Tag Archive | allah swt

Bulli


Saya adalah korban bully. Ketika sempat sekolah diluar negri dulu, bully dimulai dari jam 6 pagi, ketika saya naik bis sekolah, sampai jam 3 sore, ketika pulang sekolah. Begitu naik, kita akan segera disuruh duduk oleh supir bis, agar bis bisa bergerak menuju tempat penjemputan berikutnya. Sayangnya, hampir semua tempat duduk terisi satu orang (padahal kapasitasnya utk dua), dan tidak ada satu orangpun yg mau bergeser untuk memberikan saya tempat duduk. Walhasil, saya diteriaki oleh supir bis yg berkulit hitam tsb sambil mencermati kaca spionnya “Girl! SIT DOWN!” perintahya.

😔

cf63b-06072008375

Saya pun meminta minta utk dikasih sedikit spasi agar saya ‘terlihat’ duduk. Yang ada, saya diberi sepotong bagian dr kursi, dimana saya hanya sanggup tertampung sebelah badan, dan sebelah badan lagi, harus saya tahan dengan kaki saya…sepanjang jalan!
Padahal sisa kursinya masih sangat luaaaaasss sekali. Hal ini akan terulang kembali ketika pulang nanti.
Begitu sampai disekolah, sayapun meletakkan tas di kelas pertama. Ketika guru mulai mengajar, dan anak anak diminta untuk ikut berpartisipasi, saya akan berdoa-doa agar nama saya tidak akan dipanggil! 😖

“Rossalina!” ( nama panjang saya, Rossalina A. Risman, wina hanya panggilan saja )
Oh oooo… dalam hati saya, ‘matilah aku.’
Bukan apa – apa, saya sangat mengerti apa yang guru ajarkan, yang saya tidak mengerti adalah bagaimana agar bisa bicara PERSIS seperti orang Amerika. Karena, begitu saya mencoba menjawab “Grrrrrr” maka mengakak lah seluruh kelas mendengar aksen Indonesia saya. Belum lagi, yg mencoba meniru, agar nampak semakin lucu. Sedihnya? Tidak bisa dilukiskan dengan kata kata.
Banyak sekali lainnya setelah itu yg terjadi menahun, yg tidak bisa saya ceritakan semua disini satu persatu. Begitu juga dengan sedikit “ketidak nyamanan”, yg pernah dirasakan oleh putri saya.
Namun, saya belajar kuat, mengumpulkan keberanian, membalas, dan akhirnya sang bully pun menjadi kawan saya. Saya memberhentikan ia dari membuli anak-anak baru seperti saya dulu. Begitu juga yang saya ajarkan kepada putri saya.
Bagaimana caranya?

1. Bertahan
2. Niatkan untuk melawan ( kalau ada anggota keluarga yang senantiasa mendukung, akan lebih mudah )
3. Kumpulkan keberanian
4. Lawan! Apakah itu dengan menjawab balik, melaporkan ke guru dan atau merasa tidak terganggu dengan komentar negatif dan ngeluyur pergi.

Apapun itu, semua ini tidak terlepas dari rahmat Allah dan kasih sayangnya kepada saya. Memiliki orang tua yang hebat? Ya pastilah sangat membantu prosesnya.
Jika bullying itu blm sampe tahap fisik/membahayakan, usahakan orang tua jangan terlalu mencampuri urusannya. Ajarilah anak anada step by step utk menjadi kuat dan berani melawan pembuli-nya. Kuatkan ia, hingga akhirnya ‘hari pembalasan’ tiba! Rasa puas dan gembira itu, tidak ada uang di dunia yang cukup untuk membayarnya!!! Belum lagi senyum sumringah keberhasilan, ingin rasanya menekikkan ‘Allahu Akbar!’

