Begini rasanya tertolak…


Senin tgl 27 April 2009 ini menjadi waktuku untuk bersedih. Anak gadisku ditolak. Si Ulfah ditolak. ‘Belum Diterima’, demikian tertulis di Surat Nomor 05/SDIT.AR/BTL/IV/2009 dari SDIT Ar Raihan itu.

Bu Guru didepanku membacakan kesimpulan hasil test anakku dari kumpulan kertas yang sudah tidak rapi itu. Mungkin kertas itu jadi lungset karena dibolak balik untuk menemukan alasan menerima anakku. Tetapi ternyata tidak ada. Tidak ada alasan yang bisa membuat anakku sekolah di sana tahun ini.‘Can, si Ulfah tidak diterima’, teleponku kepada mican. Sambil memandang fotonya di layar kompiku, sambil menikmati kacamata merah muda yang ia pakai, dan sambil menikmati senyumnya. Ada sedih sedikit dalam menikmati foto perhiasan hidupku itu.

‘Can, SDIT sudah menyia nyiakan seorang mujahidah’, ujarku menyemangati diri sendiri. Istriku tersenyum dan tertawa lirih di seberang saya. Aku tak ingin larut. Aku tak mau marah.

Aku tak ingin kecewa berkepanjangan. 

‘Insyaallah segera ada sepeda baru yang lebih sesuai dengan tinggi tubuhnya’, tegasku. Insyaallah. Aku ingin sepeda itu lebih membuatnya nyaman jika bermain dan ke masjid. 

‘Nduk, tak mengapa kamu ditolak SDIT. Ia belum berjanji menerimamu’, kata hatiku. Akan lain soalnya jika kamu ditolak oleh sesuatu atau seseorang yang sudah berjanji menerimamu!!!!!

Waktu test diakhir Maret lalu, saya sempat mengajukan soal ini kepada psikolog dan kepsek. Saya memohon mereka menemukan kata lain selain ‘test’. 

Seseorang bercerita, anak2 SD kelas 1 sempat bingung ketika jadwal Mis Semester tiba. Yang biasanya bermain-bermain dan ketemu guru, tiba2 harus mengerjakan soal dan kemudian pulang. Tidak ada guru yg mereka tunggu-tunggu sehari-harinya itu..

Jika aku bisa menyingkirkan setiap kerikil dijalan

Akan ku singkirkan semua demi langkahmu

Tapi aku tahu itu hanya akan menghambatmu

……………

Jika aku bisa selalu memayungimu kala hujan
Akan ku bentangkan payung yang lebar untukmu
Tapi aku tahu disetiap hujan pasti ada kesejukan

……………….

Jika aku bisa selalu melindungimu
Akan ku singkirkan setiap gangguan darimu
Tapi aku tahu kau tidak akan pernah dewasa

……………..

Jika aku bisa selalu disampingmu 
Akan kuselesaikan setiap masalahmu
Tapi aku tahu kau tidak akan pernah belajar

…………..

Jika aku bisa memutar kembali waktu
Akan ku buat segalanya lebih mudah untukmu
Tapi aku tahu dengan itu kau hanya akan menjadi lemah

……………..

Wis ah! Pokoknya ditolak. Tidak bisa belajar di sana tahun ini. Ntar malam akan ada rapat tingkat tinggi utk penentuan sekolah di mana? Bagiku ini lebih penting daripada pertemuan petinggi parpol soal koalisi…

trimakasih sesorang di sana..yang membagi kisahnya

3 thoughts on “Begini rasanya tertolak…

  1. wah, puitis banget om. bilang dik Ulfah kalo tante Pephy dulu juga ditolaj di SDN fav di daerah tempat tinggalnya dan masuk ke sekolah yg biasa saja dan dipandang sebelah mata tapi waktu ada lomba pelajar teladan tante Pephy malah jadi juara 7 sekecamatan, so sekolah yg dulu menolak tante Pephy gigit jari karena ga masuk 10 besar sama sekali. Tetep semangat ya nona kecil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s