Cara Nabi Mengatasi Kemandulan


 
Cara Nabi Mengatasi Kemandulan – Mungkin judul ini agak tabu bagi sebagian orang. Namun, demikianlah Syaikh Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid menjadikannya sebagai salah satu sub bab dalam bukunya yang monumental; Manhaj Tarbiyah Nabawiyah Lith-Thifli. Buku yang kaya dengan hadits Nabi dan contoh aplikatif dari salafus shalih itu diselesaikan oleh penulisnya dalam kurun sepuluh tahun.

“Memang sedih rasanya bagi pasangan suami istri yang belum juga dikaruniai anak,” demikian Syaikh Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid mengawali tulisannya. “Bagaimanapun Islam juga memberikan cara berikhtiar agar mendapatkan anak.”

Bagaimana carannya? Selanjutnya kita persilakan Syaikh Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid menjelaskan kepada kita:

Diantaranya adalah dengan memperbanyak membaca istighfar. Ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi dan berkata, “Ya Rasulullah, saya belum punya anak sama sekali.”

“Mengapa kamu tidak memperbanyak saja istighfar dan bershadaqah?” jawab Rasulullah. Lalu orang itu pun melakukannya. Akhirnya, ia mendapat enam orang anak.

Menurut Allamah Mala Ali, hadits tersebut berdasarkan firman Allah dalam kisah Nabi Nuh a.s:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا * يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا * وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

“maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh : 10-12)

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dikatakan bahwa barangsiapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan menguraikan segala kekusutan hati dan melapangkan segala kesempitan dada serta memberikannya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Itulah diantara cara Nabi mengatasi kemadulan: memperbanyak istighfar dan shadaqah. Namun kita tidak boleh menyimpulkan bahwa orang yang belum punya anak adalah orang yang jarang istighfar dan shadaqah, atau orang yang banyak anak adalah ahli istighfar dan shadaqah. [bersamadakwah.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s