Namun catatan penting : Jika bullying sudah masuk ke tahap FISIKAL dan atau menganggu psikologis anak, SERTA MERTA, jangan tunggu, maju dan menghadaplah ke otoritas yg berwenang. Selesaikan dgn sesegera mungkin. Karena bullying zaman sekarang, taruhannya nyawa.
Selamat mencoba dan share jika bermanfaat.
Wallahu a’lam bis shawab
#winathethinkingcoach
Wina Risman

SHARE AGAR LEBIH BERMANFAAT
=============================
GRIYA HILFAAZ
Pusat Busana Muslim Berkualitas
Diskon setiap hari
Menerima reseller, dropshipper, agen
https://www.facebook.com/hilfaaz/photos/
https://www.tokopedia.com/griyahilfaaz
update stock instagram : griya_hilfaaz
==============================

Ayah Akhir Zaman


Beberapa hari kebelakangan ini, banyak hal penting yang terjadi di negeri kita, dari yang issue penggandaan uang, pelecehan Al Qur’an, hingga logika aneh yang pada akhirnya banyak menjadi meme di dunia maya.

 

 

Tanpa mengulang detail kejadian yang terjadi, tentunya kita sadar bahwa sebagai orang tua kita menghadapi satu era akhir zaman yang penuh dengan fitnah (ujian). Menghadapi akhir zaman, anak-anak perlu immune terhadap beberapa penyakit masyarakat, yang pada penyebabnya ada pada masalah aqidah perlu diperkuat. Bisa dibayangkan ujian apa yang akan terjadi di masyarakat ketika kelak, karena kenyataannya anak-anak kita adalah khalifah akhir zaman, yang akan menghadapi ujian lebih besar dibandingkan dengan zaman kita.ayah-dan-anakdilapangan

Berbicara tentang ujian akhir zaman dan pentingnya persiapan akidah anak-anak, harus dimulai dari kita para orang tua, khususnya ayah sebagai keluarga.

Persiapan aqidah perlu figur uswah yang diikuti, datang dari imam keluarga, kepala sekolah Madrasah rumah, ayah.

Bukankah hal ini dicontohkan oleh Allah yang mengutus para nabi dari bangsa manusia sehingga bisa diikuti gaya hidupnya, karena jika Allah berkehendak, Ia bisa mengutus para nabi dari bangsa Malaikat bukan manusia, tetapi agar memungkinkan untuk diikuti maka manusia menjadi utusan Allah.

Untuk pendidikan aqidah , hendaknya Al-Qur’an bukan hanya dihapalkan sebagai bagian dari kurikulum di rumah atau sekolah, tetapi dibahas, difahami, direnungi, serta diamalkan isi – isinya, kalau memang ayah kurang pede untuk mengajarkan isi kandungan Al Qur’an, maka silahkan datangi majlis ilmu, kajian tafsir, dan jangan lupa membawa oleh-oleh pelajaran yang tentunya sudah disederhankan untuk konsumsi anak-anak di rumah.

Jangan lupa untuk menggunakan fenomena sosial yang terjadi dan tidak bisa dielakkan oleh anak-anak, khususnya yang akan atau sudah menginjak usia baligh, untuk mengajarkan moral yang betul ke anak-anak, luruskan bila fenomena sosial tersebut perlu diluruskan, sehingga anak-anak tidak mengambil kesimpulan dari jalanan atau dari teman-teman mereka.

Ketika anak terekspos dengan issue seorang dukun yang mengaku bisa menggandakan uang, gunakan kesempatan ini untuk menerangkan bagaimana Jin bermain dengan sihir, dengan cara penggadaian aqidah si dukun.

