Tag Archive | national taiwan

Penemuan Terbaru Mengenai Kanker Hati ! Jangan Tidur Terlalu Malam !


Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (SGOT, SGPT)*, tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati
sepanjang 10 cm !!

Selama ini hampir semua orang sangat tergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Mereka menganggap bila pemeriksaan hasil index yang normal berarti
semua OK. Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis. Benar-benar mengejutkan! Para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar.Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.
kanker hati

Saat ini ada pasien dokter Hsu yang mengeluh bahwa selama satu bulan terakhir sering mengalami sakit perut dan berat badannya turun sangat banyak. Setelah dilakukan pemeriksaan supersound baru diketemukan adanya kanker hati yang sangat besar, hampir 80% dari livernya (hati) sudah termakan habis.


Busana Muslim Branded BerkualitasPusat Busana Muslim Branded Berkualitas

Pasien sangat terperanjat, “Bagaimana mungkin? Tahun lalu baru melakukan medical check-up dan hasilnya semua normal. Bagaimana mungkin hanya dalam waktu 1 tahun yang relative singkat dapat tumbuh kanker hati yang demikian besar?”
Ternyata check-up yang dilakukan hanya memeriksa fungsi hati. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan “normal“. Pemeriksaan fungsi hati adalah salah satu item pemeriksaan hati yang paling dikenal oleh masyarakat. Tetapi item ini pula yang paling banyak disalahpahami oleh masyarakat kita (Taiwan karena penulis berdomisili disana, tetapi juga termasuk masyarakat Indonesia salah memahami).
Pada umumnya orang beranggapan bahwa bila hasil index pemeriksaan fungsi hati menunjukkan angka normal berarti tidak ada masalah dengan hati. Tetapi pandangan ini mengakibatkan munculnya kisah-kisah sedih karena hilangnya kesempatan mendeteksi kanker sejak stadium awal.
Dokter Hsu mengatakan, SGOT dan SGPT adalah enzim yang paling banyak ditemui di dalam sel-sel hati. Bila terjadi radang hati atau karena satu atau sebab lain sehingga sel-sel hati mati, maka SGOT dan SGPT akan lari ke luar. Hal ini menyebabkan kandungan SGOT dan SGPT di dalam darah meningkat.
Tetapi tidak adanya peningkatan angka SGOT dan SGPT bukan berarti tidak terjadi pengerasan hati atau tidak adanya kanker hati. Bagi banyak para penderita radang hati, meski kondisi radang hati mereka telah berhenti, tetapi di dalam hati (liver) mereka telah terbentuk serat-serat dan pengerasan hati. Dengan terbentuknya pengerasan hati, maka akan mudah sekali untuk timbul kanker hati. Selain itu, pada stadium awal kanker hati, index hati juga tidak akan mengalami kenaikan. Karena pada masa-masa pertumbuhan kanker, hanya sel-sel di sekitarnya yang diserang sehingga rusak dan mati. Karena kerusakan ini hanya secara skala kecil maka angka SGOT dan SGPT mungkin masih dalam batas normal. Katakanlah naik pun tidak akan terjadi kenaikan tinggi. Tetapi oleh karena banyak orang yang tidak mengerti akan hal ini sehingga berakibat terjadilah banyak kisah sedih.
Penyebab utama kerusakan hati adalah :
  1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama.
  2. Tidak buang air besar pada pagi hari.
  3. Pola makan yang terlalu berlebihan
    Daging panggang, sate, dan gorengan/minyak goreng yang tidak sehat. Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng untuk menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil.
    Masakan yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan..
  4. Tidak makan pagi.
  5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan atau bahkan Narkoba.
  6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan (penyedap rasa), zat pewarna, pemanis buatan.
  7. Mengkonsumsi masakan mentah atau dimasak ½ matang.
  8. Merokok atau menjadi perokok pasif.
Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan “jadwalnya “.
Sebab :
  • Malam hari pk 21.00 – 23.00
    Waktu untuk pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian system antibody (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik (lebih baik lagi bila sudah tidur). Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negative untuk kesehatan.
  • Malam hari pk 23.00 – dini hari 01.00
    Waktu pada saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  • Dini hari 01.00 – 03.00
    Waktu untuk memproses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  • Dini hari 03.00 – 05.00
    Waktu untuk de-toxin di bagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernapasan, maka tidak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.. Bagi perokok pembersihan berlangsung dengan tidak sempurna.
  • Pagi pk 05.00 – 07.00
    Waktu untuk de-toxin di bagian usus besar, harus buang air besar.
  • Pagi pk 07.00 – 09.00
    Waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pukul 06.30. Makan pagi sebelum pukul 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap mengubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pukul 9-10 daripada tidak makan sama sekali.

