Archives

Gairah Ngeblog Saya Turun Drastis


Sejak mengenal dunia facebook dan twitter gairah menulis saya terjun bebas. Impian menulis sekali sebulanpun sekarang tinggal kopi paste…itupun juga belum tentu sebulan. Bahkan belum tentu seminggu sekali saya menengok MP saya ini. MP cinta saya pertama, bahkan sampai saat inipun masih cinta mati. Banyak hal yang saya dapatkan di MP tidak bisa saya dapatkan di microblogging lain bahkan di blog tetangga sebelah sekalipun. Memang di microblogging tanggapan dan komentar kadang lebih menghidupkan suasana. Dan imbasnya di berbagai blog baik di MP maupun blog sebelahpun juga menjadi sepi…sepertinya perlu upaya massif agar pengunjung blog setidaknya meninggalkan komentar agar budaya interaktif terjalin dan ada perasaan bermanfaat dari narablog. Ah tapi ini masalah niat…tanpa komentarpun seharusnya ngeblog tetap jalan….walau tidak dipungkiri ini menambah semangat juga….hehehe

Semoga Ramadhan ini bisa memacu adrenalin saya untuk hobi menulis eh tepatnya mengetik ding.

Mulai menata niat, tujuan, motivasi, dan banyak hal..toh tidak semua tulisan kita bisa diarsipkan di microbloggingbeda dengan ngeblog…Twitter sudah mulai saya tinggalkan membuat ide terpecah, dan malas juga mengikuti tulisan yang bersambung-sambung gak jelas…mau mencari sambungannya laksana menyatukan puzzle…tinggal fb yang rutin disambangi maklum seleb kampung harus menyapa penggemar ….ganbatte kudasai..

Follow Kicauan Orang-Orang Hebat


Akhir-akhir ini saya lagi keranjingan memfollow tweetnya orang hebat di negeri ini. Banyak ilmu yang saya dapatkan dari mereka. Mulai dari politisi, trainer/motivator, penulis dll. Sayang follower saya sedikit, walaupun saya sering mentweet tulisan mereka sehingga kurang bermanfaat bagi yang lain.

Saya berpikiran kenapa tidak saya tuangkan saja kicauan-kicauan mereka di MP saya tercinta, yang sudah lama agar terbengkalai.

Berbagi khan menenangkan hati. Lagipula sedekah khan tidak harus berbentuk uang, ilmu yang bermanfaat juga merupakan sedekah…

Follow me @ervanbudianto (http://twitter.com/ervanbudianto)

Tulislah di DB Anda



Sesuai janji saya tadi malam, saya akan mengkultwit beberapa orang. Kali ini yang beruntung adalah (ceileh…)

IKATLAH ILMU dengan TULISAN -HR. Thabrani

1. Masih inget waktu kita sekolah, selalu dibiasakan untuk Menghapal akibatnya skrng jd males nulis

2. itu yg akhirnya bikin kita jadi kurang kreatif, kita jadi terjebak dengan MENGHAPAL JAWABAN bukan MEMECAHKAN JAWABAN

3. Apalagi kalo kedapetan soal Multiple Choice alias ABCD, jadi ngga kreatip banget, ngga boleh beda jawabanya sama yg nulis soal

4. Memecah Jawaban itu = Memecahkan Persoalan, kadang kita terjebak sama teori2 yang kita HAPAL

5. Akhirnya terjebak dalam pemikiran Inside The Box, harusnya pan Outside The Box, Kalo perlu malah Without the Box

6. Coba deh inget2 lagi tiap ada ujian atau ulangan di sekolah pasti kita Menghapal kan, bukunya seragam pula yg dikasih dari sekolahan

7. Yang terjadi akhirnya kita berfikir “seragam” deh…karena kebiasaan masa sekolah duyu…

8. Semua serba diseragamin….akhirnya kalo beda jadi ngerasa aneh sendiri…

9. Fungsi otak kita itu buat Berfikir bukan Menghapal, kalo semua harus dihapal Buyarr atuh jadi ngga FOKUS

10. Karena sibuk menghapal akhirnya Banyak Ide, Impian, Inspirasi, dkk akhirnya LUPA deh, trus Lupa Action juga deh

11. IMHO ciehh, GAGASAN & IMPIAN itu sebaiknya ditulis, Supaya ngga cuma jadi Angan2

12. IDE kalo ngga ditulis cuma akan jadi WACANA

13. Kita kadang banyak IDE tapi ngga ACTION2, yaeyalah krn IDE-nya ngga di Jabarkan dengan Tulisan jd ngga ada Step of Action-nya

