Tag Archive | hasan al banna

Nasihat-nasihat “Sesat” Saat Curhat


Dalam kehidupan sehari-hari, interaksi dan komunikasi manusia modern sangat luas dan bebas. Bukan hanya bertemu secara langsung, namun dengan leluasa bisa terhubung 24 jam sehari semalam dengan semua orang melalui teknologi. Persahabatan tentu banyak memberikan kebaikan dan nilai positif bagi manusia, karena pada dasarnya kita selalu saling membutuhkan satu dengan yang lain. Salah satu manfaat sahabat adalah sebagai teman curhat dan meminta nasehat.

Namun tidak jarang, persahabatan memberikan dampak negatif, terutama ketika menemukan sahabat yang sering menyampaikan nasehat nekat dan sesat. Di saat seseorang curhat, bukannya mendapatkan nasehat yang positif dan konstruktif, justru mendapat inspirasi dan motivasi untuk melakukan perbuatan jahat. Apalagi ketika terkait persoalan rumah tangga, salah-salah mendengar nasehat bisa jadi akan menimbulkan keputusan yang salah dan tidak tepat.

Kadang seorang suami menceritakan masalah keluarga kepada teman kerjanya, atau seorang istri curhat tentang problem keluarga kepada teman dekatnya. Pada kondisi teman curhat adalah orang yeng tepat, maka akan bisa memberikan nasehat yang juga tepat dan bermanfaat. Namun apabila curhat kepada orang yang salah, bisa memberikan nasehat yang salah dan menyesatkan. Belum lagi ketika teman curhat ini memiliki kepentingan dan keinginan pribadi tertentu, akan membuat semakin memberikan nasehat yang sangat subyektif.

Nasehat Nekat dan Sesat dari Sahabat

Ada sangat banyak contoh nasehat yang justru mengarahkan kepada kondisi yang lebih buruk dan lebih parah dari masalah semula. Di ruang konseling kami sering mendapat cerita dari para klien, bahwa mereka mendapat nasehat dari teman-temannya untuk melakukan tindakan tertentu. Sayangnya nasehat itu tidak mengajak mereka kepada kebaikan dan keutuhan rumah, justru sebaliknya. Berikut beberapa bentuk nasehat sesat yang didapatkan saat curhat kepada sahabat yang tidak tepat.

Kamu bodoh mau dibodohi pasangan kamu

“Bodoh benar kamu ini mau dibodohi pasangan kamu…..”

“Jangan mau dibodohi pasangan kamu…”

“Kamu ini benar-benar bodoh di hadapan pasangan kamu….”

Ungkapan-ungkapan seperti ini dari sahabat saat curhat, memberikan sugesti yang kuat, seakan-akan dirinya tengah dibodohi oleh pasangan. Seorang istri merasa dirinya tengah ditipu dan dibodohi oleh pasangan, sehingga ia bertekad tidak akan memaafkan kesalahan suami. Ia percaya perkataan sahabat-sahabatnya yang konsisten menyebut dirinya bodoh, maka ia pun merasa bodoh jika memaafkan suami. Padahal memaafkan adalah ciri orang bertaqwa, bukan ciri orang bodoh.

Seorang suami merasa benar-benar bodoh setelah mendengar nasehat dari sahabat, maka ia menjadi berpikiran sempit dan berniat menghajar sang istri yang telah membuat kesalahan. Di saat ia masih menimbang-nimbang apa yang akan dilakukan terhadap kesalahan istri, mendadak menjadi kalap setelah mendapat ‘pencerahan’ dari sahabat yang menyebutkan dirinya adalah suami bodoh. Hal ini membuat dirinya tidak berpikir panjang untuk mengambil keputusan, karena tidak ingin disebut bodoh dan tidak ingin menjadi bodoh.

Semestinya, suami atau istri yang tengah curhat didinginkan hatinya, ditampung kesedihannya, dihibur dengan kebijaksanaan. Bukannya dipanas-panasi dengan pernyataan kebodohan semacam itu. Satu hal yang harus dipahami adalah, dalam setiap konflik suami istri, selalu ada versi dari kedua belah pihak. Saat menerima curhat dari satu pihak, itu belum cukup untuk digunakan memahami apalagi mengambil kesimpulan dari masalah yang sesungguhnya sedang terjadi. Maka ungkapan yang membodohkan itu menjadi nasehat yang bisa menyesatkan bagi mereka yang mendengar dan mempercayainya.

