INSPIRASI BISNIS : WHY ???


INSPIRASI BISNIS : WHY ???

Suatu waktu, saat saya kopdar dengan beberapa rekan entrepreneur kaskus , salah satu dari mereka bertanya : “Bro, produk loe udah masuk Indomaret ya ? Koq bisa Bro ? Gimana caranya ?”. Di kesempatan yang lain, salah satu dari mereka juga ada yang bertanya : “Bro, gw ada bisnis konveksi nich, namun gw kesulitan untuk cari karyawan yang bagus nich. Gimana ya caranya supaya bisa dapet karyawan bagus di Indonesia ini ?”. Lalu ada yang lain lagi bertanya : “Bro, gw pengen bisnis nich, tapi gw bingung, enaknya bisnis apa ya ?”. Sedangkan yang lain lagi bertanya “Bro, loe punya kenalan investor gak ya yang bakal tertarik buat invest di bisnis gw ?”, tanpa menjelaskan keunggulan bisnisnya sendiri.

Yes, pada umumnya orang selalu bertanya “How ?”, “What ?”, “Who ?”, dan mereka lupa atau bahkan mengabaikan pertanyaan terpenting, yaitu : “WHY ?”. Bahkan dalam sebuah tulisan saya di kaskus beberapa tahun lalu (saat bisnis saya masih berupa bisnis sangat kecil sekali), saya pernah menuliskan tentang WHY ini (dan WHY inilah yang membuat bisnis saya jauh lebih maju seperti sekarang ini). Memang lucu, tapi begitulah sifat manusia, seringkali melewatkan hal yang terpenting, dan lebih fokus pada hal2 teknis yang sebenarnya hanyalah syarat pendukung.

Hal ini pula yang terjadi pada para entrepreneur, kebanyakan mereka berfokus pada How, What, Who, When ? Mereka lupa WHY mereka mesti memilih bisnis tersebut dan bukan yang lain. Mereka juga lupa “WHY their customer should choose them, not other products”.

Saat saya bertanya pada salah seorang rekan entrepreneur “ Bro, kenapa loe pilih buka bisnis café ?”. Jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah “Gw pengen coba berbisnis, dan gw rasa bisnis café sekarang prospeknya cerah, “cuan”nya gede, dan gw lihat juga banyak yang sukses bisnis café, jadi ya gw bisnis café”. Dan bisnis café tersebut akhirnya tidak bertahan lama (alias tutup). Saat saya tanya, “WHY u choose this kind of business ?”, tidak banyak yang bisa menjawab dengan baik. Dan sejujurnya, bila mereka pun tidak tahu jawaban yang jelas WHY mereka mesti berbisnis di bidang tersebut, bagaimana customer kita bisa menemukan “WHY gue mesti beli produk loe”.

Yes, kebanyakan pebisnis lupa “Mengapa customer mesti pilih produk ini ?” atau “Mengapa customer mesti datang ke café ini ?” atau “Mengapa customer mesti memakai jasa saya ?”. Kebanyakan pebisnis terlalu egois, dan lebih memikirkan “Bagaimana saya mendapatkan uang lebih banyak ?” tanpa peduli mengapa customernya mesti memilih produk/jasanya. Kebanyakan pebisnis juga lebih fokus pada “Apa yang bisa saya jual ?” tanpa peduli apakah betul customer membutuhkan produk tersebut. Padahal “WHY” customer mesti membeli produk/jasa mereka lah yang mempengaruhi seberapa besar penjualan mereka, dan produk apa yang mesti diciptakan, alias “WHY” lah yang benar2 akan menentukan bisnis Anda akan bertahan berapa lama, dan akan menjadi sesukses apa bisnis Anda.

Saat menciptakan produk Esprecielo Coffee, yang saya pikirkan pertama sama sekali bukanlah “bagaimana cara saya membuatnya ?” atau “bisa seberapa besar omzetnya ?” atau “apa saja produk yang ingin saya ciptakan ?”. Saat itu, yang benar2 saya pikirkan adalah “Mengapa customer mesti membeli produk saya, walau ada produk2 kompetitor yang harganya jauh lebih murah ?”. Saya pun menemukan bahwa, ada cukup banyak customer yang suka menikmati caffe latte untuk bersantai, dan mereka membutuhkan rasa yang lebih berkelas (premium), tanpa harus repot2 pergi ke coffee shop. Dari sana lahirlah item2 fancy coffee latte dari Esprecielo yaitu Caramel Macchiato, Irish Coffee, dan lain sebagainya. Dan terbukti, produk2 tersebut laku di pasaran. Saya menciptakan produk-produk tersebut tanpa meniru dari produk lain, bukan juga karena alasan “saya pengen omzet besar”, melainkan saya mencoba memahami “mengapa customer mesti memilih produk Esprecielo ?”.

