Archives

SAMBUTAN BU KIKI BARKIAH SAAT TASMI QUR’AN PUTRANYA, BIKIN MERINDING..


 

Pd hari jum’at yg penuh berkah kemarin, Ali Abdurrahman, putra teh kiki barkiah berhasil menyelesaikan hafalan qur’annya di pesantren Alhikmah Bogor.

Ali sdh masuk waitinglist di alhikmah Bogor sejak keluarga ini masih tinggal di Amerika. Waktu itu teh kiki sdh menjalin komunikasi dgn alhikmah. Dan alhamdulillah, putra dr pakar parenting ini berhasil mengkhatamkan 30 juz dlm waktu setahun di alhikmah.

Yg istimewa dr acara tasmi kemarin adlh sambutan teh kiki, beliau menyampaikan isi hatinya utk seluruh santri alhikmah. Jg utk seluruh penghafal qur’an di Indonesia. Berikut ini saya kutip seluruh pidatonya. Yg beliau sampaikan dg penuh semangat, meski sambil dikelilingi oleh putra putrinya. Pidato inipun sdh beliau posting di akun fb nya.

Wahai anakku….
Ketika ummi membaca berita tetang wajah-wajah anak negeri yang begitu memilukan, hati ummi masih tetap optimis menatap masa depan saat mengingat dan melihat ada segelintir pemuda yang hari ini sedang menyibukkan diri untuk menghafal Al-Quran.

DSC00119Ketika ummi membaca tentang bencana pornografi di negeri ini dimana 92 dari 100 anak kelas 4, 5 dan 6 di negeri ini telah terpapar pornografi bahkan sebagian diantara mereka mengalami kerusakan otak, hati ummi masih tetap optimis menatap masa depan saat mengingat para penghafal Al-quran yang menyibukkan pandangan mereka dengan ayat-ayat Allah dan menjaga mata mereka dari kemaksiatan pandangan.

Ketika ummi membaca berita tetang semakin banyaknya pemuda-pemudi yang terjerumus dalam pergaulan bebas, bahkan anak-anak seusia sd mengalami musibah hamil di luar nikah, hati ummi masih optimis menatap masa depan karena ada segolongan kecil pemuda penghafal Al-quran yang sedang menyibukkan diri untuk mempelajari agama Allah.

Ketika ummi melihat semakin maraknya anak-anak yang menghabiskan waktu senggang mereka dengan bermain games online, bahkan sebagian diantara mereka membolos dan duduk di warnet sepanjang hari, hati ummi masih optimis menatap masa depan karena ada segelintir pemuda penghafal Al-quran yang senantiasa menjaga diri mereka dari kesia-siaan.

Ketika ummi melihat semakin marak pemuda-pemudi dengan gaya hidup hedonisme yang bersenang-senang dengan menghamburkan harta orang tua mereka, hati ummi masih optimis menatap masa depan karena ada segolongan pemuda yang hidup dalam kesederhanaan tengah menyibukkan diri menghafal Al-Quran demi mempersembahkan jubah keagungan bagi para orang tua mereka kelak di surga.

Ya…. harapan itu masih ada, sebagaimana Rasulullah SAW menjanjikan bahwa pada akhirnya dunia ini akan kembali damai dan sejahtera saat islam kelak memimpin dunia. Harapan itu masih ada karena ada kalian yang hari ini tetap berada dalam jalan kebaikan meski dunia pada umumnya bergelimpangan kemaksiatan.

Namun anakku…..
Ummi ingin menyampaikan bahwa jumlah kalian sangat sedikit. Kalian adalah orang asing yang tetap baik di tengah lingkungan yang buruk. Maka kelak akan ada sebuah generasi yang penuh kerapuhan dan kebobrokan menjadi tanggung jawab yang dipikul diatas bahu-bahu kalian.

Wahai anakku….
Maka menghafal Al-Quran saja tidak cukup. Ini hanyalah sebuah bekal dasar yang akan menguatkan kalian berjuang memimpin dunia ini menuju kebaikan.

Wahai anakku para penghafal Al-Quran….
Negeri kita, negeri Indonesia tengah berada dalam kondisi yang sangat buruk. Kekayaan kita habis dikeruk dan digali tetapi tak banyak memberikan kesejahteraan bagi para penduduknya. Ketidakmampuan kita untuk mengolah secara mandiri menyebabkan harta kekayaan kita dikelola oleh campur tangan asing. Namun sayangnya, kekayaan alam itu lebih banyak mensejahterakan pengelolanya dibanding mensejahterakan negeri ini secara lebih merata. Gunung emas kita di papua dikeruk, tetapi hasilnya tak mampu menghilangkan bencana kelaparan di setiap penjuru negeri ini. Gas bumi di negeri kita mengalir keluar, namun tak sepenuhnya membuat rakyat semua sejahtera dan mudah membeli sumber energi. Minyak bumi dan sumber energi lainnya hampir habis, tapi hasilnya tak juga mampu membuat semua anak negeri ini mengenyam pendidikan yang baik. Laut kita begitu luas namun ikan-ikan di negeri kita banyak dicuri, bahkan kekayaan ikan kita tak mampu membuat negeri ini terbebas dari becana gizi buruk.