Ketika ada issue pelecehan terhadap Al-Qur’an, jangan lupa ajarkan kepada anak-anak tentang kesucian Al Qur’an sebagai kalaamullah yang tidak pernah salah, dan mempunyai kebenaran yang absolut. Ingatkan, bahwa ketika Al Qur’an dilecehkan, maka jutaan umat muslim juga merasa terhina. Secara tidak langsung hal ini bisa menambah kecintaan anak-anak kepada Al Qur’an.
Pada akhirnya, sebagai ayah, kita mempunyai kewajiban bukan hanya mempersembahkan yang terbaik bagi keluarga kita, tetapi juga mendorong istri dan anak-anak kita ke level terbaik,
sebagaimana salah satu deskripsi ibaadurrahman (hamba – hamba Allah) yang ideal yang tersebut dalam surah Al Furqon 74

” Dan orang-orang yang berkata :” Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami, istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami (Qurrata a’yun) , dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa ”

Misi kita para lelaki adalah menjadikan istri dan anak kita sebagai qurrata a’yun, bukan hanya cantik, tampan di mata, tapi juga manis diperkataan dan budi bahasa, tinggi dalam akhlaq, wara’ dan menjaga diri dari yang haram. Sehingga menurut imam Thabari dalam tafirnya, efek penyejuk hati qurrata a’yun, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat.

Bukan hanya menjadikan keluarga yang shalih, seorang pemimpin keluarga dituntut untuk meningkatkan diri, sehingga bukan saja menjadi seorang yang bertakwa, tetapi lebih dari itu, yaitu menjadi imam atau pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.
Para ayah sekalian, zaman boleh berubah, ujian boleh bertambah, tapi target yang kita tetapkan dalam pengasuhan anak tetaplah yang tertinggi.
Selamat berjuang wahai para ayah akhir zaman.

@faisalsundani
Faisal Sundani Kamaludin

#Fatherhood
#TarbiyahPubertas

SHARE AGAR LEBIH BERMANFAAT
=============================
GRIYA HILFAAZ
Pusat Busana Muslim Berkualitas
Diskon setiap hari
Menerima reseller, dropshipper, agen
https://www.facebook.com/hilfaaz/photos/
https://www.tokopedia.com/griyahilfaaz
update stock instagram : griya_hilfaaz
==============================

Berusaha Memahami Agama


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

🌴Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqoloni Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,

أَنَّ مَنْ لَمْ يَتَفَقَّهْ فِي الدِّينِ أَيْ يَتَعَلَّمْ قَوَاعِدَ الْإِسْلَامِ وَمَا يَتَّصِلُ بِهَا مِنَ الْفُرُوعِ فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ

“Bahwa siapa yang tidak melakukan tafaqquh fid diin (berusaha memahami agama), yaitu tidak mempelajari kaidah-kaidah Islam dan cabang-cabangnya maka sungguh ia telah diharamkan untuk meraih kebaikan.” [Fathul Baari, 1/165]

 

Pusat Busana Muslim Branded Berkualitas

MINDSET yang SALAH = PENJARA PIKIRAN yang tidak terlihat


MINDSET yang SALAH = PENJARA PIKIRAN yang tidak terlihat

MINDSET yang SALAH = PENJARA PIKIRAN yang tidak terlihat

Mindset ? Apa itu ? Saya yakin, kebanyakan Entrepreneur Indonesia meremehkan hal kecil ini, bahkan, some of us mencibir bila ada yang membicarakan mengenai “mindset”. Yup, tema mindset bisa dikatakan hanya populer di kalangan para MLM-ers. Dan karena populer di kalangan MLM-ers, kebanyakan pebisnis malah enggan alias merasa jijik untuk “menyentuhnya”. Kita2 para pebisnis, seringkali lebih suka tema2 teknis, seperti “bagaimana mengatur karyawan”, “apa saja yang perlu dipersiapkan bila mau memulai bisnis A”, “berapa modal yang diperlukan untuk startup bisnis X”, dan sebagainya.