14. Saya punya temen Idenya Bagus2, tapi bisnisnya ngga mulai2…udh setaun ngga ktmu, pas ketemu idenya yg nambah bisnisnya mah kagak

15. Kadang kita ngerasa penuh Ide, Idenya Orsinil tapi kalo Action ya percuma, Action awalnya ya Menulis Idenya

16. Ya tapi itulah Nulis ide yg ngga sampe selembar aja kadang kita Males, karena udah biasa Menghapal

17. Coba deh rasain bedanya setelah kita menuliskan Ide2 kita, terus kita baca2 lagi…Hasrat untuk mulai jadi lebih KENCENG

18. Kalo ditanya buku yg paling bagus apa ya pasti DB sendiri, kenapa? ya krn isinya pilihan kita sendiri alias customize

===DB itu Dream Book para Hadirin :)====

19. di Dalem DB itu ada Ide2, Impian2, Inspirasi2 dari Buku2 Pilihan pokoknya serba pilihan

20. Karena isinya serba Pilihan muncul rasa seneng Bacanya…kalo udah seneng jadi Semangat dehh

21.Supaya lebih Efektif di DB ngga boleh sama sekali ada tulisan yg sifatnya negatif, kalo mau curhat tempatnya di Diary

22. Tulis Nama kita Segede GABAN disitu….biar tiap kita baca kita jd selalu mikir ” Mau jadi apa sih yg Punya Nama ini?”

23.Lalu tulis di halam depanya Quote yg paling memotivasi kita

24.kalo saya ” Buatlah Rencana Hidupmu Sendiri, atau Seumur Hidup kamu akan selalu jadi bagian dari Rencana Orang Lain”

25. Pokoknya kita bikin DB sebagai Sumur eh sumber Inspirasi kita

26. Kalo mau attach gambar boleh juga, tapi jangan asal tempel, misalnya blm apa2 udh nempel Ferari…sabar dulu, impian juga tangganya

27. DB itu = Visualisasi Impian kita = Doa yang Spesifik, langkah awal jgn dulu nulis impian yg tinggi2 nanti malah kita ngga YAKIN sndri

29. Soo Kenapa kita harus bikin DB??

30.ANGAN2 ditulis jadilah IMPIAN, IMPIAN dikasih DATELINE jadilah GOALS, GOALS dijalanin jadilah ACTION

semoga bermanfaat…

Konspirasi di Balik Bobby Trap/Bom Buku


Baru kemarin saya tanggal 11 Maret 2011, saya menulis tentang sepak terjang Ulil di kompasiana. Eh tidak dinyana tanggal 15 Maret 2011 dikirimi bom buku. Apakah saya bersyukur, owh tidak saya sedih walaupun saya “benci” dengan pemikirian dedengkot JIL ini.

Bom buku atau kalau di dunia bom mengebom disebut bobby trap. Bobby trap adalah perangkap yang dirancang untuk membunuh atau melukai orang secara serius. Karena bentuknya perangkap, maka dibutuhkan umpan yang dirancang untuk memancing korban agar mau mendekat. Lalu umpan yang digunakan dalam kasus bom untuk Ulil adalah buku. Memang itu itu hanya low explosive, tapi tak urung beberapa analisa langsung berhamburan dari beberapa pengamat.

Tapi yang paling kentara adalah langsung beberapa media terutama Metro TV selalu mengaitkan dengan jaringan islam keras/fundamentalis. Apalagi bom tersebut dibungkus dengan buku bernada ancaman yang berkaitan dengan dosa-dosa terhadap Islam.

Bagi penganut islam mainstream tentu tidak rela dengan tuduhan bahwa umat islam adalah bergaris keras. Tetapi saya tidak mau larut dalam perdebatan ini karena bagaimanapun fitnah itu sudah ditebar.