Begitu pula saat saya menciptakan Allure Green Tea Latte. Saya menyadari bahwa kopi lebih sering dicintai oleh kaum adam daripada kaum hawa, dan saya juga menyadari bahwa belakangan para wanita pun sangat membutuhkan “me-time”. Me-time ini oleh kaum pria biasa disebut “ngopi time”, sedangkan para wanita (yang kebanyakan tidak terlalu suka kopi) membutuhkan minuman hangat lain yang bisa dicintai dan dinikmati di waktu “me-time” mereka. Mereka lebih suka Green Tea, yang lebih soft yet relaxing, sangat cocok untuk “me-time”, yang bahkan lebih dalam daripada “ngopi-time”. Lalu terciptalah Allure Green Tea Latte, dengan tagline “A Cup of Relaxing Moment” yang siap menemani para kaum hawa di situasi apapun.

Yes, saya (atau tepatnya sekarang kami – karena saya telah memiliki team) menciptakan produk bukanlah karena tergiur akan seberapa besar uang yang akan dihasilkan, melainkan lebih ke arah “mengapa customer mesti memilih produk kami ?” – dan saya rasa setiap bisnis juga sama saja, “WHY” adalah alasan terpenting di balik terciptanya suatu produk/jasa. Bila “WHY” tersebut tidaklah kuat, atau bahkan Anda sendiri sebagai pemilik bisnis tidak bisa menjawab “WHY”nya, maka sebaiknya Anda perlu me-reformulasi bisnis Anda, apapun bisnis Anda saat ini. Karena bila Anda saja tidak paham mengapa customer mesti beli produk/jasa Anda, apalagi customer ?

Even almarhum Steve Jobs, selalu berorientasi pada “WHY”, itulah mengapa produk Apple hampir selalu sukses di pasaran. Mereka selalu berusaha memahami “WHY” customer mesti pilih Apple – dengan harganya yang lebih premium – dibandingkan produk sejenis lainnya. Dan “WHY” ini pulalah yang membuat Microsoft kini hampir ada di setiap meja kerja, atau Starbucks menjadi gerai kopi dengan Brand terkuat di dunia.

Dan melalui artikel ini, saya berharap, agar para rekan entrepreneur menjadi lebih kreatif dalam menciptakan suatu produk/jasa. Temukan dulu alasan yang kuat “mengapa” customer mesti memakai produk/jasa yang Anda tawarkan. Jangan membuat resto chinese food hanya karena Anda bisa masak chinese food, karena customer sama sekali tidak peduli hal tersebut. Jangan juga menjual baju secara online hanya karena Anda butuh uang tambahan, karena –sekali lagi- customer tidak peduli Anda butuh seberapa banyak uang. Customer hanya peduli pada “keuntungan apa yang bisa saya dapatkan dari membeli produk/jasa tersebut”, karena itu, fokuslah pada hal tersebut sebelum Anda bertanya “bagaimana caranya ?” atau “apa ya kira2 produknya ?”.

So, saat Anda memulai sebuah bisnis, mulailah dari berpikir layaknya seorang customer, dan pahamilah secara mendalam apa yang mereka butuhkan, dan jadikan bisnis Anda sebagai solusi bagi kebutuhan mereka.

Dan berikut ada video dari sisi yang lain, tentang sekuat apakah efek WHY dalam sebuah bisnis :

Sekian dulu dari saya, semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk menciptakan bisnis2 yang kreatif !

Mari kita sama2 membuat Indonesia menjadi lebih kompetitif dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang akan datang akhir tahun ini !! Salam Sukses !!

 

Profile Kontributor Subforum Entrepreneur Corner: Chandra Liang

Chandra Liang
SUMBER : http://www.kaskus.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s