Kesimpulan:

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, Tidurlah Nyenyak dan Jangan Begadang.

Semoga Bermanfaat
*Keterangan:
  • SGOT (Serum Glutamic Pyruvate Transaminase) adalah enzim yang terdapat di dalam sel hati. Fungsinya adalah mengkonversi senyawa aspartat dan alfaketoglutarat menjadi oksaloasetat dan glutamat, dan sebaliknya. SGOT disebut juga dengan AST atau aspartate aminotransferase.
  • SGPT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) juga merupakan enzim yang terdapat di dalam sel hati. Fungsinya untuk membantu pemindahan gugus amino dari alanin ke alfaketoglutarat. Nama lain SGPT adalah ALT atau alanine aminotransferase.

tulisan dalam bahasa inggris http://www.bubblews.com/news/233371-did-you-know-too-sleep-tonight-cause-of-liver-cancer

Hilfaaz  Collections


Hilfaaz Collections

ARTIKEL LAIN

The Main Causes of Liver Damage

Submitted by: Dr. Usama Shumarayeh

Brain Damaging Habits

1.No Breakfast: People who do not take breakfast are going to have a lower blood sugar level. This leads to an insufficient supply of nutrients to the brain causing brain degeneration.

2.Overeating: It causes hardening of the brain arteries, leading to a decrease in mental power.

3.Smoking: It causes multiple brain shrink age and may lead to Alzheimer disease.

4.High Sugar consumption: Too much sugar will interrupt the absorption of proteins and nutrients causing malnutrition and may interfere with brain development.

5.Air Pollution: The brain is the largest oxygen consumer in our 20 body. Inhaling polluted air decreases the supply of oxygen to the brain, bringing about a decrease in brain efficiency.

6.Sleep Deprivation: Sleep allows our brain to rest… Long term deprivation from sleep will accelerate the death of brain cells…

7.Head covered while sleeping: Sleeping with the head covered increases the concentration of carbon dioxide and decrease concentration of oxygen that may lead to brain damaging effects.

8.Working your brain during illness: Working hard or studying with sickness may lead to a decrease in effectiveness of the brain as well as damage the brain.

9.Lacking in stimulating thoughts: Thinking is the best way to train our brain, lacking in brain stimulation thoughts may cause brain shrinkage.

10.Talking Rarely: Intellectual conversations will promote the efficiency of the brain.

The Main Causes of Liver Damage

  1. Sleeping too late and waking up too late are main cause.
  2. Not urinating in the morning.
  3. Too much eating.
  4. Skipping breakfast.
  5. Consuming too much medication.
  6. Consuming too much preservatives, additives, food colouring, and artificial sweetener.
  7. Consuming unhealthy cooking oil. As much as possible reduce cooking oil when frying, which includes even the best cooking oils like olive oil. Do not consume fried foods when you are tired, except if the body is very fit.
  8. Consuming raw (overly done) foods also add to the burden of liver.

Veggies should be eaten raw or cooked 3-5 parts. Fried veggies should be finished in one sitting, do not store.

We should prevent this without necessarily spending more. We just have to adopt a good daily lifestyle and eating habits. Maintaining good eating habits and time condition are very important for our bodies to absorb and get rid of unnecessary chemicals according to ‘schedule.’

The Top Five Cancer-causing Foods


1.Hot Dogs. Because they are high in nitrates, the Cancer Prevention Coalition advises that children eat no more than 12 hot dogs a month. If you can’t live without hot dogs, buy those made without sodium nitrate.

