DAKWAH KAMI ADALAH RABBANIYYAH DAN ‘ALAMIYYAH


DAKWAH KAMI ADALAH RABBANIYYAH DAN ‘ALAMIYYAH
Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 21-05-2009
dipetik dari al-ikhwan.net terjemahan Abu Ahmad

Dengan nama Allah, dan Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat dan salam semoga tercurah pada Rasulullah saw dan orang-orang yang mendukungnya hingga hari pembalasan.

Sungguh sangatlah jelas saat ini bahwa umat Islam sangat membutuhkan kepada Islam; dengan pemahaman yang komprehensif, aplikatif dan praktis yang benar, yang mampu menjamin stabilitas dan memberikan ketenangan di bawah naungan bendera Robbaniyah; karena itulah, dakwah kami bukanlah dakwah konvensional yang diatur untuk kepentingan sesaat, namun berada pada kaidah-kaidah Iman kepada Allah, yang dimulai oleh Rasulullah sejak mengawali dakwahnya, dengan mewujudkan rabbaniyah ad-dakwah dan Islamiyyah ar-risalah. Karena itu, Iman yang mendalam tidak akan sempurna kecuali dengan terlebih dahulu mengenal Allah SWT, yang diwujudkan dalam bentuk cinta kepada-Nya, cinta yang tidak dikalahkan oleh cinta lainnya:

وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبّاً لِلَّهِ

“Dan orang-orang beriman sangat cinta kepada Allah”. (Al-Baqarah:165),

Dan karena itu pula Imam Al-Banna berkata: “Kami menginginkan apa yang pertama kali kami inginkan adalah membangkitkan ruh, menghidupkan hati, membuka kesadaran yang real pada perasaan dan hati nurani, kami menginginkan jiwa yang hidup, kuat dan energik (muda), hati yang baru dan fresh, perasaan yang penuh cemburu dan bergelora, ruh yang penuh ambisi, semangat dan siap bergerak, sebagaiman kami sangat membayangkan akan akhlaq yang mulia, tujuan mulia untuk melampaui seluruhnya …”.

Beriman dengan risalah dan keagungannya, bercita-cita untuk membelanya, merupakan kewajiban setiap umat:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”. (Ali Imran:110)

Dan pada saat itulah Allah akan selalu bersama para pembawa dakwah ini, menolong dan mengarahkan mereka, membela dan mendukung mereka, dan bahkan membentangkan kekuatan-Nya yang tidak akan terkalahkan:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa”. (Al-Hajj:40)

Yang kami maksud dengan Rabbaniyah adalah bahwa seluruh aktivitas dan kerja untuk melakukan perbaikan (reformasi) harus bertolak belakang pada rabbaniyah, dan menjadikan kami loyal terhadapnya. Dan di antara keistimewaan rabbaniyah dan menjadi ciri dakwah kami adalah rabbaniyah dari sisi sumbernya, dengan arti bahwa segala bentuk perintahnya bersumber dari Kitabullah dan sunnah rasul-Nya saw, dan berjalan sesuai dengan keinginan dan kehendak-Nya, dan apa yang telah diwajibkan Allah atas kita semua. Sedangkan Rabbaniyah dari sisi orientasi adalah bahwa kami selalu berusaha dalam bekerja dan beraktivitas dengan ikhlas karena Allah dan berharap mendapat keridhaan dari-Nya, dan dari sinilah kami menentukan untuk menjadikan sarana yang rabbaniyah juga; dengan tidak berjalan dalam melakukan perubahan menggunakan sarana yang tertolak dan bertentangan secara syar’i, sekalipun dalam rangka mewujudkan tujuan yang rabbani.

Dan oleh karena sesuai dengan kaidah-kaidah itulah maka:

• Para pembawa risalah harus memahami akan makna Rabbaniyah: terutama setelah memilih jalannya, menghadirkan pengorbanan untuknya, sekalipun mereka dalam kondisi yang sulit dan sempit, namun hal tersebut tetap wajib, karena itulah jalan yang telah dipilihkan Allah kepada hamba-hamba-Nya:

وَعَسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونََ

“Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Al-Baqarah:216)

• Kemurnian hanya dimiliki oleh para pembawa dakwah rabbaniyah: bahwa diantara tanda-tanda keberhasilan dakwah adalah tumbuh dengan berbagai ujian, selalu menghadapi tantangan dari para seterunya, dan begitulah perjalanan dakwah Ikhwanul Muslimin dalam sejarahnya, namun hal tersebut dan berkat karunia Allah, hari demi hari berjalan dakwah Ikhwanul Muslimin terus bertambah soliditas dan kekuatannya, bertambah teguh para pembawa risalahnya serta bertambah mantap dan lengkap manhaj-manhajnya.

