Perjalanan Beraroma Semerbak


Tulisan sebelumnya Ketika Kami Membangun Kebersamaan

Indahnya Kebersamaan Di Jalan Da’wah

Rasulullah saw bersabda: “tiga hal yang bisa menghalangi kedengkian dalam hati seorang muslim yaitu keikhlasan beramal karena Allah, menasihati pemimpin kaum muslimin dan berpegang pada jama’ah muslimin.” (HR.Turmudzi)

Dalam hadits ini, rasul mengatakan bahwa sikap berusaha untuk tetap berada bersama komunitas muslimin akan bisa membersihkan hati dari kedengkian dan kebencian. Dalam hidup ini , setiap orang mempunyai kelompok dan jama’ahnya sendiri-sendiri. Dan setiap kelompok mempunyai simbol dan syiarnya sendiri-sendiri. Tapi setiap orang,jika tidak diikat dan dihimpun oleh al haq maka ia akan tercerai berai.

 

Kewajiban Memang Lebih Banyak Dari Waktu

Dalam hukum islam betapa pentingnya penggunaan waktu dengan baik dan islam telah menekankan agar kita tidak tasahul (meremehkan)dan melanggar batas-batas penggunaan waktu. Perhatikanlah firman Allah swt:

“Sesungguhnya shalat itu atas kaum mukminin berupa kewajiban yang telah ditentukan waktunya.” (QS. An Nisaa :103)

Disinilah terdapat hikmah yang amat dalam mengapa Allah swt dan rasulullah saw menyebutkan secara khusus penekanan waktu diantara sekian banyak tuntutan kewajiban seorang muslimin. Kami pun menyadari bahwa kewajiban lebih banyak ketimbang waktu yang tersedia.

ü Memetik Buah Manfaat Dari Kelebihan Saudara

Salah satu hikmah paling berharga dari persentuhan intensif kami dengan sesama di jalan ini adalah kami semakin mampu memperoleh tenaga dari kelebihan masing-masing saudara. Di jalan ini , kami merasakan pantulan cermin yang begitu jelas dan kuat dari mereka. Kami bercermin dari keistimewaan itu, dan mencoba menghayati sabda rasulullah saw tentang pintu-pintu surga. Dalam hadits shahi yang disebutkan “surga mempunyai delapan pintu. Barangsiapa yang termasuk golongan ahli shalat ia akan dipanggil dari pintu shalat…” (Muttafaq ‘Alaih)

Atmosfir Keshalihan Dari Saudara Shalih

Disinilah kami bisa berjumpa dan berinteraksi secara baik dengan orang-orang shalih,baik mereka yang berusia muda maupun yang sudah sepuh. Pertemuan kami dengan mereka ternyata membawa pengaruh ruhaniyah yang begitu kuat. Kami bisa merasakan suplay energi yang besar saat kami bertemu dan berinteraksi dengan mereka. Sebagaimana yunus bin ubaid yang mengakui kenikmatan besar ketika melihat al hasan al bashri rahimahullah. Ia mengatakan “seseorang bila melihat manfaat dari dirinya,meski orang itu tidak melihat al hasan al bashri beramal dan mengeluarkan ucapan apapun.” (Risalah Al Mustarsyidin,Abi Abdillah Al Haris Al Muhasibi, Hal. 60)

Amal Shalih Yang Tersembunyi

Dalam kebersamaan dan keseringan interaksi seperti itu kami mendapatkan pelajaran lain di jalan ini bahwa ketersembunyian terkadang tetap diperlukan. Karena kebersamaan dan kedekatan yang terus menerus bisa saja menghamparkan jebakan lain yang bisa menodai kebersamaan itu sendiri. Itulah yang dikatakan imam ibnul qayyim rahimahullah bahwa berkumpulnya orang-orang beriman tetap menyimpan marabahaya yang harus diwaspadai. Pertama tatkala dalam perkumpulan itu satu sama lain saling menghiasi dan membenarkan. Kedua,ketika dalam perkumpulan itu pembicaraan dan pergaulan antar mereka menjadi kebutuhan. Ketiga,ketika pertemuan mereka menjadi keinginan syahwat dan kebiasaan yang justru menghalangi mereka dari tujuan yang diinginkan. (Al Fawa-Id,60)

Amal Shalih Yang Harus Tetap Ditampilkan

Jika ada seseorang terhalang melakukan kebaikan dengan alasan khawatir riya,maka keterhalangannya tidak bisa diterima karena beberapa alasan. Pertama amal-amal shalih yang diperintahkan Allah swt tidak boleh terhalang karena kekhawatiran riya. Kedua prinsip yang dipegang para salafushalih adalah penilaian atas yang lahir,tidak menghukumi yang tidak terlihat. Ketiga keraguan menampilkan dan melakukan amal-amal shalih karena riya,akan menambah tekanan bagi orang yang melakukan amal shalih. Keempat tuduhan dan anggapan bahwapelaku kebaikan adalah riya, adlah perilaku orang-orang munafiqin. Sikap ini dijelaskan secara nyata dalam firman Allah swt pada surat At Taubah ayat 79.

Membina Orang Lain Sama Dengan Membina Diri Sendiri

Ketika sudut pandang da cara berpikirnya sudah terpola dengan sudut pandang akidah islam. Itulah kebahagiaan yang kami rasakan di jalan ini. Ketika ini terjadi kami berdo’a agar Allah swt menjadikan amal ini sebagaimana yang disebutkan Rasulullah saw, “jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang melalui perantara dirimu,maka itu lebih baikbagimu daripada engkau memiliki unta merah.” (HR. Bukhari) Tapi di sisi lain ternyata interaksi kami dalam jalan da’wah dan upaya kami mengkader serta membina para objek da’wah,mengharuskan kami untuk terus bercermin dan berhati-hati.

Berpikir Negatif Melemahkan Dan Menghancurkan Semangat

Sudut pandang yang melihat bahwa kondisi sudah sangat rusak atau seseorang sudah terlalu banyak melakukan kesalahan sehingga sulit untuk dirubah adalah sudut pandang yang melemahkan dan mematikan semangat da’wah itu sendiri. Rasulullah saw bersabda,” barangsiapa yang mengatakan bahwa manusia ini telah hancur,maka sebenarnya dia telah menghancurkan mereka. (HR. Muslim) Para salafushalih sangat jarang membicarakan kekurangan sahabat dan orang-orang yang mereka kenal. Tentu bukan karena mereka orang-orang suci yang tidak mempunyai catatan negatif,tapi seperti itulah salah satu wujud persaudaraan para salafushalih. Dan karena sikap mereka itulah yang memotivasi keyakinan kami serta mendorong semangat da’wah kami..

Dari Buku : Beginilah Jalan Dakwah Mengajarkan Kami

One thought on “Perjalanan Beraroma Semerbak

  1. Pingback: Ketika Melewati Jalan Mendaki | Secarik Motivasi Diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s