2.Processed meats and Bacon Also high in the same sodium nitrates found in hot dogs, bacon, and other processed meats raise the risk of heart disease. The saturated fat in bacon also contributes to cancer.

3.Dough nuts Dough-nuts are cancer-causing double trouble. First, they are made with white flour, sugar, and hydrogenated oils, then fried at high temperatures. Doughnuts may be the worst food you can possibly eat to raise your risk of cancer.

4.French fries, Like doughnuts, French fries are made with hydrogenated oils and then fried at high temperatures. They also contain cancer- causing acryl amides which occur during the frying process. They should be called cancer fries, not French fries.

5.Chips, crackers, and cookies All are usually made with white flour and sugar. Even the ones whose labels claim to be free of trans-fats generally contain small amounts of trans-fats.

http://www.kawther.info/wpr/health-medicine/the-main-causes-of-liver-damage

 

Getting a Good Night Sleep

 

Sleep Hygene

Dr. Pate in this post explains the importance of a good night sleep. During these 31 Days of Wellness, attaining a sound night of sleep is a prerequisite to maintaining good health and wellness.

Sleep is essential for physical and mental health.  When we sleep well, we often take this vital activity for granted.  However, approximately 30 % of adults struggle with insomnia (difficulty sleeping) on a regular basis and for 20 million Americans, this has become a chronic problem.  The indirect costs of sleep disorders exceed 100 billion dollars per year.  Sleep disorders are particularly common in patients with liver disease and are a problem I encounter in my practice on a daily basis.

Everyone has a different need for sleep.  Some people may need as little as 6 hours per night, whereas, others may need up to ten hours per night.  Our bodies will often indicate whether we are sleeping an adequate amount as indicated by feeling rested and alert in the morning and being able to sustain alertness in the afternoon.  Research data have indicated that too much or too little sleep can be harmful to our health.  For example, some studies have demonstrated that people who slept greater than eight hours per night died younger than those who slept six to eight hours per night.  Too little sleep can have serious physical and mental health consequences and impair your ability to perform activities such as driving safely.

Causes of Insomnia

There are numerous causes of insomnia.  For each patient with insomnia, the cause is likely to be multi-factorial.  At one time or another, everyone experiences brief difficulty sleeping due to stress or changes in routine.  In liver disease, there appears to be disruptions in one’s circadian rhythm, a natural cycle in humans that repeats every 24 hours.  Melatonin is a hormone involved in regulating the sleep-wake cycle and abnormalities in melatonin play a role in insomnia.  Patients with liver disease are often struggling with significant fatigue and may nap during the day.  As a result, sleep is impaired at night.  Patients with cirrhosis may experience episodes of confusion (hepatic encephalopathy) and sleep problems may be an early indication of this.  If you or your family member suspects you are experiencing hepatic encephalopathy, you should discuss this with your physician.  Left untreated, hepatic encephalopathy can worsen and result in coma or death.

Other causes for sleep problems include excessive stress, depression or anxiety.  Other symptoms of depression may include feelings of sadness or lack of interest in usual activities.  Decreased appetite, decreased energy and even suicidal thoughts are other symptoms of depression.  Depression is a highly treatable condition and appropriate treatment often resolves the sleep disturbance.  Anxiety disorders may be characterized by excessive worry, panic attacks or intrusive thoughts.  These symptoms often become problematic when our minds are less active and may keep us up at night. Effective treatment is available.

Additionally, many medications and substances can cause sleep disturbance.   For example, patients on interferon and ribavirin commonly have difficulty sleeping.  Medications such as Propranolol or immunosuppressants such as Prednisone can also interfere with sleep.  Diuretics (“fluid pills”) may indirectly keep patients up at night by causing them to urinate.  If you feel your medications are keeping you up at night, please discuss this with your physician.  Never make medication changes on your own.

Substance use also plays a critical role in causing or worsening sleep issues.  Caffeine (present in chocolate, coffee, tea and some soft drinks) is a stimulant and should not be consumed after lunch.  Nicotine may also keep patients awake at night.  Alcohol is a particularly dangerous way to treat sleep problems in the context of liver disease.