Balas saja dengan selingkuh

“Suami kamu sudah selingkuh, jangan diam saja, balas dengan selingkuh…”

“Kamu laki-laki, kalau istri kamu bisa selingkuh, kamu pun bisa selingkuh…”

“Kamu biarkan saja dia selingkuh? Balas saja dengan selingkuh, biar dia kapok…”

Nasehat dari sahabat saat curhat, kadang menyemangati seorang laki-laki atau perempuan untuk melakukan balas dendam dengan melakukan kesalahan yang sama dilakukan pasangan. Misalnya ketika seorang suami selingkuh, maka istrinya berhak membalas dengan selingkuh. Jika seorang istri selingkuh, maka suaminya berhak membalas dengan selingkuh pula. Ini tentu sebuah nasehat yang sesat, karena menyuruh orang baik-baik melakukan penyimpangan dengan alasan balas dendam.

Semestinya suami atau istri dinasehati agar introspeksi diri, lalu mengajak pasangannya untuk bertaubat, membuat komitmen bagi perbaikan hubungan mereka di masa sekarang dan yang akan datang. Bukannya dikompori untuk melakukan balas dedam, disemangati untuk selingkuh, karena ini akan semakin membuat rusak keluarga yang tengah ada masalah, ditambah lagi menambah orang yang berbuat salah. Semula yang salah satu orang, lalu pasangannya dikompori melakukan kesalahan, jadilah semua menjadi sama-sama salah.

Nasehat untuk melakukan balas dendam seperti itu jelas-jelas sesat dan menyesatkan. Ajaran agama menyuruh kita untuk mudah memaafkan, sedangkan bagi pihak yang melakukan kesalahan hendaknya dibimbing untuk bertaubat. Jika balas dendam dilakukan oleh istri dengan alasan suaminya selingkuh, nanti suami akan membalas lagi dengan selingkuh berikutnya dengan alasan selingkuh yang dilakukan istrinya lebih parah dibanding yang dia lakukan pertama. Lalu istrinya akan membalas lagi dengan selingkuh lagi dengan alasan karena suaminya sudah selingkuh dua kali, maka iapun harus selingkuh dua kali. Kondisi seperti ini tidak ada selesainya jika dituruti, dan akan menyebabkan kerusakan moral dalam keluarga. Mereka menjadi keluarga rusak dan bejat karena mengikuti nasehat sesat.

Ngapain kamu masih mau bertahan?

“Aku heran, diperlakukan seperti itu oleh suami kamu, kok kamu masih mau bertahan hidup dengannya…”

“Ngapain kamu pertahankan istri seperti itu? Tinggalkan saja…”

“Untuk apa hidup berumah tangga dengan orang seperti itu? Tidak ada lagi gunanya…”

Dalam pandangan agama, pernikahan adalah ikatan sakral (mitsaqan ghalizha) yang harus dijaga keutuhannya. Tidak boleh diceraiberaikan ikatan itu dengan semena-mena tanpa alasan yang bisa diterima oleh pandangan agama. Oleh karena itu, mengompori suami untuk meninggalkan atau menelantarkan istri adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Sebagaimana memanas-manasi istri untuk lepas dan meninggalkan suami adalah tindakan yang tidak tepat dan tidak benar. Apalagi situasinya hanya sepihak, curhat hanya mendengarkan masalah dari satu versi saja, ini membuat pandangan yang tidak adil dan tidak berimbang.

Semestinya, dalam situasi konflik, yang harus dinasehatkan adalah agar suami dan istri saling mendekat, untuk mencari solusi secara dewasa dan bijaksana. Suami dan istri yang tengah menghadapi konflik diajak dan dinasehati untuk bisa bersabar menghadapi situasi sulit itu dan tetap mempertahankan keutuhan hidup berumah tangga. Nasehat yang mengajak untuk saling menjauh, meninggalkan, menelantarkan pasangan, bertentangan dengan nilai kesakralan sebuah ikatan pernikahan. Bertahan demi keutuhan keluarga, adalah sebuah pilihan dewasa, sambil mencari solusi terbaik atas masalah yang mereka hadapi.

Memilih untuk pergi dari pasangan karena marah, jengkel dan bermasalah, adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab dan tidak dewasa. Itu seperti keputusan anak kecil yang lari dari rumah setelah dimarahi ibunya. Sebagai orang dewasa, semua masalah harus diselesaikan dengan dewasa pula. Jika marah, jengkel dan kecewa, bicarakan baik-baik dengan pasangan. Cari solusi bersama pasangan, tetaplah bertahan walau kadang suasana tidak seperti yang diharapkan. Jika merasakan hal yang tidak menyenangkan dalam pernikahan ingatlah bahwa tujuan menikah bukan hanya untuk bersenang-senang. Maka tetaplah bertahan, sambil mencari jalan keluar dari permasalahan.

