Tag Archive | tip

Tak ada dendam diantara kita.


*Tak ada dendam diantara kita.*

Suatu hari, datanglah seorang mahasiswi IKIP yang memperkenalkan dirinya sebagai putri sulung dari Pramoedya Ananta Toer, menghadap Buya Hamka.

“Oh, anaknya Pram. Apa kabar bapakmu sekarang?” tanya Hamka ramah.

Anak perempuan Pram tersebut mengajak laki-laki seorang keturunan Cina.

Kepada Hamka, si perempuan kemudian memperkenalkan diri. Namanya Astuti. Sedangkan yang laki-laki bernama Daniel Setiawan.

Astuti menemani Daniel menemui Buya Hamka untuk masuk Islam, sekaligus mempelajari agama Islam. Daniel ingin menjadi seorang mualaf.

Menurut Astuti, selama ini, Daniel adalah seorang non muslim. Ayahnya, Pramoedya, tidak setuju jika anak perempuannya yang muslimah menikah dengan laki-laki yang berbeda kultur dan agama.

Setelah Astuti mengutarakan maksud kedatangannya, serta bercerita latar belakang hubungannya dengan Daniel, tanpa ragu sedikit pun, Hamka meluluskan permohonan keduanya.

Daniel Setiawan, calon menantu Pramoedya Ananta Toer, langsung dibimbing oleh Hamka membaca dua kalimat syahadat.

Hamka lalu menganjurkan Daniel untuk berkhitan dan menjadwalkan untuk memulai belajar agama Islam dengan Hamka. Dalam pertemuan dengan putri sulung Pramoedya dan calon menantunya itu,

Hamka sama sekali tidak menyinggung bagaimana sikap Pramoedya terhadapnya, beberapa tahun sebelumnya yang pernah menuduhnya maling. Melalui lembar Lentera di Harian Bintang Timoer, Pram menuduh Hamka plagiat.

Benar-benar seperti tidak pernah terjadi apa-apa di antara keduanya.

Tanpa dendam, Hamka justru memuji karya Pram, antara lain Keluarga Gerilya dan Subuh. Anak perempuan Pram itu akan menikah dan meminta bantuan Hamka untuk meng-islam-kan calon suaminya.

Permohonan ini disambut gembira oleh Hamka. Astuti, anak Pramoedya itu, lantas tak bisa menahan ledakan tangisnya karena sikap manis dari orang yang pernah “diganyang” ayahnya.

Alasan Pram mengutus calon menantunya menemui Hamka cukup unik.

“Masalah faham kami tetap berbeda. Saya ingin putri saya yang muslimah harus bersuami dengan laki-laki yang seiman. Saya lebih mantap mengirim calon menantu saya belajar agama Islam dan masuk Islam kepada Hamka,” ujar Pram.

Kalian boleh berkesimpulan.

Secara tidak langsung, dengan Pramoedya mengirim calon menantunya ditemani anak perempuannya kepada Hamka, adalah bentuk permintaan maaf atas sikapnya yang telah memperlakukan Hamka selama ini.

Hamka juga telah memaafkan Pramoedya dengan bersedia membimbing dan memberi pelajaran agama Islam kepada sang calon menantunya.

***

Tanggal 16 Juni 1970, Buya dihubungi Kafrawi, Sekjen Departemen Agama. Pagi-pagi, sekjen ini datang ke rumah Buya. Kafrawi membawa pesan dari keluarga mantan Presiden Soekarno untuk Buya.

Pesan itu pesan terakhir dari Soekarno. Begini pesannya:

“Bila aku mati kelak. Minta kesediaan Hamka untuk menjadi imam shalat jenazahku.”

Tanpa ragu, pesan yang dibawa utusan itu dilaksanakan oleh Hamka.

Hamka tiba di Wisma Yaso bersama penjemputnya. Di wisma itu telah banvak pelayat berdatangan. Penjagaan pun sangat kuat. Shalat jenazah baru akan dimulai menunggu kehadiran Buya.

Melihat jenazah Soekarno, sahabatnya di masa muda, air matanya mengalir. Ia kecup sang Proklamator, dengan doa. Ia mohonkan ampun atas dosa-dosa sang mantan penguasa. Dosa orang yang memasukkannya ke penjara dan disiksa setiap hari.