Busana Muslim Branded Berkualitas
Busana Muslim Branded Berkualitas

Wahai anakku para penghafal Al-Quran
Kepada siapa lagi kami menitipkan negeri ini di masa depan? Kepada mereka yang hari ini sibuk nongkrong di warnet? Atau kepada mereka yang hari ini sibuk bercengkrama di warung kopi sambil mengisap rokok atau shabu-shabu? Kepada siapa lagi kami menitipkan negeri ini di masa depan wahai anakku para penghafal Al Quran? Kepada mereka yang memenuhi klub malam? Atau kepada mereka yang menyibukkan diri menonton sinetron? Kepada siapa lagi kami menitipkan negeri ini? Kepada mereka yang otaknya telah rusak karena pornografi? Atau kepada mereka yang hari ini tengah sibuk berpacaran? Kepada siapa lagi wahai anakku, kami menitipkan negeri ini? Kepada mereka yang belajar demi nilai-nilai indah dalam rapot mereka? Atau kepada mereka yang hanya sibuk mementingkan kesuksesan diri?

Wahai anakku….. negeri ini kehilangan banyak generasi peduli. Ghirah mereka mati, dengan kesibukan sekolah dari pagi hingga sore hari. Kepedulian mereka hilang, karena asiknya bermain games online perang-perangan. Jangankan mereka sempat berfikir tentang nasib umat muslim di sebagian belahan bumi, atau rusaknya bangsa ini karena budaya korupsi. Bahkan untuk peduli tentang kebutuhan diri mereka harus selalu dinasihati. Lalu kepada siapa lagi kami titipkan masa depan negeri ini? Sementara jiwa pejuang “merdeka atau mati” yang membuat negeri ini memerdekakan diri semakin hilang di hati para santri. Kepekaan para santri dalam beberapa dekade ini dikebiri sebagai bagian dari rencana konspirasi. Mereka begitu takut!!! Mereka begitu terancam jika jiwa para santri bergelora seperti jaman perang kemerdekaan dulu. Mereka berencana sedemikian rupa agar santri berada dalam zona aman saja. Mengajar mengaji, menghafal Al-quran dan mengajar agama saja. Sementara mereka berjaya dengan penuh kuasa, mengatur ekonomi dengan semena-semena.

Wahai anakku para penghafal Al-Quran!!!!!
Keluarlah dari masjid, mushola dan mihrab kalian saat Al-Quran telah tersimpan dalam dada. Pergilah engkau mencari ilmu diseluruh penjuru dunia dan jadilah engkau para ulama. Seagaimana ulama-ulama di masa dulu mengerti agama dan pemahamannya berbuah menjadi karya nyata yang bermanfaat untuk umat manusia. Wahai anakku para penghafal Al-Quran, masalah ummat ini tak mampu di bayar dengan Al-Quran yang hanya disimpan dalam dada sendiri saja. Pergilah engkau dan masuklah dalam setiap peran kekhalifahan di muka bumi ini. Jadilah sngkau penguasa adil dan pemutar roda perekonomian dunia. Bila tidak engkau yang memainkan peran dalam panggung dunia, maka mereka yang tak paham agama yang akan memainkannya. Relahkah engkau membiarkan Al-Quran yang tersimpaan dalam dada sekedar menonton panggung dunia?

Wahai anakku… para penghafal Al-Quran!!!
Keluarlah!!! Keluarlah dari masjid, mushola dan mihrob kalian saat Al-Quran telah tersipan dalam dada. Agar dunia ini dipimpin oleh segolongan kecil pemuda yang luar biasa. Lipatgandakan kekuatan kalian hari ini sebelum engkau memimpin dunia. Karena pemuda-pemuda kebanyakan di masa kini adalah PR-PR mu di masa depan nantinya. Keluarlah anakku… setelah Al-Quran tersimpan dalam dada. Jadilah engkau pejuang yang merealisasikan nubuwat Rasul-Mu bahwa kelak islam akan memimpin dengan manhaj ala Rasulullah sebelum kiamat tiba. Anakku… jadilah engkau salah satu pejuangnya!

ALLAHU AKBAR!!!!!

Parung Bogor 7 Okt 2016

Copas status astri hamidah

SHARE AGAR LEBIH BERMANFAAT
=============================
GRIYA HILFAAZ
Pusat Busana Muslim Berkualitas
Diskon setiap hari
Menerima reseller, dropshipper, agen
https://www.tokopedia.com/griyahilfaaz
update stock instagram : griya_hilfaaz
==============================

Advertisements

Tidak Perlu Ayah (jika hanya) untuk Cari Nafkah…


 

Maaf, mungkin agak terdengar sombong jika kalimat ini terlontar dari mulut seorang isteri, atau bahkan seorang anak. Karena sesungguhnya, salah satu tugas seorang lelaki adalah menafkahi keluarganya, baik sebagai suami, sebagai Ayah maupun sebagai anak kepada orang tuanya yang sudah sepuh.

Namun faktanya, tak sedikit para lelaki yang menggadaikan kehormatannya lantaran tak menjalankan perannya mencari nafkah. Ini bukan soal besar kecil hasil yang didapat, tetapi soal menjalankan perannya dalam keluarga.

Tak sedikit pula yang perannya mencari nafkah justru tergantikan oleh isteri atau bahkan anaknya. Setidaknya kalaupun bukan tergantikan, ya sedikit tergeser lah. Coba lihat, banyaknya perempuan yang justru “terpaksa” bekerja lantaran peran suaminya dirasa kurang, dalam bahasa yang lebih lugas, uang belanja suami tak mencukupi. Maaf, saya tak bicara soal perempuan yang bekerja karena memang mereka senang dan bagian dari aktualisasi diri. Untuk yang satu ini, saya cukup menghargai.

