Tanya Jawab Bekam 1


  • Kenapa harus Thibb Nabawi?

    Pertanyaan yang sangat baik untuk pembuka. Karena umat muslim yang dilandasi dengan Al-qur’an dan Hadist untuk itu dalam hal medis pun kami landasi dengan keduanya. Itulah sebabnya mengapa harus Thibb Nabawi.
  • Apakah orang yang pingsan ketika dibekam itu akibat karena kekurangan darah?

    Kekurangan darah karena bekam. Tidaklah la yaw. Kecuali kalau sayatan kedalaman, yang berarti malpraktik, atau yang pakai lancet jarum dan titiknya kebanyakan. Bekam yang baik tak kan begitu, yang mengakibatkan anemia. Memang terkadang sebagian pasien mengalami preshock, baru gejala akan pingsan, sehingga masih sadar, tak sampai pingsan total. Itu pun sangat jarang terjadi. Penyebab preshock yang paling menonjol karena kurang tidur, bukan karena rasa takut, terutama orang yang baru pertama kali bekam. Kedua karena lapar. Ketiga karena kondisi fisik yang drop, kurang fit. Untuk kasus ketiga, bekam tetap dapat dilakukan tapi hanya dengan satu sampai tiga tittk saja, di samping cara-cara lain yang harus diperhatikan.
  • Apa yang kita lakukan pertama kali ketika menghadapi pasien yang seperti itu?

    Gelas kop sesegera mungkin dilepas, darah dibersihkan dengan kassa steril. Pasien preshock harus dibaringkan di divan. Karena itu rumah bekam yang tidak memiliki divan masih belum layak. Beri air minum. Pejamkan mata. Berdzikir. Disupport. Biarkan diam sekitar lima menit. Sebisa mungkin setelah itu bekam dilanjurkan. Insya Allah kedua kalinya tak kan preshock.
  • Mengenai perilaku pembekaman, bagaiman kita meyakinkan sang pasien bahwa apa yang kita lakukan adalah sesuai prosedur standar?

    Perilaku steril nggak usah dipidatokan. Kalau tempatnya bersih, perlenhkapan dari bahan steinless steel, alat-alat bekam lengkap, dari korentang, klem arteri, tromol, nierbeken, bak, kom, rak instrumen, ada sterilizer dan digunakan, tentu lebih dari cukup untuk diperhatikan pasien. Tentang perilaku yang baik saat membekam, tentu banyak jenisnya. Semua ada SOP-nya, yang dikaitkan dengan masing-masing alat dan juga perilaku itu sendiiri, dan ada pula yang dikaitkan dengan pasien. Contoh perilaku tidak baik, tidak steril dan bahkan bahaya adalah membekam dua pasien sekaligus berbarengan dan selebihnya.
  • Sterilisasi, apa poin-poin yang harus dilakukan dalam tahap ini?

    Sehububgan dengan sterilisasi alat, Assabil sudah membuat SOP yang disebut PPI bekam. Sebelum dilakukan sterilisasi terhadap alat-alat bekam, harus dilakukan beberapa tahap, yakni dekontaminasi, disinfeksi tingkat rendah, disinfeksi tingkat sedang, disinfeksi tingkat tinggi, lalu proses sterilisasi. Uraian lengkap dapat diserap lewat pelatihan di LKP Assabil.
  • Berapa jumlah titik maksimal pada setiap pembekaman?

    Tidak ada batasan maksimal. Bahkan titik bekam tidak boleh kebanyakan, karena dapat memunculkan beberapa akibat yang tidak baik dan baakan malpraktik. Yang pasti, tubuh pasien tak kan mampu merespon efektifitas bekam secara sekaligus.
  • Apa efek sampingnya ketika kita membekam seseorang lebih dari waktunya?

    Pengekopan terlalu lama (juga titik terlalu banyak) sangat potensial memunculkan blister atau bulla atau lepuhan di bawah stratum corneum kulit, sehingga pasien meriang dan demam, yang berarti malpraktik.
  • Dalam keadaan sebelum makan atau sesudah makan sebaiknya hijamah itu dilakukan?

    Sebaiknya ada jarak waktu antara makan dan hijamah, ssbelum atau sesudahnya, sekitar 2 jam, terutama sebelum bekam.Sebenarnya tidak terlalu ada efeknya untuk hal ini. Kalaulah ada, biasanya pasien akan muntah.
  • Bolehkan melakukan hijamah di daerah persendian?

    Lebih baik hindari titik hijamah di bagian persendian, terutama di lingkar lutut, terutama lagi dari arah belakang.
  • Apakah benar jika hal tersebut dilakukan akan mengakibatkan kelumpuhan?

    Sebagian pasien tidak mengalami efek saat dibekam di pendian, namun sebagian lain ada yang bahkan sampai mengalami kelumpuhan total. Seorang ibu di Klender Jakarta Timur lumpuh total di atas kursi roda hingga 3 minggu. Seorang ibu di Cipinang Muara, juga Jakarta Timur, langsung lumpuh setelah dibekam di lututnya, selama satu minggu. Maka lebih baik hindari titik bekam di persendian. Pembekam yang tidak pernah mengikuti pelatihan bekam, biasanya cenderung sembrono.

 

http://assabil-holyholistic.com/tanya-jawab-bekam/bagian-1

//


SavedURI :Show URL
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s