• Ketegasan yang dimiliki oleh para pembawa dakwah rabbaniyah: bahwa diantara tanda-tanda majunya dakwah adalah kerja keras, pengorbanan dan perjuangan; dengan harta dan jiwa bahkan dengan senjata, dalam membela aqidah dan umatnya, serta untuk meninggikan kemuliaan negeri mereka, bahkan untuk meningkatkan kemuliaan umat manusia secara keseluruhan; karena mereka adalah pengemban amanah risalah Islam untuk umat di seluruh dunia betapapun besar nilai yang harus dikorbankan, kemudian selalu menghadapi sunnah dakwah dan risalah berbagai tipu daya, siksa dan luka, demi untuk mengembalikan kemuliaan Islam yang telah hilang, dan mengembalikan keagungan Islam yang telah dirampas.

• Dan sesuai dengan dakwah rabbaniyah: Ikhwan berharap pada tahun ini sebagaimana yang sesuai dengan manhajnya yang merupakan bagian dari fase utama untuk menuju reformasi dan perubahan, dan mengokohkan pemahaman mereka bahwa Islam yang telah dijanjikan Allah akan selalu dijaga dan dilindung hingga hari kiamat datang, dan mereka yang telah mengorbankan harta, jiwa, keluarga dan tenaga adalah sosok yang siap bergelut untuk menguji keteguhan mereka dalam berpegang pada manhaj rabbani, membawa beban amanah yang tidak sanggup diemban oleh langit, bumi dan gunung-gunung. Dan jiwa mereka terus kokoh sehingga dapat memahami bahwa berbagai ujian dan cobaan yang dihadapi ini akan terus menambah keyakinan mereka berada di jalan yang lurus:

وَلَوْلا أَنْ ثَبَّتْنَاكَ لَقَدْ كِدْتَ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئًا قَلِيلاً

“Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu Hampir-hampir condong sedikit kepada mereka”. (Al-Isra:74)

Dan tetap meneguhkan langkah dakwah mereka:

فَلا تُطِعْ الْمُكَذِّبِينَ . وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ

“Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu)”. (Al-Qalam:8-9)

Imam Al-Banna tentang pengaruh ujian rabbaniyah berkata: “Dan ketika dikejutkan oleh berbagai ujian tersebut terhadap dakwah Ikhwan, maka mereka mampu membuka intinya dan membuat banyak perhatian umat terhadapnya, bahkan mampu mengumpulkan banyak hati manusia yang sebelumnya liar, karena itulah dakwah ini beralih ke dalam hati-hati yang beriman dan akal-akal yang cerdas, dan bahkan menjadi kaidah yang dapat diterima setelah mampu menggiring perasaan yang penuh semangat, menoleh kepadanya banyak kalangan umat bahwa hal tersebut merupakan prinsip-prinsip yang memungkinkan untuk diwujudkan dan tepat untuk diterapkan, bukan sekadar mimpi yang ada di dalam kepala atau perasaan yang ada di dalam jiwa saja”.

Wahai kaum kami:

Jika kalian menganggap bahwa reformasi kami dalam kehidupan masyarakat dan seruan kami untuk melakukan perubahan, dan berusaha menghentikan kemerosotan dalam semua bidang, hanya dapat menghilangkan kongesti dan memperlambat laju kehidupan politik, dan bahkan menganggapnya sebagai tindakan menghalangi, maka ketahuilah bahwa kalian telah keliru dalam menilai dan memberikan apresiasi yang sangat jauh dari hakikat yang sebenarnya, karena apa yang kami serukan adalah merupakan cita-cita dan keinginan umat serta merupakan harapan bangsa, dan merupakan forum pemikiran, bukan sekadar perkumpulan partai politik dan pertemuan arus dengan berbagai spektrumnya.