Kenapa tiba-tiba saya mengangkat tema yang sangat sensitif ini?

Sabar. Bukan tema ini yang saya akan bahas, tetapi tentang peran Ayah yang sebenarnya bukan hanya soal nafkah. Karena kalau cuma soal nafkah, sorry bung, kini peran itu juga banyak dilakukan oleh perempuan (isteri atau ibunya anak-anak), dan bahkan oleh anak-anak. Lihat saja anak jalanan, orang tuanya ada, malah leyeh leyeh di bawah pohon sementara anaknya ngamen di lampu merah dengan resiko tertabrak, atau pelecehan.

Ini sebenarnya gara-gara saya tak sengaja mendengar sebuah percakapan sepasang suami isteri. “Ayah sudah lelah mencari nafkah, urusan sekolah anak-anak itu urusan ibu…” kata si Ayah ke ibunya anak-anak.

Di kesempatan lain, juga pernah dengar seperti ini, “Bu, tolong hargai Ayah, setiap Ayah pulang rumah selalu berantakan. Kamu ngapain aja sih? Ayah capek kerja seharian, sampai rumah lihat rumah berantakan begini…” tanpa peduli lagi pada kenyataan bahwa setiap jam rumah dirapihkan, dan hanya butuh waktu lima menit akan kembali berantakan oleh ulah anak-anak.

Terus? Kalau sudah mencari nafkah, Ayah nggak perlu direpotkan sama urusan pendidikan anak? Belajarnya anak, antar ke sekolah, rapat orang tua murid dan urusan lainnya.

Kalau sudah mencari nafkah, Ayah jadi haram pegang sapu? Bersih bersih rumah, bantu isterinya yang sejak bangun pagi sampai tengah malam sibuk dengan urusan rumah yang (memang) nggak ada habisnya?

Sederhananya, memangnya fungsi Ayah cuma cari nafkah?

Seringkali sosok Ayah ada di rumah, tetapi hanya fisiknya yang hadir, tidak jiwanya, tidak perannya.

Anak bertanya soal pelajaran, lalu dengan enteng berkata, “Tanya ibu sana, Ayah capek…” padahal sedang main gadget.

Sosok Ayah harus hadir secara utuh di rumah, bagi isterinya, bagi anak-anaknya, bagi keluarganya. Keluarga perlu warna seorang Ayah, karena peran Ayah sebagai kepala keluarga, sebagai pemimpin, bukan cuma sebagai pencari nafkah.

Sosok Ayah perlu hadir untuk memberi rasa aman, nyaman, ketenangan dan percaya diri seluruh anggota keluarga. Jangan sampai justru ada Ayah malah bikin nggak nyaman, hati-hati. “Tenang, ada Ayah…” kalimat ini suatu waktu mungkin keluar dari mulut bocah-bocah karena lelaki itu memang benar-benar bisa diandalkan. Tangguh.

Kehadiran Ayah sejatinya dirindukan, oleh isteri maupun anak-anaknya. Jangan abaikan pesan singkat dari anak misalnya, “Ayah jam berapa pulang?” Ada rindu tersirat dari kalimat itu.

Dua tiga hari Ayah tak pulang karena tugas kantor, suasana rumah jadi terasa sepi, isteri dan anak-anak merasa kurang aman dan nyaman. Jika masih seperti ini, tersenyumlah. Artinya sosok Ayah masih sangat dibutuhkan sebagai pelindung, pengayom dan pemberi rasa aman.

Hadirnya sosok Ayah juga menjadi contoh baik bagi anak lelaki, menjadi contekan bagi anak perempuan kelak mencari pasangan. Pernah kah anak perempuan Anda berkata, “Aku ingin punya suami kelak seperti Ayah” … Ah, indahnya kalimat itu terdengar.

Hadirnya seorang Ayah secara utuh, bukan soal seberapa banyak waktu yang dipunyai di tengah kesibukan bekerja. Sebab, nyatanya masih banyak Ayah yang bisa tetap “hadir” di keluarganya meski waktunya tak banyak. Ini soal peran, bukan soal waktu. Ini tentang kesadaran, bukan tentang seberapa sejahteranya sebuah keluarga. Peran ini, tak bicara soal pangkat, status sosial, apalagi soal besar kecilnya gaji sang Ayah.

Satu lagi, lelaki yang dipanggil Ayah ini pun bukan sosok yang bikin suasana rumah jadi tegang, serius melulu, kaku, apalagi angker. Anak-anak nggak hanya butuh Ayah sebagai orang tua, tetapi juga butuh sahabat bercerita, teman bermain, lawan berkelakar, atau “pacar” yang bisa digandeng ke tempat hiburan misalnya.

Ah terlalu panjang rasanya bahas peran Ayah. Bukan kapasitas saya juga bahas parenting disini, belum apa-apa, saya cuma seorang Ayah yang terus belajar untuk menjadi Ayah yang lebih baik.

Agar semoga sosok ini selalu dirindukan, ada dan tiadanya nanti. Tak tergantikan di hati seluruh anggota keluarga, sampai kapanpun, kapanpun.