Yang perlu dikritisi adalah paket pembungkus dari bom tersebut. Yaitu sebuah buku itu berjudul ‘Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin’ setebal 412 halaman. Paket itu dilengkapi selembar surat untuk Ulil berisi permintaan memberikan kata pengantar buku dan interview. Pengirimnya adalah Drs Sulaiman Azhar, Lc, nomor telepon 08132220579, beralamat di Jalan Bahagia Gg Pancer No 29 Ciomas, Bogor. Mari kita teliti secara mendalam, bagaimana sebuah pengantar yang jelas-jelas sekali menyudutkan kaum muslimin sendiri, apalagi pengirimnya bergelar License (Lc). Sebuah gelar akademis yang biasa disandang di bidang keagamaan. Saya yakin ini adalah skenario yang dibuat agar telunjuk langsung mengarah ke kaum muslimin. Kenapa harus ada pengantar yang mengesankan ke”islam”an. lagi pula kalau dikaitkan gerakan Islam garis keras kenapa Japto ketua Pemuda Pancasila yang juga ketua partai patriot dan kalakhar BNN Komisaris Jenderal Gories Mere juga dikirim.

Analisa kedua

Sesuai perkataan Ulil di beberapa media bahwa Ulil mengatakan, teror seperti ini tak pernah diterima saat dia aktif dalam JIL. Dia menduga teror ini ada sejak dia aktif berpolitik di Partai Demokrat. “Ini teror pertama kali, dan mengapa baru sekarang. Saya menganggap tak ada kaitannya dengan dulu (di JIL), tapi kegiatan sekarang lebih banyak di politik,” ujar Ulil. Dulu waktu di JIL belum pernah,” dia melanjutkan. Ulil pun menduga, teror muncul sejak dia mulai bersuara dalam isu-isu sensitif. “Misalnya reshuffle,” jelas Ulil.

Saya kira ini kebodohan seorang Ulil. Kalau nada ancaman tentang berkaitan dengan kegiatan politik Ulil dan berkaitan dengan isu politik seperti reshuffle maka partai politik yang di isukan reshuffle lah yang seharunya mentertawakan “perilaku” Ulil yang kelihatan sok tahunya tentang isu tersebut. Jelas-jelas banyak orang tahu bahwa isu yang dilempar salah. Itu sudah vonis publik kenapa pula harus divonis BOM. Lagi pula kalau dikaitkan politik maka tak pelak tudingan ke PKS, karena saat ini PKS penuh dengan para ustadz yang bergelar Lc. Tapi yang kita ketahui selama ini PKS selalu menjalankan politik santun dan islami tidak mungkin kader-kadernya melakukan hal tersebut

Analisa ketiga adalah pengalihan isu. Saat ini Pak BeYe sedang diguncang berbagai isu. Belum jelas kemana arah pembangunan dan kesejahteraan rakyatnya, sekarang digoda dengan isu Wikileaks. Saya kira terlalu sepele kalau mengaitkan bom dengan Wikileaks. Seperti kata Bang Dahlan Iskan tentang Berita yang Tidak Perlu Klarifikasi. Walaupun konteksnya berbeda tapi semua negara sudah mafhum kalau memang selama ini wikileaks selalu menyebar ke”sinis”an ke berbagai negara dan tak satupun negara yang meresponnya secara besar. Hanya dianggap angin lalu. Saya pikir pembisik Pak BeYe juga melakukan hal yang sama. Apalagi rakyat Indonesia sedang dilanda penyakit mudah lupa akut. Dengan berlalunya waktu pasti juga lupa

Analisa keempat adalah skenario intelijen. Kata pengamat intelijen, Suripto: Analisanya condong pada skenario intelijen. Karena yang bisa melakukan ini cukup profesional. Teroris tidak perlu melakukan psy war. Teroris lebih memilih mengeksekusi langsung targetnya dengan bom yang mematikan. Sedang bom yang digunakan kepada Ulil adalah bobby trap. Dia berpendapat, tindakan tersebut merupakan perbuatan liar yang sulit terkontrol. Intelijen masih banyak yang menggunakan paradigma represif untuk mengontrol pihak tertentu.