Tinggalkan saja dia, masih banyak laki-laki/perempuan lainnya

“Cari suami lagi saja, masih banyak kok laki-laki baik yang mau sama kamu…”

“Cari cewek sana, sangat mudah bagi kamu untuk mendapatkan istri baru…”

“Kayak gak ada orang lain saja, banyak tuh orang-orang yang suka sama kamu…”

Nasehat yang mengarahkan suami untuk mencari istri lain dengan meninggalkan istri yang ada, adalah provokasi yang membahayakan. Demikian pula nasehat yang mengajak istri untuk mencari suami lain dengan meninggalkan suami yang ada, adalah provokasi yang semakin merusak kebahagiaan hidup berumah tangga. Semestinya, di saat konflik suami dan istri dinasehati agar mencari solusi yang bisa manyatukan dan mengembalikan keharmonisan keluarga. Bukan dinasehati agar secepatnya mencari suami atau istri baru padahal masalah dengan pasangan belum menemukan titik penyelesaian.

Nasehat seperti itu potensial menimbulkan masalah baru. Masalah pokok dengan pasangan belum terselesaikan, namun sudah ditambah dengan masalah lagi karena suami mulai mencari istri baru, atau si istri mulai mencari suami baru. Bisa jadi kenyataannya memang seperti yang dikatakan para sahabat yang memberi nasehat tersebut, bahwa suami masih memiliki banyak fans yang akan mudah dijadikan istri; dan bahwa istri masih memiliki banyak pemuja yang akan mudah menjadikan dirinya sebagai istri. Namun nasehat itu tidak bisa diterima, karena semestinya suami dan istri dinasehati untuk berpikir keras mencari solusi demi bisa mengembalikan keutuhan keluarga.

Ketika banyak sahabat yang mengompori seorang suami untuk mencari istri baru, dirinya merasa mendapat legitimasi untuk melakukan nasehat itu. Akhirnya ia mulai berulah dengan aktif mencari gebetan yang nanti bisa dijadikan istri apabila sudah bercerai dengan istri yang sekarang. Demikian pula ketika banyak sahabat memanas-manasi seorang istri untuk mencari suami baru, dirinya bisa merasa mendapatkan legitimasi untuk mulai berdekat-dekat dengan laki-laki yang diharapkan akan menjadi suami barunya kelak ketika sudah resmi berpisah dari suami yang sekarang. Tindakan ini membuat semakin parahnya permasalahan, bukan menyelesaikan dan mendamaikan, justri menceraiberaikan.

Sesekali waktu carilah kesenangan di luar rumah

“Ada banyak kesenangan di luar rumahmu, sesekali carilah kesenangan…. Itu adalah hak kamu….”

“Kamu berhak bahagia… Jika suami kamu tidak bisa membahagiakan kamu, masih banyak kok kebahagiaan lain di luar rumah kamu…”

“Kalau istri kamu tidak bisa membahagiakan kamu, cari saja kebahagiaan dari perempuan lain di luar rumahmu….”

Nasehat semacam itu sangat jauh dari nilai kebaikan. Suami dan istri semestinya mencari kesenangan dan kebahagiaan bersama pasangan, bukan bersama orang lain yang tidak halal baginya. Memang benar ada banyak orang bisa dengan mudah diajak bersenang-senang, namun itu sama sekali tidak menyelesaikan persoalan yang sedang terjadi dalam keluarga mereka. Justru akan semakin membuat masalah semakin meluas dan melebar, tidak ada batasnya. Kesenangan yang didapatkan dengan cara tidak halal, adalah kesenangan semu yang justru akan menghantarkan keluarga dalam kehancuran.

Ketika suami dikompori untuk mencari kesenangan lain di luar rumah, mungkin dirinya akan termotivasi untuk melampiaskan hasrat yang selama ini terpendam kepada perempuan lain yang tidak halal baginya. Bahkan mungkin akan ‘jajan’ dengan perempuan penghibur yang bekerja demi bayaran. Demikian pula ketika istri dikompori untuk mencari kesenangan lain di luar rumah, mungkin dia akan termotivasi untuk melakukan selingkuh dengan laki-laki lain sebagai pelampiasan hasratnya. Seakan-akan ini hanya untuk pelampiasan hasrat yang sudah lama tidak tersalurkan kepada pasangan karena sedang ada permasalahan.

Suami atau istri terdorong mencari penyaluran hasrat sesaat tanpa ikatan, karena hanya untuk mencari kesenangan dan pelampiasan. Seakan-akan ini adalah tindakan yang wajar dengan alasan “aku kan berhak bahagia”. Padahal tindakan seperti itu jelas menyimpang dan rusak, dampaknya akan semakin memperparah persoalan hidup berumah tangga. Nasehat yang mendorong munculnya tindakan seperti itu jelas sesat, maka jangan dipercaya dan jangan diikuti.

