologi Digital di Usia Dini ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s