Tag Archive | Quotes

Hubungan Batin antara Murabbi dan Mutarabbi


Hubungan Batin antara Murabbi dan Mutarabbi

 

Oleh :

Musyaffa Ahmad Rahim

 

Seorang murabbi yang sukses, ia akan mampu menciptakan hubungan yang sangat kuat dengan sang mutarabbi, bahkan sampai ke tingkat hubungan batin, yang:

– Tidak perlu lagi mempergunakan bahasa perintah atau larangan.
– Bahkan tidak perlu lagi mempergunakan bahasa isyarat dan bahasa tangan
– Bahkan berbagai urusan sering terjalin melalui mimpi.

Contoh Kasus (1):

Dalam sebuah halaqah, dan selagi sang murabbi asyik mengisi dan mengelola halaqah, ada seorang mutarabbinya yang sering berdiri dan meninggalkan tempat halaqah.
Adakalanya ia mengambil air untuk sang murabbi, terkadang air hangat, terkadang air dingin, terkadang teh manis, terkadang juice dan sebagainya.

Terkadang ia berdiri dan pergi untuk mengambil pulpen, atau spidol, atau penghapus dan sebagainya.

Terkadang ia maju ke depan untuk menghapus atau untuk urusan lainnya.
Semua ini dilakukan oleh sang mutarabbi persis seperti yang dikehendaki oleh murabbinya, tanpa kata, dan bahkan tanpa isyarat.

Contoh Kasus (2):

Sering sekali seorang mutarabbi bermimpi mendapati sang murabbinya sedang sakit, maka ia pun pergi ke sana.
Terkadang membawakan obat untuknya.
Terkadang ia membawakan makanan khas untuknya.
Terkadang sekedar untuk menjenguk saja.

Contoh Kasus (3):

Pernah seorang murabbi, karena profesinya sebagai seorang ahli tehnik sipil, bermimpi bertemu dengan seorang mursyid.

Dalam mimpinya dia dipesan untuk mendesign rumah khusus beliau, padahal sang mursyid telah memiliki rumah.

Sang mutarabbi mencoba menta’wilkan mimpinya, dan dugaannya bahwa sang mutarabbi diminta untuk mempersiapkan kuburan untuk sang mursyid.

Pagi harinya, sekretaris pribadi mursyid mendatangi sang mutarabbi dan menyampaikan salam dari mursyid agar sang mutarabbi memperbaiki lokasi kuburan para mursyid.

Sudah ada 4 kuburan murysid di lokasi sana. Maka sang mutarabbi pun segera memperbaiki kawasan kuburan para mursyid itu; memperbaiki jalanannya dan membersihkan lokasinya.

Selesai sang mutarabbi mengurus kuburan para mursyid itu, ia pun mendapatkan berita bahwa mursyid yang ditemuinya dalam mimpi meninggal dunia, menyusul 4 mursyid sebelumnya dan sang mursyid itu pun di kuburkan di lokasi yang baru-baru ini ia urus dan ia perbaiki.

 

( Musyafa Ahmad Rahim )

Al Ikhlas


Al Ikhlas (serial 2; Untukmu Kader Dakwah )

Al Ikhlas

Yang kami maksud dengan al ikhlas adalah:
Seluruh ucapan, perbuatan dan perjuangan seorang aktivis muslim selalu ditujukan dan dimaksudkan hanya kepada Allah Ta’ala saja, serta memohon ridha-Nya semata, juga kebaikan ganjaran-Nya. Tidak ingin mengharap imbalan apapun, baik berupa harta, tahta, martabat dan kedudukan, tanpa melihat maju mundurnya perkembangan dakwahnya.

Dengan demikian, ia telah menjadi seorang jundi (prajurit) baik secara intelektual maupun aqidah, bukan seorang jundi yang mencari imbalan dan manfaat, seperti yang difirmankan Allah SWT dalam Al –Qur’an :

“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam” (QS. Al-An’am:162).

Dengan demikian, seorang aktivis muslim selalu memahami doktrin “Allah tujuan kami” dan “Allah Maha Besar dan bagi-Nya segala puja dan puji”.

(Hasan Al Banna)

“tak akan sampai kepada Allah daging dan darah qurban itu akan tetapi yang akan sampai kepada-Nya ialah taqwa dari kamu” (QS. 22:37).
Banyak orang berharta dengan banyak hutang. Banyaklagi orang miskin dengan banyak hutang. Ada orang kaya amal dengan banyak tuntutan yang harus dilunasinya dihari pembalasan. Ada orang yang sangat sederhana dalam beramal, dengan ketulusan tiada tara. Pujian tak membuatnya bertambah gairah dan celaan tak menghambatnya dari meningkatkan amal kebajikan. Ia ada ditengah keramaian dan jiwanya sendiri menghadap Khaliqnya, tanpa berharap dan peduli terhadap penilaian manusia.
Tiga hal yang tak patut hati mu’min kering. 1. Ikhlas beramal karena Allah. 2. Tulus terhadap para pemimpin (dengan nasihat dan koreksi), 3. Setia kepada jama’ah Muslimin, karena do’a mereka meliput dari belakang mereka(HR. Ahmad, Ibnu Majah, Hakim, Abu Daud & Tirmidzi)
Banyak hal yang Nampak sederhana, tetapi terabaikan, sementara obsesi sering menjadi symbol kebersamaan yang tak pernah terwujud atau takkan pernah berwujud, karena para pendukungnya tak pernah memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh, kecuali sebagai status.
Hasan Al Bashri mencurahkan kebeningan hatinya dizaman yang rasanya begitu perlu penjernihan: “Tak ada lagi yang tersisa dari kenikmatan hidup, kecuali tiga hal: 1 Saudara yang kau selalu dapatkan kebaikannya; bila engkau menyimpang ia akan meluruskanmu. 2. Shalat dalam keterhimpunan (Jasad, hati dan fikiran), kau terlindungi dari melupakannya dank au penuh meliput ganjarannya, 3. Cukuplah kebahagiaan hidup dicapai, bila kelak ia tak seorangpun punya celah menuntutmu dihari kiamat.”
Ketika seseorang berusaha keras untuk beramal, tanpa berfikir, apa keuntungan yang bakal didapatnya, ia disebut mukhlis, artinya orang yang menyerahkan amalnya kepada Allah dengan sepenuh hati tanpa pamrih duniawai. Pada saat ia mendapatkan dorongan beramal tanpa ingat apapun kecuali ridha Allah, ia menjadi mukhlas, artinya orang yang dijadikan mukhlis. Ada orang yang hanya dengan melihatnya, itu cukup membuatmu ingat kepada Allah, bicaranya cukup menambah amalmu dan amalnya cukup membuatmu rindu akherat.
  