Di hadapan jasad Soekarno, dengan takbir, ia mulai memimpin sholat jenazah. Untuk memenuhi keinginan terakhir Soekarno.

Mungkin, ini isyarat permohonan maaf Soekarno pada Hamka. Isak tangis haru, terdengar di sekeliling.

Usai Shalat, selesai berdoa, ada yang bertanya kepada Buya.

”Apa Buya tidak dendam kepada Soekarno yang telah menahan Buya sekian lama di penjara?”

”Hanya Allah yang mengetahui seseorang itu munafik atau tidak. Yang jelas, sampai ajalnya, dia tetap seorang muslim. Kita wajib menyelenggarakan jenazahnya dengan baik,” jelas Buya tanpa ragu.

Buya tidak pernah dendam kepada orang yang pernah menyakitinya. Bagi Buya, dendam itu termasuk dosa.

Selama dua tahun empat bulan ia ditahan. Ia merasa semua itu anugerah dari Allah kepadanya.

Dengan masuk penjara, ia dapat menyelesaikan Kitab Tafsir Al Quran 30 Juz Al Azhar yang monumental itu. Bila bukan dalam tahanan, ia tidak mungkin ada waktu untuk mengerjakan dan menyelesaikannya.

Berkat kekejian PKI dan tangan besi Soekarno kepada Buya, kalian bisa membaca tafsir Al-Azhar dengan sempurna.

Orang-orang besar memang memiliki cara mereka sendiri untuk meminta maaf kepada mereka yang pernah dizalimi. Demikian sebaliknya yang pernah terdzalimi, mereka punya hati seluas samudera untuk memaafkan. (*)

—-

Catatan *Anab Afifi* dalam bukunya *AYAT-AYAT YANG DISEMBELIH*

SHARE AGAR LEBIH BERMANFAAT

=============================
GRIYA HILFAAZ
Pusat Busana Muslim Berkualitas
Diskon setiap hari
Menerima reseller, dropshipper, agen

https://www.facebook.com/hilfaaz/photos/

https://www.tokopedia.com/griyahilfaaz

update stock instagram : griya_hilfaaz
==============================
==============================

Kisah tentang Ridha


Di suatu malam seorang ayah membacakan cerita untuk anak perempuannya.
Setelah membacakan cerita, si ayah bertanya kepada anaknya : “Nak, apa kamu sayang Ayah?”
Si anak menjawab, “Tentu saja aku sayang Ayah”
Ayahnya tersenyum lalu bertanya, “Kalau begitu, boleh Ayah minta kalungmu?”
Lalu si anak menjawab, “Ayah, aku sayang Ayah, tapi aku juga sayang sama kalung ini”
Lalu Ayahnya berkata, “Ya sudah tidak apa-apa, Ayah hanya bertanya saja”
Si ayah lalu pergi.
Di malam berikutnya selama 3 hari berturut-turut, ayahnya menanyakan hal yang sama & si anak pun menjawab degnna kata-kata yang sama.
Si anak berpikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu, “Kenapa tiba-tiba Ayah mau kalung ini? Ini kalung yang paling aku sayangi, kalung ini pun pemberian Ayah juga”
Malam berikutnya, sang Ayah menanyakan hal yang sama, lalu si anak berkata, “Ayah, Ayah tahu aku sayang sama Ayah & juga kalung ini. Tapi kalau Ayah mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke Ayah”
Si anak memberikan kalungnya & Ayahnya mengambilnya dengan tangan kiri, lalu Ayahnya memasukkan tangan kanannya ke saku kanan & mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli.
Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya, “Anakku, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku Ayah sejak pertama kali Ayah meminta kalungmu, tapi Ayah menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu & Ayah gantikan dengan yang lebih baik & indah”
Si anak menangis terharu.
Seringkali kita merasa Allah tidak adil. Dia yang memberikan tapi kenapa Dia juga yang mengambilnya, kadang kita selalu sakit hati, sedih dan kecewa, tapi tidakkah kita tahu, di saat Allah mengambil sesuatu yang berharga dari kita, ternyata Allah punya rencana lain. Dia mau menggantikannya dengan yang LEBIH BAIK lagi dari apa yang sudah kita miliki sekarang.
Jadi,
* Terimalah apapun yang kita alami (bersabar),
* Berilah apa yang harus kita berikan (beramal),
* Kembalikanlah apa yang diminta oleh Allah (ikhlas), dan
* Tetaplah bersyukur, maka rejekimu akan dilipat gandakan
smoga kita slalu merasa bersyukur dg apa yg sdh kita miliki

