Prinsip Penanganan Keseleo yang Benar


13694020641027628887

Ilustrasi/Admin (Shutterstock)

Ketika keseleo seseorang biasanya langsung berpikiran untuk pergi ke tukang urut dan dilakukan pemijatan untuk mengobati keseleonya, lalu apakah tindakan seperti ini dibenarkan? sebenarnya apa yang terjadi ketika kita keseleo?  Coba simak sedikit tulisan saya berikut ini.

Saat keseleo sebenarnya terjadi peregangan pada ligamen (jaringan ikat) sehingga menimbulkan robekan parsial/sebagian atau terjadi peregangan otot dan tendon (jaringan ikat/penghubungan yg kuat yg menghubungkan otot dengan tulang) sehingga menimbulkan reaksi peradangan. Terkilir paling sering terjadi pada ankle/pergelangan kaki, pergelangan tangan, dan ruas jari. Gejala yang sering muncul adalah nyeri, bengkak, kulit tampak kemerahan, dan tentunya akan mengganggu fungsi bagian yang terkena.

Lalu apa perlu dipijat ??? pada tata cara penanganan medis tentu saja hal ini sebenarnya tidak dianjurkan, karena pada saat terjadi trauma pada otot, ligament maupun tendon justru saat dengan melakukan pengurutan hanya akan memperberat kondisi trauma dan proses peradangan yang terjadi. lalu apa yang seharusnya kita lakukan untuk mengatasi keseleo ?

Penanganan keseleo sendiri sebenarnya sangat sederhana, pada dunia medis dikenal sebagai prinsip RICE yang akan coba saya jabarkan satu-persatu sebagai berikut:

R = Rest/istirahat untuk sementara waktu karena aktivitas yang berlebih pada bagian yang keseleo akan memicu terjadinya komplikasi lebih lanjut, misal ligamen yang robek akan semakin parah.

I = Ice, Ingat berikan kompres dingin dengan ES bukan air hangat pada kasus keseleo yang baru saja terjadi. Karena saat cedera berlangsung akan terjadi terjadi robekan pembuluh darah yang berakibat keluarnya “isi” pembuluh darah tersebut ke jaringan sekitar yang memicu timbulnya pembengkakan, pembuluh darah juga melebar (dilatasi) sebagai respon peradangan. Pemberian kompres ES bertujuan untuk “menyempitkan” pembuluh darah yg melebar sehingga mengurangi bengkak. Lakukanlah kompres dingin ini 1-2 kali perhari selama kurang lebih 20 menit tidak lebih. Karena jika terlalu lama juga akan mengganggu aliran darah.

Lain halnya pada kasus keseleo yang sudah cukup lama terjadi / kronis yang ditandai dengan peradangan seperti bengkak, warna merah tanpa nyeri, maka prinsip pemberian kompres hangat bisa dilakukan.

C = Compression, penekanan/kompresi pada bagian cedera dengan kain / verban yang elastis dapat dilakukan untuk mengurangi pembengkakan. Dalam pembebatan usahakan jangan terlalu erat agar aliran darah tidak terganggu yang justru dapat menghambat proses penyembuhan.

E = Elevation, angkat bagian yang cedera lebih tinggi dari anatomi jantung.  Sebagai contoh jika angkle/pergelangan kaki anda yang cedera maka bagian tersebut dapat diganjal dengan bantal setinggi diatas jantung untuk mengurangi proses pembengkakan.

Setelah proses diatas dilakukan maka kita tinggal menunggu selama 3-5 hari nantinya bengkak akan berkurang sendiri. Sedangkan untuk pemilihan obat anti nyeri ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa obat-obat ini justru akan menghambat proses alamiah penyembuhan karena reaksi peradangan merupakan reaksi alami tubuh dalam proses penyembuhan itu sendiri. Namun kembali pada kebijakan dokter dan kondisi pasien, jika dirasa memang diperlukan karena pasien merasa kesakitan saya kira boleh saja diberikan.

 

Wahyu Triasmara

http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2013/05/24/prinsip-penanganan-keseleo-yang-benar-562713.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s