Hati Tanpa Jelaga
Hati bening seorang alim penaka gelas Kristal yang bening dan bersih, akan memancarkan cahaya ilmunya.  Sementara ada orang yang detik demi detik tutur kata, karya dan kehadirannya menjerumuskan ke jurang sengsara
Sulit untuk mendapatkan hati yang bening dan amal yang ikhlas tanpa kejujuran. Kejujuran yang sering diartikan dengan sekedar bicara benar, ternyata lebih dari itu. Ia adalah kejujuran terhadap Al Khaliq. Ia adalah kejujuran terhadap bisikan hati nurani. Pada akhirnya bukti kebenaran itu akan Nampak dalam sikap kejujuran mereka kepada Allah atas semua janji yang mereka buat. “sedikitpun tidak mengubah pendirian mereka, apakah mereka itu gugur terlebih dahulu atau menunggu” (QS 33:23)
Hakekat Shidq bahwa engkau tetap jujur dalam berbagai kondisi (sulit dan bahaya), padahal engkau hanya dapat selamat dari hal tersebut hanya dengan berdusta, demikian prinsip Junaid Al Baghdadi. Tentu saja tidak boleh bertentangan dengan penghapusan hukuman dusta dalam kondisi penyelamatan saudar beriman dari kezhaliman orang lain, mendamaikan dua saudara yang berseteru dan dusta dalam taktik bertempur”.
Apa yang membuat orang sekaliber Bal’am bisa kehilangan integritas diri, hanyut dalan pusaran lumpur dunia? Ada konflik yang tak disadarinya; melawan kehendak Allah yang sangat berkuasa untuk mengangkatnya setinggi-tinggi, tetapi ia sendiri yang mengikuti grativikasi dunia dan hawa nafsu yang menahan laju jelajahnya kea lam tinggi (akhlada ilal ardl wat taba’a hawah) (QS: 7:176). Betapa mengerikan kemiskinan hati bia melanda kaum berilmu. Mereka merasa rendah diri karena dunia yang tak berpihak, berseberangan dengan posisi tinggi dan jauh dari kedudukan basah. Mungkin ia lupa, kemiskinan itu bukanlah dosa, walau tidak menyenangkan. Mungkin karena pentingnya mengenal profil biang kerok ini. Sampai-sampai Al Qur’an membuka kisahnya dengan “Bacakan kepada mereka” dan menutupnya dengan “maka ceritakan kisah-kisah ini, semoga mereka berfikir” (QS 7:175-176)
Orang-orang yang Ringkih Jiwa
Bal’am bin Baura, Walid bin Mughirah, dan Abdullah bin Ubay adalah profil kaum berilmu yang tak berfaham. Yang pertama, jelas-jelas berseberangan dengan Nabi Musa as dan perjuangannya, lalu bermanis-manis dengan kubangan dunia, Fir’aun. Adakah perbedaan yang cukup gelap antara fir’aunisme kemarin dan Fir’aunisme hari ini, yang membuat Bal’am-bal’am kontemporer membelanya mati-matian?
Adakah kedunguan yang melebihi kedunguan Walid yang diawal-awal laporan ilmiahnya tentang Al-Qur’an terang-terang menutup semua jalan bagi penolakan Al-Qur’an sebagai Kalam Allah? Kalau matera kita sudah tahu, kalau ucapan manusia kita sudah tidak asing, kalau puisi akulah pakarnya. Gemeretak gigi orang awam di Darun Nadwah rupanya lebih mengerikan baginya, sehingga di akhir presentasinya ia mengeluarkan konsklusi yang bertentangan dengan muqaddimah, “Al Qur’am adalah sihir, lihatlah ia sudah memisahkan anak dari orang tuanya dan budak dari tuanyya”sergahnya
Abdullah bin Ubay si batang balok yang tersandar (QS 63:4), menarik penampilannya dan manis mempesona tutur katanya. Kandidat pemimpin tertinggi Madinah pra hijrah ini yang telah berbunga-bunga hatinya melihat peluang besar menjadi lupa akan prinsip Al Fadlu liman shadaq (kemulian untuk yang jujur) dan terobsesi berat oleh pameo Al Fadlu liman sabaq (kemulian bagi yang lebih dahulu) berdasarkan makna senioritas, bukan kapasitas. Ia lupa bahwa sabaqiyah (senioritas) itu menjadi bermakna dengan shidiqiyah (ketulusan dan kejujuran). Tetapi penyakitnifaq merasukinya dan loyalitas tak dimilikinya. Yang ada hanya kepentingan dan kedengkian. Jadilah ia orang yang manis dimuka dan mengutuk dibelakang, beriman di mulut dan kafir dalam hati.
Pada ketiga tokoh ini sangat menonjol ambisi kekayaan, jabatan dan syuhrah(popularitas), tersurat ataupun tersirat. Dalam kamus mereka kehormatan tal lagi punya tempat dan kejujuran hanya impian orang-orang pander. Namun madzhab langka ini menjadi trend
Ikhlas dan Shidq
Mengagumkan bila dicermati hubungan ikhlas dan shidq. Ikhlasnya artinya menjaga diri dari perhatian makhluq dan shidq artinya menjaga dari perhatian nafsu. Seorang mukhlis tak puinya riya’ (pamer diri), demikian Abu Ali Ad Daqqaq mengurai.
Ka’ab bin Malik pantas mendapatkan bintang Shidq. Hukuman berat diterimanya dengan ikhlas. Ia sadar sedang berurusan dengan Allah, bukan dengan masyarakat yang sebenarnya sangat menghormatinya. Ia yakin Rasulullah Saw pasti akan percaya bila ia membuat-buat alas an absennya dari perang Tabuk. Tak kurang 50 hari berlalu dalam keterasingan yang berat. Kemana ia pergi tak seorangpun menyapa atau menjawab sapaannya. Raja Ghassan menawarkan suaka politik dan posisi dikerajaanya. Bagi Ka’ab, ini juga bala. Maka ia buktikan loyalitasnya dengan kejujuran yang mengagumkan (QS. 9.118)
Banyak ulama yang tak henti-hentinya mengkritik dan meluruskan pemerintah sementara sang amir tak pernah jemu memenjarakannya. Namun saat sang amir menggaungkan perintah jihad, mereka tampil didepan tanpa dendam pribadi. Jihad adalah ibadahku kepada Allah dan maksiat amir itu urusan amir dengan tuhannya. Kritik sudah kulancarkan. Demikian paradiqma para mukhlisin. Khalid bin Walid tegas menjawab pertanyaan heran, mengapa mau-maunya ia bertempur dibawah komando orang lain semetara ia dimakzulkan dari posisi panglima? Ia berjihad karena Allah, bukan karena Umar.
Betapa mengerikan keterasingan pengamal yang selalu saja dihantui apa kata orang. Sunyi terdampar digurun riya’, tersungkur dijurang ujub, segala ketakutan ada disana, kecuali takut kepada Allah.