If you have a liver disease or other medical problems, it is essential to work with your physician to address your insomnia.  Do not try herbal supplements or over the counter medications without consulting your physician as these may be dangerous and even life threatening.

Sleep Hygiene

Sleep hygiene is the most important set of tools for treating insomnia.  Here are some tips to help you get a good night’s rest.

  1.  Avoid napping during the day
  2. Use your bed only for sleep or sex
  3. Develop a relaxing bedtime ritual such as taking a warm shower or reading something relaxing before going to bed
  4. Don’t go to bed until you feel sleepy
  5. If you have gone to bed and are unable to sleep, get out of bed and do something relaxing before returning to bed.  Otherwise, your bed may become psychologically associated with an inability to sleep and this may worsen the problem.
  6. Go to bed at the same time each night and awaken at the same time each morning.
  7. Avoid caffeine after lunch
  8. Avoid nicotine especially before bedtime.
  9. Avoid treating sleep problems with alcohol

10. Do not use over-the-counter or herbal medications without discussing these medications with your doctor.  These may be dangerous to your liver and can worsen confusion (“encephalopathy”).

11. Exercise early in the day. Avoid exercising before bed as this may keep you up at night.

12. If you are prescribed sleep medications by your physician, take the medication only as prescribed.  Do not increase the dose or combine medications without speaking with your doctor.

13. Keep bedroom dark and cool at night.

14.  Don’t watch television in bed.  Although this may seem to be relaxing, the lights in the television are activating to our brain.

Medications for sleep in liver disease

Safe and effective treatment for insomnia in patients with liver disease involves use of all the sleep hygiene strategies mentioned above.  However, despite their best efforts, some patients are still unable to sleep.  Sleep medications are problematic in the context of liver disease and require careful monitoring and weighing of the risks and benefits.  I have mentioned a few of the more commonly used medications for sleep, but this list is not all-inclusive.

Ambien (Zolpidem) is a commonly used medication that may help people who have difficulty falling asleep.  Ambien may worsen encephalopathy in cirrhosis.  Ambien has also been noted to worsen memory problems in patients on Interferon.

Hydroxyzine is an antihistamine that was recently studied in a group of patients with cirrhosis.  In very low doses, this may be a safe drug to use to treat insomnia on a short term basis.  However, all antihistamines have the potential to worsen confusion.  Benadryl (Diphenhydramine) is also an antihistamine which is sometimes used for insomnia.  Patients quickly develop a tolerance to the sedative effect and may also experience side effects such as worsening confusion, dry mouth, urinary retention or constipation.

Lunesta (Eszopiclone) is a sleep medication with low abuse potential.  An additional benefit is that tolerance does not appear to develop.  Studies of this medication in patients with liver disease have not been conducted, but preliminary information suggests this may be a safer option for the treatment of insomnia.

Trazodone is an antidepressant medication that is used primarily for sleep.  It may be effective for patients who experience trouble falling asleep as well as staying asleep.  It has a rare risk of priapism (an abnormal erection that will not resolve).  In some studies, Trazodone has caused reversible abnormalities in liver function tests.  Trazodone may cause dizziness or residual sedation during the day.

Benzodiazepine medications such as Xanax (Alprazolam), Restoril (Temazepam), or Klonopin (Clonazepam) may interfere with the amount of time spent in each stage of sleep (sleep architecture).  Xanax is highly addictive and is not safe in liver disease.  Benzodiazepines such as Restoril or Klonopin are safer in liver disease, but may worsen encephalopathy.  Benzodiazepines and alcohol are a deadly combination and can cause respiratory depression.  If benzodiazepines are abruptly stopped after long term use, a potentially life threatening withdrawal syndrome may result.

Sleep problems that do not respond to treatment may represent sleep apnea.  Sleep apnea is a disorder characterized by numerous episodes during the night when the patient briefly stops breathing.  This may happen many times nightly and significantly impairs the quality of sleep.  Evaluation by a physician specializing in sleep disorders and an overnight sleep study may be warranted.  Weight loss is helpful to many patients with this disorder.  Some patients may need additional treatment.

