Kemenangan itu Adalah Hudaibiyah


Bisa jadi kemenangan diraih bukan dengan peperangan tapi melalui perjanjian sebagaimana Hudaibiyah (sumber gambar: www.flickr.com)

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata

supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,

dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).(QS. Al Fath: 1-3)

Tiga ayat pertama di surat Al Fath di atas turun setelah umat Islam kembali dari perjanjian Hudaibiyah menuju Madinah. Ibnu Abbas ra sendiri menyatakan bahwa meski banyak orang mengira kemenangan itu adalah peristiwa Fathu Makkah (Penaklukkan Mekkah), beliau yakin kemenangan itu adalah Hudaibiyah.

Perjanjian Hudaibiyah terjadi di tahun 6 Hijriah tepatnya di bulan Dzulqo’dah. Setelah niat Rasulullah dan umat Islam Madinah dihadang dan dihalangi oleh para kafir Quraisy, kedua belah pihak memutuskan untuk membuat perjanjian yang mengikat.

Kendati bila dipandang secara sekilas, perjanjian itu merendahkan Allah dan Rasul-Nya, isinya pun merugikan umat Islam. Bagaimana tidak? Untuk menuliskan bismillaahirrahmaanirrahiim, para utusan kafir Quraisy tidak berkenan. Mereka memilih bismikallaahumma.

Kedua, mereka tetap tidak mengakui Muhammad saw sebagai Rasulullah. Mereka hanya menuliskan Muhammad bin Abdullah. Dan ketiga, bila ada orang Mekkah yang datang ke Madinah, umat Islam harus mengembalikannya, tapi tidak dengan orang Madinah yang datang ke Mekkah.

Perjanjian ini berat sebelah menurut sebagian sahabat. Tapi Rasulullah tetap saja menyetujuinya. Dan sejarah kemudian membuktikan bahwa perjanjian ini memang benar-benar menjadi kemenangan bagi dakwah Islam.

Dengan perjanjian ini, kaum kafir Quraisy yang dulunya menganggap Rasulullah adalah seorang pengkhianat, buronan dan kriminal, kini menjadi sejajar. Kedudukan beliau sebagai seorang pemimpin diakui oleh musuh-musuhnya.

Atau dengan kata lain, kini ada sebuah kekuatan baru di jazirah Arab yang ada di Madinah yang dipimpin oleh seorang Muhammad yang diakui oleh orang-orang Quraisy. Berita ini tentu saja menyebar bahwa ada kekuatan besar di Madinah yang disegani oleh orang Quraisy.

Dalam isi perjanjian tersebut, juga ada masa perdamaian selama 10 tahun. Hal ini sangat menguntungkan umat Islam. Karena dengan adanya perdamaian ini, fokus perjuangan dikembalikan lagi untuk mendakwahkan Islam ke seantero jazirah Arab.

Dan benar saja, setelah itu, semakin banyak kabilah-kabilah yang mendapatkan sentuhan dakwah Islam dari dai-dai yang disebarkan oleh Rasulullah. Bahkan beliau juga mengirimkan utusan dan surat-surat kepada pemimpin-pemimpin kerajaan lain. Nama Islam pun makin dikenal.

Dan bukti kemenangan itu muncul di peristiwa Fathu Makkah dua tahun berikutnya. 10.000 orang bersama Rasulullah mendatangi kota Mekkah tanpa ada perlawanan dari pendudukkan Mekkah.

Padahal ketika perjanjian hudaibiyah, jumlah umat Islam yang ikut saat itu sebesar 1.400 orang. Dalam waktu dua tahun, jumlah umat Islam bertambah tujuh kali lipat.

Sahabatku yang dirahmati Allah, terkadang ada kemenangan yang tersembunyi dari pandangan kita. Seringkali kita hanya melihat apa yang di luar saja. Padahal keputusan Allah pastilah jauh lebih baik.

Oleh karena itu janganlah terburu-buru merasa kecewa dengan sebuah kejadian. Bisa jadi, sebagaimana perjanjian Hudaibiyah, kemenangan atau keberhasilan itu tidak kita sadari. Barulah setelah beberapa waktu muncul kejadian-kejadian yang membuktikan bahwa takdir Allah itu baik bagi kita.

Ada kalanya ada sebuah tantangan yang sangat berat diberikan kepada kita. Namun itu sebenarnya adalah ujian yang bila kita berhasil melaluinya, akan semakin banyak keuntungan yang kita raih.

Semua itu tidak lain untuk memberikan pelajaran agar senantiasa berbaik sangka kepada Allah. Tidaklah Allah memberikan sebuah ujian kepada kita kecuali ada pelajaran-pelajaran yang sangat berharga di dalamnya.

Sahabatku yang dirahmati Allah, Perjanjian Hudaibiyah menunjukkan bahwa yang kita ketahui sangatlah terbatas. Ada banyak hal yang ghaib yang tidak bisa kita ketahui dengan akal. Keputusan yang Allah berikan kepada kita adalah keputusan yang terbaik.

Oleh sebab itu bersabarlah ketika mendapatkan takdir yang tidak menyenangkan. Tetaplah berbuat baik dengan kualitas terbaik. Tetaplah rendah hati saat mendapatkan takdir yang menyenangkan. Karena semua itu sebenarnya telah diputuskan oleh Allah Yang Maha Mengetahui.

Sahabat Ibnu Abbas ra mengatakan bahwa kemenangan itu adalah Hudaibiyah. Artinya seringkali ada banyak kemenangan besar yang tidak diketahui oleh mata manusia. Tetaplah bersabar dan rendah hati dengan segala keputusan-Nya. Wallahu a’lam.

 

https://zakatcentersby.wordpress.com/2014/08/19/kemenangan-itu-adalah-hudaibiyah/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s