Eh iya, nafkah dari Ayah tetap perlu kok. Ya kan bu? @bayugawtama

SHARE AGAR LEBIH BERMANFAAT

=============================
GRIYA HILFAAZ
Pusat Busana Muslim Berkualitas
Diskon setiap hari
Menerima reseller, dropshipper, agen

https://www.facebook.com/hilfaaz/photos/

https://www.tokopedia.com/griyahilfaaz

update stock instagram : griya_hilfaaz
==============================

AWKARIN, ANYA GERALDINE, DAN YANA NURLIANA


 

Selain pengasuhan yang tepat, salah satu kiat dahsyat menjaga pergaulan anak2 yaitu; ibu yang istiqomah berdoa untuk anak2nya dan bapak yang bertekad dan berjuang membawa uang halal kerumahnya..

Ini kisah Yana Nurliana yang inspiratif buat diambil pelajarannya. Semoga manfaat.

#ALLAH saja
*narik nafas dulu..
BismiLLAH..
*
Saya biasanya ga mau menulis sesuatu yg buruk, yg malah berpotensi menyebarkan keburukan itu sendiri.
Berhari-hari saya menahan diri, saat rame org membahas Awkarin beberapa waktu lalu.
Remaja pinter berjilbab dari kota kecil, yg kemudian pindah sekolah ke Jakarta, dan menjadi liar dan murahan kemudian.
Anehnya, keLIARan gadis ini, digemari di kalangan remaja dunia maya,
dan bahkan gadis ini bisa dapat uang banyak dari potensi para followernya.
Disebut-sebut, dari popularitasnya, Awkarin bisa dpt bayaran sampai 25juta perbulan, untuk jasa endorse produk-produk yg segmen-nya adalah remaja.
Wow!
*
Saya tahan untuk tdk menulis ttg Awkarin saat itu,
krn saya yakin, apa yg akan saya tulis, akan sama saja dgn komentar dan ‘omelan’ emak-emak yg menghiasi Vlog dan akun Sosmed Awkarin.
Tentang moral,
dan tentang agama.
*
Tapi ternyata..
Beberapa bulan kemudian, Muncul another Awkarin,
Anya Geraldine, alias Nur Amalina Hayati, nama aslinya.
Sama seperti Awkarin, gadis remaja belasan tahun ini jg gemar sekali membagikan video kisah cintanya yg lebih liar dari gaya pacaran Awkarin.
Pertama kali melihat video Anya, saya langsung marah..
Kok bisa!
Kok bisa, saya yg udh menikah 10 tahun.. Belum pernah bulan madu di hotel mewah yg lsg berhadapan dgn kolam renang yg jg ada jacuzzinya
Ini kok anak ingusan belasan tahun, nikah enggak,
pacaran baru hitungan bulan..
Kok sudah bulan madu mewah..
Kok bisa?! Mengapa! 😀
Hush!
Salah!
Maksutnya.. Kok bisa.. Remaja begituuuuuuu..
Ini Indonesia kan?
Masih negara dgn muslim terbanyak kan?
*
Well
Mundur sejenak kebelakang, tahun 2000-an.
Setiap kita, punya zaman.
*
Waktu Jaman sekolah saya dulu.. Jg ada tokoh sekaliber Awkarin dan Anya,
Jadi FIX, awkarin bukan ‘simbol seks remaja’ pertama..
Hanya saja,
Ada ‘tokoh’
Di jamannya masing-masing,
Dan dengan level perosotan moral yg sama-sama makin menurun.
*
Saya dulu tumbuh dilingkungan paling berpotensi untuk rusak.
Sejak SD, saya dah biasa ngeliat narkoba.
Temen-temen saya yg nikah karena hamil duluan, sdh ada sejak kelas 4 SD. Bukan sesuatu yg baru melihat anak SD yg centil, hamil dan brenti sekolah.
Orang Balikpapan pasti tau kampung baru.
Di situ saya lahir dan dibesarkan.
Di ‘Texas’nya Balikpapan.
Sebagai remaja ,
saya jg melewati masa-masa rentan bentrok dengan mamak saya.
Dididik dengan keras.
Kolot.
Saklek.
Alasan kuat untuk menjadi rusak, krn ‘bosan’ di rumah, bisa saja.
Terlebih saat SMA, kawan-kawan sekolah saya, Yg rusak moralnya, ga sedikit.
Yg menjual diri demi bisa beli softlense, ada!
Yang rela jadi peliharaan om-om gendut tua, demi bisa bayar biaya nongkrong di kafe, jg ga sedikit.
Saya ber-kawan dgn remaja-remaja rusak itu.
*
Lulus sekolah, dan langsung kerja diperusahaan Australia..
Jg makin meningkatkan potensi saya untuk bisa rusak.
Gadis muda,
Dari kampung miskin,
mendadak bergaul dengan org-orang kaya yg ber-pacar dan ber-suami-kan bule-bule berduit.