Saya setuju, hal-hal tersebut sangat penting, dan memang sangat diperlukan, BILA KITA SUDAH MENGUASAI BASICNYA. Lantas apa basicnya ? Yup, basicnya adalah MINDSET itu sendiri. Beberapa tahun yang lalu, di forum ini juga, saya sudah berkoar-koar mengenai mindset ini. Namun saat itu, saya masih pebisnis yang terlalu kecil untuk bicara banyak, alias “belum punya banyak bukti untuk diceritakan”

Nah, kali ini saya mau bicara dengan bukti. Beberapa tahun yang lalu, tepatnya bulan Nov 2010, di saat Gathering pertama Entrepreneur Corner, terkumpul sekitar 60 orang Entrepreneur di Mall Central Park. Dari Gathering tersebut, saya pertama kalinya berkenalan (kopi darat) dengan pebisnis2 dari kaskus ini. Dan sama seperti sekarang, tema “mindset” bukanlah tema yang terlalu populer, karena dianggap sebagai tema “motivasi” yang entah kenapa kebanyakan pebisnis “sok alergi” atau mencibir dengan hal2 seperti ini, padahal tidak ada yang salah koq dengan tema2 seperti ini selama kita menggunakannya dengan benar. Dari sebanyak 60 orang tersebut, yang saat ini menjadi pebisnis yang JAUH LEBIH BESAR atau tumbuh puluhan kali lipat, ternyata hanya segelintir orang saja.

Dan saya pun mulai mencari kesamaan dari orang2 yang berhasil survive dan bertumbuh puluhan kali lipat ini, lalu saya mendapat 3 jawaban, yaitu MINDSET, PASSION, dan ACTION. Yup, bukan “cara Anda handle karyawan”, “bagaimana cara memulai bisnis A”, dsb. Melainkan betul2 MINDSET, PASSION, dan ACTION, karena itu memang basicnya.

Untuk 2 yang terakhir, saya akan bahas di lain thread. Tapi di sini kita akan bahas, apa itu Mindset, dan mengapa hal kecil ini bisa begitu berpengaruh terhadap Bisnis Anda ?

Dilihat dari kata2nya, mind berarti pikiran, dan set berarti mengatur. So, mudahnya diartikan langsung saja, mindset adalah bagaimana cara kita mengatur pikiran. Dan mengapa mindset begitu penting ?
Simple karena semua yang kita lakukan dalam bisnis, dimulai dari pikiran kita.

Saat Anda akan melakukan startup bisnis, mindset Anda diposisikan untuk selalu “takut gagal”, maka batal-lah Anda memulai bisnis.

Saat Anda mengalami masalah di bisnis, mindset Anda diposisikan untuk selalu menyalahkan keadaan, maka bangkrutlah Anda sambil terus menggerutu menyalahkan keadaan. Ini sering terjadi pada Anda toh, ngaku saja d.. saya sering banget koq dengar pebisnis2 yang hobinya menyalahkan pemerintah, menyalahkan kompetitor, menyalahkan karyawan, yang pasti yang salah selalu orang lain. Padahal mindset-nya sendiri lah yang salah, karena mindset Anda “disetting” untuk selalu cari kambing hitam

Saat Anda sudah terlalu sibuk di bisnis dan “menjadi superman”, lalu mindset Anda “Saya tidak pernah percaya orang lain”, maka stuck lah Anda sebagai superman, dan bisnis Anda pun sulit untuk maju.

Saat Anda memiliki mindset bahwa “membaca buku hanyalah teori dan hanya bullshit”, maka itulah yang akan terjadi.

Saat Anda memiliki mindset bahwa Anda sudah cukup dengan bisnis Anda yang sekarang, maka cukuplah Anda dan menjadi stuck.

Saat Anda memiliki mindset bahwa menjadi kaya adalah dosa, maka secara otomatis Anda akan menjauhi kekayaan.

Saat Anda sudah memiliki mindset bahwa “tulisan ini adalah bullshit”, maka jadilah tulisan ini sebuah bullshit yang tidak akan pernah mengubah hidup Anda

Dan masih banyak sekali contoh2 kasus lainnya, yang, disadari atau tidak, bahwa tindakan2 kita sangat dipengaruhi oleh mindset.

