JIWA-JIWA SURGA


Saudaraku…

dalam mengarungi dan menapaki jalan dakwah ini, seringkali kita dihadapkan dengan apa yg disebut dg ‘batas-batas’…

Ya…batas-batas itulah yg kita istilahi dg UDZUR…

Memaknai batas kadang memberi kita permakluman untuk mengambil ‘udzur.

Selalu ada pembenaran atas setiap langkah mundur yang kita ambil.

Selalu ada alasan untuk berlama-lama di tiap perhentian yang kita singgahi.

Tetapi di jalan cinta para pejuang, para kstaria agung itu bertanya pada hati.

Dan mereka menemukan jawab yang membuat jiwa menari di atas batas, meski jasad harus bersipayah mengimbanginya.

Mari kita kenali profil seorang ‘Amr ibn Al Jamuh, ketika lelaki pincang dari Bani Najjar itu diminta rehat ketika hari Uhud tiba.

“Dengan kaki pincangku inilah”, katanya, “Aku akan melangkah ke surga!”

Jiwanya menari di atas batas, dan Sang Nabi di hari Uhud bersaksi, “Ia kini telah berada di antara para bidadari, dengan kaki yang utuh tak pincang lagi!”

Subhanallah…

Juga kita kenali seorang Syaikh Ahmad Yasin, yang dengan segala keterbatasannya —sampe2 kemana-mana mesti ditandu— tapi bisa menggetarkan israil laknatullah ?

sebenarnya bisa saja syaikh Ahmad Yasin ‘cuti’ atau ‘mundur’ dari medan jihad…

apalagi kondisi yg dimilikinya mendukung utk itu…

Udzur Syar’i… demikian kita menyebutnya…

Tapi Syaikh Yasin tetap dalam semangat jihad…hingga ia menemui Allah dg wajah tersenyum…

Saudaraku….

Dengan nikmat Allah yang begitu besar atas jiwa dan raga ini, apa yang harus kita katakan pada ‘Amr ibn Al Jamuh, Ahmad Yassin, dan orang-orang semisal mereka saat kita lebih banyak diam dan santai?

Dengan kemudaan ini, mari kita berkaca kita pada Abu Ayyub Al Anshari yang di usia delapanpuluh tahunnya bergegas-gegas ke Konstantinopel, menjadikan pedangnya sebagai tongkat penyangga tubuh sepanjang jalan.

Dan tahukah kita (kira2) apa jawabnya saat kita ingatkan bahwa ia punya ‘udzur.. ?

ternyata dia menjawab dengan sebuah pertanyaan singkat : “Tidak tahukah engkau Nak, bahwa ‘udzur telah dihapus dengan firmanNya, ‘Berangkatlah dalam keadaan ringan maupun berat!’?”

Wallahu a’lam…

Ustadz Fathur Izis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s