Peluang bandel..
Agar kehidupan ekonomi membaik, bisa saja..
Karena ditawarkan Didepan mata saya.
Saat itu, saya jg ga jelek-jelek banget, berat badan masih dibawah 50 kilo 😀
Masih bisa lah, bikin satu dua bule melirik..
Tapi ternyata tidak !
Pertolongan ALLAH ,
Saya tetap bisa jadi Yana yg apa adanya.
Tidak pernah merokok.
Tidak pernah minum minuman keras.
Tidak pernah mencoba narkoba
Tidak kenal seks bebas.
Padahal saya dikelilingi kehidupan itu.
Bahkan sebaliknya,
Bukannya Rusak, takdir ALLAH , saya malah memBAIK..
1 September 2003, saat akhirnya memutuskan berjilbab..
Saya dan kawan-kawan saya, baru saja pulang dari salah satu tempat hiburan malam paling populer di Balikpapan.
Pulang pagi.
Bayang-kan!
Habis pulang pagi..
Langsung berjilbab.
Ya!
Saya berjilbab begitu saja setelahnya.. Dan alhamduliLLAH istiqomah sampai sekarang, dgn terus belajar memperbaiki diri.
*
Saya memutuskan berjilbab dan mendekat pada ALLAH , karena merasa bosan dengan kehidupan hura-hura saya, yg ternyata.. Ga jadi apa-apa..
Senang..
Nongkrong..
Pulang!
Begitu terus!
Betapa membosankannya..
Apa mau sampai mati?
*
Begitu saja, cara ALLAH yg Maha Baik memberikan hidayahNya.
Menyelamatkan saya dari kerusakan..
Padahal saya berada didalam lingkungan yg rusak dari beragam penjuru..
Mengapa saya bisa seberuntung itu??
Merasakan hidup penuh hura-hura.. Tanpa tersentuh kerusakan??
Apa saya dr keluarga religius?
Tidak..!
Apa saya punya amalan banyak?
Gak!
Jawabannya,
Adalah doa-doa yg dilantunkan mamak saya, hampir di setiap sujud beliau,
agar ALLAH menjaga saya,
Menjaga semua anak beliau, dari buruknya godaan syetan.
Juga,
Insha ALLAH , karena kerasnya usaha bapak saya yg berkomitmen hanya membawa uang halal masuk kerumah.
Bapak saya,
Yg tetap miskin,
meski bekerja di kapal (tug boat) penarik tongkang minyak selama puluhan tahun.
Bapak saya,
Yg tetap miskin,
meski kawan-kawan dan junior beliau dikapal,
Sudah kaya mendadak satu persatu.. karena memper-jual-belikan ‘kencingan’ minyak-minyak curian yg pasti tdk akan ter-deteksi perusahaan.
Bapak saya,
Yg tetap miskin,
Karena takut anak-anaknya makan barang haram..
Ya!
Itulah yg insha ALLAH telah menyelamatkan saya dan saudara-saudara saya lainnya..!
Bukan karena saya hebat..
Tapi karena beliau-lah orangtua yg hebat!
*
Sahabats..
Jaman makin rusak..
Sekeras apapun kita memproteksi internet, agar menjadi internet sehat bagi anak-anak kita..
Sekuat apapun, kita lindungi tontonan anak-anak kita, agar jauh dari tontonan kemaksiatan..
Dunia luar tetap waspada untuk memangsa mereka..
Dunia luar tetap memaksa anak kita mendengar dan melihat hal-hal yg kita tutup-tutupi dan sembunyikan dirumah..
Sehingga..
Belajar dari almarhum Mamak dan almarhum Bapak saya..
Saya benar-benar hanya akan mengandalkan pertolongan ALLAH saja..
Agar anak-anak saya kelak,
Mengigit erat sunnah RasuluLLAH dengan gigi gerahamnya,
Erat-se-erat-erat-nya! Agar tak terlepas!
Meski semua orang akan menyebutnya pengecut karena tak mau berbaur dengan kemaksiatan.
*
Belajar dari almarhum Mamak dan almarhum Bapak saya..
Saya akan meminta suami saya,
Ayah dari anak-anak saya..
Agar Berusaha keras membawa pulang harta halal saja..
meski sampai mati kelak,
kami tetap hanya tinggal dari satu rumah kontrakan ke rumah kontrakan lainnya, karena keterbatasan..
Tak apa!
Semuanya, hanya Agar kelak ALLAH berkenan menguatkan anak-anak kami,
Agar kuat menggenggam panasnya bara api Istiqomah ber-agama.
Ditengah dunia yg semakin tua dan semakin gila.
Ya!
Sungguh,
Sebagai orang tua..
Pertolongan ALLAH saja yg bisa kita andalkan..
Hanya ALLAH saja..
Sungguh hanya ALLAH saja.