Cari Sahabat yang Tepat

Nah berbagai contoh nasehat dari sahabat yang didapatkan ketika sedang curhat tersebut, benar-benar bisa membawa kepada mudharat. Tidak memberikan manfaat untuk menjaga kebaikan dan keharmonisan keluarga, justru memprovokasi untuk mengambil sikap serta tindakan yang membahayakan. Hal ini semestinya disaring dan difilter dengan cermat oleh suami dan istri yang tengah menghadapi masalah, agar tidak mudah menerima nasehat sesat dan nekat dari sahabat-sahabat yang menjadi tempat curhat.

Pilih sahabat yang salih dan salihah, yang mengajak kepada kebaikan dan menjaga martabat. Jangan memilih sahabat yang mengajak melakukan perbuatan maksiat. Semua nasehat yang mengarahkan kepada perbuatan bejat, adalah nasehat sesat yang tidak boleh digunakan dalam mengambil keputusan. Keluarga adalah pondasi yang sangat berharga dalam kehidupan manusia, maka jangan menjadikannya sebagai bahan permainan dan bahan percobaan. Keluarga harus dijaga dengan segenap cinta, dirawat dengan segenap tenaga, diarahkan dengan segenap daya, agar tetap harmonis, bahagia dan memberikan ketenteraman dalam kehidupan.

Ada sangat banyak konselor, psikolog atau ulama terpercaya tempat curhat yang bermartabat. Yang bisa memberikan nasehat yang tepat dan membimbing suami serta istri menuju kebaikan dunia maupun akhirat. Jangan dengarkan nasehat sesat yang justru akan membawa kepada maksiat dan laknat.

Di dalam Citilink QG108, Jakarta — Yogyakarta 22 Agustus 2017

Cahyadi Takariawan

Penulis Buku Wonderful Family Series

Penulis Buku Serial “Wonderful Family”, Peraih Penghargaan “Kompasianer Favorit 2014”; Konsultan di “Rumah Keluarga Indonesia” (RKI) dan “Jogja Family Center” (JFC). Instagram @cahyadi_takariawan. Fanspage : https://www.facebook.com/cahyadi.takariawan/

Ayah Akhir Zaman


Beberapa hari kebelakangan ini, banyak hal penting yang terjadi di negeri kita, dari yang issue penggandaan uang, pelecehan Al Qur’an, hingga logika aneh yang pada akhirnya banyak menjadi meme di dunia maya.

 

 

Tanpa mengulang detail kejadian yang terjadi, tentunya kita sadar bahwa sebagai orang tua kita menghadapi satu era akhir zaman yang penuh dengan fitnah (ujian). Menghadapi akhir zaman, anak-anak perlu immune terhadap beberapa penyakit masyarakat, yang pada penyebabnya ada pada masalah aqidah perlu diperkuat. Bisa dibayangkan ujian apa yang akan terjadi di masyarakat ketika kelak, karena kenyataannya anak-anak kita adalah khalifah akhir zaman, yang akan menghadapi ujian lebih besar dibandingkan dengan zaman kita.ayah-dan-anakdilapangan

Berbicara tentang ujian akhir zaman dan pentingnya persiapan akidah anak-anak, harus dimulai dari kita para orang tua, khususnya ayah sebagai keluarga.

Persiapan aqidah perlu figur uswah yang diikuti, datang dari imam keluarga, kepala sekolah Madrasah rumah, ayah.

Bukankah hal ini dicontohkan oleh Allah yang mengutus para nabi dari bangsa manusia sehingga bisa diikuti gaya hidupnya, karena jika Allah berkehendak, Ia bisa mengutus para nabi dari bangsa Malaikat bukan manusia, tetapi agar memungkinkan untuk diikuti maka manusia menjadi utusan Allah.

Untuk pendidikan aqidah , hendaknya Al-Qur’an bukan hanya dihapalkan sebagai bagian dari kurikulum di rumah atau sekolah, tetapi dibahas, difahami, direnungi, serta diamalkan isi – isinya, kalau memang ayah kurang pede untuk mengajarkan isi kandungan Al Qur’an, maka silahkan datangi majlis ilmu, kajian tafsir, dan jangan lupa membawa oleh-oleh pelajaran yang tentunya sudah disederhankan untuk konsumsi anak-anak di rumah.

Jangan lupa untuk menggunakan fenomena sosial yang terjadi dan tidak bisa dielakkan oleh anak-anak, khususnya yang akan atau sudah menginjak usia baligh, untuk mengajarkan moral yang betul ke anak-anak, luruskan bila fenomena sosial tersebut perlu diluruskan, sehingga anak-anak tidak mengambil kesimpulan dari jalanan atau dari teman-teman mereka.

Ketika anak terekspos dengan issue seorang dukun yang mengaku bisa menggandakan uang, gunakan kesempatan ini untuk menerangkan bagaimana Jin bermain dengan sihir, dengan cara penggadaian aqidah si dukun.