Rabbaniyah adalah jalan kami dalam menuju reformasi

Bahwa rabbaniyah adalah usaha melakukan reformasi diri dan masyarakat, maka dari itu para rabbaniyun selalu memelihara Kitab Allah, dan mereka akan bertanggung jawab di hadapan kepada Allah terhadap pemeliharaan syariah, mentransfernya dan mengajarkannya kepada hamba-hamba Allah:

بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ

“Disebabkan mereka diperintahkan memelihara Kitab-Kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya”. (Al-Maidah:44)

Sosok yang rabbani adalah seseorang yang merasakan bahwa Allah akan meminta pertanggungjawaban tentang Syariah semuanya, dan bahkan seluruh manusia. Karena itu langkah utama menghilangkan dunia dari berbagai kondisi yang dialaminya adalah mengikuti seruan untuk kembali kepada rabbaniyah yang sesungguhnya dan realistis dan kerja dengan sungguh-sungguh untuk membela Islam dan mengangkat kembali kemuliaannya. Dan dari sini setiap orang yang memiliki kecemburuan dan keikhlasan terhadap Islam hendaknya harus segera menyambutnya dan segera kembali kepada Allah; sebagaimana yang difirmankan:

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ

“Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu”. (Ad-dzariyat:50)

Dan menjadikan syiar hidupnya:

وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَى

“Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhanku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku)”. (Toha:84)

Sungguh imam Al-Banna telah menunjukkan kepada kita bahwa jikakita melihat berbagai rintangan yang membentang di jalan, maka kita harus tetap mengingat bahwa disampingnya pasti ada kesuksesan yang akann mampu diperoleh walau harus menghadang berbagai rintangan apapun, karena kita memahami:

• Sedang menyeru kepada Allah yang merupakan dakwah paling mulia, dan kita menyeru pada ideologi Islam yang merupakan ideologi paling logis dan realistis, menghadirkan kepada manusia syariat Allah yang merupakan syariat paling adil dari syariat lainnya.

• Bahwa dunia seluruhnya sangat membutuhkan dakwah ini dan seluruh yang ada di dalamnya berharap dan menunggunya.

• Bahwa kita, -dengan memuji kepada Allah-, bebas dari berbagai ketamakan individu dan jauh dari kepentingan pribadi, tidak bermaksud lain dalam berdakwah kecuali ikhlas karena Allah dan untuk kebaikan manusia, serta kita tidak berjuang kecuali hanya berharap ridha Allah.

• Bahwa kami yakin selalu dikawal oleh dukungan dan pertolongan Allah , dan barangsiapa yang ditolong Allah maka tidak ada seorang pun mampu mengalahkannya, karena itu oleh adanya kekuatan dakwah kami, adanya kebutuhan dunia akan dakwah ini serta kesucian misi dan tujuan dakwah ini, serta adanya dukungan Allah kepada kami; menjadi sarana dan faktor penting dalam meraih keberhasilan yang tidak mampu dikalahkan oleh siapapun walau berbagai rintangan terus menghalanginya.

Wahai umat kami

Bahwa para duat yang mulia yang terus menghadapi berbagai konspirasi dan penangkapan dan adanya problema rekayasa dan penipuan; mereka betul-betul mengetahui dan menyadari bahwa dengan keteguhan mereka akan mampu mengalahkan konspirasi tersebut, dan yakin akan mampu menghapus berbagai syubhat:

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلاَّ إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا

“Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata : “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan”. (Al-Ahzab:22)

Tidak ada yang mampu menempuh keberhasilan dakwah kecuali melalui jalan ini, oleh karena itu, para duat yang rabbani adalah meraka yang berhasil menghadapi rintangan dan ujian ini dan tidak menyandarkan diri mereka kecuali kepada Allah dan tidak menundukkan kepala mereka selain kepada-Nya.

Rabbaniyah jalan kami menuju kebebasan

Siapakah di antara kita yang tidak menginginkan hidup bebas dan merdeka: baik dalam harta, berekspresi, mengeluarkan pendapat, mengekplorasi keinginan, bebas pada pilihan-pilihannya, dan dalam berbagai hal?

