Selalu “Young and Fresh” di Hadapan Isteri


Trit sebelumnya :
Suami Ideal 1: Disayangi Isteri, Bukan Ditakuti

Suami Ideal 2 : Menundukkan Ego untuk Keharmonisan Keluarga

Suami Ideal 3 :Selalu Membahagiakan Isteri
Suami Ideal 4 :Fokus Melihat Sisi Kebaikan Isteri

Suami Ideal 5 : Mengenali Perubahan dan Perkembangan Isteri

Suami Ideal 6 :Mendekat Kepada Isteri, Bukan Menjauhi
Suami Ideal 7 :Memiliki Ketrampilan Praktis Kerumahtanggan
Suami Ideal 8 :Mendorong Isteri untuk Berprestasi

Selalu “Young and Fresh” di Hadapan Isteri

Oleh : Cahyadi Takariawan


Sudah cukup banyak karakter suami ideal saya sampaikan, pada postingan terdahulu. Rasanya semakin jauh saja jarak diri saya dengan idealitas sebagai suami. Namun saya masih ingin menambahkan lagi. Bagian sebelumnya, telah kita bahas karakter suami ideal pertama hingga kedelapan, saat ini saya ingin menambah satu karakter berikutnya.

Kesembilan, suami ideal selalu tampak “young and fresh” di hadapan isteri. Banyak suami yang menuntut isteri dalam bentuk yang perfect, seperti harus selalu wangi, segar, harum, berdandan menarik, berpenampilan menyenangkan, dan lain sebagainya. Namun dirinya sendiri tampak tidak memperhatikan penampilan saat di rumah. Bau keringat yang menyengat, penampilan yang apa adanya, tidak menampakkan kerapian dan keserasian dalam berpakaian, menjadi sesuatu yang khas saat di rumah.

Beberapa kalangan suami merasa kewajibannya mencari nafkah telah dilakukan, sehingga menguras tenaga, pikiran, waktu dan perhatiannya. Sampai di rumah terasa sangat jenuh dan lelah. Berharap mendapatkan hiburan dan hal-hal yang menyenangkan saat di rumah, dan tidak ingin mendengarkan keluhan masalah. Di rumah adalah saat istirahat melepas lelah dan kepenatan kerja. Saatnya rehat melupakan berbagai beban-beban dan persoalan yang menumpuk dari kantor atau dari interaksi dengan banyak kalangan di luar rumah.

Ia lupa, isterinya juga lelah dan memiliki hak untuk istirahat. Andai isterinya tidak bekerja di luar rumah sekalipun, kegiatan sehari-hari di dalam rumah telah menyita banyak tenaga, pikiran dan perhatian. Aktivitas yang seharian dilakukan bersama anak-anak dan lingkungan, menimbulkan kelelehan dan kejenuhan tersendiri.

Tampil Young and Fresh

Kantor tempat anda bekerja menuntut anda untuk memberikan tenaga segar, pikiran jernih, dan dedikasi yang tinggi. Organisasi tempat anda beraktivitas juga menuntut hal yang sama. Rekan-rekan dan sahabat juga menghendaki anda selalu tampil ceria dan elegan. Maka, demikian pula isteri dan anak-anak di rumah. Mereka berhak mendapatkan anda dalam keadaan selalu segar dan bergairah saat di rumah.

Tidak layak semua tenaga, pikiran dan perhatian anda habiskan di kantor dan di tempat berkegiatan di luar rumah. Sementara anda pulang dengan membawa tenaga sisa, pikiran sisa, hati sisa, dan perhatian sisa. Cinta dan kasih sayang seperti apa yang anda harapkan tumbuh berkembang di dalam kehidupan keluarga apabila semua dibangun di atas sisa-sisa ?

Usia kita akan terus bertambah bilangannya, kita pasti semakin menua. Namun semangat dan gairah hidup berumah tangga harus selalu dijaga agar selalu muda dan segar. Young and fresh, tidak luntur, tidak memudar, dan tidak menghilang seiring bertambahnya usia biologis maupun usia pernikahan kita.

Jika sebagian orang percaya ada gejala puber kedua, maka arahkan puber tersebut untuk menyegarkan hubungan dengan isteri anda. Jangan mencari-cari dari selain isteri anda. Semangat puber –kalaupun itu ada—justru menjadi pupuk yang menyuburkan cinta dan kasih sayang dalam keluarga, sehingga anda semakin bersemangat, bergairah dan selalu tampil segar layaknya anak-anak muda yang tengah jatuh cinta.

“Pohon Masalah”, Tempat Meletakkan Segala Beban

Bagaimana agar kita bisa tampil young and fresh saat di rumah ? Milikilah “pohon masalah” yang anda tanam di halaman depan rumah anda. Pohon itu anda pelihara dengan baik, sehingga menjadi rindang dan asri di halaman depan rumah. Namun jika halaman depan rumah anda cukup sempit, cukuplah anda memiliki tong sampah, tempat anda membuang semua masalah yang anda bawa dari luar rumah.

Setiap hari, setiap kali anda pulang dari bekerja, atau pulang dari berkegiatan, letakkanlah semua beban masalah anda pada bagian-bagian dari cabang dan ranting pohon itu. Ya, letakkan saja semua permasalahan dan kejenuhan anda berkegiatan seharian, di pohon tersebut. Jika anda tidak memiliki pohon, buang semua beban masalah anda di tong sampah yang anda sediakan secara khusus di depan rumah.