Ketika ada issue pelecehan terhadap Al-Qur’an, jangan lupa ajarkan kepada anak-anak tentang kesucian Al Qur’an sebagai kalaamullah yang tidak pernah salah, dan mempunyai kebenaran yang absolut. Ingatkan, bahwa ketika Al Qur’an dilecehkan, maka jutaan umat muslim juga merasa terhina. Secara tidak langsung hal ini bisa menambah kecintaan anak-anak kepada Al Qur’an.
Pada akhirnya, sebagai ayah, kita mempunyai kewajiban bukan hanya mempersembahkan yang terbaik bagi keluarga kita, tetapi juga mendorong istri dan anak-anak kita ke level terbaik,
sebagaimana salah satu deskripsi ibaadurrahman (hamba – hamba Allah) yang ideal yang tersebut dalam surah Al Furqon 74

” Dan orang-orang yang berkata :” Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami, istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami (Qurrata a’yun) , dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa ”

Misi kita para lelaki adalah menjadikan istri dan anak kita sebagai qurrata a’yun, bukan hanya cantik, tampan di mata, tapi juga manis diperkataan dan budi bahasa, tinggi dalam akhlaq, wara’ dan menjaga diri dari yang haram. Sehingga menurut imam Thabari dalam tafirnya, efek penyejuk hati qurrata a’yun, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat.

Bukan hanya menjadikan keluarga yang shalih, seorang pemimpin keluarga dituntut untuk meningkatkan diri, sehingga bukan saja menjadi seorang yang bertakwa, tetapi lebih dari itu, yaitu menjadi imam atau pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.
Para ayah sekalian, zaman boleh berubah, ujian boleh bertambah, tapi target yang kita tetapkan dalam pengasuhan anak tetaplah yang tertinggi.
Selamat berjuang wahai para ayah akhir zaman.

@faisalsundani
Faisal Sundani Kamaludin

#Fatherhood
#TarbiyahPubertas

SHARE AGAR LEBIH BERMANFAAT
=============================
GRIYA HILFAAZ
Pusat Busana Muslim Berkualitas
Diskon setiap hari
Menerima reseller, dropshipper, agen
https://www.facebook.com/hilfaaz/photos/
https://www.tokopedia.com/griyahilfaaz
update stock instagram : griya_hilfaaz
==============================

TARBIYAH JINSIYAH (SEX EDUCATION)


TARBIYAH JINSIYAH (SEX EDUCATION)
*Ustadzah Herlini Amran, MA

Islam adalah agama yang sesuai dengan fithrah manusia. Islam memberikan panduan dalam setiap prilaku & perbuatan, ada yang bersifat petunjuk (preventif), kuratif ataupun yang bersifat rehabilitatif.
Islam memandang persoalan perilaku manusia adalah integralistik, bukan saja merupakan tanggung jawab suatu disiplin ilmu tertentu atau dalil tertentu, melainkan suatu proses rekayasa sosial yang lebih luas.

Tarbiyah Jinsiyah menurut konsep Islam adalah upaya mendidik nafsu syahwat agar sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga ia menjadi nafsu yang dirahmati Allah, dengan tujuan terbentuknya sakinah, mawaddah wa rahmah dalam sebuah rumah tangga yang mampu mendidik keturunannya untuk mentaati perintah Allah swt, sehingga manusia terbebas dari perbuatan zina.

Tarbiyah Jinsiyah menurut Islam merupakan bagian dari pendidikan akhlak, yang didasari dengan keimanan. Dengan iman yang mantap, seseorang akan rela melakukan segala perintah Allah dan RasulNya serta menghentikan segala larangannya.

Tarbiyah Jinsiyah & Sex education versi Barat

* Pendidikan seks pola Islam mengacu kepada pendidikan akhlak & adab yang berlandaskan kepada keimanan dan syariat/ aturan yang berasal dari Allah SWT.
* Sex Education versi Barat hanya mengajarkan “seksualitas yang sehat” meliputi: seks secara anatomis, fisiologis dan psikologis saja. Misal, cara mencegah kehamilan, tidak aborsi dsb.

Tarbiyah jinsiyah dimulai dari pendidikan dalam keluarga, sebelum keluarga itu menyerahkannya kepada para pendidik (sekolah umum) dan lingkungan. Dari orang tualah anak kita akan memahami dan memiliki wawasan apa yang disebut dengan syahwat.

Firman Allah SWT :”Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik ” (QS Ali Imran: 14)

 

Busana Muslim Branded Berkualitas
Busana Muslim Branded Berkualitas

 

Ada 15 Konsep Tarbiyah Jinsiyah yang harus diajarkan kepada anak kita..

