Perjalanan Panjang


“Andai para raja itu tahu kebahagiaan yang kami miliki,
pastillah mereka rebut kebahagiaan kami itu dengan pedang-pedang mereka”

Saudaraku,
Kehidupan tak ubahnya sebuah perjalanan. Ada asal, perlu perbekalan, ada terminal tempat istirahat dan punya tujuan. Seperti seorang musafir yang tinggal sebentar di bawah pohon rindang untuk beristirahat. Tapi segera setelah itu iapun meninggalkan pohon tersebut. Ahh…betapa singkatnya bukan?

Dalam Perjalanan kita yang panjang, yang penuh peluh dan ujian ini mestinya tidak merubah skenario perpindahan yang seharusnya kita lewati. Perpindahan dari kondisi yang buruk menjadi lebih baik. Dari kemaksiatan kepada ketaatan dalam kedamaian Islam.

Perjalanan ini akan cepat sekali membuat kita letih, membuat kita payah. Jiwa kita seperti berada di tengah gurun yang panas yang segera perlu bertemu dengan air telaga yang bening agar ia segera kembali menemukan kesegarannya dan menjadi kuat untuk menempuh kembali setiap aral.

Saudaraku,
Biarlah banyak orang yang mengira menapaki jalan ini adalah jalan yang begitu berat, sebagaimana para nabi, orang-orang shalih, dan para syuhada. Biarlah orang menyangka seperti itu. Karena kita sungguh merasakan kebalikannya. Kenikmatan, ketenangan, kebersahajaan, yang tak bisa terbayar oleh apapun.

Karena kita justru merasakan pengorabanan itu sebagai sebagaian syarat kebahagiaan, karena segala payah dan kesulitan di jalan ini adalah kunci ketenangan yang sebenarnya.

Karena memang ada pertemuan yang indah yang ingin kita jumpai di akhir masa.

muhammad nursani on ruhaniyat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s