 

Busana Muslim Branded Berkualitas
Busana Muslim Branded Berkualitas
SHARE AGAR LEBIH BERMANFAAT
=============================
GRIYA HILFAAZ
Pusat Busana Muslim Berkualitas
https://www.tokopedia.com/griyahilfaaz
update stock instagram : griya_hilfaaz
==============================

KEHIDUPAN KELUARGAKU SETELAH MENIADAKAN TV DI RUMAHKU


 

Suatu ketika saya mendapat kiriman email dari seorang ibu yang mengaku katanya pendengar setia acara Indonesian Strong from Home, yang di tayangkan di Smart FM., beliau juga mengaku pembaca setia dari blog saya yakni www.ayahkita.blogspot.com.

Tak hanya sampai disitu beliau ini juga mengaku pembaca buku yang saya tulis dan telah memraktekkan pesan-pesan yang ada didalamnya satu demi satu…., ini bukan promo lho…tapi memang begitulah pembukaan isi suratnya.

Lalu pada bagian pembukaan kedua surat tersebut beliau juga memberikan beberapa pujian yang tidak perlu saya sebutkan tentunya, karena saya takut kepala saya benjol lagi karena waktu pertama kali saya baca pujian-pujian itu, tubuh saya tiba-tiba melayang ke atas hingga kepala saya sempat beberapa kali membentur atap.

Setelah itu si Ibu ini bercerita tentang bagaimana asyiknya ia membaca buku saya, yang katanya sampai tanpa sadar kepalanya mengaangguk-angguk tanda setuju, karena ternyata buku yang di bacanya ini berjudul 37 kebiasaan orang tua yang telah membuat anaknya suka melawan dan susah di atur. Jadi kelihatannya anggukan kepalanya itu sebagai pertanda setuju kalau beberapa diantaranya atau mungkin malah sebagian besar dari kebiasaan tersebut pernah dilakukannya.

Setelah dua kali menamatkan buku itu, kata si Ibu tadi, lalu ia mulai berusaha untuk mengubah kebiasaannya satu demi satu, tapi sayangnya ternyata itu tidak mudah..lho, selalu saja lupa dan kelepasan katanya….terutama untuk tidak marah dan membentak.

Namun berkat niatnya yang begitu besar dan kerjasama yang erat dengan suami akhirnya beberapa bagian terberat bisa dia lewati dengan baik, artinya kebiasaan buruknya bisa ia ganti dengan yang baik.

Dan ajaib katanya, anak saya prilakunya mulai berubah menjadi lebih baik dari hari ke hari. Wah saya senengnya bukan main, dan jadi semakin tertantang untuk menerapkan semuanya nich…katanya.

Perlahan tapi pasti, si ibu ini terus berusaha untuk merubah kebiasaan buruk satu demi satu. Ibu ini mengatakan, ternyata semakin banyak kebiasaan yang saya perbaiki maka semakin anak saya juga berubah menjadi lebih baik lagi lho. Wow nggak nyangka katanya hampir seperti sulapan.

Busana Muslim Branded Berkualitas
Busana Muslim Branded Berkualitas

Namun sayangnya ketika tiba pada kebiasan yang ke- 36, yakni pada waktu saya berusaha mengikuti kebiasaan untuk tidak menonton tanyangan2 TV yang tidak mendidik dirumah, wah bukan main, rasanya ini sangat berat sekali…sempat terjadi dilema karena saya dan anak-anak saya termasuk penggemar berat TV dengan berbagai tayangannya. yang ternyata baru saya sadari belakangan ini kalau itu sangat berpengaruh terhadap prilaku dan gaya hidup anak-anak saya selama ini.

Namun katanya lagi, karena dia merasa telah berhasil menerapakn poin-poin sebelumnya, si ibu ini yakin di poin inipun ia pasti akan berhasil lagi. Maka dengan modal tekad dan juga nekad, si ibu berusaha mengikutinya, bahkan ia nekad untuk memutus kabel antena saluran TVnya.