1- Memperkenalkan konsep Aurat.

2- Memisahkan tempat tidur anak dan menjelaskan adab-adab kesopanan di rumah & diluar rumah.

3- Mendidik adab-adab isti’zan dalam rumah tangga. (QS An Nur:58)

4- Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan feminine pada anak perempuan.

5- Memperkenalkan konsep mahrom sekaligus adab pergaulan diantara mahrom dan non mahrom.

6- Mendidik agar selalu menjaga pandangan mata (ghoddul bashar).

7- Mengenalkan sanksi-sanksi
perzinahan dalam Islam.

8- Mendidik agar tidak melakukan
ikhtilath (campur baur/pergaulan
bebas) di antara laki-laki dan
perempuan.

9- Mendidik agar tidak melakukan
khalwat (berdua-duaan antara laki-laki
dan perempuan yang bukan mahrom).

10- Mendidik etika berhias sehingga
kaum muslimah tidak bertabarruj.

11- Mendidik konsep Thoharoh seperti
menjaga kebersihan mulut, alat
kelamin, cara wudhu, mandi dll.

12- Menjelaskan makna khitan, ihtilam dan
haid secara bijaksana.

13- Menjelaskan ayat-ayat al-Quran dan Hadis Nabi yang berhubungan dengan proses kejadian manusia, mulai dari nuthfah, alaqah, mudhghah (Morulla, Blastrulla, Gastrulla. Lihat QS Al Hajj:5 dll tentang prosess kejadian manusia), sampai terlahirnya seorang bayi dengan maksud mendekatkan diri pada Allah.

14- Mengajarkan Puasa sunnah, dengan puasa itu akan mempersempit jalannya syaitan, dan lebih bisa dalam menahan gejolak nafsu syahwat.

15- Etika kehidupan bersuami istri
secara Islam baru boleh di ajarkan kepada
mereka yang benar-benar akan menikah.

Wallahua’lam bis showab

Narated and rewrite by @madrasatunnisa

Share kepada yang lain agar lebih bermanfaat

=============================

GRIYA HILFAAZ
Pusat Busana Muslim Berkualitas
https://tokopedia.com/griyahilfaaz

==============================

Every Child is Special


Saya ingat betul hari itu. Kamis siang sekitar pukul 11, saya lihat dia terduduk di lantai depan kelas 6A. Karena baru selesai rapat koordinasi mingguan, saya membawa beberapa berkas yang tadinya mau saya taruh dulu di atas meja ruangan saya, tapi raut muka anak itu membuat saya mengurungkan niat dan langsung menghampirinya.
Namanya Ibra. Tubuhnya sehat, tidak terlalu tinggi, rambutnya hitam pekat sedikit berombak, dan pakai kacamata. Kacamatanya besar dan sepertinya minusnya banyak karena lensa cukup tebal untuk anak seumur dia. Selalu pakai sepatu neon warna-warni. Tidak banyak bicara kalau belum kenal dekat, tapi kalau dia nyaman, dia bisa ramah sekali.
Tapi Ibra bukan anak yang paling populer di kelasnya. Dia susah menjawab pertanyaan di kelas dan tidak berminat ilmu eksakta; science dan math bukan minatnya tapi dia sangat, SANGAT pandai bercerita. Saya sangat terkesan dengan cara dia memilih kata-kata dalam tugas-tugas Bahasa dan tulisannya, baik dalam Bahasa Indonesia ataupun Inggris, sangat enak dibaca.

 

Busana Muslim Branded Berkualitas
Busana Muslim Branded Berkualitas

 

Sayangnya kita tinggal di negara yang sebagian besar masyarakatnya menilai seorang anak baru tergolong pintar jika berkemampuan mendapatkan nilai tinggi dalam ilmu-ilmu “IPA” seperti kimia dan matematika. Lupa, bahwa dunia tidak hanya berputar karena manusia pintar mengolah angka. Bayangkan jika tidak ada yang lihai dalam diplomasi antar negara atau tahu hukum tentang agama, jadi apa dunia? Kita sebagai masyarakat kurang mengapresiasi anak jika mereka tidak jago dalam fisika, misalnya. Padahal ya, kalau anda bukan insinyur, berapa kali sih anda sungguh-sungguh menggunakan E=mc2 dalam keseharian anda?
Anyway, jadi kzl kalo ngomongin sistem pendidikan Indonesia. Balik lagi ke Ibra.