Dari beberapa contoh di atas, dapat kita pelajari, bahwa sebuah hal kecil yang sering diabaikan ini, adalah hal yang sangat penting untuk dipahami, oleh siapapun yang mau bertumbuh dalam bisnisnya. Karena mindset inilah salah satu yang membedakan antara, Chairul Tanjung si anak singkong, dengan anak singkong – anak singkong lainnya, yang saat ini tetap saja masih jadi anak singkong. Mindset inilah yang membedakan Dahlan Iskan yang lahir sangat miskin, dengan teman2nya yang lahir miskin juga dan sampai saat masih tetap miskin. Mindset inilah pula yang membedakan, speaker2 di Kaskus Gath 04 kemarin yang bisnisnya sudah jauh sekali bertumbuh, dengan entrepreneur2 yang sepertinya sudah tidak survive lagi.

Dan sebagai pebisnis, tentunya sangat bahaya bila mindset kita saat ini masih “salah setting”.

So…masih mau meremehkan mindset ? Bila jawabannya masih ya, maka ada baiknya Anda undur diri dari dunia Entrepreneur. Karena dalam dunia Entrepreneur, kita mesti paham dengan mindset : “Belajar setiap saat, setiap waktu, dan belajar semua yang bisa dipelajari dari setiap kejadian” alias bahasa kerennya almarhum Steve Jobs “Stay Hungry, Stay Foolish”.

See u at THE TOP !!

Profile Kontributor Subforum Entrepreneur Corner: Chandra Liang

Chandra Liang
SUMBER : http://www.kaskus.co.id

Jangan Terlalu Bersedih Jika Tidak Sesuai Harapan


 

🔎 Al-Mutanabbi berkata :

مَا كلُّ ما يَتَمَنّى المَرْءُ يُدْرِكُهُ…. تَجْرِي الرِّيَاحُ بِمَا لا تَشْتَهِي السُّفُنُ

Tidak semua angan-angan seseorang lantas ia dapatkan.
Angin berhembus tidak sesuai dengan kehendak perahu layar…

🍃 Faidah : Tentu tidak semua keingingan, angan-angan, cita-cita, dan harapan selalu terwujudkan sebagaimana terkadang angin di lautan berhembus tidak sesuai dengan keinginan dan kemaslahatan perahu layar. Terkadang angin tersebut justru berhembus berlawanan arah dari tujuan kapal/perahu. Atau terkadang angin berhembus ke arah tujuan perahu layar akan tetapi angin tersebut berhembus dengan pelan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Namun sang nelayan dan sang nahkoda tetap melanjutkan perjalanan menuju tujuan dan harapan…, ia sadar bahwa kondisi angin tidak selamanya demikian… betapa sering angin berhembus sesuai dengan keinginannya…