Bukan main… Lalu apa yang terjadi katanya; se isi rumah jadi heboh…, si ibu jadi banyak menuai protes dari anak-anaknya. Sudah saya sendiri juga merasa tersiksa tidak bisa melihat TV lagi, ditambah lagi protes dari anak-anak yang sangat keras, jadi memang kali ini terasa sungguh berat buat saya dan juga anak-anak. Tapi apapun yang terjadi saya harus tetap tegar. Kemudian dengan segenap kekuatan dan upaya katanya, saya coba jelaskan pada anak-anaknya mengapa keputusan ini sampai ia lakukan.

Sesuai saran dari buku itu lagi katanya segeralah ia mengajak anaknya untuk mencari kegiatan/aktifitas lain yang menjadi hobi mereka masing-masing, yang selama ini terpendam dan tidak tersalurkan akibat terlalu banyak duduk terhipnotis di depan TV.

Minggu-minggu berikutnya kata si ibu ini lagi, Protes-protes itu mulai mereda setelah anaknya mulai melakukan berbagai macam aktivitas. ada yang ikut kursus beladiri taekwondo, ada yang ikut les nari, ada yang ikut kursus musik dan tarik suara, bahkan ia juga kaget ternyata ada anaknya yang suka melukis dan lukisannya bagus sekali. Ia menceritakan pengalamannya yang katanya sungguh menakjubkan, setelah ia menerapkan kebiasaan tidak menonton TV, dan menggantinya dengan membaca aktif baik dari koran ataupun majalah.

Wah….anak-anak saya sekarang menjadi jauh lebih aktif, kemudian terjadi juga kebiasaan yang menarik dari anak saya yang paling kecil, yang biasanya dia cepat marah menjadi lebih lembut, yang biasanya suka memukul jadi tidak memukul lagi, mereka jadi lebih jarang bertengkar, melainkan lebih banyak diskusi, saya jadi kagum dengan kemampuan anak-anak saya yang selama ini tidak pernah saya ketahui, mereka ternyata sungguh anak-anak yang luar biasa katanya.

Lalu dalam bagian akhir surat si Ibu ini menulis; jika saja kita para orang tua mau merubah kebiasaan-kebiasaan kita dan mau mengambil tanggung jawab sebagai orang tua, tidak hanya melimpahkan pada pengasuh atau para suster atau siapapun, maka kita akan segera menemukan kepuasan tersendiri dalam mendidik anak-anak kita, terutama manakala melihat mereka tumbuh menjadi anak-anak yang luar biasa dan membanggakan.

Para orang tua dan guru yang berbahagia dimanpun anda berada. Dari semua uraian ibu ini saya hanya ingin menambahkan satu kalimat saja:

Mari kita bangun Indonesia yang kuat melalui anak-anak kita tercinta ! kalau bukan kita siapa lagi? kalau bukan sekarang kapan lagi..?

SHARE AGAR LEBIH BERMANFAAT
=============================
GRIYA HILFAAZ
Pusat Busana Muslim Berkualitas
https://www.tokopedia.com/griyahilfaaz
update stock instagram : griya_hilfaaz
==============================

ANAK YANG SUKA MERENGEK DAN MENGAMUK DI TEMPAT UMUM ??


SAATNYA LIBURAN TIBA SAYA SERING BERTEMU DENGAN ANAK-ANAK YANG MENGAMUK DI TEMPAT UMUM DENGAN PARA ORANG TUA YANG KEBINGUNGAN UNTUK MENGATASINYA.

Mungkin TIPS ini bisa membantu dan patut di coba

Pernah mengalaminya ? terutama ketika anak sedang kita ajak ketempat-tempat umum semisal pusat perbelanjaan, pameran, atau acara lainnya.

Ketika seorang anak merengek menginginkan sesuatu kebanyakan orang tua yang kebetulan saya temui mengatasi dengan berkata seperti ini….

Tuh lihat tuh ada ondel-ondel…
Tuh lihat tuh lampunya bagus sekali bisa joget…
Tuh lihat tuh ada balon besar banget….
Tuh lihat tuh ada pak Satpam.. nanti pak satpam marah lho…
Tuh nanti mama bilangin sama pak Polisi
Tuh lihat ada burung bagus… kupu-kupu dst….
Tuh… lihat. tuh…. dst…

Ini adalah teknik pengalihan perhatian yang kerap dilakukan orang tua…

Dan hasilnya bisa jadi si anak teralihkan sekejap, tapi akan kembali merengek dan bahkan lebih keras lagi…

Mengapa ?