Yang Harus Kita Lakukan di Hari-Hari Ini”


Assalaamu’alaikum wr wb

Alhamdulilah kita selalu dipertemukan dalam forum-forum seperti ini untuk merujuk kepada sumber-sumber asasi kita, Al Qur’an dan Assunnah, semoga kita selalu mendapatkan petunjuk.

Hari dan jam yang akan tentukan prestasi dakwah kita semakin dekat, hitung mundurnya semakin kecil. Di DPP ada banner hitung mundur sd 9 April 2014. Itu ibarat ajal yang telah ditentukan. Tempo yang telah disepakati.

Mumpung pasar masih buka, lewat tgl 9 April pasar sudah tutup, dagangan sudah tidak laku,  maka gunakan pasar ini sebaik-baiknya. Pasar  yang dimaksud adalah ladang perjuangan kita mumpung masih terbuka. Calon  pembeli masih ada. Barang yang kita jual  masih dilirik dan masih diperhatikan  orang. Jadi, kalau mau habis-habisan, waktunya sekarang ini. Jangan nanti kalau selesai tanggal 9 April. Kalau sudah lewat, hari pasaran nunggu 5 tahun lagi. Situasi ini harus difahami bahwa sekaranglah saatnya. Kita bicara partai, orang tidak akan bicara macam-macam. Kita mengkampanyekan diri, tidak dipandang aneh karena ini lagi pasarannya.

Yang harus kita persiapkan di hari pasaran ini ada 3 hal :

I. Di hari pasar ini yang harus dipastikan adalah isi hati kita

Bahwa yang mengisi hati ini adalah ikhlas lii’lai kalimatillah, ikhlas dalam menempuh dan meniti jalan Alloh SWT. Mari kita tata hati kita untuk konteks ini. Dan pastikan, inilah yang diketahui Alloh, meskipun  Alloh Maha Tahu. Maksudnya  kita lah yang memastikan itu, bahwa tak ada yang mengisi hati ini kecuali pujian untuk Alloh, untuk I’lai kalimatillah, perjuangan fi sabilillah, perjuangan untuk litakuuna kalimatullohi hiyal ulya.

Saat antum keluar rumah, mau apa? mau silaturahim cari suara, mau berkunjung ke saudara saya, teman saya, posisikan bahwa  ini adalah bagian dari cara kita menerjemahkan  proses menuju i’lai kalimatillah. Kenapa  harus begitu? Kita akan gagah memperjuangan apa yang mesti diperjuangkan di jalan Alloh ini, kalimatulloh ini, manakala kita punya keyakinan bahwa ada sekian banyak suara aspirasi yang kita perjuangkan. Kalau di belakang kita sedikit, mereka akan mengatakan dengan bahasa seperti bahasa Fir’aun, Innahu lasyirzhimatun qoliiluun... (Itu kan suara di pojok-pojok sana. Suara-suara pinggiran yang tidak perlu diperhatikan.)

Maka dari itu mari kita tata hati bahwa yang kita lakukan adalah dalam rangka I’laai kalimatillah.

Disamping tentang menata hati sedemikian rupa, Alloh SWT kaitkan isi hati  ini dengan banyak hal.

Dalam QS Maryam 96, Allah kaitkan isi hati ini, keikhlasan ini dengan respon dan sambutan publik.

Innalladziina aamanuu wa’amilushsholihaati sayaj’aluhumurrahmaanu wudda…

Dijadikan cinta kasih di antara hamba-hamba Alloh. Manakala hati kita baik, maqbul ‘indalloh, maka Alloh akan panggil Jibril, ”Wahai Jibril sesungguhnya Aku mencintai Fulan, maka cintailah dia. Maka Jibril pun mencintai dia, dan Jibril membuat pengumuman di langit, bahwa Alloh mencintai fulan, maka cintailah dia. Dan penduduk langit pun mencintai dia.” Kalau Alloh sudah mencintai dia, Jibril dan penduduk langit juga mencintai dia,maka orang itu di bumi ini di mana-mana diterima, direspon dan disambut.  Yudhou lahu qobuulu fil ardh.

Mungkin orang memilih kita walaupun kita banyak catatan, karena mesakke, kasihan. Tidak penting bagi kita, kita dipilih karena dicintai atau karena mesakke. Yang penting adalah dipilih. Yang bisa mengatur hati adalah Alloh. Karena itu sekali lagi, pertama kali di hari pasaran ini, yang CAD, yang AD, yang kader, yang simpatisan,  masing-masing kita menata hati, semua dalam rangka I’lai kalimatillah, fii sabilillah, litakuuna kalimatullohi hiyal ulya. Mungkin yang datang kepada mereka banyak, tapi yang penting adalah bagaimana Alloh mengatur hati orang untuk memastikan pilihannya kepada kita. Itu rahasiamya ada pada hati.