Sampai di ujung lorong. Saya berhenti. Saya menghadap Ibra dan berkata: “Hey Ibra. Kok di lantai, Nak?”.
Ibra: “Disuruh keluar sama Pak Jati (guru matematika), Miss.”
Saya: “Oh… Can I sit with you?” Tanya saya sebelum duduk di lantai, sebelah Ibra. Dia terdiam, lalu mengangguk. Saya meluruskan rok, dan duduk.. “Jadi kenapa ceritanya kita duduk disini, Ibra?”
Ibra: “Aku nggak ngerjain homework, Miss.”
Saya: “Hmm… Kenapa kamu tidak mengerjakan tugasnya?”
Ibra: “Aku…. Aku nggak ngerti Miss.”
Saya: “Apa yang bisa kita lakukan kalo kita tidak mengerti sesuatu, Ibra?”
Ibra: “Bertanya?”
Saya mengangguk. “Jadi kenapa Ibra nggak tanya Pak Jati?”
Ibra: “Aku udah tanya, tapi masih nggak terlalu ngerti..”
Saya: “Dirumah kan bisa tanya Mama atau Papa, Nak? Minta bantu atau jelaskan, sudah?”
Raut mukanya berubah. “Aku jarang ketemu Papa di rumah. Setiap aku bangun, Papa sudah pergi, dan saat aku tidur, Papa masih kerja. Mama… Mama sibuk.”
Saya terdiam, lalu mengalihkan pembicaraan. Saya mau Ibra merasa nyaman. Kita bahas macam-macam; dia bercerita tentang liburannya, adiknya yang baru berumur 2, sampai tentang Tutu, si kucing peliharaannya di rumah. Pelan-pelan, saya tanya, kegiatan dia saat dia pulang sekolah, sampai ke akhirnya dia cerita ibunya “sibuk” apa.
“Aku udah coba Miss, tanya Mama tapi Mama malah suruh aku ngerjain sendiri. Mama bilang Mama sibuk.. .”
Saya: “Oh.. Mungkin Mama kerja ya?”
Ibra : “Mama aku nggak kerja, Miss. Mama online game di iPad..”
Saya: “…………I see.”
���
Percakapan dilanjutkan dengan mendengarkan perasaan Ibra selama sejam, sampai tahu-tahu sudah waktu makan siang. Darinya, saya tahu bahwa Mama selalu sama iPadnya, bahkan saat mereka sedang berkumpul di meja makan.
Mendengar cerita Ibra ini, otak saya dipenuhi dengan berbagai pertanyaan… Bagaimana anaknya merasa berharga kalau mereka tidak menjadi keutamaan?
Kalau perhatian fisik saja tidak ada, apalah lagi kabar pengasuhan jiwanya?
Bagaimana mungkin ada rasa pede terhadap kemampuan sendiri jika tidak dari rumah tidak pernah disemangati?
Bukankah sekolah pertama anak adalah orang tuanya? Gimana anak mau mampu belajar dengan baik, berpikir kritis, atau menyelesaikan masalah dengan baik kalau yang seharusnya mendidik skills tersebut tidak menyempatkan waktu untuk mengajarkannya?
Teman-teman pembaca, mari belajar menentukan mana yang penting dalam hidup ini. Mana yang menjadi tanggung jawab, mana yang bisa ditunda, dan apalagi yang bisa diperbaiki. Semoga cerita ini mengingatkan ketika untuk fokus pada hal yang seharusnya dan memenuhi peran utama yaitu menjadi orang tua.
It’s never too late to do the right thing.
Be the best parent you can be right now.
May Allah make it easy for you.
Sending positive vibes selalu. �
#SilmyRisman

Share jika bermanfaat

=============================

GRIYA HILFAAZ
Pusat Busana Muslim Berkualitas
https://tokopedia.com/griyahilfaaz

L A N G K A


✅Yang langka itu..
Istri yg tunduk patuh pada suami, yg senantiasa berseri2 saat dipandang , yg ridha terdiam saat suami marah. Tidak merasa lebih apalagi meninggikan suara. Tercantik di hadapan suami. Terharum saat menemani suami beristirahat. Tak menuntut keduniaan yg tidak mampu diberikan suaminya. Yang sadar bahwa ridha-Nya ada pd ridha suaminya.

✅Yang langka itu..
Suami yang mengerti bahwa istrinya bukan pembantu. Sadar tak melulu ingin dilayani. Malu jika menyuruh ini itu krn tahu istrinya sudah repot seharian urusan anak dan rumah. Yang tak berharap keadaan rumah lapang saat pulang krn sadar itulah resiko hadirnya amanah² yg masih kecil. Yang sadar pekerjaan rumah tangga juga kewajibannya. Yang rela mengerjakan pekerjaan rumah tangga krn rasa sayangnya thdp istrinya yg kelelahan.palestina small

✅Yang langka itu..
Anak lelaki yang sadar bahwa ibunya yg paling berhak atas dirinya. Yang mengutamakan memperhatikan urusan ibunya. Yang lebih mencintai ibunya dibanding mencintai istri dan anak²nya. Yang sadar bahwa surganya ada pd keridhaan ibunya.

