Archives

🍂Kelezatan yang Sempurna🍃


 

🎤Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

👈وليس للقلوب سرور ولا لذة تامة إلاّ في محبة الله والتقرب إليه

👉”Tidak ada kegembiraan bagi hati, tidak pula kelezatan yang sempurna, kecuali dalam kecintaan kepada Allah ta’ala dan mendekatkan diri kepada-Nya.”

📚[Majmu’ Al-Fatawa, 28/32]

Berusaha Memahami Agama


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

🌴Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqoloni Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,

أَنَّ مَنْ لَمْ يَتَفَقَّهْ فِي الدِّينِ أَيْ يَتَعَلَّمْ قَوَاعِدَ الْإِسْلَامِ وَمَا يَتَّصِلُ بِهَا مِنَ الْفُرُوعِ فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ

“Bahwa siapa yang tidak melakukan tafaqquh fid diin (berusaha memahami agama), yaitu tidak mempelajari kaidah-kaidah Islam dan cabang-cabangnya maka sungguh ia telah diharamkan untuk meraih kebaikan.” [Fathul Baari, 1/165]

 

Pusat Busana Muslim Branded Berkualitas

Jangan Terlalu Bersedih Jika Tidak Sesuai Harapan


 

🔎 Al-Mutanabbi berkata :

مَا كلُّ ما يَتَمَنّى المَرْءُ يُدْرِكُهُ…. تَجْرِي الرِّيَاحُ بِمَا لا تَشْتَهِي السُّفُنُ

Tidak semua angan-angan seseorang lantas ia dapatkan.
Angin berhembus tidak sesuai dengan kehendak perahu layar…

🍃 Faidah : Tentu tidak semua keingingan, angan-angan, cita-cita, dan harapan selalu terwujudkan sebagaimana terkadang angin di lautan berhembus tidak sesuai dengan keinginan dan kemaslahatan perahu layar. Terkadang angin tersebut justru berhembus berlawanan arah dari tujuan kapal/perahu. Atau terkadang angin berhembus ke arah tujuan perahu layar akan tetapi angin tersebut berhembus dengan pelan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Namun sang nelayan dan sang nahkoda tetap melanjutkan perjalanan menuju tujuan dan harapan…, ia sadar bahwa kondisi angin tidak selamanya demikian… betapa sering angin berhembus sesuai dengan keinginannya…

✒️ Ustadz Firanda Andirja, MA

Curhat Kepada Allah


Jika seseorang terbiasa detail menjelaskan keluhannya tatkala curhat kepada sahabatnya…. Lantas…. kenapa ia tidak mencoba untuk membiasakan diri untuk curhat kepada Allah.

Seorang dai berkata, “Tumpahkanlah keluh kesahmu kepada Allah tatkala engkau sujud, jangan engkau bangkit dari sujudmu hingga telah lega hatimu dengan mencurahkan seluruh keluh kesahmu kpd Penguasa alam semesta”

🔎 Syaikh Abdurrahman bin Naashir As-Sa’di berkata :

استحباب الدعاء بتبيين الحال وشرحها، و لو كان الله عالماً لها؛ لأنه تعالى يحب تضرع عبده و إظهار ذله و مسكنته

“Disukai tatkala berdoa dengan menjelaskan kondisi, meskipun Allah telah mengetahui kondisi tersebut. Karena Allah suka tatkala sang hamba merendah dan menampakan kehinaan dan kerendahannya”

✒️ Ustadz Firanda Andirja, MA

Sabar yang Hakiki


Sabar yang Hakiki

Sabar yang hakiki adalah tatkala pertama kali terkena musibah..

Adapun bersabar setelah esok hari… minggu depan… bulan depan…, maka hewanpun bisa melakukannya.

Lihatlah seekor induk ayam tatkala anaknya dimangsa kucing, maka iapun akan gelisah kebingungan dan berteriak-teriak.

Akan tetapi keesokan harinya, kondisi induk ayam tersebut sudah normal kembali seperti tidak terjadi apa-apa.

🔎 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallah bersabda :

إِنَّماّ الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى

((Hanyalah kesabaran tatkala di awal benturan..))

Latihlah diri kita tatkala tertimpa musibah apa saja untuk langsung berkata:

🍃 Alhamdulillah ‘alaa kulli haal (Segala puji bagi Allah pada seluruh keadaan).

Kita mengucapkannya dengan penuh keyakinan bahwa Allah memiliki hikmah yang tinggi di balik musibah yang menimpa kita..

Tapi… teori memanglah mudah… yang sulit adalah mempraktekkannya… kecuali bagi orang yang beriman kepada Allah dengan penuh keyakinan.

✒️ Ustadz Firanda Andirja, MA

Lihatlah Kebenarannya bukan Orangnya


Imam Al Ghazali berkata:

اعلم أن من عرف الحق بالرجال حار في متاهات الضلال فاعرف الحق تعرف أهله إن كنت سالكاً طريق الحق وإن قنعت بالتقليد والنظر إلى ما اشتهر من درجات الفضل بين الناس فلا تغفل عن الصحابة وعلو منصبهم فقد أجمع الذين عرضت بذكرهم على تقدمهم وأنهم لا يدرك في الدين شأوهم ولا يشق غبارهم ولم يكن تقدمهم بالكلام والفقه بل بعلم الآخرة وسلوك طريقها

“Ketahuilah bahwa siapa yang mengukur kebenaran dengan tokoh, ia akan tersesat dalam lembah kebingungan. Maka kenalilah kebenaran, pasti kamu akan tahu siapa pemiliknya, jika kamu benar-benar ingin meniti jalan kebenaran.

Tapi jika kamu hanya puas dengan ikut-ikutan dan melihat tren ketokohan manusia, maka jangan lupa tentang Sahabat dan ketinggian derajat mereka yang tidak tertandingi. Semua itu diperoleh bukan melalui jalur kalam atau fikih, melainkan melalui jalur ilmu akhirat dan meniti jalannya.”

Sumber: Ihya Ulumuddin karya Al Ghazali, 1/173.

Busana Muslim Branded Berkualitas


Hilfaaz Collections