Paket bom buku tersebut sama-sama mencantumkan alamat di Bogor. Menurut Suripto, hal itu untuk memberikan kesan kalau hal itu adalah kerjaan teroris. Sebab beberapa waktu yang lalu, pernah ada penangkapan teroris di Bogor yang merupakan jaringan Noordin M Top. Tindakan ini bisa dinilai dilakukan untuk memojokkan pihak-pihak seperti Abu Bakar Ba’asyir yang menjadi ‘ikon’ teroris.

Hal ini juga bagian dari skenario untuk menyusu dana dari “luar” dengan mengesankan teroris Islam di Indonesia, masih ada maklum aparat kelihata heroik bila ada teroris saja. Atau mungkin skenario intelijenyang bertujuan lain. Wallohu a’lam. Nah bagaimana dengan pandangan anda?

diolah dr berbagai sumber
seperti http://pkspiyungan.blogspot.com/, detik, okezone, tulisan abang jonru via email

Ulil Membonceng Demokrat


Gerah juga lihat drop out-an LIPIA ini. Tong kosong nyaring bunyinya, anehnya masih ada pula yang menganggap orang ini cendekiawan.
12997740911681312472
Kemarin-kemarin dia cuap-cuap di beberapa tv menganggap Golkar dan PKS bisa out dll, ternyata tidak terbukti. Sebagai Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat (PD), Ulil Abshar Abdalla menyatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tengah berusaha mencari sosok terbaik di kabinetnya. Selain untuk efektivitas kerja, reshuffle dilakukan untuk menjaga popularitas pemerintahan.

Saya kira ucapan sebuah ketua di bidang strategi partai tidaklah sembarangan, walaupun tidak terbukti. Pasti ada grand design dibalik itu. Kita tahu bagaimana track record para petinggi demokrat mulai Jhony Alen Marbun adalah orang yang disebut-sebut bekas anggota DPR dari PAN, Abdul Hadi Djamal, sebagai penerima gratifikasi Rp 1 miliar pada kasus pembangunan darmaga dan bandara di Indonesia Timur, Andi Nurpati nekat masuk Demokrat meski masih anggota KPU, belum lagi si raja minyak “POLTAK” yang sering membuat gaduh ruang DPR. Tapi masuknya Ulil di posisi strategis tidak urung membuat kita bertanya, ada apa dengan Demokrat. Demokrat sebagai tunggangan, atau Ulil yang dimanfaatkan. Kalau saya pribadi yakin, demokrat dijadikan tunggangan alat perjuangan mereka. Dengan mesin politik dia serasa bebas dan aman serta mendapat modal lebih dalam menjalankan misi-misinya selama ini seperti mengkritis Menteri Agama berkaitan dengan Ahmadiyah, lalu menyerang PKS yang kader-kadernya militan membela kepentingan muslim, menganjurkan membubarkan FPI dll.

Selama ini Ulil sebagai pentolan Jaringan Islam Liberal yang kerap mengeluarkan statemen melecehkan syari’at Islam. Misalnya, ia mengeluarkan pernyataan bahwa banyak doktrin Islam yang tidak diperlukan lagi seperti soal Nabi Muhammad adalah Nabi yang terakhir dan sebagainya. Karena itu sempat dikabarkan bahwa beberapa organisasi Islam menyatakan: Ulil halal darahnya gara-gara pernyataannya itu. Ulil Abshar Abdalla dalam kasus penghinaan Islam dengan tulisan Ulil di Kompas, 18 Nopember 2002, Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam. Isinya, menegaskan bahwa Ulil tidak percaya adanya hukum Tuhan. Ulil Abshar Abdalla juga menyatakan, bahwa: “Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar” (Gatra, edisi 21 Desember 2002). Larangan kawin beda agama, dalam hal ini antara perempuan Islam dengan lelaki non-Islam, sudah tidak relevan lagi (Kompas, 18 November 2002). Seharusnya, orang patut meragukan kemampuan berpikir Ulil. Karena ternyata Ulil mengalami DO (drop out) dua kali; pertama dari program S-1 LIPIA Jakarta dan kedua dari program doktoral Harvard University di AS. (www.voa-islam.com dan suaraislam.com). Sayangnya di wikipedia disebutkan lulusan LIPIA, tapi beberapa sumber mengatakan dia tidak sampai lulus. Drop out dari LIPIA karena nilai Aqidahnya tidak memenuhi persyaratan lulus, sekalipun saat itu dia sudah menulis skripsi. Akhirnya, Ulil menamatkan S-1 di sekolah theologi milik Frans Magnes Suseno.