Karena anak-anak itu cerdas dan konsisten !

Ketika apa yang diinginkannya tidak coba di penuhi orang tuanya, melainkan hanya di alihkan perhatiannya. Maka ia tahu benar bahwa dirinya sedang dialihkan perhatiannya.

Dan karena itu dia menjadi lebih marah dan semakin marah.

Stop cara itu….
Gunakan cara ini…

Busana Muslim Branded Berkualitas
Busana Muslim Branded Berkualitas

Ketika anak kita merengek stop semua aktivitas yang sedang kita lakukan; lalu

1. Dekati anak, pegang tangannya dan tatap matanya.

2. Katakan Sayang apa yang kamu inginkan, kalau kamu merengek bunda tidak tahu apa yang kamu mau.

3. Jika dia tetap merengek, katakan pada oke kalau kamu tidak mau bicara, bunda akan carikan tempat yang tepat untuk mu merengek sampai kamu mau bicara.

4. Jika ia tetap merenget laksanakan janji kita bawa dia ketempat yang lapang dan sepi (agar tidak mengganggu orang) dan katakan padanya oke silahkan kami merengek disini. Sampai kamu mau bicara. Biarkan dia terus merengek jika pun itu memerlukan waktu lebih dari 30 menit.

5. Jika dia mulai mau bicara, dengarkan dengan seksama, dan jelaskan apakah yang ia minta itu bisa atau tidak kita penuhi. Jangan berdalih, gunakan alasan yang logis dan masuk akal karena anak itu sangat logis dan cerdas. Jika anda menggunakan alasan itu hanya akan membuatnya kembali merengek dan tidak percaya pada kita.

6. Jika ternyata kita tidak bisa memenuhinya, tawarkan apa jalan keluarnya, dan sepakati bersama.

7. Jika ia kembali merengek katakan padanya: Oke silahkan kamu merengek lagi bunda akan tunggu kami sampai mau bicara baik-baik, tapi itu tidak akan merubah apapun. Tapi jika kami bersikap baik mungkin bunda akan coba upayakan (solusi lainnya)

Dan biasanya dengan cara ini anak akan menjadi lebih baik dan berhenti merengek dan terbiasa bicara baik-baik jika ia menginginkan sesuatu.

Lakukan ini dengan konsisten dan sabar… jangan terpancing emosi. maka lama-lama anak kita menjadi lebih kooperatif dengan orang tuanya.

Jika kita yang menyerah pada keinginan anak maka ia yang akan merasa menang dan lain waktu cara itu akan ia gunakan lagi, lagi dan lagi.

Di tulis oleh Ayah Edy

Selamat mencoba dan semoga berhasil…, jika kita konsisten, tegas dan tabah pasti berhasil…..

Selamat berlibur bersama keluarga semoga dengan belajar perenting liburan keluarga kita semakin indah dan bermakna.

salam hangat,
ayah edy

SHARE AGAR LEBIH BERMANFAAT
=============================
GRIYA HILFAAZ
Pusat Busana Muslim Berkualitas
https://www.tokopedia.com/griyahilfaaz
update stock instagram : griya_hilfaaz
==============================

Cara Sehat Paling Mudah


Jika anda membaca judul diatas, mungkin sudah mulai bertanya tanya, bagaimana cara sehat paling mudah dan pastinya bisa terbebas dari berbagai penyakit? maunya gitu khan?

Pastilah…saya juga maunya begitu, namun apa bener tu bisa kayak gitu, sehat dengan mudah?

Sebenarnya sederhana kok, saya sering sampaikan dalam berbagai acara acara saya bagaimana cara sehatnya Rasululah, kenapa Rasulullah? karena beliaulah satu satunya manusia di muka bumi ini yang sehat jiwa dan raganya dan tidak sakit sakit seperti banyaknya manusia modern saat ini.