Sleep is an activity that is vital for your physical and emotional well-being.  With changes in behavior, most people can improve the quality of their sleep and awaken feeling more rested for the next day.  Sweet dreams!

– See more at: http://blog.texasliver.com/2011/01/january-21-getting-a-good-night-sleep/#sthash.Afm2GqaC.dpuf

Sleep disorder liver disease link

Man sleeping

People with sleep apnoea have disrupted nights

People who suffer a serious sleep disorder may also be at risk of liver problems, a study has suggested.Being overweight is linked to both conditions, but researchers from Paris’ Hopitale Saint-Antoine say sleep apnoea may directly cause liver disease.

The Hepatology study said overweight people with the sleep disorder were more at risk than those without.

But a UK expert said just because there was a link did not mean sleep apnoea actually caused liver problems.

 

It’s easy to find an association between two things, but it doesn’t mean there is a causal link
Professor John Stradling, Oxford Centre for Respiratory Medicine

Thousands of people suffer from sleep apnoea, a condition in which they stop breathing temporarily during the night.

The problem can disrupt the quality of sleep, and lead to intense fatigue during the day.

People with sleep apnoea have been shown to have a higher chance of developing high blood pressure and therefore experiencing strokes or heart problems.

Connections

The French scientists looked at 163 non-drinkers who had fatty livers – where fat deposits build up in the organ, potentially leading to formation of fibrous tissue and then to cirrhosis or even liver cancer – to see how many of them had the sleep disorder.

Severe obstructive sleep apnoea (OSA) was seen in 27% of patients, while 52% had moderate OSA.

The researchers, led by Dr Lawrence Serfaty, found patients with severe OSA were more insulin-resistant and were more likely to have liver damage, compared to people of the same weight who did not have the sleep disorder.

John Stradling, professor of respiratory medicine at the Oxford Centre for Respiratory Medicine said there were many conditions which were inter-related and it was still unclear what was the initial cause

“Sleep apnoea goes with a lot of other things, such as high blood pressure, insulin resistance and metabolic syndrome [which increases heart disease and diabetes risk].

“It has been increasingly difficult to be sure that sleep apnoea is not just a result of all these things, which are themselves secondary to being overweight.”

He added: “It’s easy to find an association between two things, but it doesn’t mean there is a causal link.”

But he said it was possible that the oxygen surges which follow the repeated oxygen supply restrictions in the night could have a damaging effect on the liver.

Alasan untuk Tak Begadang Malam Ini: Detoks Otak Terjadi Saat Tidur

Jakarta, Para ahli banyak mengaitkan tidur yang berkualitas dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk memulihkan kebugaran fisik. Bahkan pada otak, tidur bisa berarti memberi kesempatan bagi organ tersebut untuk mengalami detoksifikasi.

Penelitian terbaru di University of Rochester menunjukkan bahwa berbagai senyawa yang bersifat racun di otak dikeluarkan saat seseorang sedang tidur. Bila proses ini berjalan baik, saat bangun tidur otak akan kembali bugar seperti halnya badan terasa lebih segar.

Sebaliknya bila proses ini terlalu banyak mengalami hambatan, misalnya karena susah tidur atau memang sengaja begadang, maka racun-racun itu akan menumpuk di otak. Akibatnya dalam jangka panjang bisa memicu penyakit Alzheimer, yakni sejenis pikun.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa otak memiliki status fungsional yang berbeda pada saat tidur maupun terbangun,” kata Dr Maiken Nedergaard, ilmuwan yang melakukan penelitian tersebut seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (19/10/2013).

Akibat terjadinya proses detoksifikasi atau pembersihan racun saat tidur, sel-sel otak dikatakan akan menyusut hingga 60 persen. Kondisi ini menyebabkan racun-racun itu terdorong keluar dari otak dengan lebih efisien dibandingkan dalam kondisi terbangun.

Aktivitas pembersihan otak dari racun-racun kimia hasil metabolisme sampingan diklaim meningkat hingga 10 kali lipat saat seseorang sedang tidur. Bila proses itu terjadi saat bangun, energi yang dibutuhkan bisa membuat orang kehilangan kemampuan untuk berpikir.

