Haqqa Tuqaatih


Haqqa Tuqaatih
Oleh: Ust Solikhin Abu Izzuddin | Instagram: @solikhinzerotohero
Inspirasi dari Taujih Shubuh Dr.Mu’inudinillah Basri, M.A.
Bagaimana agar bisa istiqomah?

1. Iman. Ini sumbu yang harus selalu nyala di dalam dada, di dalam jiwa.

2. Taqwa. Yakni sebenar-benar taqwa. Seperti disediakan gunung emas, masing-masing silakan ambil emas, panggul dan bawa. Tentu semua ingin bawa sebanyak banyaknya. Namun karena tak mampu bawa semuanya, akhirnya dikurangi sedikit, dikurangi lagi, sampai batas yang mampu kita bawa. Itulah cara kita menegakkan perintah Allah, sampai kemampuan maksimal yang kita bisa.

3. Islamiyatul hayah, islamisasi hidup kita masing2 dengan tunduk patuh pada ketentuan Allah dan berikhtiar menciptakan kondisi yang kondusif untuk menjaga nilai-nilai iman.

Namun, tidak hanya itu saja, Allah memerintahkan kita, umat yang sudah dibangun melalui takwinul ummah (pembentukan umat) itu agar

1. BERPEGANG TEGUH KEPADA TALI AGAMA ALLAH dengan BERJAMAAH (3:103)

Mungkin seseorang secara pribadi kuat, unggul, dahsyat, hebat, namun kalau sendirian dia akan lemah dan rapuh. Ringkih. Maka dalam berjamaah kita belajar dari keikhlasan Abu Bakar ash Shiddiq dan Umar bin Khaththab.

Ketika terjadi pemurtadan besar-besaran usai wafatnya Rasulullah saw, Abu Bakar hendak memerangi mereka yang murtad dan tidak bayar zakat, Umar tidak sepakat karena mereka masih bersyahadat.

Namun ketika Umar tersadar maka dia mengikuti jalan besar dan benar yang ditentukan Abu Bakar, “Alhamdulillah, Allah lapangkan dada Abu Bakar untuk menentukan pilihan yang benar.”

Umar yang melihat celah amal dan ide besar rela menyerahkan ide besarnya berupa pengumpulan Al Quran usai syahidnya 70 hufadz dalam perang Yamamah. Ide tersebut diikhlaskan, diberikan untuk kebesaran Islam, bukan kebesaran nama Umar. Inilah fatsoen berjamaah yang agung.

Sahabat, seringkih apapun kita, ketika bersama jamaah yang berpegang teguh di jalan Allah, maka kita akan dikuatkan oleh Allah. Jangan pernah merasa lebih besar dari jamaah bahkan naudzubillah, jangan sampai berambisi dengan nafsu, kedengkian, hasad, dan syahwatnya untuk membubarkan jamaah.

Jika kita melihat titik lemah dari jamaah dan qiyadah, justeru kita sumbangkan potensi yang kita punya untuk membesarkan dakwah, bukan membesarkan diri.

Ketika Abu Bakar hendak meminta Umar menjadi pengganti Rasulullah, Abu Bakar berupa, “Umar, engkau lebih kuat daripada diriku…”

Umar menolak, “Engkau, wahai Abu Bakar, lebih mulia daripada aku. Engkaulah yang ditunjuk oleh Rasulullah saw untuk mengimami shalat. Biarlah kekuatanku kuberikan bergabung dengan kemuliaanmu…”

Masya Allah. Itulah keikhlasan sejati yang akan mengokohkan soliditas bangunan umat.

2. JANGAN BERPECAH BELAH. Auz dan Khazraj hampir saja terjerumus salah kehidupan jahiliyah yang hobi perang dan gemar berpecah belah. Isu utama Umat Islam hari ini bagaimana merangkai potensi di dalam dan membangun sinergi keluar. Jangan sampai ada ketidakpuasan kepada pimpinan atau keputusan lalu melakukan perusakan ke dalam dan demarketisasi keluar. Kalau kita mau bersabar tentu Allah akan anugerahkan kemenangan yang besar.

3. INGATLAH NIKMAT ALLAH KETIKA DI TEPI NERAKA LALU ALLAH SELAMATKAN KAMU.

Abdullah bin Hudafah as Sahmi diutus oleh Nabi saw untuk sebuah ekspedisi. Nabi saw menegaskan agar mentaati Abdullah bin Hudafah yang memimpin kalian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s