Dalam QS Al Anfal 70, Alloh mengaitkan kebersihan hati itu dengan 2 hal : pengganti yang lebih baik dan pengampunan dari Alloh SWT.

Yaa ayyuhanabiyyu qul liman fii aidiikum minal asro…….

Di hari perjuangan seperti  ini banyak yang hilang dari kita. Sama-sama hilang, maka kita tata bahwa hilangnya itu dengan kebersihan hati. Misal, pas ada keinginan untuk beli ini-itu, namun uangnya kita gunakan untuk menyumbang biaya pemilu. Mungkin waktu kita yang hilang, mungkin juga kesempatan-kesempatan kita yang hilang, karena digunakan untuk perjuangan itu.

Tapi manakala  in ya’lamillahu fii qulubikum khoiro.…. jika Alloh tahu di dalam hati kita itu kebaikan yang ada, maka Alloh akan mengganti semua yang hilang itu dengan yang lebih baik. Tidak disebutkan apa gantinya itu. Asas iman itu adalah iman bil ghoib. Kalau tak iman dengan yang ghoib, hilanglah iman itu. Yang penting adalah  iman. Apa yang lebih baik itu, wallohu a’lam.

Ayat ini turun berkaitan dengan Al Abbas bin Abdul Muthallib, paman Rasululloh SAW, yang sebenarnya muslim, tetapi dapat tugas khusus untuk tetap berada di kalangan kafir quraisy di Makkah, sebagai informan. Saat perang Badar, beliau terpaksa ikut rombongan orang kafir memerangi kaum muslim. Repotnya, yang tahu tugas khusus beliau sangat sedikit. Alhamdulillah, Abbas tidak terbunuh, hanya tertawan. Sampai keluar keputusan bahwa setiap tawanan kalau mau bebas, harus bayar tebusan. Abbas datang kepada Rasul, “Bukankan saya muslim, apakah bayar tebusan juga?”  Namun Rasul menjawab dengan jawaban standar : “Engkau kan tawanan, kalau ingin bebas, bayarlah tebusan.”

Abbas berkata, hartaku telah habis. (Rasul SAW tidak memberikan dana operasional untuk tugas khususnya di Makkah). Namun Rasul menyampaikan, “Bukankah sebelum perang Badar engkau menemui seorang wanita dengan rahasia di Makkah, dan menitipkan hartamu kepadanya, apabila engkau mati dalam perang, harta itu untuk diberikan kepada keturunanmu? Dan kalau masih hidup akan kau ambil lagi?”

Bisa dibayangkan, betapa berat perasaan Abbas. Bahkan yang rahasia pun telah dibuka oleh Alloh, hingga tak punya apa-apa lagi. Habis semua. Maka sebagai hiburan, Alloh SWT menurunkan Al Anfal ayat 90 ini. Allah akan mengganti kalau dia ikhlas dengan sesuatu yang lebih baik, dan akan diampuni. Maka Abbas pun percaya, iman bil ghoib, dan tidak bertanya-tanya lagi.

Di hari tuanya, Al Abbas ini menjadi sangat kaya. Milyuner. Ia berkata kepada generasi berikutnya, “Saya yakin, ini adalah wujud janji Alloh yang pertama. Dan saya masih menunggu janji yang kedua, yaitu ampunan.”

Suka atau tidak suka, banyak yang hilang dalam perjuangan ini. Tapi yang penting, hilangnya itu by design, bukan accident, dan ikhlas agar ada ganti yang lebih baik.

Dalam Al Fath 18

Alloh kaitkan masalah hati ini dengan sakinah, kemenangan, dan ghonimah.

Laqod rodhiyallohu ‘amil mu’miniina….   

Berdasarkan apa yang Alloh tahu itu, maka Alloh berikan 3 hal:

(1) Faanzalahuu sakinatan, turun ketenangan, ketentraman

Sakinah ada hubunganya dengan kata sikkin, pisau. Lihatlah ayam jago, yang ke mana-mana. Kalau sudah ketemu pisau, maka dia sakinah. Dimakan pun diam saja..

Contoh lain tentang sakinah, Waktu perang Hunain, 12 ribu pasukan muslimin melawan 4000 kafir hawazin. Saat melewati jalan yang sempit di antara dua bukit, tiba-tiba kaum muslimin dihujani panah, maka tercerai berai dan berlarian ke sana kemari. 12 ribu yang tadinya simbol keunggulan, maka di jalan sempit itu justru jadi masalah. Wa dhooqot ‘alaikumul ardhu bimaa rokhubat…   Tsumma anzalalloohu sakiinatahu ala rosuulihi wa ‘alal mukminin ( QS 9 : 25-26)…. Setelah sakinah turun, seakan-akan tak ingat lagi ada hujan panah saking tenangnya. Bahkan dalam siroh diceritakan, kuda-kuda pada lari menjauh dan susah digerakkan, setelah sakinah turun maka bisa diarahkan lagi, dan mereka turun dari kuda di jalan sempit itu, jalan kaki menyambut panggilan Rasululloh SAW.

Kalau tak ada sakinah, kita gampang panik.

Lihat baliho kompetitor saja panik… padahal Alloh yang atur siapa yang akan dipilih. Datang di satu tempat, keduluan orang lain, tak usah panik. Mereka punya harapan dari kedatangannya itu, namun kita pun berharap kepada Alloh.

Sakinah juga berkaitan dengan litaskunu ilaiha antara suami istri.

Tapi jangan terlalu sakinah, jadinya malah sukun, kebalikan dari harokat,  mati, diam.

(2) wa atsaabahu fathan qoriibaa, Alloh mengganjar mereka dengan kemenangan yang dekat.

(3) wamaghonima katsiirotan, bukan ghonimah biasa, namun ghonimah yang sangat banyak !

Lagi-lagi dikaitkan dengan kondisi hati. Karenanya yang perlu ditata pertama adalah masalah hati.