Temuan ini sedikit banyak telah menjawab teka-teki untuk apa sebenarnya seseorang butuh tidur. Seorang ilmuwan, Thomas Edison suatu ketika pernah melabeli tidur sebagai ‘tindak kriminal’ untuk membuang-buang waktu saja saking tidak ada manfaatnya.

http://lakesmil.com/read/nasional/6979/alasan-untuk-tak-begadang-malam-ini-detoks-otak-terjadi-saat-tidur/#.Up1AHiexfcs

Sering Tidur Malam Picu Diabetes dan Penyakit Jantung

Kebiasaan tidur malam yang buruk sering membuat Anda merasa lelah dan kesal. Selain itu, gangguan tidur malam yang buruk selama enam kali berturut-turut, juga dapat memicu timbulnya diabetes dan penyakit jantung. Profesor Philippe Froguel dari Imperial College London mengatakan, “Kontrol gula darah adalah salah satu dari banyak proses yang diatur oleh jam biologis tubuh,” katanya. Salah satu jam biologis tubuh adalah tidur. Terganggunya proses tidur itu akan berdampak pada kontrol gula darah.

Penelitian baru terkait kebiasaan tidur yang digelar beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa gejala diabetes sudah muncul saat mengalami gangguan tidur selama tiga kali berturut-turut. Hasil penelitian ini dipublikasikan oleh Nature Genetics yang diberitakan Daily Mail. Nature Genestics melakukan penelitian ini terhadap 20 ribu pekerja shift malam, dan dari hasil penelitian, terbukti untuk pekerja shift malam rentan terhadap penyakit diabetes dan penyakit jantung. Studi penelitian ini menemukan empat varian gen yang beresiko terkena diabetes maupun penyakit jantung.

sumber: http://id.she.yahoo.com/sering-tidur-malam-picu-diabetes-dan-penyakit-jantung-072007651.html

Detoksifikasi Tubuh Sebagai Hikmah Optimalisasi Tidur Di Malam Hari Berdasarkan Tuntunan Sang Maha Pengatur Hidup