✅Yang langka itu..
Orang tua yang sadar bahwa anak perempuannya jika menikah sudah bukan lagi miliknya. yang selalu menasehati untuk mentaati suaminya selama suaminya tidak menyuruhnya kpd perkara munkar. Yang sadar bahwa keridhaan Allah bagi anaknya telah berpindah pd ridha suaminya.

✅Yang langka itu..
Seorang ibu Yang meskipun tahu surga berada di bawah telapak kakinya. Tapi tidak pernah sekalipun menyinggung hal tsb saat anaknya ada kelalaian thdnya. Yang selalu sadar bahwa mungkin segala kekurangan pd anak²nya adalah hasil didikannya yg salah selama ini. Yang sadar bahwa jika dirinya salah berucap atau do’a keburukan maka malaikat akan mengaminkan do’anya.

✅Yang langka itu..
Anak yang senantiasa mendoakan kebaikan bagi orangtuanya dlm keheningan sepertiga malam terakhir. Meskipun sehari hari dlm kesibukan rumah tangganya. Dalam kesibukan usahanya. Dalam kesibukan pekerjaannya.

✅Yang langka itu..
Orang-orang yg saling memberikan nasehat dalam kebenaran dan kesabaran. yang saling memaklumi jika hal² di atas lupa atau lalai dilakukan sehingga saling memaafkan diantara mereka. Semoga rahmat Allah berada di antara mereka.

Dan semoga Allah dgn kemurahanNya memaafkan kesalahan² mereka

Semoga kita termasuk kelompok yg LANGKA itu..
Aamiin Ya Mujibassailin

Busana Muslim Branded Berkualitas


Hilfaaz Collections

Masuk Surga Lewat Pasar


DOA MASUK PASAR, MALL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TEMPAT-TEMPAT KERAMAIAN LAINNYA…

“Barangsiapa masuk pasar, lalu membaca:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

Allah mencatat untuknya satu juta kebaikan, menghapus darinya satu juta keburukan dan meninggikan untuknya satu juta derajat serta membangunkan untuknya satu istana di surga.”

(HR. At-Tirmidzi 5/291, Al-Hakim 1/538, Ibnu Majah 2235 dan lainnya. Al-Albani menyatakan, hadits tersebut hasan dalam Shahih Ibnu Majah 2/21 dan Shahih At-Tirmidzi 2/152, juga di ‘Shahih Al-Jami’ 1/1118)

Arti doa tersebut:
(Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan, bagiNya segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tanganNya semua kebaikan. Dan Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.)

Ini cara membacanya supaya jelas:

“Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariika lahu, lahulmulku walahulhamdu, yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu, biyadihil khoiir, wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir.”

Keutamaannya besar dan dahsyat karena pasar, mall dan pusat-pusat keramaian biasanya melalaikan dan menjerumuskan, karena itu kalau kita ingat Allah dan berdzikir kepadaNya di tempat-tempat tersebut maka kita mendapat keutamaan yang besar dan dahsyat tersebut..

Ini link video singkat penjelasannya;

[Sumber Kitab “Mata Air Inspirasi” Karya Abdullah Hadrami]

AbdullahHadrami, [16.07.16 16:02]

Busana Muslim Branded Berkualitas


Hilfaaz Collections

Beberapa Tanda Hati yang Mati


 

1.”Tarkush sholah” Berani meninggalkan sholat fardhu.

2. “Adzdzanbu bil farhi” Tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar (QS al A’raf 3).

3. “Karhul Qur’an” Tidak mau membaca Al-Qur’an.

4. “Hubbul ma’asyi” Terus menerus ma’siyat.

5. “Asikhru” Sibuknya hanya mempergunjing dan buruk sangka, serta merasa dirinya selalu lebih suci.

6. “Ghodbul ulamai” Sangat benci dengan nasehat baik dan ulama.

7, “Qolbul hajari” Tidak ada rasa takut akan peringatan kematian,kuburan dan akhirat.

8. “Himmatuhul bathni” Gilanya pada dunia tanpa peduli halal haram yang penting kaya.

9. “Anaaniyyun” tidak mau tau, “cuek” atau masa bodoh keadaan orang lain,bahkan pada keluarganya sendiri sekalipun menderita.

10. “Al intiqoom “Pendendam hebat.

11. “Albukhlu” sangat pelit.

12. “Ghodhbaanun” cepat marah karena keangkuhan dan dengki.

13. “Asysyirku” syirik dan percaya sekali kepada dukun & prakteknya.

Sahabatku, semoga kita dijauhkan dari hati yang mati…

https://honeyizza.wordpress.com/2014/02/10/beberapa-tanda-hati-yang-mati/