***

II. Mari mentadabburi As Sajdah 17, dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi

Falaa ta’lamu nafsun maa ukhfiya lahum min qurroti a’yun

“Maka tidak seorangpun mengetahui apa yang disebunyikan untuk mereka yaitu ( bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan”

Pasti jiwa akan tahu, apa yang dirahasiakan dari mereka, segala  hal yang membuat jiwa  senang.

Dalam konteks kita, apa yang akan menyenangkan kita:

-semua kader bekerja, semua terlibat pemenangan. Itu menyenangkan. Akhirnya  dapat suara banyak, itu menyenangkan. Target kursi terpenuhi, itu menyenangkan.

Tapi semua  yang menyenangkan ini dikaitkan dengan jazaan bimaa kanuu ya’maluun. Sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan. Kita berkesempatan mendapat maa ukhfiya lahu, asalkan mau bekerja. Apalagi slogan kita: cinta kerja harmoni.

Rasul SAW bersabda,

“jika kiamat datang dan ada benih di tanganmu, dan masih ada kemampuan  untuk menanam, maka tanamlah, karena pada menanam itu ada pahala”

Andai antum tahu dan yakin jika jam 1 siang akan mati, dan jam 12 antum dapat tugas menanam kelapa, bagaimana?  Untuk apa? Sudah mau mati. Menunggu panen butuh bertahun-tahun. Tapi Rasul ajarkan, ini bahkan kiamat, yang tak ada hari lagi untuk menunggu hasil panen. Sudah sampai pada hari yang kholidiina fihaa… tapi diajarkan, tanam saja, karena dalam menanam itu ada pahala.

Maka kita pun bekerja apakah jadi suara apa tidak, entahlah, serahkan saja pada Alloh.

Rasul SAW pun memberi contoh : Rasululloh SAW punya tetangga seorang Yahudi. Dan anak si yahudi sering bermain bersama anak-anak muslim. Ternyata anak-anak pun tak luput dari perhatian Rasululloh SAW. Suatu ketika, si anak Yahudi tidak terlihat di antara anak-anak muslim. Maka Rasul SAW bertanya kepada anak-anak, dimana dia. Teman-temannya bilang, si anak Yahudi sedang sakit keras dan mungkin akan meninggal. Rasul pun menanggapi dengan serius. Rasul SAW terlihat panik dan tegang, lalu mengajak beberapa shahabat untuk menjenguk. Beliau dapati si anak sedang sakaratul maut. Maka beliau mentalqin, membaca 2 kalimat syahadat. Andai Rasul SAW politisi murni, pasti tak mau melakukan itu. Ini anak belum nyoblos. Kalaupun nyoblos, bahkan sudah mau mati.

Si anak menengok ke arah bapaknya. Mungkin bapaknya mikir juga, anaknya sedang jadi target dua kalimat syahadat, padahal sudah mau mati. Ini pasti Muhammad tidak sedang sekedar cari pengikut. Si bapak juga tidak menemukan tafsir materi. Pasti Muhammad menginginkan kebaikan untuk anaknya. Maka si bapak bilang, “Turuti saja Abul Qosim (Muhammad)”.  Si yahudi tak mau menyebut nama Muhammad, karena berarti dia mengakui kenabian Muhammad sebagaimana yang namanya  disebutkan dalam kitab suci mereka. Maka sang anak mengucap syahadat kemudian meninggal. Rasul SAW tampak  gembira dan bersabda “Segala puji bagi Alloh yang telah menyelamatkan anak ini dari neraka”.

Jadi, kerja saja lah. Komunikasi, datangi, semoga dengan kerja ini, dengan spirit Jazaa’an bimaa kanuu ya’maluun, insyaalloh Alloh akan berikan janjinya, memberikan qurrota a’yun, dengan syarat, kita harus bekerja, bekerja, dan bekerja.

***

III. QS Al Baqoroh ayat 249-252

Falamma fashola thooluutu bil junudi…

Dari cerita Thalut ini, salah satu ujian dalam perjuangan adalah kita dihadapkan pada kekuatan lawan. Pasukan Thalut dihadapkan pada fakta bahwa kekuatan jalut dahsyat dan luar biasa. Orangnya gedhe-gedhe. Dalam cerita Israiliyat dikatakan saking gedhenya, ketika 12 orang mata-mata Israel tertangkap, mereka disuruh berjalan di lengan orang-orang nya Jalut. Ini cerita Israeliyat tidak untuk diimani, terkadang isinya aneh-aneh. Seperti cerita asal usul kucing versi israeliyat…

Yang mentalnya lemah, daya juangnya lemah akan berkata laa thoqotalana…. Kita juga begitu. Jumlah kita sedikit, uang sedikit, stiker sedikit, kalender kecil-kecil. Kenyataan bahwa lawan lebih hebat itulah ujian. Yang bisa membuat kita tegak adalah manakala kita punya stok ma’nawi yang kuat. Alloh yang atur semuanya. Maka kalkulasi kita jangan pada hebatnya musuh. Yang penting kerja, hasil terserah Alloh.

Coba bayangkan, apa hebatnya Maryam, saat diminta untuk menggoyang pohon kurma, apalagi hingga kurma berjatuhan. Seberapa  kuatkah… wa huzzii ilaiki bijidz’innakhlati tusaaqith alaiki ruthoban janiyya.. (QS 19 : 25).  Alloh bermaksud memberikan makanan yang tepat berupa ruthob, tapi untuk itu perlu usaha, berusaha menggoyang pohon. Pohonnya goyang apa tidak, itu tidak penting. Alloh lah yang menjatuhkan kurmanya. Yang penting digoyang saja.

Dalam melihat situasi begini, 3 hal yang perlu kita pastikan, sebagaimana saat pasukan Thalut melihat pasukan jalut: Kita berdoa kepada Alloh :

Robbanaa afrigh ‘alainaa shobron

Mohon  agar Alloh SWT memberikan, bahkan menumpahkan kesabaran kepada kita. Bahkan kalau kita ingin mendapatkan al falah (kemenangan), di akhir surat ali Imron disebutkan, bukan cuma shabar, tapi perlu mushabarah. Menurut tafsir Al Maududi, mushabarah artinya punya kesabaran yang mengungguli dan melebihi kesabaran para kompetitor. Kita minta kesabaran itu agar la’allakum tuflihun (diberi kemenangan).