✒️ Ustadz Firanda Andirja, MA

Minimal, Doakan Murobbi


Oleh Sairin Al Brebesiy

Doa adalah kekuatan seorang muslim. Dan seorang muslim yang banyak berdoa, justeru disitulah bukti kehambaan kepada Allah SWT semakin tinggi. Hanya saja doa mesti dibarengi dengan kerja/ikhtiar. Karena orang yang bekerja tanpa berdoa berarti dia sombong, sebaliknya orang yang berdoa tanpa bekerja menandakan kebodohan/kejahilan dirinya.
Masih ingatkah saudara, kisah bagaimana seorang sahabat yang selalu berdoa untuk kebaikan seraya memaafkan segala kesalahan orang yang dikenalnya sebelum tidur. Atas kebiasaan berdoa itulah, sahabat tadi diganjar dengan kebaikan pahala berupa syurga. Dan yang menyampaikan khabar masuk syurganya sahabat tadi langsung Rasullullah SAW dihadapan majelis sahabat beliau yang lainnya.
Lantas, tidaklah ada salahnya kita mengikuti kebiasaan berdoa untuk kebaikan seraya memaafkan segala kesalahan orang yang kita kenal sebelum tidur. Yang kita harapkan tentulah, semoga kebiasaan kita itu semoga bisa menjadi wasilah masuk syurga. Dan tentunya, itu kita lakukan sebagai salah bukti kecil membalas kebaikan kebaikan orang yang telah bersentuhan dengan kita. Karena mungkin pembalasan dengan materi, kita belum memilikinya. Dan karena mungkin telah terpisah jarak ribuan kilometer, justeru dengan mendoakannya menjadi lebih dekat jarak kita dengan dia.
Salah satu orang yang telah bersentuhan dengan kita ialah Murrobi kita. Melalui tangan tangan mereka lah kita semakin jauh mengenal Al Islam. Karena kegigihan dan perjuangan merekalah kita semakin mengerti makna indahnya berjamaah. Tak kenal menyerah, tak kenal henti Murrobi kita dengan sabar mengajari kita Ad Dien, hal yang sebelumnya tidak kita dapatkan di pendidikan formal.
Tak ada seorang Murrobi pun, yang mengharapkan pembayaran materi dari kita. Dan tak ada seorang Murrobi pun yang mewajibkan kita, setelahnya untuk membayar upeti sebagai balasan atas pengajaran mereka kepada kita. Tidak. Sekali lagi tidak.
Setiap Murrobi telah memposisikan dirinya layaknya orang tua kita sendiri, yang sabar, tak kenal pamrih mengajarkan hal hal yang tidak kita ketahui sebelumnya. Di saat bersamaan, bisa jadi kita begitu malas menemui dirinya setiap pekan padahal itu telah kita janjikan sebelumnya.
Tak mengenal teriknya mentari, tiada patah arang walau hujan mengguyur, Murrobi mendekat dan mendatangi kita mengajarkan nilai nilai qur’ani. Di saat bersamaan, kita menjauh dari ‘kejaran’ Murrobi. Tapi, mereka, Murrobi itu tidak pernah mundur selangkah pun, ibarat layar terkembang pantang surut diturunkan, mereka terus mengajarkan kepada kita nilai nilai keislaman, hingga akhirnya sampai saat ini, dan selamanya (insya allah) kita mengenal Al Islam dan menjadi prajurit prajurit Ad Dien sampai ajal menjelang.
Bahkan, atas izin Allah SWT melalui wasilah dan tangan Murrobi-lah kita menemukan pasangan hidup yang semakin menenteramkan jiwa dan hati kita. Masih ingatkah, saat proses ta’aruf itu, Murrobi begitu sabar dan penuh takzim mencoba memenuhi prasyarat calon calon pasangan hidup pilihan kita. Tak jarang Murrobi pun mengernyitkan dahinya atas terlalu sempurna nya prasyarat itu, tapi pernah kah kau lihat Murrobi langsung marah dan memaki kita?
Atas itu semua, sudah sepantasnyalah, kita selalu mendoakan untuk kebaikan kebaikan Murrobi kita. Di dunia dan akhirat. Sebelum tidur sempatkan berdoa untuk kebaikan Murrobi kita. Pergilah di gelapnya malam, di heningnya gulita malam, di saat orang tidur dengan nyenyaknya. Bayangkanlah senyum sabar Murrobi kita, bayangkanlah teduh wajah wajah mereka diiringi doa doa kebaikan buat mereka. Kebaikan di dunia dan kebaikan di akherat.
Tentunya itu semua, juga kita lakukan pada porsi yang lebih besar lagi buat orang tua kita, guru guru yang mengajar kita kala waktu masih sekolah, dosen dosen yang membimbing kita sewaktu kuliah.

 

Ya Allah, panjangkanlah umur Murrobi kami dalam ketaatan kepadaMu…

Ya Allah, berilah ketajaman pikiran, kekuatan dan kesehatan bagi Murrobi kami…

Lindungilah mereka dari kejamnya terpaan fitnah Ya Rahman Ya Rahim…

Ya Azis Ya Qowiy, berikanlah kepada Murrobi kami, kekuatan iman untuk menegakkan kebenaran, anugerahkanlah kepada Murrobi kami keteguhan hati untuk menjunjung tinggi keadilan dalam bekerja sepenuh hati membimbing dan melayani masyarakat.