Copas :
*Yana Nurliana*,
Menulis adalah menasehati diri sendiri,
Saat melihat remaja di negeri ini,
Sudah mulai kehilangan jati diri

#SalamPuan
#SmartMommyCommunity

Busana Muslim Branded Berkualitas
Busana Muslim Branded Berkualitas

SHARE AGAR LEBIH BERMANFAAT

=============================
GRIYA HILFAAZ
Pusat Busana Muslim Berkualitas
Diskon setiap hari
Menerima reseller, dropshipper, agen

https://www.facebook.com/hilfaaz/photos/

https://www.tokopedia.com/griyahilfaaz

update stock instagram : griya_hilfaaz
==============================

Kenapa Bunda Tak Boleh Memaksa Anak Makan? Ini Alasannya!


 

Dear Bunda,
Ketika anak-anak memasuki masa sulit makan, biasanya Bunda akan memaksa mereka makan dengan berbagai cara. Dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, tak jarang Bunda melontarkan paksaan dan ancaman agar anak mau menelan makanannya.

“Pemaksaan sampai ancaman ini seharusnya tidak boleh dilakukan kepada anak, karena akan memengaruhi perkembangan anak,” ungkap pakar nutrisi dan diet dari komunitas Sehati, Emilia Achmadi, MSc, kepada Kompas Female, saat talkshow sebuah merk susu di fX, Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurut Emilia, ada beberapa kategori yang tergolong sebagai bentuk pemaksaan kepada anak agar mereka mau makan (dan sebaiknya tidak dilakukan):

1. Memberi makanan sebagai hadiah
Dalam kategori ringan, orangtua akan memberikan berbagai iming-iming agar anak mau makan. “Misalnya, kalau mau makan maka mereka akan mendapat cokelat, es krim, dan aneka makanan lainnya,” tambahnya. Meskipun anak sebenarnya tidak mau makan, namun reward yang ditawarkan akan membuat mereka mau makan demi mendapatkan makanan yang disukainya.
Meski proses iming-iming ini akan membuat anak mau makan saat itu, namun akan selalu tertanam dalam pikiran anak bahwa setelah makan mereka akan bisa menyantap makanan apa saja yang mereka inginkan.
Parahnya lagi, mereka akan beranggapan bahwa makanan reward ini boleh dimakan sebanyak-banyaknya karena mereka sudah makan nasi. Efek yang paling parah, mereka tidak bisa mengontrol asupan makanan ke dalam tubuh, dan berakhir dengan obesitas.

 

Busana Muslim Branded Berkualitas
Busana Muslim Branded Berkualitas

2. Menakut-nakuti anak
Dalam kategori ini, orangtua akan mengancam anak-anaknya untuk mau makan. Biasanya mereka akan mengancam dengan berbagai hal yang tidak disukai anak. Padahal, keengganan anak untuk makan pasti ada sebabnya. Bisa jadi makanan yang disediakan kurang enak dan kurang menggugah seleranya. Namun, biasanya orangtua lebih mementingkan agar makanan yang bergizi ini disantap habis oleh sang anak.
“Yang tak kalah penting dari rasa dalam sepiring makanan adalah tampilannya, khususnya untuk anak. Dengan tampilan yang menggugah selera, anak pasti akan lebih bersemangat untuk makan,” ungkap Executive Chef The Dharmawangsa Hotel, Vindex Tengker, kepada Kompas Female, dalam kesempatan berbeda.
Proses menakut-nakuti agar anak mau makan ini bisa mengakibatkan dampak psikologis berupa serangan anoreksia dan bulimia pada anak. Karena “proses” makan yang mereka lakukan ini hanya dilakukan untuk menyenangkan orangtuanya saja, tanpa perlu dicerna lebih lanjut di dalam perutnya. Bukan tak mungkin anak akan memuntahkan kembali makanan tersebut ketika orangtuanya tidak memperhatikan mereka lagi.

3. Mengancam
Kategori yang paling parah adalah ketika orangtua mulai mengancam anak-anaknya agar mau makan. Misalnya jika anak tidak mau makan, Bunda tidak mau bicara dengannya, anak akan ditinggal sendirian, atau akan dipukul saat tak mau makan, dan lain sebagainya.
Proses ancaman ini ketika dilakukan dalam jangka waktu yang lama terbukti bisa menimbulkan trauma tersendiri dalam diri anak. “Mereka akan mengalami sentimen negatif pada makanan,” tukas Emilia.
Sentimen negatif ini akan berakibat pada adanya rasa takut terhadap makanan, sehingga ketika tiba saatnya makan mereka akan selalu terbayang pada ancaman yang diberikan orangtuanya. “Ada rasa depresi ketika melihat makanan, dan akhirnya makan hanya karena takut akan ancaman orangtuanya. Ini sangat berbahaya,” jelasnya.

Nah Bunda, masih ingin mengancam Si Kecil? Tetap berikan yang terbaik untuk Si Kecil ya Bunda

SHARE AGAR LEBIH BERMANFAAT

=============================
GRIYA HILFAAZ
Pusat Busana Muslim Berkualitas
Diskon setiap hari
Menerima reseller, dropshipper, agen

https://www.facebook.com/hilfaaz/photos/

https://www.tokopedia.com/griyahilfaaz

update stock instagram : griya_hilfaaz
==============================

Anak Yang Tangguh


@Yasa Paramitha Singgih
Anak anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama, sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak anak yang tangguh, disenangi, dan disegani banyak orang…
Mereka tahu aturan makan table manner di restoran mewah. Tapi tidak canggung makan di warteg kaki lima…
Mereka sanggup beli barang-barang mewah. Tapi tahu mana yang keinginan dan kebutuhan…
Mereka biasa pergi naik pesawat antar kota. Tapi santai saja saat harus naik angkot kemana-mana…
Mereka berbicara formal saat bertemu orang berpendidikan. Tapi mampu berbicara santai bertemu orang jalanan…
Mereka berbicara visioner saat bertemu rekan kerja. Tapi mampu bercanda lepas bertemu teman sekolah…
Mereka tidak norak saat bertemu orang kaya. Tapi juga tidak merendahkan orang yg lebih miskin darinya…
Mereka mampu membeli barang-barang bergengsi. Tapi sadar kalau yang membuat dirinya bergengsi adalah kualitas, kapasitas
dirinya, bukan dari barang yang dikenakan…
Mereka punya.. Tapi tidak teriak kemana -mana. Kerendahan hati yang membuat orang lain menghargai dan menghormati dirinya…