Malam-malam mereka sosialisasi, pasang spanduk, dll itu kesabaran mereka. Kita perlu punya kesabaran yang lebih. Bahkan dikatakan oleh Al Maududi, jika kalian tak punya kesabaran 105% jangan harap mendapat kemenangan, kalau mereka punya 100%. Dalam berbagai hal kita kalah, kalau tak ditutup dengan daya juang tinggi yang lebih dari mereka, kita tak akan menang.

Itulah yang diminta oleh pasukan Thalut. Dalam bahasa lain, afrigh ‘alaina shobron : karuniai kami  konsistensi untuk terus bekerja.

Jangan berhenti, kendor dan nglokro.

Watsabbit aqdaamanaa

Kita harus bertahan dengan eksistensi kita. Tunjukkan kita masih ada. Jangan gara-gara yang lain begitu gegap gempita mengkampanyekan partai dan diri mereka, justru kita ngilang. Tunjukkan nahnu maujud. Kita masih ada, tidak ngilang, tidak sembunyi.

Wanshurnaa ….

Kita tetep melanjutkan upaya ekspansi kita

Manakala ini dipenuhi, dan itu yang kita mintakan kepada Alloh, maka fahazamuuhum biidznillah, bahkan waqotala dawudu jaluta… Pasukan thalut yang kecil mengalahkan tentara Jalut yang besar. Kata israiliyat, Jalut mati kena ketapel. Raksasa itu mati karena ketapel.

Mungkin tak seberapa yang kita berikan, tapi jadi suara. Di perang Badar, falam taqtuluuhum…..Tugas Rasul dan para shahabat adalah melempar. Rasul SAW begitu diserbu oleh kaum musyrikin,  Rasul SAW mengambil pasir dan dilempar ke arah mereka. Yang menjadikan pasir itu kena matanya musyrikin adalah Allah. Wamaa romaita idz romaita  walaakinnalloha romaa... Kena pasir seember di tubuh kita tidak apa-apa. Tapi kalau yang kena mata, 3 butir pun sudah menyakiti.

Jadi kita terus bekerja, datangi mereka, jelaskan ke mereka, ajak mereka. Jadi suara atau tidak, adalah Allah yang tentukan.

Intinya, teruslah bekerja. Kata hati kita, manakala Alloh tahu kita berhak  untuk menang, maka apapun yang kita lakukan, maka itu akan mentes dan diterima oleh masyarakat.

*Disampaikan Ust Musyaffa AR (Ketua Kaderisasi DPP PKS) dalam Election Update PKS DIY (Ahad, 15 Desember 2013)

Seni Memperhati


Seni Memperhatikan

 


Kalau intinya cinta adalah memberi, maka pemberian pertama seorang pencinta sejati adalah perhatian. Kalau kamu mencintai seseorang, kamu harus memberi perhatian penuh kepada orang itu. Perhatian yang lahir dari lubuk hati paling dalam, dari keinginan yang tulus untuk memberikan apa saja yang diperlukan orang yang kamu cintai untuk menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya.

Perhatian adalah pemberian jiwa: semacam penampakan emosi yang kuat dari keinginan baik kepada orang yang kita cintai. Tidak semua orang memiliki kesiapan mental untuk memperhatikan. Tidak juga semua orang yang memiliki kesiapan mental memiliki kemampuan untuk terus memperhatikan.

Memperhatikan adalah kondisi di mana kamu keluar dari dalam dirimu menuju orang lain yang ada di luar dirimu. Hati dan pikiranmu sepenuhnya tertuju kepada orang yang kamu cintai. Itu tidak sesederhana yang kita bayangkan. Mereka yang bisa keluar dari dalam dirinya adalah orang-orang yang sudah terbebas secara psikologis. Yaitu bebas dari kebutuhan untuk diperhatikan. Mereka independen secara emosional: kenyamanan psikologis tidak bersumber dari perhatian orang lain terhadap dirinya. Dan itulah musykilnya. Sebab sebagian orang besar lebih banyak terkungkung dalam dirinya sendiri. Mereka tidak bebas secara mental. Mereka lebih suka diperhatikan daripada memperhatikan. Itu sebabnya mereka selalu gagal mencintai.

Itulah kekuatan para pencinta sejati: bahwa mereka adalah pemerhati yang serius. Mereka memperhatikan orang-orang yang mereka cintai secara intens dan menyeluruh. Mereka berusaha secara terus-menerus untuk memahami latar belakang kehidupan sang kekasih, menyelidiki seluk beluk persoalan hatinya, mencoba menemukan karakter jiwanya, mendefinisikan harapan-harapan dan mimpi-mimpinya, dan mengetahui kebutuhan-kebutuhannya untuk sampai kepada harapan-harapannya.

Para pemerhati yang serius biasanya lebih suka mendengar daripada didengarkan. Mereka memiliki kesabaran yang cukup untuk mendengar dalam waktu yang lama. Kesabaran itulah yang membuat orang betah dan nyaman menumpahkan isi hatinya kepada mereka. Tapi kesabaran itu pula yang memberi mereka peluang untuk menyerap lebih banyak informasi tentang sang kekasih yang mereka cintai.

Tapi di sini juga disimpan sesuatu yang teramat agung dari rahasia cinta. Rahasia tentang pesona jiwa para pencinta. Kalau kamu terbiasa memperhatikan kekasih hatimu, secara perlahan-lahan dan tanpa ia sadari ia akan tergantung dengan perhatianmu. Secara psikologis ia akan sangat menikmati saat-saat diperhatikan itu. Bila suatu saat perhatian itu hilang, ia akan merasakan kehilangan yang sangat. Perhatian itu niscaya akan menyiksa jiwanya dengan rindu saat kamu tidak berada di sisinya. Mungkin ia tidak mengatakannya. Tapi ia pasti merasakannya. ~ Anis Matta ~

Tidak Perlu Ayah (jika hanya) untuk Cari Nafkah…


TidakPerlu Ayah (jika hanya) untuk Cari Nafkah…

ayahkawanterbaik-4Maaf, mungkin agak terdengar sombong jika kalimat ini terlontar dari mulut seorang isteri, atau bahkan seorang anak. Karena sesungguhnya, salah satu tugas seorang lelaki adalah menafkahi keluarganya, baik sebagai suami, sebagai Ayah maupun sebagai anak kepada orang tuanya yang sudah sepuh.