Tampaknya orang-orang aktivis JIL sudah mulai bergerak dengan cara memasuki parlemen. Zuhairi Misrawi yang aktif membela ahmadiyah sekarang berlindung di balik banteng merah. Ternyata bukan hanya JIL tetapi aktivis kiri juga menyadari bahwa parlemen merupakan salah satu alat perjuangan mereka….siapa saja mereka…??? Anda pasti tahu.

Sumber :

daftar tokoh jil http://www.facebook.com/note.php?note_id=393510009650
http://www.voa-islam.com/lintasberita/suaraislam/2010/07/11/8023/mengeroyok-islam-lewat-muhammadiyah-dan-fpi/
http://suara-islam.com/news/tabloid/nasional/966-mendompleng-tunggangan-baru-

http://nasional.kompas.com/read/2011/03/06/21112269/Ulil.PKS.Bisa.Out.http://nasional.kompas.com/read/2010/08/31/10310653/Soal.Ahmadiyah..Menag.Diskriminatif

APA KABAR ?


Seringkah kita mengucapkan APA KABAR kepada seseorang yang kita temui ?
Apa kabar —yang dalam bahasa arabnya Kaifa Haaluk—adalah kalimat yang sering terucap oleh lisan kita dikala bertemu seseorang, sekedar menanyakan tentang keadaannya, dan kalimat itu senantiasa tertuju kepada pihak kedua (kamu/engkau) : apa / bagaimana kabarmu ?

Namun, dalam kesempatan ini, saya ingin mengajak antum semua untuk menggunakan pertanyaan APA KABAR ini untuk diri kita masing-masing, untuk menanyakan diri kita : Apa kabar wahai diriku ?

Setiap kita tentu sangat mengenal kondisi diri kita, sebagaimana firman Allah : “ Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri” (Al Qiyamah 14).
Dan dengan pengetahuan yang cukup akan diri kita, maka jawablah wahai diriku…

Kaifa haaluk ya nafsiy ? apa kabar wahai diriku… ? masihkah kekuatan iman menghujam dalam jiwamu ? Apa yang menghalangimu untuk menambah iman ? Apa yang memberatkan langkahmu datang ke majelis-majelis iman ? Apakah engkau sudah merasa yakin wahai diriku, bahwa engkau akan selamat di hadapan Allah kelak hanya dengan prestasi ala kadarnya ? Masihkah ada komitmen dengan janji-janji yang engkau ikrarkan setiap hari di hadapan Rabbmu, bahwa Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah ? ataukah seluruh potensi dan waktumu hanya engkau habiskan untuk membangun kebesaran dunia ? jawablah wahai diriku….

Andaikata seluruh rangkaian hidupmu engkau catat sendiri, dan di penghujung tahun ini engkau audit buku hidupmu, niscaya engkau akan temui wahai diriku :

betapa banyak amanat yang tidak tertunaikan
betapa banyak kewajiban yang terlantar
betapa banyak hak-hak yang terabaikan
betapa banyak nikmat yang terkufuri
betapa banyak ibadah yang sia-sia
dan betapa banyak…..

Dengarlah wahai diriku, firman Allah SWT : Iqra Kitaabak, kafaa binafsikal-yauma ‘alaika hasiiba… (bacalah catatanmu, maka cukuplah dirimu yang akan menghitung amalmu)

Apa kabar wahai diriku…?

lihatlah ummat di sekelilingmu telah menunggumu..! Adakah uluran tangan kebaikanmu telah menyentuh saudaramu ? Adakah sepatah kata tausiyahmu telah terucap ? Adakah perbuatanmu dan titahmu telah menjadi qudwah dan pendorong kebaikan ? Adakah ilmumu telah menerangi saudaramu dari kegelapan ? Adakah tampilan akhlak baikmu telah menjadi cermin bagi saudaramu ?