07.30 Diposkan oleh Annisa Budiastuti
Dalam Islam, seorang muslim diajarkan untuk dapat mengoptimalkan waktu dengan bijaksana. Allah SWT telah menciptakan siang untuk bekerja dan malam untuk tidur (istirahat), sebagai tanda-tanda kebesaran-Nya. Hal tersebut difirmankan Allah dalam QS. Ar-Ruum ayat 23. Namun seringkali manusia melakukan kegiatan yang berlawanan, seperti bekerja di malam hari dan tidur di siang hari. Betapapun ingin menggunakan waktu semaksimal mungkin, manusia tidak boleh melupakan kemampuan, tenaga dan waktu yang dimilikinya karena tubuh memerlukan proses untuk memulihkan keseimbangan alami dalam sistem saraf, menguatkan kembali fungsi tubuh, serta menjaga stabilitas mental dan emosional.
Pentingnya manajemen waktu istirahat di malam hari sebenarnya dapat ditelaah berdasarkan ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an dan tuntunan Rasulullah SAW yang diketahui paling sempurna dan sangat bermanfaat bagi tubuh. Hal tersebut dapat dijelaskan dari sisi medis bahwa tidur yang berkualitas di malam hari merupakan upaya optimalisasi dalam detoksifikasi tubuh untuk menetralisir toksin yang mengontaminasi. Tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah untuk mengetahui manajemen tidur di malam hari dalam tuntunan Islam serta mengeksplorasi peranan kualitas tidur di malam hari dalam mekanisme detoktisifikasi tubuh. Karya tulis ini disusun berdasarkan metode studi pustaka dengan mengumpulkan dan menelaah informasi yang berkaitan dengan manajemen tidur di malam hari sesuai tuntunan Islam yang tercantum dalam Al-Quran dan Hadits Rasulullah serta hasil penelitian yang berhubungan dengan tidur malam yang berkualitas dan detoksifikasi tubuh.
Tidur adalah suatu keadaan di bawah sadar di mana orang tersebut dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya. Para ahli membagi tidur menjadi 2 tipe, yaitu tidur gelombang lambat (Non Rapid Eye Movement/NREM) dan tidur dengan gerakan cepat mata (Rapid Eye Movement/REM). Setiap malam, seseorang mengalami dua tipe ini dengan bergantian.
Detoksifikasi tubuh melalui mekanisme detoksifikasi hati terutama fase kedua tarcapai optimal saat tidur. Mekanisme ini berkaitan erat dengan diproduksinya antioksidan sebagai penetral toksin. Jalur mekanisme yang berperan penting dalam produksi antioksidan adalah jalur glutathione conjugation. Glutathione adalah gabungan dari tiga asam amino, yaitu asam glutamat, sistein, dan glisin. Fungsi utamanya ada dua, yaitu menghasilkan bentuk asam mercapturic yang selanjutnya diekskresikan melalui empedu atau urin dan menetralkan oksigen radikal bebas. Jika glutathione digunakan seluruhnya dalam proses konjugasi, maka fungsinya sebagai penetral radikal bebas akan semakin menghilang. Keadaan ini mengakibatkan tubuh kelebihan radikal bebas yang akan menyebabkan kerusakan. Oleh karena itu, jika toksin yang beredar dalam tubuh banyak, dibutuhkan glutathione dalam jumlah yang adekuat untuk menetralkannya.
Optimalisasi tidur diawali produksi hormon melatonin yang meningkat dalam kondisi gelap mempengaruhi aktivitas otak dalam menimbulkan rasa kantuk sebagai sinyal positif tubuh agar segera mengistirahatkannya. Hormon yang mempengaruhi irama sirkadian ini kemudian akan menyesuaikan sehingga terjadi sinkronisasi antara siklus tidur dengan siklus pergantian siang dan malam di lingkungan. Allah SWT telah menjadikan malam gelap dan siang terang benderang, seperti yang disebutkan dalam QS. Al-Mu’min: 61. Tujuannya agar manusia beristirahat di malam hari dan bekerja di siang hari, sejalan dengan pengaturan sekresi hormon melatonin tersebut. Hasil yang efektif tidak akan didapatkan jika keadaan tersebut dibalik karena dalam tidur yang penting bukanlah kuantitas tetapi kualitas. Penelitian terhadap hewan uji juga menunjukkan bahwa gangguan tidur yang terus-menerus dapat menimbulkan kondisi mematikan akibat kerusakan organ dan jaringan. Kerusakan tersebut timbul akibat senyawa biokimia yang merusak, di antaranya stres oksidatif dan radikal bebas yang tidak terkendali. Pada tidur yang berkualitas, detoksifikasi hati dapat berjalan optimal, khususnya dalam pembentukan asam amino glutathione sebagai antioksidan yang menetralisasi stres oksidatif dan radikal bebas tersebut.
Berdasarkan pembahasan dalam karya tulis ini, dapat disimpulkan bahwa dalam tuntunan Islam, manajemen tidur di malam hari dilakukan dengan tidur di awal malam dan bangun di awal sepertiga malam dengan mematikan lampu saat tidur. Tidur yang berkualitas di malam hari melalui manajemen tersebut menjadikan detoksifikasi hati berjalan optimal melalui pembentukan antioksidan yang menetralisasi stress oksidatif dan radikal bebas. Demikian, Islam telah mengatur segala sesuatu dengan sempurna. Apabila umat Islam mengamalkannya secara keseluruhan tentu akan bermanfaat di dunia maupun akhirat.Artikel ini merupakan ringkasan dari Karya Tulis Ilmiah yang disusun oleh Annisa Budiastuti, Hafriliantika Ramadhani, dan Megawati Dharma Iriani. Karya tulis ini menjadi juara pertama di kelas 3 pada Kompetisi Karya Tulis Al-Quran (KKTA), rangkaian Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXII, 2009 di Universitas Brawijaya, Malang.http://fk.uns.ac.id/index.php/penelitianmahasiswa/detail/9/detoksifikasi-tubuh-sebagai-hikmah-optimalisasi-tidur-di-malam-hari-berdasarkan-tuntunan-sang-maha-pengatur-hidup

//


SavedURI :Show URLShow URLSavedURI :

//