Bahwa kemerdekaan dan kebebasan merupakan kehidupan hakiki yang selalu didambakan oleh manusia, dan jalan menuju kemerdekaan dan kebebasan merupakan jaminan satu-satunya untuk menggapai kebebasan dan menikmatinya, dan saya tidak mendapatkan cara untuk menggapai kemerdekaan dan kebebasan kecuali melalui jalan rabbaniyah. Dan yang dimaksud dengan rabbani adalah yang menisbatkan dirinya kepada Tuhannya. Dan apakah ada intisab yang paling mulia dan lebih indah dari intisab kepada Allah SWT? Dan apa manfaat berintisab kepada selain Allah? Bahwa seluruh yang mereka telah capai dan dapatkan dari bentuk harta, jabatan, popularitas, kenikmatan, kesejahteraan atau yang lainnya, tidaklah sama sedikitpun dengan karunia Allah SWT; dan karena itu intisab kepada Allah merupakan intisab yang hakiki terhadap kesempurnaan Allah; sehingga memiliki ilmu kepada Allah, ciri khas dalam akhlaq dan teladan bagi seluruh manusia:

وَلَكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ

“Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”. (Ali Imran:79)

لَوْلا يَنْهَاهُمُ الرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الْأِثْمَ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ

“Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan Perkataan bohong dan memakan yang haram?” (Al-Maidah:63)

Dan dengan merenungkan ayat-ayat di atas maka kita mendapatkan inti sari bahwa rabbani adalah seorang yang alim yang memiliki kesadaran penuh, hamba yang taat, dai yang murabbi, dan soso yang memiliki kesungguhan dalam menghadap wajahnya kepada Allah sebagaimana ia memiliki kesungguhan saat berada di tengah masyarakatnya, dan dalam ayat disebutkan dua tempat yang mengarah pada ungkapan rabbani, intinya adalah:

Terhadap perbuatan dan ucapan dosa: seperti yang terjadi pada hari ini seperti yang dilakukan barat oleh adanya peran informasi dan media yang sesat dand yang selalu menebar syubhat, mengumbar syahwat dengan berbagai macam bentuknya; visual, audio visual dan bacaan.

Terhadap makanan haram: seperti yang terjadi pada hari ini dan banyak kita saksikan dari berbagai model perampasan yang sistematis, pencurian yang super canggih, kerusakan yang terorganisir, kepemilikan yang sedikit dari harta negara. Dan tidak ada cara lain untuk membebaskannya kecuali rabbaniyah lah yang mampu melakukannya.

Imam Al-Banna berkata: “Salah satu ciri khas dari karakteristik dakwah kami adalah rabbaniyah dan alamiyah (universal), karena itu pondasi yang menjadi tujuan kami seluruhnya adalah mengarahkan manusia untuk mengenal Tuhan mereka, memperkokoh sandaran diri mereka pada hubungan spiritual yang mulia yang mampu meningkatkan nilai kemuliaan dari kejumudan material yang buta dan dari kekufuran kepada kesucian insaniyah yang memiliki kesempurnaan dan keindahan, kami –Ikhwanul Muslimin- selalu terpatri dalam setiap hati kami slogan : “Allah adalah tujuan kami”.

Adapun disebut universal karena dakwah ini berhadapan dengan seluruh manusia di dunia ini; karena manusia pada hakikatnya ikhwah, dan kami tidak percaya dengan rasialisme, dan kami tidak mendorong pada fanatisme kebangsaan dan warna kulit, namun kami selalu mengajak dan menyeru pada ukhuwah yang adil di tengah umat manusia seluruhnya”.

Wahai para duat rabbani:

Adapun sisi positif yang terjadi pada hari ini; bahwa para duat yang rabbani pada hari ini telah memiliki pemahaman yang dalam, dan memahami bahwa sebaik-baik perbuatan dalam menghadapi ujian dan cobaan adalah kerja yang berkesinambungan, berpegang teguh pada manhaj reformasi dan perubahan, dan tidak merasa hina dalam rangka meraih kebangkitan dan peningkatan umat kami dan bangsa Mesir secara khusus.