Ataukah kamu…wahai diriku…sampai saat ini dan detik ini…masih sibuk dengan diri sendiri ?Apakah belenggu kesibukan dunia menghimpitmu sedemikian rupa sehingga engkau tak sempat berbuat apa-apa ?

Apa kabar wahai diriku…Sudah saatnya engkau menatap luasnya cakrawala kehidupan yang sesungguhnya…tiba saatnya engkau memerdekaan diri dari belenggu diperbudak dunia…sudah saatnya engkau membebaskan diri dari kejahatan sistem hidup yang mengitarimu menuju keadilan sistem Islam….sudah saatnya wahai diriku…engkau berbicara dan berbuat agar ada perubahan….

Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Ar Ra’du 11)

Wallaahu a’lam.

Taujih di Forum Sholahuddin

PKS dalam Pusaran Berita


Munas PKS

Munas PKS

Musyawarah Nasional kedua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Ritz Carlton Pacific Palace Jakarta akhirnya ditutup. Menjelang Munas hingga berakhirnya pada 20 Juni 2010, selalu menarik untuk diliput. Walaupun diantara disaingi oleh penyelenggaraan Piala Dunia, tetapi setidaknya media selalu memberikan porsi yang menarik bagi mereka.

Tapi ada fenomena menarik, kalau dahulu media banyak memberitakan tentang kepedulian PKS tentang negara ini, tetapi sekarang sudah sangat berkurang bahkan tidak sedikit yang “nyinyir” dalam memberitakan PKS. Dahulu Metro TV dan televisi lain sering sekali menyiarkan bagaimana relawan-relawan PKS membantu korban gempa, tapi sekarang hampir tidak ada sama sekali. Apakah sudah berhenti kepedulian PKS, saya kira tidak karena dimanapun ada aktivitas sosial sering sekali partai ini turut ambil bagian di dalamnya. Atau berita tentang Munas PKS seperti penghargaan diberikan kepada kader PKS ditingkat Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi yang berprestasi baik dibidang, seni dan budaya, pendidikan, oleh raga, keilmuan, hafal Al-Qur’an 30 Juz serta serta penulis buku, pengumpulan dana sumbangan untuk Palestina yang terkumpul sebesar Rp1,5 miliar, pencanangan gerakan solidaritas dana pendidikan berupa beasiswa untuk 1000 putra-putri kader berprestasi yang tidak mampu lebih banyak terlewat di media.

Hal ini tidak terlalu mengagetkan karena kita tahu semua media kita sudah tidak berdiri di tengah, mereka menjadi underbow sebuah kekuatan tak terlihat (invisible hand). Mereka menjadi alat memperngaruhi berita. Mudah sekali dalam membelokan berita. Mulai dari pemilihan Hotel Ritz Carlton, yang “katanya” karena PKS sudah kaya, diundangnya Dubes Amerika sehingga dituduh sebagai pro Amerika, diterimanya non muslim sebagai anggota dianggap sebagai “partai islam pengkhianat”, fitnah stigma faksi keadilan dan faksi kesejahteraan yang terus didengungkan para pengamat politik, hingga berita pasti diterimanya “Ariel dan Luna” sebagai kader PKS. Yang menjadi tidak habis pikir ternyata bukan media umum yang memberitakan, tetapi beberapa media online islam lainnya turut menyebarkan berita-berita yang “kesannya” mengaburkan.

Ada memang, berita yang sedikit menyejukkan seperti hidayatullah.com tetapi jumlahnya tidak begitu banyak. Sehingga sedikit banyak akan menyibukkan para pemimpin (qiyadah) PKS untuk membantahnya, dan apabila tidak ada petunjuk (bayan) dari para pemimpin (qiyadah) PKS maka akan membuat para kader “abu-abu” menjadi korban perang pemikiran (ghazwul fikr). Sudah saatnya para petinggi dan kader PKS bersatu dalam perang opini.