Namun faktanya, tak sedikit para lelaki yang menggadaikan kehormatannya lantaran tak menjalankan perannya mencari nafkah. Ini bukan soal besar kecil hasil yang didapat, tetapi soal menjalankan perannya dalam keluarga.

Tak sedikit pula yang perannya mencari nafkah justru tergantikan oleh isteri atau bahkan anaknya. Setidaknya kalaupun bukan tergantikan, ya sedikit tergeser lah. Coba lihat, banyaknya perempuan yang justru “terpaksa” bekerja lantaran peran suaminya dirasa kurang, dalam bahasa yang lebih lugas, uang belanja suami tak mencukupi. Maaf, saya tak bicara soal perempuan yang bekerja karena memang mereka senang dan bagian dari aktualisasi diri. Untuk yang satu ini, saya cukup menghargai.

Kenapa tiba-tiba sayamengangkat tema yang sangat sensitif ini?

Sabar. Bukan tema ini yang saya akan bahas, tetapi tentang peran Ayah yang sebenarnya bukan hanya soal nafkah. Karena kalau cuma soal nafkah, sorry bung, kini peran itu juga banyak dilakukan oleh perempuan (isteri atau ibunya anak-anak), dan bahkan oleh anak-anak. Lihat saja anak jalanan, orang tuanya ada, malah leyeh leyeh di bawah pohon sementara anaknya ngamen di lampu merah dengan resiko tertabrak, atau pelecehan.

Ini sebenarnya gara-gara saya tak sengaja mendengar sebuah percakapan sepasang suami isteri. “Ayah sudah lelah mencari nafkah, urusan sekolah anak-anak itu urusan ibu…” kata si Ayah ke ibunya anak-anak.

Di kesempatan lain, juga pernah dengar seperti ini, “Bu, tolong hargai Ayah, setiap Ayah pulang rumah selalu berantakan. Kamu ngapain aja sih? Ayah capek kerja seharian, sampai rumah lihat rumah berantakan begini…” tanpa peduli lagi pada kenyataan bahwa setiap jam rumah dirapihkan, dan hanya butuh waktu lima menit akan kembali berantakan oleh ulah anak-anak.

Terus? Kalau sudah mencari nafkah, Ayah nggak perlu direpotkan sama urusan pendidikan anak? Belajarnya anak, antar ke sekolah, rapat orang tua murid dan urusan lainnya.

Kalau sudah mencari nafkah, Ayah jadi haram pegang sapu? Bersih bersih rumah, bantu isterinya yang sejak bangun pagi sampai tengah malam sibuk dengan urusan rumah yang (memang) nggak ada habisnya?

Sederhananya, memangnya fungsi Ayah cuma cari nafkah?

Seringkali sosok Ayah ada di rumah, tetapi hanya fisiknya yang hadir, tidak jiwanya, tidak perannya.

Anak bertanya soal pelajaran, lalu dengan enteng berkata, “Tanya ibu sana, Ayah capek…” padahal sedang main gadget.

Sosok Ayah harus hadir secara utuh di rumah, bagi isterinya, bagi anak-anaknya, bagi keluarganya. Keluarga perlu warna seorang Ayah, karena peran Ayah sebagai kepala keluarga, sebagai pemimpin, bukan cuma sebagai pencari nafkah.

Sosok Ayah perlu hadir untuk memberi rasa aman, nyaman, ketenangan dan percaya diri seluruh anggota keluarga. Jangan sampai justru ada Ayah malah bikin nggak nyaman, hati-hati. “Tenang, ada Ayah…” kalimat ini suatu waktu mungkin keluar dari mulut bocah-bocah karena lelaki itu memang benar-benar bisa diandalkan. Tangguh.

Kehadiran Ayah sejatinya dirindukan, oleh isteri maupun anak-anaknya. Jangan abaikan pesan singkat dari anak misalnya, “Ayah jam berapa pulang?” Ada rindu tersirat dari kalimat itu.

Dua tiga hari Ayah tak pulang karena tugas kantor, suasana rumah jadi terasa sepi, isteri dan anak-anak merasa kurang aman dan nyaman. Jika masih seperti ini, tersenyumlah. Artinya sosok Ayah masih sangat dibutuhkan sebagai pelindung, pengayom dan pemberi rasa aman.

Hadirnya sosok Ayah juga menjadi contoh baik bagi anak lelaki, menjadi contekan bagi anak perempuan kelak mencari pasangan. Pernah kah anak perempuan Anda berkata, “Aku ingin punya suami kelak seperti Ayah” … Ah, indahnya kalimat itu terdengar.

Hadirnya seorang Ayah secara utuh, bukan soal seberapa banyak waktu yang dipunyai di tengah kesibukan bekerja. Sebab, nyatanya masih banyak Ayah yang bisa tetap “hadir” di keluarganya meski waktunya tak banyak. Ini soal peran, bukan soal waktu. Ini tentang kesadaran, bukan tentang seberapa sejahteranya sebuah keluarga. Peran ini, tak bicara soal pangkat, status sosial, apalagi soal besar kecilnya gaji sang Ayah.

Satu lagi, lelaki yang dipanggil Ayah ini pun bukan sosok yang bikin suasana rumah jadi tegang, serius melulu, kaku, apalagi angker. Anak-anak nggak hanya butuh Ayah sebagai orang tua, tetapi juga butuh sahabat bercerita, teman bermain, lawan berkelakar, atau “pacar” yang bisa digandeng ke tempat hiburan misalnya.

Ah terlalu panjang rasanya bahas peran Ayah. Bukan kapasitas saya juga bahas parenting disini, belum apa-apa, saya cuma seorang Ayah yang terus belajar untuk menjadi Ayah yang lebih baik.

Agar semoga sosok ini selalu dirindukan, ada dan tiadanya nanti. Tak tergantikan di hati seluruh anggota keluarga, sampai kapanpun, kapanpun.