Hmm…ada apa nih dengan manusia modern? ada yang ga benar disana? jika saya membahasnya dari sisi kesehatan,manusia modern umumnya makannnya juga makan manusia modern, apa itu?  makanan olahan yang berlimpah yang dikonsumsi setiap saat, makanan beku, dan makanan yang banyak sekali mengandung berbagai macam perisa, penyedap dan lainnya.

 

Tidak boleh dikonsumsi? jelas tidak la, bisa bisa saya dikejar oleh produsen produsen makanan tersebut, namun cara hidup sehat ala Rasululah yang juga saya sebutkan dalam buku Jurus Sehat Rasululah karangan saya, sebenarnya sederhana kok, bisa anda kerjakan setiap saat, asal punya keinginan.

Beberapa hal berikut yang bisa kita contoh antara lain, saya nggak bisa sebutkan semua lo, karena terlalu banyak…namun mudah mudahan ini dapat membantu anda hidup jauh lebih baik dan lebih sehat , mau khan?

1. Perbaiki seluruh amal ibadah kita, mulai dari sholat, shalat sebagaiman shalatnya Rasululah, shalatlah tepat waktu, gerakan shalat, perbaikilah semua yang berhubungan dengan shalat, termasuk wudhu ya…

2. Tidurlah seperti tidur Rasululah, Rasulullah tidur selepas isya, untuk persiapan bangun tengah malam, jadi tidur beliau pun bagian dari ibadah khan ?

3. Mulailah untuk lebih banyak tersenyum, usahakan setiap bertemu dengan orang lain, kita menunjukan senyum yang terbaik, wajah yang menyenangkan, bahkan bersalamanpun coba deh salaman ala Rasulullah, tahu khan ?

4. Coba jadwalkan untuk silaturahim ke keluarga atau kerabat, baik dari orang tua kita, saudara, termasuk mengunjungi ulama, ke majelis ilmu mereka.

5. Mengajilah atau bacalah Aquran setiap hari, kalau 1 juz bisa ya alhamdulilah, namun jangan pernah seharipun dalam hidup kita tidak berkomunikasi dengan Allah via Alquran.

6. Bacalah wirid pagi dan petang setiap hari, karena itu akan jadi kekebalan iman kita.

7. Jangan biarkan lisan kita hanya diam tiada mengucap apa apa, usahakan setiap saat lisan kita basah dengan zikrullah.

8. Jangan pernah melewatkan setiap hari dalam kehidupan kita tanpa bersedekah, usahakan tangan anda sendiri yang menyerahkan bantuan atau sedekah tersebut.

masih banyakkkkk..saya nggak bisa sampein semua, namun beberapa sunnah diatas mulai anda kerjakan, insha Allah kesehatan anda akan jauh lebih baik, ada hubungannya? jelas ada, kata siapa? Kata Rasulullah..ada keberkahan dari apa yang saya sampaikan diatas, itu prinsipnya, terusss…yang bener bener berhubungan dengan fisik apa?

Gampang kok…saya sarankan mulailah makan dan minum ala Rasulullah,apa clue nya?

Rasulullah makan dan minumnya sangat sederhana, Sahabat beliau pun makan dan minum dengan sederhana, dan yang mereka makan saat itu juga makanan dan minuman yang masih banyak dalam keadaan belum banyak diolah, apalagi menggunakan berbagai bahan tambahan pangan yang berasal dari bahan kimia.

Minumlah lebih sering daripada makan, minum air putih ya, bukan air berwarna, minum sesering mungkin, jangan menunggu haus, namun, untuk makan, usahakan jangan terlalu sering makan, namun makanlah khususnya jika kita benar benar dalam keadaan lapar, dan jangan tidur dalam keadaan kenyang.

cukup? masih banyak sih…nanti kita sambung lagi…

Salam Sehat ala Rosul….

 

Zaidul Akbar

Inspirator Kesehatan Islam

Cara Sehat Paling Mudah

Berdakwah Menyingsingkan Ujung Celana


FOTO: meiwentyr.co.cc

Pengalaman seorang dai yang suka menelusuri gang-gang sempit dan membina anak-anak Nias. Kini, kegiatan dakwahnya merupakan jalan hidupnya.

Dari rumah petak sederhana yang terletak di belakang SDN 26 Anduriang kota Padang itu, setiap hari Dahlan menapaki sebuah gang sempit sejauh 800 meter hingga sampai di pinggir jalan raya. Lalu, ia menyetop angkot menuju medan dakwahnya.

