Cara Nabi Mendidik Anak 2


Bab 2

Bayi, dari lahir hingga berusia 2 tahun

Dari Ummul Mukminin, Aisyah ra. Bahwa Rasulullah saw besabda : ”Barang siapa yang mentarbiyah (mendidik) anak kecil sehingga mengucapkan ’Laa ilaaha illal-Laah’, maka Allah tidak akan menghisabnya” (HR. Thabrani dari Aisyah ra)

  • Amalan dan do’a ketika Mengalami kesulitan saat melahirkan

Ketika Fatimah putri Rasulullah saw sedang dalam proses melahirkan, Rasulullah saw menyuruh Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsy untuk membacakan beberapa ayat, yaitu : Ayat Kursi, Al-A’raf :54, Yunus : 3, Q.S Al-Falaq dan An-Naas

  • Beberapa Amalan Pada Hari Pertama Kelahiran

1) Mengeluarkan zakat fitrah

2) Berhak mendapat warisan

3) Ucapan selamat dan bahagia Atas Kelahiran Bayi

4) Adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri

5) Do’a dan bersyukur kepada Allah atas nikmat kelahiran

6) Mentahnik bayi

  • Beberapa amalan pada hari ke tujuh

1) Pemberian nama

2) Mencukur rambut

Imam Malik meriwayatkan bahwa Fatimah ra. menimbang rambut Hasan dan Husain, lalu bershadaqah dengan perak seberat rambut mereka.

3) Aqiqah

”Setiap anak itu tergadaikan dengan aqiqah (sebagai penebusnya) yang disembelih pada hari ketujuh sekaligus dinamai dan dicukur rambutnya pada waktu itu” (hr. Tirmidzi dan Hakim)

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam sebuah hadist marfu’ dari Asma binti Yazid

”Aqiqah merupakan hak, untuk anak laki-laki dua kambing yang sebanding da untuk anak perempuan satu kambing.”

4) Khitan

  • Menyusui Hingga 2 tahun

Q.S. Al-Baqarah ; 233

  • Hukum kencingnya anak yang masih menyusu dan Cara Pensuciannya

Imam syafi’i berpendapat bahwa kencing bayi hanya cukup dengan disiram air, sedangkan menurut Imam Hanafi, kencing bayi tetap perlu dicuci. Adapun tentang kenajisannya, sebagaimana disebutkan Imam Nawawi, para ulama bersepakat mengenainya.Akan tetapi bukanlah najis yang berat, karena pensuciannya cukuplah disiram dengan air.

  • Anak masih menyusu boleh dibawa ibunya ke mesjid
  • Anak kecil yang belum bisa buang air kencing sendiri makruh dibawa ke mesjid
  • Penjagaan dan pengasuhan anak menjadi hak ibu
  • Hak perwalian pada ayah atau yang bertanggung jawab
  • Hilfaaz Collections

    Hilfaaz Collections

Bab 3 : Cara-cara Nabi Mendidik Anak

Pertama : Panduan Dasar untuk Orang Tua dan Pendidik

  • Keteladanan

Keteladanan yang baik membawa kesan positif dalam jiwa anak. Oleh karena itu,Rasulullah SAW memerintahkan agar oranng tua bersikap jujur dan menjadi teladan kepada anak-anak mereka. Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa berkata kepada anaknya, “Kemarilah!(nanti kuberi)’ kemudian tidak diberi maka ia adalah pembohong (HR.Ahmad dari Abu Hurairah) Orang tua dituntut agar menjalankan segala perintah Allah swt dan Sunah Rasul-Nya, menyangkut perilaku dan perbuatan. Karena anak melihat mereka setiap waktu. Kemampuan untuk meniru sangat besar.

  • Memilih waktu yang tepat untuk menasehati

 

Rasulullah SAW selalu memperhatikan waktu dan tempat untuk menasehati anak-anak, agar hati anak-anak dapat menerima dan terkesan oleh nasehatnya. Sehingga mampu meluruskan perilaku mereka yang menyimpang dan membangun kepribadian yang bersih dan sehat. 3 pilihan waktu yang dianjurkan : Saat berjalan-jalan atau di atas kendaraan Waktu makan Ketika anak sedang sakit

  • Bersikap adil dan tidak pilih kasih

“Bertakwalah kepada Allah dan bersikaplah adillah terhadap anak-anak kalian “ (HR. Muslim) “Orang yang bersikap adil akan (dimuliakan) di sisi Allah di atas mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya, yaitu orang yang adil dalam hukumnya, (adil) terhadap keluarga dan apa saja yang mereka pimpin (HR. Muslim)

  • Memenuhi hak-hak anak
  • Mendoakan anak
  • Membelikan mainan
  • Membantu anak agar berbakti dan taat

“Bantulah anak-anakmu agar berbakti! Barangsiapa yang mau melakukannya, ia dapat mengeluarkan sikap kedurhakaan dari diri anaknya (HR. Thabrani)

  • Tidak banyak mencela dan mencaci

Kedua : Cara Efektif Mengembangkan Pemikiran Anak

  • Menceritakan kisah-kisah Terutama kisah-kisah yang ada dalam al-Qur’an dan Al-Hadist.
  • Berbicara langsung, Rasulullah mengajarkan kepada kita agar berbicara dengan anak secara langsung, lugas dan dengan bahasa yang jelas.
  • Berbicara sesuai dengan kemampuan akal anak
  • Berdialog dengan tenang
  • Metode praktis empiris
  • Dengan cara mendidik dan mengasah ketajaman indera anak.
  • Kebutuhan anak terhadap figure riil, Yakni Rasulullah SAW

Ketiga : Cara efektif membangun jiwa anak

  • Menemani anak
  • Menggembirakan hati anak
  • Membangun kompetisi sehat dan memberi imbalan kepada pemenangnya
  • Memotivasi anak
  • Memberi pujian
  • Bercanda dan bersenda gurau dengan anak
  • Membangun kepercayaan diri seorang anak
  • Mendukung kemauan anak Membangun kepercayaan sosial
  • Membangun kepercayaan ilmiah
  • Bermula dengan mengajarkan Al-qur’an, hadist dan sirah nabawiahnya
  • Membangun kepercayaan ekonomi dan perdagangan
  • Dengan melatih anak melakukan praktik jual beli, mengajaknya ke pasar dan membiarkannya membeli barang yang diinginkannya.
  • Panggilan yang baik
  • Memenuhi keinginan anak
  • Bimbingan terus menerus

Dibanding semua mahluk hidup, masa kanak-kanak manusia adalah paling panjang.
Ini semua kehendak Allah, agar cukup waktu mempersiapkan diri menerima taklif (kewajiban memikul syariat)

  • Bertahap dalam pengajaran

Seperti ketika mengajarkan shalat. Dalam hadist dikatakan : “Perintahkanlah anakmu untuk shalat ketika berusia tujuh tahun dan pukullah mereka (jika enggan shalat) ketika berumur 10 tahun. Imbalan dan hukuman (Reward and punishment)

dr. Ariani, http://parentingislami.wordpress.com

//


SavedURI :Show URL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s