Setelah anda letakkan semua beban masalah tersebut, barulah anda mengetuk pintu rumah, dan memasukinya.

Selelah apapun kerja seharian, sejenuh apapun berkegiatan seharian, kini anda adalah seorang suami yang tampil segar di hadapan isteri. Kini anda adalah ayah yang tampil segar di hadapan anak-anak. Semua beban permasalahan telah anda simpan dan anda letakkan di luar rumah, tidak anda bawa masuk ke dalam rumah.

Apabila anda tidak menyimpan beban masalah tersebut di luar rumah, maka pasti anda akan masuk ke dalam rumah dalam wajah yang jenuh, kusam, tidak segar, dan secara emosi : mudah marah serta mudah tersinggung. Isteri yang sangat ingin berdekatan dan bermanja mesra dengan anda, menjadi tidak tega untuk “mengganggu” anda karena tampak lelah dan jenuh. Kalau hal itu terjadi setiap hari, pasti akan menyebabkan persoalan dalam perasaan kedekatan dan keintiman hubungan dengan isteri.

Demikian pula dengan anak-anak. Betapa sangat ingin mereka bermain-main dengan ayahnya. Pada banyak keluarga modern, anak-anak bangun pagi dan menjumpai ayah mereka sudah berkemas-kemas hendak pergi. Ayah mereka harus berangkat pagi-pagi agar tidak terkena macet di jalan. Belum sempat bercanda dengan sang ayah, mereka harus melepas ayah berangkat kerj
a. Pulang sudah cukup malam, saat anak-anak pulas tidur. Praktis tidak ada kesempatan dan waktu yang leluasa untuk bercanda dan bersantai dengan ayah tercinta.

Oleh karena itu, setiap ada kesempatan, tampillah segar dan bersemangat di hadapan isteri dan anak-anak. Jangan lagi membawa beban kantor masuk ke dalam rumah. Jangan lagi membawa masalah organisasi masuk ke dalam kehidupan keluarga. Cukuplah semua beban permasalahan anda letakkan pada pohon masalah, atau pada tong sampah yang anda sediakan di depan rumah.

Begitu mengetuk pintu, dan anda masuk ke dalam rumah, tampaklah anda sebagai suami yang segar, bersemangat, penuh kehangatan dan perhatian. Tampaklah anda sebagai ayah yang segar, berselera humor tinggi untuk bercanda dengan anak-anak. Dengan demikian, isteri mendapatkan anda menjadi suami yang selalu bergairah, selalu segar, walau seharian telah sangat lelah berkegiatan.

Jangan Mengabaikan Hal-hal Kecil

Di antara hal yang membantu kita untuk tampil energik dan segar adalah dengan memperhatikan hal-hal yang sering dianggap kecil atau remeh. Oleh karena itu para suami jangan menganggap enteng dan jangan mengabaikan hal-hal kecil dalam kehidupan berumah tangga.

Contohnya adalah kebiasaan membawakan oleh-oleh setiap kali suami pulang dari bepergian jauh, kendatipun oleh-oleh tersebut secara ekonomi hanya bernilai beberapa ribu rupiah saja, bukan barang yang mahal. Kebiasaan kecil ini mampu merekatkan hubungan dan perasaan cinta antara suami dengan isteri. Jangan menganggap sepele untuk menyampaikan ucapan selamat dan kata-kata penghargaan atas hari-hari istimewanya, atau prestasi yang berhasil diraih.

Jangan menyepelekan ucapan dan sapaan yang manis serta lembut kepada isteri, jangan pula menganggap kecil arti senyum manis terhadap isteri. Jangan mengabaikan penampilan yang bersih, rapi, wangi dan menarik di hadapan isteri. Jangan anggap ringan bau badan, bau mulut, serta bau pakaian yang tidak sedap. Jangan mengabaikan sentuhan mesra, gandengan serta elusan tangan, kecupan di pipi dan dahi isteri. Jangan mengabaikan belaian mesra, serta pelukan yang lembut setiap bertemu dengannya.

Kata-kata “I love you” adalah ringan dan sederhana, namun itu sangat bermakna bagi isteri karena menunjukkan cinta anda tidak pernah padam kepadanya. Ungkapan “Aku merindukanmu” terdengar sangat menyejukkan di hati isteri karena menunjukkan dirinya sangat anda butuhkan. Kalimat “Engkau cantik sekali” kelihatan sangat remeh, namun memberikan dampak yang besar pada isteri karena anda mampu memberi apresiasi yang positif atas penampilannya.

Hal-hal yang seperti itu seringkali dianggap kecil dan remeh, padahal bisa menumpuk menjadi besar. Jika anda menanamkan investasi kebaikan dari yang kecil-kecil secara rutin, lama kelamaan akan menumpuklah investasi kebaikan anda. Demikian pula sebaliknya apabila investasi anda adalah ketidakbaikan, akan bisa menumpuk menjadi api di dalam sekam yang bisa menghanguskan cinta dalam keluarga anda.

Demikianlah karakter suami ideal yang kesembilan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s