Begitulah keseharian Muhammad Dahlan Gulo (34), seorang dai yang secara rutin mengisi pengajian di majelis taklim, masjid, mushalla dan surau-surau di kawasan pinggiran kota Padang.

Dakwah satu arah sebagai khatib Hari Raya, khatib Jumat atau berceramah di majelis taklim seperti dilakukan kebanyakan dai perkotaan, hanyalah salah satu saja dari demikian banyak cara berdakwah. Bertahun-tahun Dahlan juga ikut dalam rutinitas dai perkotaan seperti itu. Diundang mengisi pegajian, diantar-jemput dengan kendaraan, dan pulangnya sering disisipi ‘amplop’ pula.

Dakwah juga dapat dilakukan dengan menulis di media massa seperti yang sering dilakukan Dahlan di koran-koran lokal. Tetapi cara lain sering dilaksanakan Dahlan dan tak kalah hasilnya adalah berdakwah secara face to face.

“Alhamdulillah, dengan sering bertatap muka, mendatangi remaja yang suka nongkrong di halte atau petani yang lagi berleha-leha di pondok sawah, banyak yang kemudian menjadi jamaah yang intensif mendalami Islam,” tutur Dahlan.

Dakwahnya yang sejuk dan kerelaannya menyingsingkan ujung celana untuk menapaki gang-gang yang becek, membuat Dahlan mudah diterima di komunitas warga asal pulau Nias yang mayoritas memang non-Muslim.

Di saat banyak dai perkotaan berkhutbah di masjid-masjid megah, Dahlan berdakwah dengan berjalan kaki menyusuri gang sempit mendatangi satu rumah ke rumah lainnya di kawasan permukiman dan bantaran sungai yang mengalir di tengah gemerlapnya kota Padang.

“Alhamdulillah, dengan dakwah face to face ini mereka kemudian menjadi jamaah yang giat mendalami Islam,” ujarnya.

M Ilyas, Ahmad Yani, Hasbullah (Hastugale) adalah di antara pemuda asal Nias binaan Dahlan yang kini tengah giat belajar shalat dan mengaji setelah bersyahadat meninggalkan Kristen dengan kesadaran sendiri.

Selain menggarap mereka yang sudah lama menentap di kota Padang, Dahlan juga sering pulang ke kampungnya di Nias. Ketika kembali ke kota Padang, bersamanya telah turut beberapa anak dan remaja Nias. Mereka kemudian mengucapkan dua kalimah syahadat dan lalu dititipkan Dahlan pada beberapa panti asuhan.

Puncaknya terjadi pasca bencana gempa yang meluluhlantakan Pulau Nias pada 28 Maret 2005 silam. Saat itu, Dahlan seperti berpacu dengan para misionaris dan LSM asing yang sengaja berburu anak-anak Nias.

Saat itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) memberikan hidayah pada demikian banyak anak-anak Nias yang dirangkul Dahlan. “Bahkan seorang ibu dengan lima anaknya saya boyong ke Padang. Saya tidak tega melihat mereka kelaparan, bahkan ada yang meninggal di tempat pengungsian karena tak pernah tersentuh bantuan BRR Nias,” katanya.

Setiba di kota Padang, ibu Adriat yang berganti nama dengan Siti Fatimah dan kelima anak ini bersyahadat dengan bimbingan buya Masoed Abidin dan mendapat hadiah mukena dari Walikota Fauzi Bahar.

Banyak jamaah yang meneteskan airmata mendengar lafaz syahadatin yang keluar dari mulut mungil kelima bocah kecil itu. Untuk kelanjutan pendidikan dan nafkah para mualaf asal Nias ini, dibukalah rekening di Bank Mandiri Padang, No.Rek. 120 000 5170183 an. Dalizanolo Gulo, S.Ag. Para pemimpin dan masyarakat malam itu berjanji akan mengirimkan bantuan melalui rekening itu.

Tapi setelah acara pensyahadatan yang dihadiri Walikota Padang itu usai, Dahlan dihadapkan pada kenyataan pahit. Rekening itu nyaris tak terisi, hanya sedikit sekali umat yang sudi menyalurkan sedekah, infak dan zakatnya bagi para mualaf dari Nias itu.