Eh iya, nafkah dari Ayah tetap perlu kok. Ya kan bu? @bayugawtama

SHARE AGAR LEBIH BERMANFAAT

Segera Iringi Keburukan Dengan Kebaikan


 

Kau bentak istrimu
Segera beri ia pelukan dan hadiah kejutan
Kau tertinggal subuh berjamaah
Segera shalat dhuha yang lebih banyak
Kau marah berlebihan pada bawahanmu
Segera beri ia bonus
Kau telah berlagak sombong
Segeralah berinfak dan sedekah

Saudaraku
Jangan pernah depresi
Berlarut dalam rasa bersalah
walaupun itu fatal dan memalukan
Segera iringi dengan kebaikan selanjutnya

Seorang muslim tidak pernah
Depresi larut dalam kesalahan
Tapi ia segera bangkit
Dengan membawa kebaikan

ﻭَﺃَﺗْﺒِﻊِ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔَ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔَ ﺗَﻤْﺤُﻬَﺎ

“Iringilah kejelakan dengan kebaikan, niscaya kebaikan
tersebut akan menghapuskannya (HR. Tirmidzi)

@Bandara Sumbawa Besar

Penyusun: Raehanul Bahraen

Busana Muslim Branded Berkualitas
Busana Muslim Branded Berkualitas
SHARE AGAR LEBIH BERMANFAAT
=============================
GRIYA HILFAAZ
Pusat Busana Muslim Berkualitas
https://www.tokopedia.com/griyahilfaaz
update stock instagram : griya_hilfaaz
==============================

�� Membuat Anakmu Sholat TANPA Debat .. Keringat .. Urat .. & Pengingat .. ��


 

“Bagaimana Membuat Anak2 Anda Sholat dengan
Kesadaran Mereka Sendiri Tanpa Berdebat dan
Tanpa Perlu Diingatkan .. ?

�Anak2 anda tidak mau sholat .. ? atau mereka
sampai membuat anda capek saat mengingatkan
untuk sholat .. ? Mari kita lihat bagaimana kita bisa merubah ini semua ~ biidznillah
“”Seorang sahabat
berkisah : “Aku akan menceritakan satu kisah yg terjadi
padaku ”
“”Saat itu, anak perempuanku duduk di kelas 5 SD
Sholat baginya adalah hal yg sangat berat ..
sampai2 suatu hari aku berkata kepadanya :
“Bangun .. !! Sholat .. !!”,
dan aku mengawasinya ..
“Aku melihatnya mengambil sajadah, kemudian
melemparkannya ke
lantai ..
Kemudian ia
mendatangiku ..
Aku bertanya kepadanya : “Apakah kamu sudah sholat .. ?”
Ia menjawab : “Sudah”
Kemudian aku Mencubitnya.
Aku tahu aku salah.
Tetapi kondisinya mmg
benar2 sulit ..
Aku menangis ..
Aku benar2 marah padanya, aku rendahkan dia
dan aku menakut2inya akan siksa Allah ..
Tapi .. ternyata semua kata2ku itu tidak ada manfaatnya ..

�Suatu hari, seorang sahabatku bercerita suatu kisah
“”Suatu ketika ia berkunjung kerumah seorang kerabat dekatnya, ketika datang waktu sholat, semua anak2nya langsung bersegera melaksanakan sholat tanpa diperintah
⏫Ia berkata :
Aku berkata padanya “Bagaimana anak2mu bisa sholat dg kesadaran mereka tanpa berdebat dan tanpa perlu diingatkan .. ?

“Ia menjawab :
Demi Allah, aku hanya ingin
mengatakan padamu bahwa sejak jauh sebelum aku menikah aku selalu memanjatkan DO’A
ini .. dan sampai saat ini pun aku masih tetap berdo’a dg DO’A tersebut.

✅Setelah aku mendengarkan nasehatnya, aku selalu tanpa henti berdoa dg do’a ini ..
Dalam sujudku ..
Saat sebelum salam ..
Ketika witir ..
Dan disetiap waktu2 mustajab ..

Demi Allah wahai saudara2ku ..
Anakku saat ini telah duduk dibangku SMA ..
Sejak aku memulai berdoa dg doa itu,anakku lah
yg rajin membangunkan kami dan mengingatkan
kami untuk sholat ..
Dan adik2nya, Alhamdulillah .. mereka semua selalu menjaga sholatnya
Sampai2 .. saat ibuku berkunjung dan menginap
dirumah kami, ia tercengang melihat anak perempuanku bangun pagi, kemudian membangunkan kami satu persatu untuk sholat

❇Aku tahu anda semua penasaran ingin
mengetahui doa apakah itu?
Yaaa .. doa ini ada di QS.Ibrahim : 40

رب اجعلني مقيم الصلاة ِﻭَﻣِﻦ ﺫُﺭِّﻳَّﺘِﻲ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﺗَﻘَﺒَّﻞْ ﺩُﻋَﺎﺀ )

Rabbij’alni muqimas salati wamin zurriyati rabbana wataqobbal du’a

“Ya Robbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yg tetap melaksanakan
sholat .. Ya Robb kami , perkenankanlah doaku”
(QS. Ibrahim : 40 )

♻Yaa .. Doa .. Doa .. dan Doa ..
Sebagaimana anda semua tahu bahwa doa
adalah senjata seorang mukmin
“Kirimkan tulisan ini agar lebih banyak orang yg mengambil manfaat ..

�”Semoga Allah merahmati orang yang bersedia men-share (tulisan ini), kemudian
menjadikannya pemberat bagi timbangan kebaikannya”

☑Baca selalu doa ini untuk anak2mu, biidznillah mereka akan selalu berada dalam penjagaan dan perlindungan Allah Ta’ala .. Aamiin Allaahumma Aamiin

�Barakallah

Busana Muslim Branded Berkualitas
Busana Muslim Branded Berkualitas
SHARE AGAR LEBIH BERMANFAAT
=============================
GRIYA HILFAAZ
Pusat Busana Muslim Berkualitas
https://www.tokopedia.com/griyahilfaaz
update stock instagram : griya_hilfaaz
==============================