Jangan didik anak dari kecil dengan penuh kemanjaan, apalagi sampai melupakan kesantunan, etika tata krama…
Hal hal sederhana tentang kesantunan seperti :
🔹Pamit saat pergi dari rumah
🔹Permisi saat masuk ke rumah temen (karena ternyata banyak orang masuk ke rumah orang tidak punya sopan santun, tidak menyapa orang orang yang ada di rumah itu),
🔹Saat masuk atau pulang kerja memberi salam kepada rekan, terlebih pimpinan
🔹Kembalikan pinjaman uang sekecil apapun,
🔹Berani minta maaf saat ada kesalahan
🔹Tahu berterima kasih jika dibantu sekecil apapun…


Kelihatannya sederhana, tapi orang yang tidak punya attitude itu tidak akan mampu melakukannya…
Bersyukurlah, bukan karena kita terlahir di keluarga yang kaya atau cukup…
Bersyukurlah kalau kita terlahir di keluarga yang mengajarkan kita kesantunan, etika, tata krama
🙏🏼🙏🏼🙏🏼
Selamat bersiap utk pekan terbaik mommies
#SmartMommyCommunity
#SalamPuanGroup

SHARE AGAR LEBIH BERMANFAAT

=============================
GRIYA HILFAAZ
Pusat Busana Muslim Berkualitas
Diskon setiap hari
Menerima reseller, dropshipper, agen
https://www.facebook.com/hilfaaz/photos/
https://www.tokopedia.com/griyahilfaaz
update stock instagram : griya_hilfaaz
==============================

Bulli


Saya adalah korban bully. Ketika sempat sekolah diluar negri dulu, bully dimulai dari jam 6 pagi, ketika saya naik bis sekolah, sampai jam 3 sore, ketika pulang sekolah. Begitu naik, kita akan segera disuruh duduk oleh supir bis, agar bis bisa bergerak menuju tempat penjemputan berikutnya. Sayangnya, hampir semua tempat duduk terisi satu orang (padahal kapasitasnya utk dua), dan tidak ada satu orangpun yg mau bergeser untuk memberikan saya tempat duduk. Walhasil, saya diteriaki oleh supir bis yg berkulit hitam tsb sambil mencermati kaca spionnya “Girl! SIT DOWN!” perintahya.

😔

cf63b-06072008375

Saya pun meminta minta utk dikasih sedikit spasi agar saya ‘terlihat’ duduk. Yang ada, saya diberi sepotong bagian dr kursi, dimana saya hanya sanggup tertampung sebelah badan, dan sebelah badan lagi, harus saya tahan dengan kaki saya…sepanjang jalan!
Padahal sisa kursinya masih sangat luaaaaasss sekali. Hal ini akan terulang kembali ketika pulang nanti.
Begitu sampai disekolah, sayapun meletakkan tas di kelas pertama. Ketika guru mulai mengajar, dan anak anak diminta untuk ikut berpartisipasi, saya akan berdoa-doa agar nama saya tidak akan dipanggil! 😖

“Rossalina!” ( nama panjang saya, Rossalina A. Risman, wina hanya panggilan saja )
Oh oooo… dalam hati saya, ‘matilah aku.’
Bukan apa – apa, saya sangat mengerti apa yang guru ajarkan, yang saya tidak mengerti adalah bagaimana agar bisa bicara PERSIS seperti orang Amerika. Karena, begitu saya mencoba menjawab “Grrrrrr” maka mengakak lah seluruh kelas mendengar aksen Indonesia saya. Belum lagi, yg mencoba meniru, agar nampak semakin lucu. Sedihnya? Tidak bisa dilukiskan dengan kata kata.
Banyak sekali lainnya setelah itu yg terjadi menahun, yg tidak bisa saya ceritakan semua disini satu persatu. Begitu juga dengan sedikit “ketidak nyamanan”, yg pernah dirasakan oleh putri saya.
Namun, saya belajar kuat, mengumpulkan keberanian, membalas, dan akhirnya sang bully pun menjadi kawan saya. Saya memberhentikan ia dari membuli anak-anak baru seperti saya dulu. Begitu juga yang saya ajarkan kepada putri saya.
Bagaimana caranya?

1. Bertahan
2. Niatkan untuk melawan ( kalau ada anggota keluarga yang senantiasa mendukung, akan lebih mudah )
3. Kumpulkan keberanian
4. Lawan! Apakah itu dengan menjawab balik, melaporkan ke guru dan atau merasa tidak terganggu dengan komentar negatif dan ngeluyur pergi.

Apapun itu, semua ini tidak terlepas dari rahmat Allah dan kasih sayangnya kepada saya. Memiliki orang tua yang hebat? Ya pastilah sangat membantu prosesnya.
Jika bullying itu blm sampe tahap fisik/membahayakan, usahakan orang tua jangan terlalu mencampuri urusannya. Ajarilah anak anada step by step utk menjadi kuat dan berani melawan pembuli-nya. Kuatkan ia, hingga akhirnya ‘hari pembalasan’ tiba! Rasa puas dan gembira itu, tidak ada uang di dunia yang cukup untuk membayarnya!!! Belum lagi senyum sumringah keberhasilan, ingin rasanya menekikkan ‘Allahu Akbar!’