Ya Latief Ya Malik, tanamkanlah kepada Murrobi kami kejernihan dan kearifan dalam berpikir, kecepatan,ketepatan kecermatan dalam bertindak dan mengambil keputusan, kejujuran dan ketulusan dalam menejalankan tugas dan kewajiban da’awi

Ya Allah Dzat Yang Maha Penyelamat, jauhkanlah kepada kami silang dan sengketa, lindungilah kepada kami dari rasa saling curiga yg hanya membawa malapetaka, hindarilah kepada kami dari perpecahan dan permusuhan yg hanya membawa kehancuran, satukanlah hati kami dalam ikatan cinta di dalam cintaMu…..

Amin Ya Robbal ‘Alamien…..

:: PKS PIYUNGAN

Hamasah dan Iradah Qawiyah


Oleh Abdul Wahid

Perjalanan dakwah masih panjang. Salah satu faktor yang membuat kita dapat bertahan dan terus eksis di jalan dakwah adalah adanya hamasah (semangat) dan iradah (kehendak) kuat yang tertanam dalam jiwa kita.
Tanpa iradah mustahil kita bergerak dan melangkah untuk kepentingan dakwah. Dan tanpa hamasah yang membara, jiwa-jiwa kita akan mudah lemah dan terpuruk.
Iradah dan hamasah lahir dari kekuatan “yaqzhah ruhiyah” (kesiagaan ruhani). Iradah dan hamasah-lah yang menjadi anak panah yang membimbing kita untuk sampai sasaran-sasaran dakwah.
Muassis dakwah ini menginginkan kader-kader yang bergabung di dalamnya adalah kader-kader yang memiliki jiwa-jiwa muda yang senantiasa membara dan semangat yang menggelora dalam medan dakwah.

 

“Bisa saya katakan bahwa yang pertama kali kita siapkan adalah kebangkitan ruhani, hidupnya hati, serta kesadaran penuh yang ada dalam jiwa dan perasaan. Kami menginginkan jiwa-jiwa yang hidup, kuat, tangguh, hati-hati yang segar serta memiliki semangat yang berkobar, perasaan dan ghirah yang selalu bergelora, ruh-ruh yang bersemangat, selalu optimis, merindukan nilai-nilai yang luhur, tujuan mulia serta mau bekerja keras untuk menggapainya…” (Risalah Da’watuna Fii Thaurin Jadiid)

Beliau juga menegaskan,

“Dan tidak ada bekal yang layak bagi umat dalam meniti jalan yang keras dan mengerikan ini kecuali jiwa yang beriman, tekad kuat nan jujur, kegemaran berkorban dan berani menanggung resiko. Dan tanpa ini semua gerakan dakwah akan dikalahkan dan kegagalan menjadi sahabat putra-putra dakwah.” (Risalah Hal Nahnu Qaumun ‘Amaliyyun).

 

Jiwa yang hidup, kuat, tangguh, dan berani menghadapi realita hidup, akan mampu menghadapi resiko dan konsekwensi perjuangan. Amatlah pantas perintah Allah SWT pada orang beriman agar menghadapi musuh dengan jiwa yang tegar dan konsisten pada keyakinan.

 

“Hai orang-orang yang beriman apabila kamu menghadapi satu pasukan maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung”. (Q.S. Al Anfal: 45).

 

Pujangga termasyhur, Al Buhturi dalam baris syairnya mengungkapkan bahwa jiwa yang berani hidup dengan menghadapi resiko apapun dan tetap tegar berdiri di atas pijakannya adalah ‘nafsun tudhi’u wa himmatun tatawaqqadu’ (jiwa yang menerangi dan cita-cita yang menyala-nyala).***

:: PKS PIYUNGAN