Karena itu berbanggalah dengan kemesiran kalian: karena Mesir merupakan simbol dakwah rabbaniyah; kedudukannya dan haknya dalam berjuang dan bekerja sungguh-sungguh, dan kami sadar bahwa negeri kita adalah Mesir, merupakan negeri yang dimuliakan, yang mana kita tumbuh dan berkembang di dalamnya, imam Al-Banna berkata tentang negeri Mesir: “Sungguh telah berakhir adanya hukum kondisional yang banyak membentuk pembinaan ideologi Islam dan melakukan apa yang menjadi kewajibannya, bagaimana mungkin kita tidak melakukan pekerjaan untuk Mesir dan untuk kebaikan Mesir? Dan bagaimana kita tidak mendukung Mesir dengan segala apa yang kita mampu, dan bagaimana dapat dikatakan bahwa iman kepada Mesir tidak sesuai dengan apa yang harus diseru kepadanya oleh seseorang yang menyeru kepada Islam dan mengajak kepada Islam! Bahwa kita adalah bangsa memiliki keikhlasan untuk negeritercinta ini, bergerak untuknya dengan sungguh-sungguh di jalan kebaikannya, dan berharap akan terus begitu selama kita masih hidup dengan penuh keyakinan bahwa ini merupakan fase pertama dalam rangkaian kebangkitan yang dicita-citakan, dan sesungguhnya yang demikian merupakan bagian dari negeri Arab secara umum, dan saat kita ketika bekerja untuk Kebaikan Mesir maka kita bekerja untuk Eropa, Timur dan Islam.
Berbanggalah dengan universalnya dakwah rabbaniyah ini; imam Al-Banna berkata: “Adapun universalitas atau insaniyah adalah tujuan kami yang mulia dan misi terbesar kami, dan akhir dari halaqah adalah dalam rangkaian reformasi, dan niscaya dunia akan tegak berdiri untuknya, yaitu sebagai langkah-langkah sekalipun masa berjalan lambat hal tersebut harus terjadi, dan cukuplah itu semua menjadi misi kami, dan meletakkannya di hadapan manusia sebagai teladan, sekalipun tidak semua mampu menyempurnakan pembangunannya, karena setiap ajal pasti ada batasnya”.

Berbuat baiklah dalam berinteraksi dengan sunnah rabbaniyah:

وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللهِ تَحْوِيلاً

“Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu”. (Fathiir:43)

Yaitu merupakan sunnah masa lalu, dan akan terus berulang kembali terjadi kepada seluruh manusia, karena itu seorang rabbani harus memahami dan berlaku baik dalam berinteraksi dengannya dan bekerja untuk kebaikan dirinya dan umatnya.

إِنَّ اللهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (Ar-Ra’d:11)

Dan cukuplah bagi kita firman Allah:

فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ . وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ وَلِقَوْمِكَ وَسَوْفَ تُسْأَلونَ

“Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. Dan Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab”. (Az-Zukhruf:43-44)

فَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ إِنَّكَ عَلَى الْحَقِّ الْمُبِينِ

“Sebab itu bertaqwalah kepada Allah, Sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata”. (An-Naml:79)

Karena itu rabbaniyah adalah rahasia untuk tetap berada dalam dakwah ini sekalipun angin topan begitu keras menghantam (cobaan dan rintangan), bahkan ia merupakan rahasia untuk dapat merambah dunia yang dimulai melalui rabbaniyah ini, sekiranya musuh-musuh tahu akan hal tersebut maka mereka akan mengerahkan tenaga mereka yang telah hilang, harta yang telah binasa oleh karena satu alasan; rabbaniyah

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللهِ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan”. (Al-Nafal:36)

Bahwa dakwah ini sangat membutuhkan akan sosok yang rabbani, mengikuti langkah dan jalan yang telah di gariskan oleh Nabi Muhammad saw, dan sebagaimana yang telah dilakukan imam Al-Banna, dengan menyeru manusia untuk berjalan menuju Tuhan mereka, bersandar pada indahnya berkomunikasi dengan kekuatan spiritual, sehingga mampu menghadapi berbagai problematika, musibah dan krisis. Karena itu pondasi misi dakwah ini adalah rabbaniyah, mengingatkan manusia untuk menjalin komunikasi dan hubungan yang erat kepada Allah SWT.

Dan akhir dari seruan kami adalah bahwa segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam.

Allah Maha besar dan segala puji hanya milik Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s