Namun catatan penting : Jika bullying sudah masuk ke tahap FISIKAL dan atau menganggu psikologis anak, SERTA MERTA, jangan tunggu, maju dan menghadaplah ke otoritas yg berwenang. Selesaikan dgn sesegera mungkin. Karena bullying zaman sekarang, taruhannya nyawa.
Selamat mencoba dan share jika bermanfaat.
Wallahu a’lam bis shawab
#winathethinkingcoach
Wina Risman

SHARE AGAR LEBIH BERMANFAAT
=============================
GRIYA HILFAAZ
Pusat Busana Muslim Berkualitas
Diskon setiap hari
Menerima reseller, dropshipper, agen
https://www.facebook.com/hilfaaz/photos/
https://www.tokopedia.com/griyahilfaaz
update stock instagram : griya_hilfaaz
==============================

Ayah Akhir Zaman


Beberapa hari kebelakangan ini, banyak hal penting yang terjadi di negeri kita, dari yang issue penggandaan uang, pelecehan Al Qur’an, hingga logika aneh yang pada akhirnya banyak menjadi meme di dunia maya.

 

 

Tanpa mengulang detail kejadian yang terjadi, tentunya kita sadar bahwa sebagai orang tua kita menghadapi satu era akhir zaman yang penuh dengan fitnah (ujian). Menghadapi akhir zaman, anak-anak perlu immune terhadap beberapa penyakit masyarakat, yang pada penyebabnya ada pada masalah aqidah perlu diperkuat. Bisa dibayangkan ujian apa yang akan terjadi di masyarakat ketika kelak, karena kenyataannya anak-anak kita adalah khalifah akhir zaman, yang akan menghadapi ujian lebih besar dibandingkan dengan zaman kita.ayah-dan-anakdilapangan

Berbicara tentang ujian akhir zaman dan pentingnya persiapan akidah anak-anak, harus dimulai dari kita para orang tua, khususnya ayah sebagai keluarga.

Persiapan aqidah perlu figur uswah yang diikuti, datang dari imam keluarga, kepala sekolah Madrasah rumah, ayah.

Bukankah hal ini dicontohkan oleh Allah yang mengutus para nabi dari bangsa manusia sehingga bisa diikuti gaya hidupnya, karena jika Allah berkehendak, Ia bisa mengutus para nabi dari bangsa Malaikat bukan manusia, tetapi agar memungkinkan untuk diikuti maka manusia menjadi utusan Allah.

Untuk pendidikan aqidah , hendaknya Al-Qur’an bukan hanya dihapalkan sebagai bagian dari kurikulum di rumah atau sekolah, tetapi dibahas, difahami, direnungi, serta diamalkan isi – isinya, kalau memang ayah kurang pede untuk mengajarkan isi kandungan Al Qur’an, maka silahkan datangi majlis ilmu, kajian tafsir, dan jangan lupa membawa oleh-oleh pelajaran yang tentunya sudah disederhankan untuk konsumsi anak-anak di rumah.

Jangan lupa untuk menggunakan fenomena sosial yang terjadi dan tidak bisa dielakkan oleh anak-anak, khususnya yang akan atau sudah menginjak usia baligh, untuk mengajarkan moral yang betul ke anak-anak, luruskan bila fenomena sosial tersebut perlu diluruskan, sehingga anak-anak tidak mengambil kesimpulan dari jalanan atau dari teman-teman mereka.

Ketika anak terekspos dengan issue seorang dukun yang mengaku bisa menggandakan uang, gunakan kesempatan ini untuk menerangkan bagaimana Jin bermain dengan sihir, dengan cara penggadaian aqidah si dukun.

Ketika ada issue pelecehan terhadap Al-Qur’an, jangan lupa ajarkan kepada anak-anak tentang kesucian Al Qur’an sebagai kalaamullah yang tidak pernah salah, dan mempunyai kebenaran yang absolut. Ingatkan, bahwa ketika Al Qur’an dilecehkan, maka jutaan umat muslim juga merasa terhina. Secara tidak langsung hal ini bisa menambah kecintaan anak-anak kepada Al Qur’an.
Pada akhirnya, sebagai ayah, kita mempunyai kewajiban bukan hanya mempersembahkan yang terbaik bagi keluarga kita, tetapi juga mendorong istri dan anak-anak kita ke level terbaik,
sebagaimana salah satu deskripsi ibaadurrahman (hamba – hamba Allah) yang ideal yang tersebut dalam surah Al Furqon 74

” Dan orang-orang yang berkata :” Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami, istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami (Qurrata a’yun) , dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa ”

Misi kita para lelaki adalah menjadikan istri dan anak kita sebagai qurrata a’yun, bukan hanya cantik, tampan di mata, tapi juga manis diperkataan dan budi bahasa, tinggi dalam akhlaq, wara’ dan menjaga diri dari yang haram. Sehingga menurut imam Thabari dalam tafirnya, efek penyejuk hati qurrata a’yun, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat.

Bukan hanya menjadikan keluarga yang shalih, seorang pemimpin keluarga dituntut untuk meningkatkan diri, sehingga bukan saja menjadi seorang yang bertakwa, tetapi lebih dari itu, yaitu menjadi imam atau pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.
Para ayah sekalian, zaman boleh berubah, ujian boleh bertambah, tapi target yang kita tetapkan dalam pengasuhan anak tetaplah yang tertinggi.
Selamat berjuang wahai para ayah akhir zaman.

@faisalsundani
Faisal Sundani Kamaludin

#Fatherhood
#TarbiyahPubertas

SHARE AGAR LEBIH BERMANFAAT
=============================
GRIYA HILFAAZ
Pusat Busana Muslim Berkualitas
Diskon setiap hari
Menerima reseller, dropshipper, agen
https://www.facebook.com/hilfaaz/photos/
https://www.tokopedia.com/griyahilfaaz
update stock instagram : griya_hilfaaz
==============================