Mualaf yang Tabah
Ketika masuk Islam pada 21 Juli 1987, Dali yang kemudian berganti nama menjadi Muhammad Dahlan sudah berikrar akan tawaqal illahah dalam menjalani sepahit apapun kehidupan setelah memeluk Islam. “Awal keterpikatan saya pada Islam setelah mendengar suara adzan dari masjid di kampung tetangga Faekhona’a,” tutur Dahlan.

Benar saja, Allah SWT langsung menguji sang mualaf muda ini. Ayahnya, Bowo Aro Gulo, yang memiliki Jemaat Gereja di desa Faekhona’a Kecamatan Alasa (kini kec. Afu’ulu), Kabupaten Nias, segera saja menghentikan segala bantuannya. Tetapi Dahlan tidak pernah berkecil hati dengan perlakuan ayah dan saudaranya. “Saya dilahirkan di tengah keluarga Kristen pada 13 Mei 1974. Saya anak bungsu dari delapan bersaudara. Sehari setelah melahirkan saya, ibu meninggal. Saya sudah piatu sejak bayi,” ujarnya.

Awalnya, Dahlan mendalami Islam di Pesantren Darul Ulum, Nabundong, Kecamatan Sososopan, Padangsidempuan. Kemudian melanjutkan ke tingkat aliyah di Pesantren Aek Hayuara, Kecamatan Barumuis Tapanuli Selatan hingga tamat tahun 1992.

Pemutusan bantuan oleh orangtua sejak memeluk Islam, melecut Dahlan untuk terbiasa hidup mandiri sejak kecil. Dahlan terus berjuang membanting tulang demi mencari nafkah yang halal. Perasaan sebagai anak yang terbuang dari keluarga setelah memeluk Islam, terus ia tepis. “Ketika berangkat dari kampung, saya hanya punya uang tujuh ratus rupiah saja. Itulah yang saya manfaatkan untuk membeli satu lusin limun yang saya jual keliling pesantren, Rp 100 per botol,” kenangnya.

Dahlan pun pernah menjadi tukang putar mesin disel dan membuat tangannya lecet. Juga pernah bekerja di rumah makan sabagai tukang cuci piring. Pokoknya, tak ada gengsi-gengsian. Apa pun pekerjaannya ia lakukan asal halal.

Setamat aliyah tahun 1992, Dahlan bercita-cita melanjutkan pendidikan ke IAIN Imam Bonjol Padang. Sayang, saat tiba di Padang, jadwal pendaftraan mahasiswa baru telah ditutup. Dalam kegalauan hati antara ingin bertahan di kota Padang atau kembali ke Nias, Dahlan berkenalan dengan Nazar Bakri, pengurus Masjid Taqwa. Nazar memintanya untuk terus bertahan di kota Padang hingga awal tahun ajaran baru dan menyediakan sebuah kamar di rumahnya untuk ditempati Dahlan.

Dahlan mulai menapaki kehidupan di kota Padang dengan mengajar mengaji di TPA Masjid Al-Mukaramah Jati. Ia kemudian bertemu dengan buya Mansur Malik (saat itu Rektor IAIN Imam Bonjol) dan Kepala Perpustakaan Chalid, MS.
yang membutuhkan tenaga pembantu.

“Saya menerima tawaran itu walau honornya cuma Rp 25 ribu per bulan. Saya pikir ini peluang emas karena dengan bekerja di perpustakaan IAIN Imam Bonjol, saya akan berada dalam ‘gudang ilmu’ dan bebas membaca segala buku dengan gratis,” tutur Dahlan.

Berbekal ilmu -karena rajin membaca di perusatakaan- itulah, Dahlan yang biasanya hanya menjadi guru TPA, berani tampil menggantikan seorang khatib Jumat yang tidak datang.

“Kali pertama tampil, mikrofon yang saya pegang bergetar–getar seperti gempa lokal karena tubuh saya bergetar menghadapi jamaah,” kenang Dahlan.

Namun dengan kesungguhan dan niat yang ikhlas, Dahlan terus belajar dan belajar. Hingga akhirnya kini berdakwah sudah menjadi jalan hidupnya. *Dodi Nurja

Suara Hidayatullah, JANUARI 2009